
Siang ini Gea bersiap siap di kamarnya.
Ia memakai baju terbaik dan ter sexy.
Merias wajahnya dengan cetarnya.
Karna hari ini Gea mendapat pelanggan di luar desa.
Terlebih ia orangnya tampan dan beruang.
Meskipun ke ujung dunia pun ia pasti menerima tawaran itu.
Ia berputar putar di depan cermin, dia teliti setiap sisi badannya, ia rapikan rambutnya yang terurai.
Ia bergaya bak wanita yang penuh nafsu, meskipun hanya di depan cermin.
"Hmmmzz...!!, aku primadonanya sekarang, mami mah lewattt, aku lebih muda dan lebih sexy", ucap Gea memuji dirinya di cermin.
Ia melihat ke arah jam tangannya.
Sudah jam 3 sore, ia bergegas mengambil tas nya dan memesan driver online.
Terlihat para gadis sedang merokok di teras depan rumah, mereka melihat kemunculan Gea yang terlihat mempesona.
"Wahh, mbak, ada panggilan lagi ya..??", ucap seorang gadis mendekati Gea.
"Pasti cowok ganteng, kaya, itu lagi ya..??", ucap salah satu gadis lainnya.
Gea melirik ke arah jendela kamar mami, ia tak ada, aman untuknya jika ia mengolok ngoloknya di depan para gadis.
Gea memang berniat menghancurkan citra mami di rumah bordil.
Geyna pun sudah sering melayani tamu, ia lesu dan terlihat pucat, saran dokter untuk tes lap di rumah sakit tak ia hiraukan.
Kok untuk memperhatikan pelanggan, memperhatikan para gadis pun mami sudah jarang.
"Ya iyalah, ngapain nunggu tamu di rumah ini sampai tua, kita harus jemput rejeki dong, cari suasana baru", ucap Gea menyalakan rokoknya.
"Cari,in aku job juga dong kak, nganggur nih udah 3 hari", ucap salah satu gadis lain.
"Tenang, kalian pasti aku kasih satu satu, okeee, gak kayak mami, udah gak guna, sakit sakitan, cantikan juga aku sekarang", ucap Gea menghasut gadis lain untuk membenci mami.
"Iyaaa, mami gak kayak dulu lagi", ucap gadis yang ada di samping Gea.
Semua gadis mulai menggosipkan Geyna, sementara Gea tersenyum melihat rencananya satu demi satu berhasil.
Terlihat sebuah mobil merah berhenti di halaman rumah.
"Ehhh cabut dulu ya, driver online ku dah dateng tuh", ucap Gea menyembulkan asap rokoknya ke para gadis .
__ADS_1
"Gak di sembul asap juga kaleeee, udah pergi sana, have fun ya", ucap salah seorang gadis.
Gea pun berlalu pergi.
Ia menunjukkan lokasi yang telah di kirimkan sang pelanggan untuknya.
"Pak ini lokasinya ya", ucap Gea sembari membuka kaca mobil agar udara segar bisa masuk.
"Siap mbak", ucap sopir melajukan mobilnya melewati jalan desa.
Pada waktu itu banyak ibu ibu yang sedang bersantai di teras teras rumah.
Kebanyakan memang warga desa seperti itu.
Jika pekerjaan rumah selesai, mereka sempatkan mengobrol di teras teras tetangga sambil mengasuh anaknya, tidak seperti di kota yang terkadang memilih jasa pembantu dan baby sister karna sibuk bekerja.
Mereka melihat Gea yang melintas.
"Ehhh buk ibuk ada pela*ur lewat tuh..!!", seru seorang ibu ibu, yang membuat Gea menoleh sinis ke arahnya.
"Ehhh merasa dia, emang bener sih ya", ucapnya sambil tertawa bersama ibu ibu lain.
"Kurang a"ar, dasar orang rendah", ucap Gea mengambil botol minum di dalam mobil dan melemparkannya ke arah ibu ibu tadi.
Ibu ibu itu kaget dilempar botol berisi air yang tanpa di tutup oleh Gea, yang membuat baju mereka terciprat air botol.
"Dasarrr..!!!!, wanita gila..!!", ucap seorang ibu ibu sambil membersihkan bajunya.
"Rasa,in..!!", ucap Gea sambil memakai handset di telinganya dan berusaha tidur.
3 jam berlalu, sopir membangunkan Gea.
"Mbak sudah sampai", ucap sopir itu memarkirkan mobilnya di sebuah rumah berlantai dua.
Gea mulai membuka matanya, terlihat di teras rumah sudah ada pria yang ia cari, Gea pun segera merapikan rambutnya dan berkaca untuk menambah riasan wajahnya.
"Ini ongkosnya pak", ucap Gea keluar dari mobil.
Pria itu tersenyum melihat kedatangan Gea.
Ia mencium dan memeluknya dengan bergairah.
"Hay cantikkk", ucap pria itu masih mendekap Gea dengan eratnya.
"Hayy Sayang, rumah kamu jauh banget sih", ucap Gea bersikap manja.
Pria itu makin mendekatkan wajahnya pada Gea dan berbisik.
"Tapi kamu udah ada di sini kan..??", ucap lelaki itu setengah berbisik.
__ADS_1
Gea tersenyum mendengar ucapan lembut pria itu.
"Oh ya, aku juga ajak 2 temen aku juga, kamu keberatan gak..??", ucap pria itu mematikan rokoknya dan duduk di kursi teras rumahnya.
Gea berfikir sejenak,
3 lelaki berarti bayaran dan kenikmatannya nambah dong, gumam Gea dalam hati.
"Siap dong Sam, yang penting bayarannya nambah", ucap Gea duduk di samping Pria itu yang diketahui namanya ialah Sam.
"Mantap..!!, gak salah aku milih kamu, yuk masuk kita have fun, mereka udah nunggu di dalam.
Saat mereka ingin masuk rumah , terdengar sholawat dari arah luar halaman rumah, yang terdengar cukup dekat.
Gea menghentikan langkahnya.
"Tunggu, itu suara dari mana..??, ucap Gea penasaran.
"Oh itu, deket rumahku tuh ada pesantren kalau gak salah namanya pesantren Ummar, ya biasa lah pasti speaker mereka gak akan berhenti sampai nanti jam 10 malam, komat kamit melulu", ucap Sam terkekeh dengan leluconnya sendiri.
Gea merasa seperti ia pernah mendengar nama pesantren itu.
Tapi ia tak ingat kapan dan dari siapa ia mendengar nama itu.
Gea pun tak mempedulikannya.
Ia pun memeluk Sam lagi dan mengajaknya masuk.
"Yuk ah masuk", ucap Gea dengan senyum manisnya.
Mereka pun masuk dan bersenang senang.
Tak ketinggalan sebotol whisky telah habis sekejab saja oleh keempat muda mudi itu.
Setelah mereka puas berjoget dan minum.
Dalam keadaan mabuk, 3 pria itu melucuti baju Gea.
Tanpa perlawanan Gea menyerahkan semuanya.
"Kita have fun sampai pagi..!!", seru Gea dengan sempoyongan karna mabuk berat.
Mereka pun bercumbu sampai pagi.
Gea tak kenal dan tak perduli siapa teman teman Sam itu, yang penting untuknya adalah uang dan uang.
Mereka tidak ada yang takut dan berfikiran akan dosa.
Yang mereka pikirkan hanya usia muda dan tubuh yang masih kuat.
__ADS_1
Mereka tak memikirkan usia tua mereka nanti, terlebih memikirkan akhirat.
Naudzubillah....