
Tokkk, tok...
"Mi...!!", seru Rahel dari depan pintu kamar bu Maryam.
"Iyaaa bentar", ucap Bu Maryam sembari membuka pintu kamarnya.
"Mami sibuk gak...??", ucap Rahel.
"Enggak, masuk aja", ucap bu Maryam.
"Gak usah mi, aku cuma mau pamit", ucap Rahel.
"Mau kemana..??, kamu udah izin suami kamu..??", tanya bu Maryam.
"Pamit sama mami kan ya sama aja", ketus Rahel.
"Emang mau kemana sih..??", tanya bu Maryam penasaran.
"Aku mau ke rumah mama, mungkin pulang besok", ucap Rahel.
"Kalau gitu tunggu Malik dulu ya", ucap Bu Maryam.
"Gak ah, lama....!!, dah aku berangkat dulu mi", seru Rahel pergi dari hadapan mertuanya.
"Astagfirullah, Assalammualaikum..!!", seru bu Maryam mengingatkan Rahel.
Ucapan bu Maryam malah tak dianggap sama sekali oleh Rahel.
Ia bergegas menuju mobilnya tanpa menoleh kebelakang sekalipun.
Ia sengaja tak pamit pada Malik, karna ia tau pasti Malik akan melarangnya menginap, bahkan di rumah orang tua Rahel sendiri.
"Hari ini aku harus beresin urusanku dengan anak kandung Bram", ucap Rahel sambil melajukan mobilnya menuju rumah Bordil.
Selang beberapa jam, mobil Rahel sudah mendekati halaman rumah Bordil.
Gea terlihat sudah bersiap di teras sambil menikmati rokoknya.
"Lama banget sih...!!, urusanku gak cuma sama kamu aja...!!", seru Gea saat Rahel mendekatinya.
Rahel seakan memendam emosinya, ia hanya tersenyum menyikapi celotehan Gea.
Kalau aku gak butuh kamu, udah ku tampar kamu...!!, palingan urusanmu juga tidur sama lelaki, gumam Rahel dalam hati.
"Sorry, yukk berangkat", ucap Rahel mengajak Gea ke mobilnya.
Gea masuk ke mobil Rahel dan heran melihat koper di kursi belakang.
"Kamu mau sekalian pindahan apa..??", ucap Gea meledek Rahel.
__ADS_1
"Aku alasan ke rumah orang tuaku, agar masalah ini bisa cepet ku selesaiin", ucap Rahel sambil melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Bordil.
Gea pun tertawa.
"Seorang singa pun bakal jadi angsa kalau berurusan dengan harta", ucap Gea.
"Terserah...!!", ketus Rahel.
"Kamu jalan aja, aku mau tidur dulu", ucap Gea menutup matanya.
"Helloo....!!, kalau aku tau tempatnya gak mungkin aku ajak kamu, okey....", seru Rahel kesal.
"Udah...!!, jalan aja kenapa sih...!!, nanti kalau dah sampai di Terminal kota bangunin aku, beres kan", ucap Gea kembali tidur.
Gak jelas...!!, gumam Rahel dalam hati.
3 Jam kemudian.
"Gea...!!, bangun..!!", seru Rahel menggoyang goyangkan tubuh Gea.
"Udah sampek...??", ucap Gea mencoba bangun dan memandangi area sekitar.
"Iyaaa, tuhh terminalnya kan..??", seru Rahel.
"Aku yang nyetir dari sini", ucap Gea bertukar tempat dengan Rahel.
"Masih jauh...??", ucap Rahel.
"Lumayan sih...", ucap Gea.
"Jauh juga ya, tapi ngomong ngomong kayaknya aku pernah kesini deh", ucap Rahel memandangi jalanan sekitar.
"Masak....!!!", seru Gea tak percaya.
"Kayak arah kerumah..??", ucapan Rahel terhenti saat pandangannya tertuju pada rumah disebrang jalan.
"Tuhhh rumahnya...!!", seru Gea menghentikan laju mobilnya.
Rahel tercengang, ia sangat syok melihat ke arah Gea menunjuk sebuah rumah yang sebenarnya Rahel pun mengenal siapa pemiliknya.
"Gak mungkin, kamu permainin aku ya..!!", ucap Rahel tak terima.
"Maksudmu apa..??, aku udah anter sampai kesini..!!, kamu malah marah marah", ketus Gea.
"Siapa nama anaknya Bram...??", seru Rahel tak sabar.
"Emangnya kenapa sih..!!, tau rumahnya aja kan cukup", ucap Gea.
"Tinggal jawab aja susah amat", ketus Rahel.
__ADS_1
"Mawar...!!, puas...!!, sekarang kamu mau apa...??", ucap Gea.
Rahel pun nampak syok mendengarnya, pandangannya seakan kosong, raut wajahnya seakan ketakutan.
Lagi lagi Mawar...!!, gumam Rahel dalam hati.
"Helloooo..!!, kamu kenapa sih..??", ucap Gea heran.
"Tamatlah riawayatku", ucap Rahel lemas.
"Maksudmu...??", tanya Gea.
"Mawar itu bukan orang asing bagi keluarga Bram", ucap Rahel gelisah.
"Maksudmu apa sih..??", Tanya Gea penasaran.
"Mawar itu dulu kekasih Malik, dan Bram sangat menentang hubungan mereka, bahkan Bram menganggapnya musuh", ucap Rahel.
"Jadi mereka ...??", seru Gea.
"Mereka sudah saling kenal", ucap Rahel bersandar lemas di kursinya.
"Kita harus buat mereka saling menjauh, bahkan tak akan bisa bertemu lagi, gawat kalau Bram bertemu dengan Geyna", ucap Gea.
"Siapa Geyna..??", tanya Rahel.
"Geyna itu ibu kandung Mawar, setauku sekarang ini Geyna telah bersama dengan Mawar", ucap Gea.
"Itu berarti, kalau Bram datang kerumah Mawar dan melihat Geyna, dia akan langsung menyadari siapa sebenarnya Mawar...??", ucap Rahel.
"Mati kita..!!!", ucap Gea mengelap dahinya yang basah karna gelisah.
"Apa istimewanya sih Mawar itu...??, gak bisa apa dia jauh jauh dari hidupku..!!", ketus Rahel kesal.
"Kita harus cari cara gimana agar Mawar pindah dari sini, jadi Bram pun gak bisa temuin dia", ucap Gea.
"Gimana caranya..??", tanya Rahel kehabisan ide.
"Kita cari titik lemahnya", ucap Gea memberi ide.
"Gimana kalau kita culik anaknya..??, kita teror dia...!!", seru Rahel.
"Ide bagus, cerdas juga kamu, kita rencanain dulu matang matang, kita kesini lagi minggu depan", ucap Gea melajukan mobilnya kembali ke kediamannya.
Sepanjang Jalan Rahel memikirkan tentang semua yang terikat dengan Mawar.
Ia tak menyangka sama sekali, anak yang telah dicari cari Bram ialah wanita yang dimusuhi olehnya, bahkan wanita yang telah dipersalahkan atas semua penentangan Malik pada Bram akhir akhir ini.
Baguslah, setidaknya aku sudah tau semuanya sebelum Bram, gumam Rahel dalam hati.
__ADS_1