
"Dokter jangan bercanda!," seru Tuan Danu dengan raut wajah yang tak bersahabat.
Sementara dokter Malik terlihat terdiam, seakan dia sudah kehabisan cara untuk berusaha menjelaskan akan hasil visum milik tuan Danu.
"Jangan jadikan kebiasaan ku untuk membuat hasil visum palsu ya dokter!," seru Tuan Danu tak percaya sedikitpun dengan penjelasan dari dokter Malik.
"Maaf tuan, tuan sudah mengenal ku sejak lama bukan?, dan jika aku melakukan itu kenapa aku tidak melakukan nya sejak dulu?," ucap dokter Malik mencoba menenangkan pasien nya.
"Tidak!, aku masih tidak percaya akan semua bualan mu itu!, aku akan coba pergi ke rumah sakit besar dan menemui dokter lain yang lebih pintar dari mu!," sentak Tuan Danu dengan begitu marah nya.
"Silahkan jika itu yang Tuan inginkan, saya hanya menyarankan sebaik nya tuan hentikan kebiasaan buruk itu sebelum tubuh tuan sendiri yang melawan tuan dari dalam," ucap dokter Malik masih berusaha bersikap sopan terhadap sahabat papi nya itu.
"Omong kosong apa ini!," keluh Tuan Danu sembari menggebrak meja dan segera bergegas pergi dari sana.
Membuat semua pasien yang ada di sana memandang takut ke arah nya.
Terlebih Mawar, ia begitu khawatir saat Tuan Danu yang datang dengan sikap terbuka kepada suami nya kini berubah penuh dengan kata kata kasar.
"Benar benar tak masuk akal!, seakan ia mengatakan kalau bercinta dengan wanita akan berdampak buruk bagi tubuh lelaki, seakan dia tak pernah bercinta saja," keluh Tuan Danu bergegas melajukan mobil nya dan berinisiatif pergi ke rumah sakit ternama di kota itu.
Belum hilang rasa terkejut nya karna mendengar sang sahabat ternyata memiliki seorang putri, kini ia harus lebih terkejut lagi mendengar hasil pemeriksaan kesehatan nya hari itu.
-------####---
"A- apa maksud semua ini?, jangan sampai aku mengklaim buruk rumah sakit ini dan menghancurkan reputasi kalian sebagai seorang dokter!," sentak Tuan Danu begitu marah karna lagi lagi hasil dari pemeriksaan nya menyatakan hal yang sama.
Pasal nya sudah 4 rumah sakit ia datangi dan selalu berakhir dengan hasil yang sama di setiap tempat nya.
Bahkan beberapa dokter ada yang menjelaskan hal lebih buruk dari apa yang di sampaikan dokter Malik pada nya.
"M- maaf tuan, tapi itulah hasil nya, dan jika tuan menuntut kami sekalipun, hasil itu tak akan pernah berubah," ucap sang dokter dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
__ADS_1
Baru kali ini ada pasien yang begitu terlihat menakutkan dan seakan bisa mencekik nya kapan saja jika apa yang ia dengar tidak sesuai dengan keinginan nya.
"Apa kau bersekongkol dengan Malik!," sentak tuan Danu sembari menarik kera baju sang dokter hingga membuat nya semakin ketakutan saja.
Merasa keselamatan nya semakin terancam, dengan tangan yang masih terus gemetar ketakutan, sang dokter berusaha menekan tombol darurat di samping meja nya tanpa sepengetahuan tuan Danu.
Tak butuh waktu lama untuk pihak keamanan rumah sakit datang dan menyeret tuan Danu keluar dari rumah sakit tanpa memandang status dan kedudukan nya yang tinggi itu.
Jika seseorang berani membuat keonaran di rumah sakit, siapa pun itu, ia akan bernasib tak jauh beda dari yang tuan Danu dapatkan saat itu.
"Dengar ya dokter!, aku tak akan mati hanya karna prediksi kalian itu!, entah sekarang, 1 tahun atau bertahun tahun ke depan!, aku akan tetap sehat dan terus melakoni hobi ku itu!, camkan itu dokter!," teriak tuan Danu di teras rumah sakit, ia bahkan tak memikirkan wibawa dan nama baik nya lagi saat mengucapkan nya.
Dengan penuh amarah, dia berusaha melajukan kembali mobil nya meninggalkan area rumah sakit.
Saat tiba kembali di rumah nya.
Nampak para pengawal nya terlihat tertidur pulas di sepanjang sofa yang ada.
Emm, aku pikir pikir, aku sudah lama tidak melakukan nya, kenapa tidak aku coba saja?, sembari membuktikan omongan para dokter gadungan itu salah!, batin tuan Danu berjalan masuk ke dalam kamar tempat Rea dan Lely berada.
Namun hanya ada Rea yang terlihat lemas di atas ranjang dengan posisi masih tidak memakai sehelai baju pun.
Sembari meringis kesakitan, Rea mencoba bergeser dari ranjang nya dan meraih selimut untuk menutupi tubuh sintal nya itu.
"T- tuan?, tuan mau apa kesini?, aku sudah lakukan tugas ku dengan baik," ucap Rea dengan raut wajah pucat pasi.
"Sebenar nya, saat melihat para pengawal ku barusan, hasrat ku jadi ikut naik saat itu juga," ucap tuan Danu sembari melucuti pakaian nya sendiri.
Mendengar ucapan itu, Rea begitu ketakutan di buat nya.
Ia langsung mengingat saat diri nya pertama kali melayani tuan Danu bertahun tahun yang lalu.
__ADS_1
Ia begitu brutal dan tak pernah puas saat bermain, hingga Rea dan para wanita lain selalu di buat pingsan bahkan sakit berhari hari hanya karna melayani nya satu malam saja.
"Bolehkah saya istirahat sebentar, saya mohon," ucap Rea dengan nada memohon.
"Tidak ada tawar menawar Rea, apa kau tak ingat itu?," ucap tuan Danu membuat Rea mengingat saat ia mengucapkan permintaan yang sama saat tuan Danu memacu nya begitu brutal di masa silam, namun permintaan semacam itu tak pernah di kabulkan oleh tuan Danu saat ia sudah tenggelam dalam kenikmatan permainan nya sendiri.
Tanpa membuang buang waktu, tuan Danu segera menindih tubuh Rea dan perlahan bermain dengan setiap bagian tubuh Rea tanpa tertinggal satu pun.
Membuat Rea begitu kewalahan, bahkan setelah tenaga nya sudah begitu terkuras habis setelah melayani para pengawal tuan Danu beberapa saat lalu.
Setelah pemanasan yang cukup panjang, Tuan Danu mencoba perlahan melucuti celana nya.
Namun saat merasa pusaka nya tak bereaksi sama sekali dengan pemanasan panjang itu, perlahan ia turun dari tubuh Rea seperti orang bodoh.
Tidak!, ini tidak mungkin!, kenyataan nya adalah, prediksi dari para dokter itu salah!, dan akan tetap salah!, batin tuan Danu mencoba menepis kenyataan yang ada.
Membuat Rea juga bersyukur dan heran di saat yang sama.
"Aku tiba tiba bosan melihat mu!," seru tuan Danu sembari berjalan meninggalkan Rea begitu saja.
Seketika Rea merebahkan tubuh nya yang remuk di atas ranjang.
Baru kali ini ia bekerja tanpa merasakan nikmat nya sedikitpun.
Lalu pandangan nya tiba tiba memandang ke seluruh penjuru kamar.
Seakan ada sesuatu yang hilang dari nya saat itu.
"Lely?, kemana dia?," ucap Rea mencoba mengingat saat permainan brutal itu terjadi.
Sekilas ia mengingat Lely yang di paksa masuk dan bermain dalam kamar mandi oleh beberapa pengawal tuan Danu yang mabuk saat itu.
__ADS_1