
Mobil mewah yang di tumpangi Aqly kini telah berhenti di sebuah rumah besar.
Rumah yang ternyata ialah tempat tinggal Bos besar.
Namun ada yang aneh dari rumah itu.
Dari sejauh pandangan Aqly, mulai dari memasuki halaman rumah dan beranjak menuju teras.
Nampak banyak wanita berada di sana.
Peragai nya membuat Aqly sedikit merinding.
Bahkan penampilan mereka sangat berbeda dengan sang bunda dan Fatimah yang lebih sering ia lihat sehari hari nya.
"Bos ?, benarkah ini rumah mu ?", tanya Aqly merasa ragu.
"Tentu !, sudah 5 tahun aku tinggal di sini, memang nya kenapa ?", sahut Bos besar menunggu reaksi Aqly selanjut nya.
"Aku cuma heran, kenapa banyak wanita di rumah ini ?, pakaian mereka pun sangat minim sekali, apa mereka semua saudara perempuan mu ?", tanya Aqly semakin penasaran.
Seketika Bos besar tak bisa menahan tawa nya.
"Kau ini !, aku baru bertemu seorang pemuda seperti mu Aqly !", seru Bos besar sembari tak berhenti tertawa.
"Memang nya aku kenapa ?", seru Aqly mengeryitkan kening nya.
"Ada ya seorang pemuda yang berlagak sok bejat seperti mu tapi lugu nya mengalahkan wanita rumahan", seru Bos besar membuat Aqly kesal sekaligus malu.
"Makanya Bos ajari aku supaya jadi seperti mu", keluh Aqly.
"Oke, kita lihat nanti hasil nya .", ucap Bos besar mengajak Aqly masuk ke dalam rumah mewah nya.
Seketika Aqly lebih terkejut lagi melihat isi dari rumah itu.
"Tidak mungkin jika mereka saudara perempuan mu semua kan Bos ?, jumlah nya banyak sekali !", seru Aqly heran.
"Siapa bilang mereka bukan saudara ku, mereka semua saudara ku", seru Bos besar sembari duduk di sofa dan merangkul seorang wanita yang langsung menyalakan sebatang rokok untuk Bos besar.
Ucapan Bos besar membuat Aqly terdiam dan merasa heran dengan banyak nya jumlah saudara yang di miliki Bos besar.
Pasti ayah nya menikah dengan banyak wanita, gumam Aqly dalam hati.
__ADS_1
"Pasti kamu sekarang sedang berfikir berapa istri ayah ku bukan ?", seru Bos besar membuat semua para wanita tertawa.
"Siapa pun akan berfikiran sama seperti ku", sahut Aqly dengan polos nya.
"Duduk lah Aqly, aku katakan satu hal, saudara itu bukan selalu berasal dari satu darah, melainkan dari sebuah hubungan yang saling menguntungkan", seru Bos besar membuat Aqly terlihat berusaha keras mencerna ucapan sang Bos besar.
"Apa yang menguntungkan dari hubungan kalian ?", tanya Aqly.
"Kami bisa menghasilkan uang berlipat lipat untuk Bos besar Aqly, dan imbalan nya, kami bisa hidup enak, nyaman dan terlindungi di sini", seru seorang wanita mencoba duduk di paha Aqly.
Sontak Aqly langsung berdiri dari tempat duduk nya dan membuat semua orang di sana tertawa.
"Santai saja Aqly, jika kamu ingin jadi seperti ku kamu harus terbiasa dengan rumah ku ini", seru Bos besar menepuk bahu Aqly.
"Selamat datang di rumah Bordil Aqly", seru beberapa wanita sembari menyembulkan asap rokok nya ke udara.
"Rumah Bordil ?, apa lagi itu ?", sahut Aqly membuat semua orang lagi lagi tertawa di buat nya.
"Di mana kamu mendapatkan dia Bos ?", seru seorang wanita sembari tak bisa menahan tawa nya.
"Pasti dia masih orisinill kan sayang ?, bolehlah", seru seorang wanita sembari menggoda Aqly.
"Menjauh dari ku !", sentak Aqly membuat semua wanita seketika menghentikan tawa nya.
"Tapi apa maksud dari rumah Bordil ?, dan sebenar nya siapa mereka ?", seru Aqly merasa tak nyaman di tempat itu.
"Kamu ingin tahu rumah Bordil rumah apa ?, biar ku beri tahu agar kau bisa tidur malam ini, rumah bordil itu adalah sebutan lain bagi rumah pelac*r !, dan sudah pasti kamu bisa menebak bukan, siapa kami ?", seru seorang wanita sembari pergi meninggalkan Aqly bersamaan dengan wanita lain nya.
Nampak Aqly terdiam dan syok dalam waktu yang cukup lama.
Ia bahkan tak pernah membayangkan akan berada di tempat seperti itu.
Keringat Aqly mulai mengucur di kening nya.
Aku memang ingin menjadi berbeda, tapi kenapa secepat ini aku bisa sampai ke tempat terburuk ini, gumam Aqly dalam hati.
Ingin rasa nya ia lari, tapi di sisi lain ia sangat ingin membuktikan kepada bunda nya bahwa Aqly bisa menjadi bebas seperti yang ia katakan.
Tak berselang lama, nampak para wanita berjalan ke arah teras dan menyambut beberapa lelaki hidung belang yang datang ke tempat itu.
Seorang wanita mencoba mendekat ke arah Aqly lagi, membuat Aqly mencoba berusaha tak terlihat gemetar di buat nya.
__ADS_1
"Apa kau mau bergabung sayang ?, aku temani ?", ucap lirih wanita itu di telinga Aqly.
"Tidak terima kasih !, Bos !, bisa kita pergi dari sini ?", seru Aqly dengan cepat.
"Mari", ucap Bos besar dengan santai nya mengajak Aqly berkeliling rumah nya.
Tiba tiba pandangan Aqly tertuju pada sebuah lukisan seorang wanita yang terpajang rapi di sudut ruangan.
Aqly dengan serius menatap lukisan wanita yang ada di hadapan nya.
Membuat Bos besar merasa heran di buat nya.
"Kau kenapa Aqly ?, apa gadis seperti itu tipe mu ?", seru Bos besar tertawa.
"Siapa dia Bos ?", tanya Aqly masih dengan raut wajah yang nampak serius.
"Kenapa kau begitu penasaran dengan wanita di lukisan itu ?", seru Bos besar heran.
"Apa dia salah satu wanita yang bekerja di sini ?", tanya Aqly bersikeras ingin mengetahui siapa wanita yang ada di lukisan itu.
"Bukan, dia merupakan panutan kami di dunia gelap ini, dia bernama Geyna, orang sering memanggil nya dengan sebutan mami Geyna", ucap Bos besar menjelaskan.
Membuat Aqly lagi lagi tercengang untuk kedua kali nya di rumah itu.
"Tapi usia mu masih belum genap 30 tahun bukan, dan kalau tidak salah dia sudah lama meninggal", seru Aqly membuat Bos besar balik tercengang.
"Bagaimana kau tahu semua itu ?, Ya !, memang dia sudah meninggal, dan ya !, usia ku memang belum kepala tiga, tapi dia panutan semua orang terutama ayah ku dulu yang akhir nya membuat aku mengenal bisnis ini dari beliau", ucap Bos besar.
Tapi bagaimana mungkin nenek ku seorang pelacur seperti yang di ucapkan Bos besar ?, tapi aku juga tak mungkin salah mengenali lukisan ini, gumam Aqly dalam hati masih menatap tajam lukisan di hadapan nya.
"Memang benar sudah banyak orang yang tak tertarik lagi dengan nya karna alasan ia meninggal dengan memilih tobat dan membakar dirinya bersama rumah bordil nya dan semua pegawai nya, tapi aku tetap menyukai nya, karna yang ku suka dari nya adalah cara nya menjalankan bisnis bordir nya, aku sama sekali tak menghiraukan dan memandang penting alasan kematian nya", seru Bos besar semakin membuat Aqly syok.
Kenapa tak ada yang memberitahu ku tentang itu semua ?, gumam Aqly dalam hati.
"Kenapa kau hanya diam dan nampak syok seperti itu ?, dan jawab pertanyaan ku !, kenapa kau bisa tahu tentang lukisan mami Geyna ?", seru Bos besar penasaran.
"Dia nenek ku ", sahut Aqly membuat Bos besar terbelalak tak percaya.
"Sungguh ?", seru Bos besar antara senang dan ragu.
"Ya !, dan aku tak mungkin salah mengenali wajah itu, meskipun dia meninggal saat aku belum sempat mengenal nya, foto nya ku lihat setiap pagi di rumah, mana mungkin aku tak mengenali nya", seru Aqly.
__ADS_1
Luar biasa !, aku semakin tertarik dengan keluarga mereka, gumam Bos besar dalam hati.