
Sejak saat itu, Aqly selalu menurut perkataan Bos besar.
Bahkan ia sudah benar benar meninggalkan ajaran baik dari sang bunda tentang semua nya, meskipun sisa sisa ingatan tentang ajaran Mawar masih membekas di ingatan nya.
Malam itu, saat Aqly sedang berkumpul bersama para body guard Bos besar, tiba tiba adzan isya berkumandang.
(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Awal nya Aqly nampak biasa saja.
Ia terus memainkan kartu remi yang ada di tangan nya.
Sambil meneguk bir yang sudah mulai di terima baik oleh tenggorokan nya.
"Pasti kali ini aku menang !", seru salah satu body guard Bos besar melempar kartu nya sekali lagi.
"Pasti aku lah !", seru Aqly mencoba melempar kartu terbaik nya.
Sementara Bos besar mengamati Aqly dari kejauhan sembari menikmati sebotol anggur kesukaan nya.
Ia tersenyum licik saat melihat Aqly sudah mulai terbiasa dengan hidup tanpa aturan.
Namun saat sebagian suara Adzan terakhir berkumandang.
(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ
Tiba tiba Aqly mengejutkan semua orang yang ada di sana.
اللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَـامُحَمـَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا المَحْمُودًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
Tanpa sadar Aqly mengucapkan lafal doa setelah mendengar Adzan yang biasa Mawar dan Fatimah lafaz kan setelah seruan adzan terdengar di rumah mereka.
Dengan tangan yang masih fokus bermain kartu.
__ADS_1
Bibir nya tanpa sadar mengucap doa itu sampai selesai.
Bahkan Bos besar pun sampai terbelalak tak berkedip saat mendengar lafaz doa dari mulut Aqly.
Saat Aqly mengangkat pandangan nya.
Ia begitu heran karna semua yang ada di samping nya seakan mematung menatap diri nya.
"Hei !, kenapa kalian diam seperti itu ?, giliran ku sudah lewat barusan, oh aku tau !, pasti kalian sudah merasa bahwa aku akan menang kali ini bukan ?", seru Aqly tertawa kencang tanpa tahu penyebab semua orang terdiam tiba tiba.
"Bisa bisa nya dia berdoa di tempat ku !, aku jadi makin penasaran, seperti apa sebenarnya ibu dan kakak nya ?, sampai sampai Aqly yang sudah amat kesal dengan mereka masih mengingat ajaran ajaran mereka", keluh bos besar sembari meneguk habis sisa anggur di botol nya dengan sekali teguk.
"Doa apa yang kamu ucapkan tadi ?", tanya salah satu body guard yang duduk di samping nya.
"Doa ?, doa apa ?", sahut Aqly merasa bingung dengan pertanyaan itu.
"Apa kamu berkepribadian ganda ?, atau semacam nya ?", tanya body guard yang lain.
Pertanyaan itu semakin membuat Aqly terheran heran.
"Apa maksud mu ?", tanya Aqly penasaran.
"Setelah ada Adzan itu, kamu komat kamit sediri Aqly, hii !, macam dukun !", seru body guard yang lain nya lagi.
Bahwa tanpa sadar mungkin ia sudah membaca doa setelah adzan berkumandang.
"Emm, gak usah di bahas lah !, aku cuma iseng, yuk lanjut main !", seru Aqly mencoba tak terlihat bodoh di depan para body guard Bos besar.
"Aku tak boleh mengulur ngulur waktu lagi", seru Bos besar menepuk tangan nya 3 kali sebagai isyarat bahwa ia memanggil Aqly untuk datang.
Mendengar isyarat dari Bos besar, Aqly segera bangkit dari duduk nya dan berlari menemui Bos besar.
"Ada perintah lagi kah bos ?", seru Aqly bersemangat.
Membuat Bos besar tersenyum sembari menepuk pundak Aqly.
"Aku suka semangat mu !, tapi apa kamu yakin tidak lelah mengerjakan setiap perintah dari ku ?", seru Bos besar.
"Tidak ada kata lelah untuk melayani Bos besar, kali ini apa yang harus aku lakukan ?, mengantar Nessi ke hotel ?, atau membeli stok bir ?, atau mengantar para tamu ke kamar nya masing masing ?", seru Aqly sudah hafal pekerjaan nya selama di sana.
"Kali ini aku punya perintah spesial untuk mu !, apa kamu menerima nya ?", seru Bos besar sembari menghembuskan asap rokok nya ke udara.
"Perintah spesial ?, wah !, beneran bos ?, aku pasti menerima nya", seru Aqly kegirangan, seakan ia telah mendapatkan sebongkah berlian.
__ADS_1
Sontak Bos besar kembali tertawa di buat nya.
"Dengarkan dulu apa perintah nya, dan aku sangat berharap kamu mau melakukan nya untuk ku", seru Bos besar menyodorkan sebatang rokok kepada Aqly.
"Aku mendengarkan", sahut Aqly sembari menyalakan rokok pemberian Bos besar dan menghirup nya tanpa tersedak seperti dulu.
"Aku ingin kamu membawa kakak mu Fatimah ke rumah ku ini", bisik Bos besar sukses membuat Aqly tersedak asap rokok.
"Kak Fatimah ?, kenapa dengan dia bos ?", tanya Aqly begitu nampak terkejut mendengar nya.
"Sudahlah !, itu urusan ku !, yang ku mau kamu bawa dia kesini, apa kamu takut ?", seru Bos besar.
"Apa tidak ada wanita lain lagi bos ?", seru Aqly membuat Bos besar mencoba menahan emosi nya.
"Sudah ku kata kan itu urusan ku !, kamu tinggal jawab bersedia atau tidak !", seru Bos besar membuat Aqly sedikit ketakutan di buat nya.
"Ba, baik Bos", sahut Aqly membuat senyum Bos besar kembali muncul.
"Bagus !, aku tunggu secepat nya", seru Bos besar berjalan pergi meninggalkan Aqly seorang diri.
Bersamaan dengan itu, Aqly langsung terduduk di kursi taman dan memikirkan perintah spesial dari Bos besar.
Jika aku berhasil melakukan semua itu, Bos besar akan lebih banyak lagi membayar ku, dan bahkan aku mungkin akan menjadi tangan kanan nya yang ia unggulkan, batin Aqly.
Memang kenapa kalau si Fatimah itu masuk ke rumah ini ?, toh dia bukan siapa siapa ku, jadi aku tak berdosa apapun pada nya, gumam Aqly dalam hati sembari mantap memutuskan untuk segera melaksanakan perintah Bos besar tanpa ragu.
"Tapi bagaimana kalau Bunda tahu ?", seru Aqly khawatir.
"Ah !, tidak akan !, aku akan bermain cantik kali ini, entah kakek maupun bunda tak akan tahu bahwa aku lah di balik semua itu", seru Aqly sembari tersenyum sendiri memikirkan rencana nya.
Sementara di kejauhan, nampak seorang wanita bersembunyi di semak semak dan mendengar semua percakapan Aqly dengan Bos besar.
"Astaga !, masa lalu ku akan terulang lagi, kali ini siapa gadis malang itu ?, semoga saja rencana itu gagal, cukup aku saja yang hancur karna ambisi Bos besar", keluh wanita itu sembari berjalan mengendap ngendap masuk kembali ke dalam rumah.
Tak di sangka, saat itu Aqly melihat gerak gerik nya.
"Hei !, berhenti !", sentak Aqly bergegas menghadang jalan wanita itu.
"Maaf Aqly, aku hanya kebetulan lewat", seru wanita itu ketakutan.
"Kamu ?, mira kan ?", seru Aqly mengenali wanita di hadapan nya, yang tak lain ialah salah satu wanita penghuni rumah Bordil milik Bos besar.
"Iya, aku Mira, permisi", sahut Mira bergegas menjauh dari Aqly.
__ADS_1