Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Tetap tenang dalam kemarahan


__ADS_3

Saat kejadian huru hara yang di sebabkan oleh Geyna di pesantren beberapa hari yang lalu.


Pak kyai baru sempat mengunjungi pesantren hari ini.


Ia tak tahu bahwa Mawar sudah tak berada di pesantren.


Yang ia ketahui hanya, bahwa ada wanita yang mengamuk mencari Mawar kemarin, yang sudah pak kyai duga itu adalah Geyna.


Mobil melaju masuk melalui gerbang pesantren.


Sengaja pak kyai langsung menuju ke pondok Mawar, niat hati ia ingin melihat kondisi Mawar secara langsung.


Pak kyai mencoba melihat ke pondok tempat Mawar menjahit bersama para santri, tapi anehnya pondok itu tak ada seorang pun didalamnya.


"Aneh..??, biasanya jam segini pondok ini sedang ramai ramainya", ucap pak kyai lalu menuju ke pondok tempat tinggal Mawar.


Ia memandang kesekeliling.


Tumben pondok ini tak bersih seperti biasanya, gumam pak kyai dalam hati.


Tok..tokk


"Assalammualaikum, Mawar..??, buk Lastri..??", seru pak kyai keheranan, tak ada jawaban apapun dari dalam pondok.


semua sunyi sepi seperti sudah tak berpenghuni.


Pak kyai kemudian berjalan menuju ke tempat kantor para guru dan pengurus.


"Assalammualaikum", ucap pak kyai memasuki ruangan kantor.


Nampak para guru dan pengurus memandang pak kyai dengan pandangan tak seperti biasanya, seperti ada rasa takut mereka melihat kedatangan pak kyai.

__ADS_1


"Walaikumsalam pak kyai", ucap salah seorang guru dengan bergegas mencium punggung tangan pak kyai.


"Saya mau tanya, Mawar kemana ya..??, apa dia ada urusan di luar..??", tanya pak kyai.


Para guru dan pengurus saling pandang.


"Maaf pak kyai, setelah kejadian itu, kami memutuskan bahwa Mawar dan buk Lastri tak boleh tinggal lagi di pesantren ini", ucap salah seorang guru lainnya.


Pak kyai terdiam, ia memandang semua orang orang yang ia anggap sudah cukup bijaksana dalam menilai sesuatu.


"Atas dasar apa kalian memutuskan hal itu..??", ucap pak kyai tegas.


"Kami hanya tak mau ada korban lain seperti Nia pak kyai, dan kami tak mau Mawar menjadi contoh buruk dan mencoreng nama baik pesantren ini pak kyai", ucap seorang guru membela diri mereka.


"Lalu menurut kalian, kalian lebih baik dari Mawar..??", tanya pak kyai masih dengan sikap tenangnya.


Para guru saling memandang lagi, mereka tak menjawab pertanyaan pak kyai kali ini.


"Sungguh kalian tidak lebih baik dari Mawar, kalian tak bisa berkaca dalam diri kalian sendiri, kalian hanya bisa melihat apa yang telah dilihat mata kalian saja", ucap Pak kyai dengan mata berkaca kaca.


"Maksud pak kyai apa ...?", tanya seorang pengurus keheranan.


Pak kyai menghela nafas panjang dan berbalik arah membelakangi mereka.


"Kalian tau, betapa besar perjuangan Mawar lepas dari masa lalunya..??, dan apakah kalian tau..??, nama baik pesantren ini baik karna orang orang seperti Mawar, dan pesantren ini memiliki citra jelek karna memiliki seorang guru seperti kalian...!!", ucap pak kyai.


"Salah kami apa pak kyai..??", ucap seorang guru lainnya.


"Kalian saja tak mau dan bingung jika seseorang menghardik kalian seperti ini, bagaimana kalian tega menghardik Mawar dan tak segan mengusirnya..??, padahal itu juga bukan kesalahannya, pikirkanlah baik baik..!!, lebih baik siapa..??, 10 guru, atau 1 gadis seperti Mawar", ucap pak kyai menghapus air matanya yang jatuh dan berlalu pergi menuju Musholah.


Para guru dan pengurus saling melamun.

__ADS_1


Mereka memikirkan perkataan pak kyai.


Apakah benar atau salah yang telah mereka lakukan kali ini...??.


Sementara pak kyai, sholat dan menangis, berdoa di atas sajadah.


Pak kyai tak menyangka, guru yang ia pilih sebagai pendidik di pesantrennya memiliki sikap seperti itu.


Ia meminta Maaf pada Allah, dan pada Mawar juga ibunya.


Ia tak sanggup menjalankan amanah melindungi gadis sholehah seperti Mawar di pesantrennya ini.


Pak kyai berdoa agar Mawar mendapatkan kebahagiannya di luar sana nantinya.


Dan pak kyai diberi berkesempatan untuk menyaksikan kebahagiaaan itu juga kelak.


Semoga ia selalu dalam lindungan Allah swt.


رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


"Rabbana-ghfir alaina shabran wa tsabbit aqdaamana wanshurna ala-qaumil-kaafirin."


Artinya: “Ya Tuhan kami, tumpahkanlah kiranya ketabahan pada kami, tetapkanlah kiranya pendirian kami, dan menangkanlah kami atas orang-orang yang kafir."


"Aminnnn", ucap pak kyai menutup doanya, dengan tangisannya yang kemudian pecah.


Sungguh hari ini, pak kyai merasa sangat rapuh menghadapi hidup.


Para santri yang melihatnya kemudian menundukkan wajahnya seketika.


Mereka yang kemarin menghina Mawar, kini malu akan perbuatan mereka.

__ADS_1


Mereka yang di besarkan dan didik di pesantren ini tidak menjamin hati mereka bersih dan suci.


__ADS_2