
Gea terlihat duduk di kantin rumah sakit dengan 2 gadis asuhnya.
Ia terlihat kesal dan melamun.
Ia seakan tak berselera dengan makanan yang ada di depannya.
Kata kata dokter masih terngiang ngiang di telinganya.
2 gadis di depannya tak berani mengganggunya.
Itu hanya akan membuat mereka terkena amukan Gea.
4 jam setelah operasi Geyna di mulai, dokter keluar dari ruang operasi.
Ia membawa kabar yang mengejutkan Gea.
Usaha Gea bertahun tahun ini hancur.
Kabar kematian Geyna ternyata hanya di angan angannya saja.
Gea memeras minuman gelas plastik di depannya dengan penuh emosi.
Kedua gadis di depannya ketakutan.
"Mbak ..??, mbak gpp..??", ucap seorang gadis di depannya.
Gea menggebrak meja, mengangetkan pengunjung kantin juga kedua gadis asuhnya.
"Gimana bisa..!!, mami selamat...!!", ucap Gea dengan memegangi kepalanya, seperti beban berat ada di kepala saat ini.
"Mbakkk..??, kita pulang aja yuk..??", ucap salah satu gadis yang mengamati orang orang disekelilingnya sedang memandangi mereka.
"Susah payah aku mencelakainya, kok bisa operasinya berhasil, bahkan ia di prediksi dokter bisa hidup normal dengan satu ginjal yang telah di vonis tidak bisa bekerja optimal lagi..!!", ucap Gea tak mendengarkan perkataan gadis gadis di depannya.
Para gadis itu pun bangun dan memaksa memapah Gea kembali ke mobil mereka di parkiran.
"Ihhh...apaan sihhh..!!", seru Gea memberontak dari pegangan gadis asuhnya.
"Ayokk mbak..!!", ucap salah seorang gadis dan mereka pun berhasil membawa Gea ke dalam mobil.
__ADS_1
"Kalian waras...!!", ucap Gea berkacak pinggang.
"Mbak, mbak boleh emosi, kita juga emosi mami selamat, tapi gak di luapin ditempat umum juga kali mbak, malu...!!", ucap salah satu gadis.
"Hehhh...!!, emang kamu sadar, kamu itu apa, pela*ur...!!!, masih punya urat malu kamu..!!", teriak Gea ke para gadis asuhnya.
"Ya meskipun kita pel*cur, tapi kita juga harus jaga image dong di depan umum", ucap salah satu gadis itu membungkam omongan Gea.
Gea pun terdiam merebahkan badannya di kursi belakang mobil.
"Kita pulang mbak..??", ucap salah satu gadis.
"Jangannn..!!, mami nanti curiga dong sama kita", ucap Gea.
Berfikir sejenak.
"Aku akan kembali ke kamar mami, kalian pulang aja, okee", ucap Gea keluar dari mobil dan menuju ke kamar mami.
____
Saat Gea ingin masuk ke ruangan Geyna, ia di hentikan oleh seorang suster.
"Gak salah sus, biaya lagi..!!, tadi sebelum operasi kan saya udah bayar banyak", ucap Gea berkacak pinggang.
"Tolong mbak, ini sudah jadi tagihan obat dan perawatan bu Geyna setelah operasi", ucap suster berlalu pergi.
Gea menghela nafas panjang dan berjalan mengikuti suster ke arah resepsionis.
"Berapa biayanya sus..??, atas nama bu Geyna", ucap Gea bertanya pada suster bagian resepsionis.
"Sebentar ya buk", ucap suster itu mengecek data di komputernya.
Gea melihat ke sekeliling, sudah semalaman ia tak pulang, ia sangat lelah dan ingin mencari tempat untuk tidur.
"Ini mbak, semua biaya totalnya 7 juta", ucap suster itu memberikan rincian biaya dari perawatan Geyna.
Gea terkejut dan membaca rincian itu.
"Apaa sus..!!, kok bisa semahal itu sih...!!", seru Gea melempar kertas tagihan milik Geyna ke muka suster yang bertugas.
__ADS_1
"Maaf mbak, ini sudah tagihan selama 3 hari dari rumah sakit, sudah termasuk obat, ruang inap, dan lain lain", ucap suster itu tetap tenang menghadapi Gea.
Gea pun tak banyak bicara, ia sadar tak ada gunanya berdebat dengan pihak rumah sakit.
Ia mengeluarkan kartu atm nya dan melunasi semua tagihannya lalu pergi menuju ruangan Geyna.
"Bisa bangkrut aku, urusin orang gak guna itu", ucap Gea membuka pintu ruangan Geyna.
Terlihat Geyna sedang dalam pengaruh obat bius.
Ia masih tertidur lelap di ranjangnya.
"Uahhh (menguap), sebaiknya aku tidur", ucap Gea tidur di sofa.
Masih hitungan menit ia tidur, terdengar kedatangan dokter beserta suster.
Gea terbangun dan menggerutu.
"Kenapa aku tak bisa istirahat sebentar saja, mengganggu sekali", ucap Gea lirih.
Dokter memeriksa Geyna yang mulai siuman.
Gea yang melihat Geyna mulai membuka matanya, segera bangun dari sofa dan bediri di samping dokter.
"Gimana keadaannya dok..??", ucap Gea penasaran.
"Mami mulai stabil, ia akan baik baik saja dengan satu ginjalnya selama ia menghindari pantangan yang saya berikan", ucap dokter pribadi Geyna.
"Okeee", ucap Gea acuh dan kesal.
Dokter dan suster pun keluar dari ruangan Geyna.
Memandangi Geyna yang tak berdaya.
"Mi, aku pulang dulu ya, mami kan udah siuman, aku belum pulang dari kemarin, gak mandi, gak makan, dan gak tidur nungguin mami, gpp kan..??", ucap Gea berlalu meninggalkan Geyna yang belum sepenuhnya sadar.
Keluar dari ruangan Geyna, Gea berkacak pinggang dengan wajah yang memerah.
"Baru aja aku jadi primadona di rumah besar, ehh dia gak jadi mati", ucap Gea merogoh sakunya dan mengambil telfonnya.
__ADS_1
Ia memesan driver online untuk pulang, ia tak tahan berpenampilan acak acakkan dan muka tanpa riasan.