
"Hahhhh....", seru Rahel merebahkan badannya di ranjang kamar sang suami yang ia nikahi hari ini.
Resepsi telah usai, ia masuk ke dalam kamar untuk beristirahat dan menyegarkan tubuhnya.
"Mandi dulu ah, biar Malik liat aku langsung terpesona nantinya", ucap Rahel bangkit dari ranjang dan bersiap masuk ke kamar mandi.
Tak lama kemudian, dokter Malik masuk ke dalam kamar.
Ia terlihat sangat letih dan lelah karna acara hari ini.
Ia melepas jas nya dan merebahkan dirinya di ranjang.
Terlihat pintu kamar mandi tertutup dan terdengar suara gemericik air dari dalam.
"Mungkin Rahel sedang mandi, baguslah, untuk sesaat aku tak harus melihat wajahnya", ucap dokter Malik mengeluarkan labtopnya dari dalam laci, dan langsung larut dalam pekerjaannya.
Satu jam berlalu.
Dokter Malik melihat ke arah jam tangannya.
" Wow, baru kali ini aku menyaksikan wanita mandi yang butuh waktu lebih dari 1 jam, atau mungkin dia pingsan..??, ahh bukan urusanku", ucap dokter Malik sambil menguap dan bersiap untuk tidur.
Beberapa menit kemudian, Rahel keluar dari kamar mandi.
Ia sengaja bersiap untuk malam pertamanya dengan dokter Malik.
Ia membersihkan tubuhnya dan memakai parfum pembangkit gairah untuk memikat dokter Malik malam ini.
Ia juga hanya memakai sebuah baju tidur bikini transparan untuk menambah gairah suaminya.
__ADS_1
"Kok udah tidur sih..!!", ucap Rahel naik ke atas ranjang dan memeluk suaminya.
Dalam tidurnya dokter Malik malah menganggap ia sedang bersama Mawar.
Ia pun membalas pelukan itu dengan mata masih terpejam.
Bagi Rahel hal itu membuatnya sangat bahagia, karna dokter Malik membalas setiap belaian tangannya dengan mesra.
"Kamu harum sekali Mawar..??", seru dokter Malik yang masih dalam keadaan terpejam.
Sontak hal itu membuat Rahel terkejut dan Marah.
Ia menampar dokter Malik bahkan saat ia dalam keadaan tertidur.
"Kurang aj*r..!!", seru Rahel seketika bangkit dari atas ranjang.
"Kamu yang apa apa.an..!!, berani beraninya kamu ya..!!, masih juga inget inget Mawar..!!, istri kamu tuh aku..!!", teriak Rahel di hadapan dokter Malik.
Dokter Malik tak menghiraukan perkataan Rahel, ia terkejut dengan penampilan Rahel dihadapannya yang sangat fulgar.
"Astagfirullah", ucap dokter Malik turun dari ranjang dan sedikit memalingkan mukanya.
Tingkah dokter Malik malah membuat Rahel semakin Geram.
"Apaa...!!, kamu liat aku kayak kamu liat setan aja...!!, aku ini istri kamu...!", seru Rahel mendekati dokter Malik yang seakan makin menjauhinya.
"Tutupi dulu dengan selimut....!!", teriak dokter Malik melemparkan selimut ke arah Rahel.
"Whattt..!!", ucap Rahel melempar kembali selimut itu.
__ADS_1
"Okey, aku akan tidur di ruang tamu", ucap dokter Malik menggertak Rahel.
"Apa kata orang Malik..??, malam pertama kamu keluar dari kamar pengantin...!!", seru Rahel tak habis pikir dengan perubahan sikap suaminya.
"Ya sudah, tutup badanmu dengan selimut", ucap dokter Malik melempar kembali selimut ke arah Rahel.
Rahel pun menurutinya, dari pada ada gosip di malam pernikahannya.
"Nah gitu dong, sekarang kamu tidur di sofa", seru dokter Malik melempar bantal ke arah Rahel.
"Kamu anggap apa aku...!!", seru Rahel semakin geram.
"Apa kamu bilang...??, dari awal aku tuh udah gak niat ya nikah sama kamu, kamu aja yang kejar kejar aku, mengusik hidupku, ya sekarang aku turuti permintaan kamu, sekarang nikmatilah status sebagai istri anak keluarga Bram Jayawijaya corp, menjadi istri bak istri Sultan, tapi saat kamu masuk ke dalam kamar ini, kamu hanya orang asing bagiku, ngerti...!!", ucap dokter Malik penuh emosi.
"Berani kamu ya...!!, jadi kamu selama ini hanya pura pura..??", ucap Rahel menunjuk wajah dokter Malik.
"Menurutmu..??, kamu harusnya bersyukur ya, aku mau wujutin cita cita kamu itu, tapi bagiku pernikahan ini hanya sekedar Status, okey...!!", seru dokter Malik berjalan menuju ranjang dan bersiap untuk tidur.
Rahel masih tak percaya akan semua yang ia alami.
Ia kira malam ini akan menjadi malam terindah baginya.
Bagaimana tidak, ia sudah resmi menjadi bagian dari Jayawijaya Corp, tapi di sisi lain ada penghinaan besar dari dokter Malik yang ia tak menyangkanya sedikitpun.
Ketertarikan yang mulai tumbuh di hati Rahel pada dokter Malik pun langsung sirna seketika.
Baru kali ini ada pria di hidupnya yang berani menghinanya berkali kali seperti ini.
"Awas ya kamu...!!", ucap Rahel duduk di sofa yang akan menjadi tempatnya untuk tidur.
__ADS_1