
"Berani kalian datang ke tempat ku!," sentak tuan Danu sembari terus menikmati rokok di tangan nya tanpa sudi menatap wajah Rea dan Lely yang tiba tiba datang ke tempat nya tanpa di undang.
Ia masih begitu kesal karna perlakuan Bos besar kepada nya, terlebih hal itu terjadi selang beberapa jam sebelum kedatangan Rea dan Lely ke tempat nya.
"Kenapa kau membawa ku ke tempat ini!," bisik Lely di telinga Rea, ia begitu gemetar hanya saat memasuki rumah besar itu.
"Aku bertanya kepada kalian!," sentak Tuan Danu segera bangkit dari tempat duduk nya dan menatap bringas ke arah Rea dan Lely seperti singa yang siap menerkam.
"Ayo kita pergi Rea!," ucap Lely langsung menarik tangan Rea meskipun dengan nafas yang seakan sesak karna begitu takut nya.
Namun jalan keluar mereka telah di tutup seluruh nya oleh para ajudan tuan Danu yang terkenal sebagai sang iblis dunia malam itu.
"Tenanglah Lel, aku punya rencana. Apa kau memilih hidup di kolong jembatan?, hah!," ucap Rea mencoba menenangkan Lely yang hampir menangis ketakutan sembari meremas tangan Rea dengan kuat nya.
"Jika kalian tetap diam, aku akan dorong kalian ke penjara bawah tanah ku," ucap Tuan Danu membuat Rea dan Lely bersusah payah hanya untuk menelan ludah nya di saat itu.
"Kami ke sini ingin mengabdi kepada mu Tuan," ucap Rea membuat Lely begitu tercengang mendengar nya.
Pasal nya, Rea tak mengatakan apapun tentang rencana nya masuk ke sarang Tuan Danu.
"Apa aku tak salah dengar?," ucap Tuan Danu sembari menekan wajah Rea dengan kasar nya.
Membuat Lely hanya bisa tertunduk diam di samping nya dengan tubuh yang terus gemetar ketakutan.
"K- kami sudah di usir dari rumah Bos besar dengan begitu terhina Tuan, bantu kami untuk membalaskan rasa sakit hati kami ini, kami janji akan menjadi wanita berguna untuk mu," seru Rea mengutarakan maksud kedatangan mereka.
Emm, seperti nya mereka bisa berguna untuk ku, sudah lama aku ingin mengambil alih bisnis Bos besar sialan itu, batin Tuan Danu mencoba mempertimbangkan permintaan wanita di hadapan nya sembari menatap kedua nya dari atas kepala hingga ujung kaki.
Apa kau tak ingat malam kita bersama nya dulu Rea, aku seakan di ujung maut saat menghabiskan malam dengan nya, dan kali ini kau malah meminta bantuan pada nya?, dia bukan lelaki yang tak akan meminta imbalan atas semua bantuan nya, batin Lely begitu takut nya dengan tatapan Tuan Danu kepada nya saat itu.
__ADS_1
"Akan aku pikirkan permintaan mu itu, tapi sebelum itu kalian harus mau melakukan semua perintah ku, kalau kalian tak mau melakukan nya, kalian bisa enyah dari hadapan ku!," ucap Tuan Danu dengan tatapan licik nya.
Mendengar itu, Lely merasa akan ada hal buruk yang akan menimpa mereka.
"A-apa itu?," tanya Rea membuat Lely semakin terbelalak tak percaya.
Bodoh!, kau benar benar bodoh!, batin Lely begitu kesal nya.
Masih ada kesempatan mereka pergi dari tempat neraka itu, tapi Rea dengan sengaja malah menantang tawaran Tuan Danu.
"Apa kau yakin mau bekerja dengan ku?," ucap Tuan Danu sembari berjalan mengelilingi mereka.
"Kami siap Tuan, asalkan kami tidak terlantar di jalanan," sahut Rea tetap mempertahankan rencana awal nya.
"Hei kalian!, kalian semua bisa pakai mereka hari ini, kalian aku bebas kan dari semua tugas hari ini," seru Tuan Danu seketika membuat para ajudan nya menatap penuh nafsu ke arah Rea dan Lely.
"Rea, mereka terlalu banyak!, keluh Lely merasa ngilu saat membayangkan nya saja.
"Tenanglah Lel!, memang apa buruk nya semua itu!, kita turuti saja kemauan nya dan kita tak akan hidup susah di luar sana," seru Rea membuat Tuan Danu begitu suka dengan tekad Rea yang begitu berani dalam mengambil sebuah keputusan.
"Kamar kalian di sana, silahkan bersenang senang," ucap Tuan Danu membuat para ajudan nya segera merangkul pinggul **** Rea dan Lely dan menggiring mereka ygke dalam kamar.
"Aku punya obat ku*t di laci!, kalian akan membutuhkan nya!," seru Tuan Danu sebelum pintu kamar benar benar tertutup dengan rapat nya.
Sembari berjalan keluar dari rumah nya, tuan Danu mencoba merogoh ponsel nya dan mencoba menghubungi seseorang.
📱"Sore dok, bisa saya melakukan cek up hari ini?, saya memiliki keluhan akhir akhir ini," ucap Tuan Danu sembari berjalan masuk ke mobil nya.
📱"Tentu Tuan, sudah lama juga kita tidak bertemu, silahkan datang saja ke rumah langsung, saya sudah lama tidak bekerja di rumah sakit lagi," sahut sang dokter pribadi.
__ADS_1
📱"Baiklah, kebetulan saya juga rindu berbincang bincang dengan papi mu, bagaimana kabar kawan lama ku itu?," seru Tuan Danu dengan senyum sumringah nya.
📱"Kabar papi baik tuan, tapi maaf sebelum nya, saya belum sempat mengabari tuan bahwa saya telah pindah ke rumah istri saya," sahut sang dokter.
📱"Wah, saya jadi penasaran, wanita macam apa yang bisa meluluhkan hati lelaki seperti mu," seru Tuan Danu berhasil memancing tawa dari sang dokter.
📱"Baiklah Tuan, saya akan kirim kan alamat saya yang sekarang, saya tunggu kedatangan nya, assalammualaikum," sahut sang dokter menutup panggilan ponsel nya.
"Arggggh," rintih Tuan Danu saat merasakan rasa sakit yang kembali timbul di area pinggul nya.
"Jika ada obat penolak tua, aku akan memborong nya langsung, mungkin ini karna umur ku yang sudah lanjut", keluh Tuan Danu sembari menatap ke arah jendela kamar tempat para ajudan nya bersenang senang.
Erangan dan bayangan saat mereka bersenang senang begitu terlihat dan terdengar jelas dari luar.
"Sebentar lagi aku akan menjadi bos di dunia malam, bos Danu yang paling tersohor di penjuru kota ini," ucap Tuan Danu begitu bangga dengan rencana nya.
Â
Sekitar 1 jam kemudian, mobil Tuan Danu sudah sampai di sebuah komplek perumahan.
"Mungkin ini rumah nya," ucap Tuan Danu kembali melajukan mobil nya memasuki halaman rumah yang begitu terlihat ramai dengan banyak pasien di teras nya.
Tuan Danu berjalan pelan sembari menatap rumah di hadapan nya.
Begitu sejuk dan nyaman di pandang mata.
Belum pernah aku masuk ke rumah yang se tenang ini, batin tuan Danu.
Bahkan sebenarnya dari ukuran nya sendiri tidak ada apa apa nya di banding kan rumah besar milik nya.
__ADS_1
"Maaf pak, cari siapa ya?," sapa seorang wanita paruh baya yang tiba tiba muncul dari samping rumah sembari masih membawa sapu dan kain pel di tangan nya.
"Saya ada janji dengan dokter?, apa dia ada?," ucap Tuan Danu menatap angkuh ke hadapan wanita yang sudah bisa di tebak bahwa ia hanya seorang pembantu di sana.