
Tokk tokkk..
"Mama masuk ya..??", ucap Dara langsung membuka pintu kamar anaknya.
Ketika itu Rahel terlihat sedang bersiap di depan cermin.
"Duhhh..!!, cantik banget anak siapa sih..??", ucap Dara sembari mengagumi kecantikan anaknya.
"Ya anak mama lah, anak siapa lagi", ucap Rahel membenarkan anting antingnya.
"Oh ya, pak Bram udah di perjalanan tuh, kita turun yuk", ucap Dara.
"Yuk ma, aku juga udah selesai", ucap Rahel berjalan ke ruang tamu bersama mamanya.
"Papa...!!", ucap Rahel berhenti di belakang papanya.
Yahya seketika membalikkan badannya, melihat anak gadisnya yang sudah berada di belakang badannya.
"So Beautiful, muachhh..!!, anak papa memang cantik banget..!!", ucap Yahya memuji muji anak satu satunya itu.
"Sudah pantas belum pa jadi menantu keluarga Bram Jayawijaya Corp..??", ucap Rahel membanggakan derajatnya.
"Kalau ada yang berani bilang kamu gak pantas, gak ada lagi wanita di dunia ini yang pantas sayang", ucap mama nya meraba pipi Rahel yang ranum itu.
Rahel sangat senang mendengar pujian dari mama dan papanya, hingga lama kelamaan sifat sombong dan angkuhnya tidak bisa dikendalikan lagi.
Terdengar suara mobil berhenti di halaman depan.
"Pak Bram dateng...!!", seru Yahya berjalan menuju pintu depan, sedangkan anak dan istrinya menunggu mereka di ruang tamu.
Nampak seorang lelaki dengan penuh wibawa turun dari mobilnya.
Semua orang yang melihatnya pasti akan berfikir dua kali untuk menghalang jalannya.
Siapa lagi kalau bukan penerus dari Jayawijaya Corp, yaitu Bram.
"Hallo pak Bram, apa kabar..??", ucap Yahya mendekati Bram dan menjabat tangannya.
"Yahya....!!, sudah lama kita tak jumpa", ucap Bram kepada teman lamanya itu.
"Mari mari masuk", ucap Yahya mempersilahkan Bram masuk ke dalam rumahnya.
Didalam rumah Bram kembali di sambut hangat oleh Rahel dan mamanya.
"Malam pak Bram, mari silahkan duduk", ucap Dara penuh keramahan.
__ADS_1
Sedangkan Rahel seketika memperlihatkan senyum cantiknya dan mengulurkan tangannya pada Bram.
"Malam om", ucap Rahel dengan menunjukkan wibawanya sebagai seorang gadis terpelajar.
"Malam", ucap Bram memandang ke arah Rahel.
Bram sepertinya terkesima dengan Rahel pada pertemuan pertamanya kali ini.
"Ini anakmu..??", tanya Bram pada Yahya.
"Tentu pak Bram, bagaimana..??, cantik kan anak semata wayangku.!!", ucap Yahya sambil tertawa kecil.
"Ya, ya..., aku tak menyangka kau memiliki sebuah berlian selama ini", ucap Bram lalu berlalu menuju sofa.
Yahya pun tersenyum pada istri dan anaknya, sambil menunjukkan jempolnya tanda bahwa Yahya menyukai trik Rahel pada pak Bram.
"Mari pak Bram silahkan duduk", ucap Yahya berusaha menjadi tuan rumah yang baik di depan Bram.
"Om mau minum apa..??", tanya Rahel mencoba membangun citra baik di hadapan Bram.
"Apa aja sayang, terserah kamu", ucap Bram tak henti hentinya memandang Rahel yang begitu mempesona menurut pandangannya.
Rahel pun berjalan ke dapur dan menyiapkan minuman untuk semuanya.
"Kalau bukan karna ingin hidup senang selamanya, gak sudi deh aku masuk dapur, repot repot gini juga..!!", ucap Rahel menyiapkan minuman untuk Bram dan orang tuanya.
"Stop, stop, sttttt......", ucap Bram menyuruh Yahya berhenti berbicara.
Ia fokus melihat Rahel yang menyuguhkan minuman di hadapannya.
"Minumannya om", ucap Rahel lalu duduk di samping mamanya.
Yahya yang menyadari bahwa pak Bram sudah mulai tertarik pada Rahel pun segera mulai mengarahkan pembicaraannya tentang Rahel.
"Kenapa saya suruh diam pak..??, bukannya tujuan awal kita ingin mendiskusikan bisnis..??, Lalu apakah ada yang salah dengan anak saya..??, kenapa bapak dari tadi memandanginya..??", ucap Yahya seakan memancing hasrat Bram pada Rahel.
Bram pun berhenti memandangi Rahel, ia merapikan dasinya dan menatap ke arah Yahya.
"Begini Yahya, masalah bisnis itu gampang, aku bisa saja menerima semua kerja sama yang kamu tawarkan meskipun kamu tak menjelaskannya dulu padaku, tapi...!!, kali ini ceritakanlah tentang anak mu ini padaku", ucap Bram memandang Rahel sekali lagi.
Rahel yang merasa usahanya telah berhasil tersenyum bahagia.
Kuakui Pak Bram memang memiliki selera tinggi, dan kini terbukti hanya aku yang bisa melampaui selera tingginya itu, gumam Rahel dalam hati.
"Rahel pak..??, ya seperti yang bapak tau, Rahel adalah anak semata wayang saya, ia harta saya yang paling berharga, dia lulusan luar negeri, dan dia sangat pintar dan cantik, bahkan sudah banyak lamaran yang kami tolak akhir akhir ini", ucap Yahya melebih lebihkan kenyataan.
__ADS_1
"Lalu..!!, jika saya melamar Rahel untuk anak saya, apakah juga akan ada penolakan..??", ucap Bram langsung ke intinya.
Dara yang mendengar itu langsung tersenyum pada suaminya, ia mengisyaratkan agar suaminya tak terlalu basa basi pada pak Bram.
"Ya saya terserah Rahel pak", ucap Yahya sedikit jual mahal dihadapan Bram.
"Gimana Rahel..??", ucap Bram menyalakan rokoknya dan menatap Rahel dengan serius.
Rahel yang sebenarnya sudah mengingikan tawaran itu langsung mengangguk tanda setuju.
"Tentu om, saya pasti senang sekali bisa menjadi bagian dari keluarga terpandang seperti om", ucap Rahel makin membuat Bram terlena oleh tipu daya rencana licik Rahel dan keluarganya.
Bram seketika itu langsung tertawa.
"Bagus, bagus...!!, om suka Rahel, suka..., gadis pintar, cantik, dan cerdik seperti kamu", ucap Bram lagi lagi memuji Rahel.
Rahel dan orang tuanya tersenyum karna rencana mereka telah berhasil.
Semudah membalikkan telapak tangan.
Jika urusan membuat Bram terkesan,
Hanya perlu menunjukkan derajat dan status mereka di masyarakat.
"Oh ya saya gak bisa lama lama, ada janji lain yang harus saya tepati, pembicaraan ini belum kelar, okey ....!!, kita sambung lagi lain kali", ucap Bram berjalan keluar dari rumah kediaman Yahya.
"Pasti pak, pasti", ucap Yahya mengantar Bram masuk ke dalam mobil dan memacu mobilnya pergi meninggalkan halaman rumah mereka.
"Selamat ya sayang", ucap Mamanya memeluk Rahel dengan penuh kebahagiaan.
"Makasih ma", ucap Rahel kegirangan.
Yahya pun masuk dan mendekati anak dan istrinya yang terlihat sangat bahagia.
"Akting kamu luar biasa sayang", seru Yahya pada anak kesayangannya itu.
"Ya dong pa, Rahel gitu", ucap Rahel tertawa bersama papa dan mamanya.
___
Gimana kelanjutannya ya guys.....??ðŸ¤
Simak terus ya...
Malik itu jodoh Mawar atau jodoh Rahel sih...??
__ADS_1
Kalau kalian pilih siapa nih..??.
Stay terus ya....😉