
Melihat tuan Danu hanya terdiam sepanjang perjalanan pulang, Rea mencoba bernafas lega, pasal nya setelah kejadian di rumah Mawar seperti nya tuan Danu tidak terpancing emosi yang bisa berdampak buruk pada diri nya.
"Mereka begitu lancang!," keluh tuan Danu setelah diam cukup lama sembari menggebrak kursi kemudi di hadapan nya.
Membuat sang sopir dan Rea langsung terkejut dan mematung seketika.
Baru saja aku bernafas lega, batin Rea sembari mencuri pandang ke arah tuan Danu lewat kaca kemudi di hadapan nya.
"Mereka harus membayar ucapan mereka itu, tak usah jalur hukum yang memisahkan mereka!, aku sendiri yang akan turun tangan!," sentak tuan Danu membuat sang sopir begitu gemetar ketakutan.
Pasal nya ia merupakan sopir baru tuan Danu setelah sopir terdahulu nya di pecat secara tak hormat bahkan dengan keadaan babak belur saat keluar dari rumah tuan Danu beberapa waktu yang lalu.
"Rea!, sekarang juga arahkan mobil ini ke rumah si lumpuh itu," seru tuan Danu memerintah.
__ADS_1
"Ba- baik tuan," sahut Rea sembari memberi kode kepada sang sopir untuk segera mempercepat laju mobil nya sembari mengatur jalur gps baru untuk rute baru mereka.
---------#--#------
Belum sepenuh nya mobil mereka berhenti di persimpangan tak jauh dari kediaman Bos besar, tuan Danu sudah bergegas keluar dari mobil dengan begitu cepat nya lalu segera kembali lagi beberapa saat kemudian dengan membawa sesuatu di kedua tangan nya.
"Sekarang kau masuk ke dalam sana Rea, dan pastikan ada siapa saja di dalam," seru tuan Danu dengan wajah yang masih penuh amarah.
"Ba- baik," sahut Rea tak berani macam macam di situasi yang menegangkan itu.
Langkah nya mulai tenang saat suasana nya menunjukkan bahwa rumah itu terlihat sepi dari pada biasa nya.
"Kemana para anak anak berisik itu?," ucap Rea terus menelisik seluruh ruangan di dalam area rumah besar itu.
__ADS_1
Ia mulai kembali waspada dan mengatur langkah nya saat mendengar sayup sayup suara dari sebuah kamar utama.
Dari celah pintu yang terbuka, nampak Mawar sedang mencoba memijat kedua kaki suami nya sembari merawat ketiga anak asuh nya yang nampak terbaring sakit saat itu.
Di pijit sampai tangan mu lecet pun dia gak akan pernah sembuh!, batin Rea sembari berjalan kembali menuju ke tempat tuan Danu berada.
"Bagaimana situasi di dalam?," tanya tuan Danu sembari menatap lekat lekat rumah besar yang ada di hadapan nya.
"Sepi tuan, nampak nya banyak dari para anak anak itu juga sedang ada acara di luar," sahut Rea langsung mendapat tatapan tajam dan membunuh dari kedua mata tuan Danu.
"Bodoh!, aku sama sekali tak peduli dengan anak anak tak berguna itu!. Aku hanya ingin tahu apakah Mawar ada di rumah atau tidak!," sentak tuan Danu membuat Rea serta sang sopir hanya bisa menunduk ketakutan saja.
"Tidak!, tidak ada Mawar di dalam sana tuan, aku hanya melihat Bos besar dan ketiga anak asuh nya di dalam rumah itu, tanpa ada siapapun lagi di sana," sahut Rea entah mengapa diri nya berucap bohong pada saat itu.
__ADS_1
"Bagus, sekarang aku punya tugas untuk kalian," ucap tuan Danu sembari menyodorkan sebuah wadah ke arah sang sopir sekaligus ke arah Rea.