
Bram yang memendam emosi kepada istri dan anaknya, seketika pergi dari rumahnya dengan melajukan mobilnya dengan sekencang kencangnya.
Dalam perjalanan ia terus marah marah dan mengeluarkan kata kata kotornya.
"Dasar istri gak gu*a..!!, anak apalagi, membangkang tak tau aturan dan balas budi, perse*an dengan mereka..!!", seru Bram dengan luapan amarahnya.
Ia menghentikan mobilnya di depan club malam, yang pastinya belum buka di jam jam sore seperti itu.
Ia tak mempedulikannya dan masuk ke dalam secara paksa.
"Maaf pak, club belum buka", ucap seorang penjaga menahan tubuh Bram.
Bram yang sedari awal sudah marah, segera menepis tangan penjaga itu dengan kasarnya, dan memukulnya.
"Kau tau siapa aku...!!, hah...!!, jika perlu aku bisa beli tempat ini..!!", teriak Bram membuat si pemilik club mendengarnya dan keluar melerai.
"Bram....!!, ada apa ini..??", ucap seorang lelaki keluar dari dalam club dan segera melerai mereka.
Bram berdiri dan memperbaiki jasnya yang berantakan.
"Kasih tau ke pegawaimu ini Boy..!!, jaga sikapnya di depanku", ucap Bram menunjukkan wibawanya.
Kemudian lelaki pemilik club yang diketahui namanya Boy segera memberi kode pada pegawainya untuk meminta maaf.
"Maaf pak, saya salah", ucap penjaga itu dengan kepala menunduk dan memegang pipinya yang memar karna tonjokan Bram.
"Ya sudah Bram, aku minta maaf, ayo kita masuk, kita kan sahabat", ucap Boy mengajak Bram masuk ke clubnya.
Boy melayani Bram dengan baik.
__ADS_1
Sampai Bram sedikit mabuk dibuatnya.
"Ada apa ini Bram..??, tumben kamu..??, seingatku kamu sudah tak mabuk mabukan sejak kamu menikah dengan Maryam, pilihan orang tuamu itu kan..??", ucap Boy menemani Bram yang asik dengan alkoholnya.
"Iyaaa, aku jarang sekali mabuk setelah menikah, aku memang masih mengkonsumsi alkohol tapi hanya sedikit, penghilang rasa capek dan bosanku ketika di rumah", ucap Bram dengan badan yang mulai sempoyongan.
"Lalu..??, apa ini Bram..??", ucap Boy bingung, sembari menuangkan alkohol ke gelas Bram.
"Istri dan anakku semakin membangkang setiap harinya, bahkan istriku memilih jodoh untuk Malik tanpa persetujuanku", ketus Bram.
"Apa kamu sudah punya calon sendiri untuk Malik..??", ucap Boy.
"Belum sih...tapi aku juga punya kriteria sendiri untuk calon mantuku, keluarga Bram Jayawijaya Corp memilih menantunya dengan sembarangan..??, apa kata orang memandangku nantinya..??", ucap Bram meneguk kembali alkohol di gelasnya.
Boy pun tersenyum.
"Have fun aja Bram, itu dipikir lagi nanti, kamu mau gak ikut aku..??, kebetulan aku mau jalan jalan nih", ucap Boy merangkul pundak Bram.
"Ayolah Bram, kamu kan sudah lama gak ketemu Geyna", ucap Boy berbisik pada Bram.
Bram memandang ke arah Boy.
"Geyna...??", ucap Bram mengingat ngingat nama itu.
"Kelamaan kamu diketiak istri Bram", ucap Boy terbahak bahak.
"Jaga mulutmu Boy..!!", ucap Bram menunjuk muka Boy.
"Sorry sorry, emang kamu beneran gak inget pada Geyna, gadis primadona di rumah bordil yang kamu kunjungi sebelum kamu pergi ke luar negri 22 tahun yang lalu", ucap Boy memancing ingatan Bram.
__ADS_1
Bram pun mencoba mengingatnya.
"Ohh ya, gadis luar biasa itu", ucap Bram mengingat malamnya dengan Geyna.
"Denger denger dia tenar lagi akhir akhir ini, walaupun umurnya tak muda dan seumuran dengan kita, tapi dia masih juara 1 di sana", ucap Boy.
"Okeee, gak sah basa basi, yuk cabut", ucap Bram berdiri dengan mencoba menyeimbangkan tubuhnya yang sempoyongan.
Sudah lama Bram memang tak pergi ke club malam dan main wanita.
Tapi karna dipicu oleh amarahnya yang besar, ia kembali ke kebiasaannya yang dulu.
Karna hal itu, membuat Bram juga kembali bertemu dengan Geyna.
Geyna yang dulu pernah membuatnya takjub hanya dengan bersamanya dalam waktu semalam.
Apakah yang akan terjadi setelah mereka bertemu..??.
Apakah Bram akan tau tentang benih yang sengaja di tumbuhkan di rahim Geyna 22 tahun silam..??.
____
Simak terus ya guys...π
Jangan lupa beri dukungan kalian dengan komen, like, favorite dan vote.π
Othorr terima kasih atas dukungan kalian..
semoga suka ya dengan cerita hidup Mawarπ.
__ADS_1
Stay trus ya...π€