
"Mbak..!!, bagaimana keadaan Fatimah setelah penculikan itu..??", seru seorang wartawan berhimpitan di tengah kerumunan.
"Mbak Mawar..!!, apakah benar mami mbak itu dulunya mantan kupu kupu malam...??", seru wartawan yang lain.
"Mbak tolong klarifikasi ..!!, ada desas desus bahwa Rahel menantu dari keluarga Jayawijaya corp terlibat dalam kebakaran itu", seru wartawan di depan Mawar tak mau kalah mengorek fakta dari Mawar.
Tiba tiba Burhan menghadang Wartawan yang semakin maju menghimpit Mawar.
"Tenang semuanya..!!, tolong kerjasamanya..!!", seru Burhan membuat kerumunan wartawan itu berhenti bersaut sautan tanpa henti.
"Kamu siap Mawar..??", ucap Burhan pada istrinya yang berusaha tegar.
"Keadaan Fatimah sekarang alhamdulillah baik baik saja, dan untuk fakta dari mami, ya..!!, dia memang mantan kupu kupu malam", ucap Mawar meneteskan air matanya.
Seluruh wartawan pun terngaga seakan tak percaya bahwa desas desus itu ternyata benar.
"Mami saya bernama Geyna seorang mantan kupu kupu malam , dan itu artinya saya ini adalah anak seorang mantan kupu kupu malam, tapi apakah kalian tau..??, saya bangga menjadi anaknya, seorang ibu yang berani mengorbankan nyawanya hingga jasadnya pun menjadi abu demi menyelamatkan anaknya, jadi untuk kedepannya, saya tak mau mami saya disebut lagu sebagai seorang kupu kupu malam", ucap Mawar tegas.
"Lalu...??, untuk Keterlibatan Rahel...??", seru wartawan di depan Mawar.
Mawar terdiam sejenak, menarik nafas panjang dan kemudian ia mulai berbicara kembali.
__ADS_1
"Rahel tidak ada sangkut pautnya dengan insiden kebakaran itu", ucap Mawar berjalan masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan kerumunan wartawan yang masih belum puas dengan jawaban Mawar.
Burhan menutup pintu rumah dan bergegas mengejar Mawar.
"Tunggu Mawar..!!, apa maksud perkataanmu tadi..??", seru Burhan tak percaya.
"Aku sudah menjawab semua pertanyaan mereka mas, lalu apa lagi..??", ucap Mawar mengusap air matanya.
"Kamu telah berbohong pada mereka tentang Rahel Mawar..!!, Rahel pantas dihukum..!!", seru Burhan kecewa.
Mawar menatap mata suaminya yang terlihat kecewa dengannya.
"Mas...!!, aku sudah katakan yang sebenarnya bukan..??, aku berkata Rahel itu tidak ada sangkut pautnya dengan kebakaran itu, karna memang ia tak ada di sana saat kebakaran itu terjadi, ia memang terlibat dalam penculikan Fatimah tapi mereka tak bertanya tentang itu", ucap Mawar menghilangkan rasa kecewa suaminya.
"Apa tujuanmu sebenarnya Mawar..??, Rahel itu pantas dihukum..!!", seru Burhan masih tak sepemikiran dengan istrinya.
"Rahel itu sebenarnya adalah ibu kandung Fatimah Mas, dan ayahnya ialah Jeri, lelaki yang ikut meninggal dalam insiden itu, dan aku memang setuju Rahel memang pantas di hukum, tapi biarlah Allah yang menghukumnya nanti", ucap Mawar membuat Burhan terkejut.
"Bagaimana kau bisa tau itu semua Mawar...??", seru Burhan memegang pundak Mawar.
"Aku yang mengatakannya..!!", seru Susan mendekati Mawar dan Burhan.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa kamu..??", tanya Burhan heran, ia hanya tau bahwa Mawar dan Fatimah ditemukan bersama dengan Susan, dan semenjak itu Susan tinggal di rumah Mereka.
Susan pun menceritakan apa hubungannya dengan Fatimah dan kronologi kenapa ia bisa tau banyak tentang asal usul Fatimah.
Burhan pun syok tak menyangka akan cerita dari Susan.
"Fatimah sudah kehilangan ayah kandungnya mas, aku hanya mencoba memberi kesempatan kedua untuk ibu kandungnya agar bisa insaf dan suatu saat akan mengakui Fatimah sebagai anaknya", ucap Mawar memeluk suaminya.
Burhan pun mengerti apa yang sedang di perjuangkan oleh Mawar saat itu.
Burhan membalas pelukan erat dari istrinya itu dengan kecupan di dahi Mawar.
"Sungguh, kau ini manusia atau apa Mawar...??", ucap Burhan mengusap air matanya.
"Mawar, kamu memang orang baik, beruntung aku bisa mengenalmu, meskipun dengan cara seperti ini, dan terima kasih atas semuanya, sekarang aku pamit dulu, aku akan kembali ke Amerika, titip Fatimah ya", ucap Susan mendekati Mawar dan memeluknya.
"Pasti Susan", ucap Mawar melepas kepergian Susan.
"Assalammualaikum", ucap Susan berlalu pergi meninggalkan rumah Mawar.
"Walaikumsalam", ucap Mawar dan burhan serempak.
__ADS_1