
"Ayo masuk dengan ku !", seru pemuda itu membuat Aqly dan kedua petugas keamanan itu tercengang.
"Kau mau masuk atau cuma mau menganga di sini !", sentak pemuda itu membuat Aqly bergegas mengikuti nya masuk.
Siapa sebenar nya pemuda ini, dia nampak masih muda, mungkin seusia kak Fatimah, tapi dia nampak hebat, ucap Aqly dalam hati sembari memandang ke sekitar lorong menuju ruang utama club malam itu.
"Tak ada yang spesial", keluh Aqly hanya bisa memandang tirai hitam di lorong itu, meskipun telinga nya sudah mulai mendengar alunan musik Dj di dalam sana.
"Kau tak sabaran ya", seru pemuda itu kembali di buat tertawa dengan kepolosan Aqly.
Sesekali pemuda itu memandang ke arah Aqly.
Dalam batin nya ia mencoba menebak.
Aqly terlihat dari keluarga dan didikan yang baik, tapi mungkin karna sebuah hal ia mencoba memberontak dengan diri nya sendiri.
"Memang, dunia itu kejam", ucap pemuda itu sembari menyembulkan asap rokok nya ke udara.
"Om bicara apa barusan ?", tanya Aqly.
"Aku bicara, tunggulah sampai kita di ruang utama, kau pasti akan terkejut di buat nya", ucap pemuda itu membuat Aqly makin penasaran.
Sesaat kemudian, mereka telah sampai di pintu masuk kedua.
"Bos ?", seru seorang petugas keamanan melirik ke arah Aqly.
"Dia datang bersama ku, jadi santai saja", seru pemuda itu langsung membukakan pintu kedua yang seketika membuat pandangan Aqly tak berkedip.
Pemuda itu tersenyum kecil melihat tingkah Aqly yang begitu polos.
"Di kota besar seperti ini, masih ada ya anak SMA yang belum melihat isi dari club malam ?", seru pemuda itu terheran heran.
"Aku pernah melihat nya, tapi di you tube", ucap Aqly membuat Pemuda itu kembali tertawa.
"Hahaha, sudahlah !, jika aku terus bertanya pada mu, kau akan membuat ku kencing di sini, dan itu tak bagus untuk bos besar seperti ku, nikmatilah selagi kau berada di sini !", seru pemuda itu berjalan meninggalkan Aqly.
"Tunggu !", seru Aqly membuat langkah kaki pemuda itu terhenti.
"Boleh ku tahu nama mu ?", tanya Aqly mengulurkan tangan nya.
Pemuda itu hanya mengeryitkan kening dan lagi lagi kembali tertawa di buat nya.
"Kau mengajak ku berkenalan ?", seru pemuda itu membuat pelayan barista ikut tertawa.
"I, iya", ucap lirih Aqly menarik kembali uluran tangan nya.
__ADS_1
Ia merasa semakin bodoh saat itu.
"Beginilah cara kami berkenalan", seru pemuda itu menarik telapak tangan Aqly dan meremas nya dan mengepal nya hingga Aqly meringis kesakitan.
"Aqly", ucap Aqly menarik tangan nya dari cengkraman pemuda di hadapan nya.
"Panggil aku bos besar", bisik pemuda itu lalu berjalan meninggalkan Aqly sendirian di tengah alunan musik dan ratusan orang yang berjoget tiada henti.
"Kau mau minum ?", tanya Barista di samping nya.
"Boleh", ucap Aqly masih menatap bos besar hingga ia masuk ke sebuah ruangan di sudut club itu.
"Boleh aku bertanya ?", ucap barista sambil meracik minuman untuk Aqly.
"Silahkan", sahut Aqly memandang ke arah sekeliling club itu.
"Bagaimana kau bisa kenal bos besar ?", seru barista itu penasaran.
"Apa dia sehebat itu ?", sahut Aqly balik bertanya.
"Bagaimana kau ini ?, apa kau tidak tahu ?, dia itu pemilik seluruh club malam di kota ini !", seru barista itu membuat Aqly benar benar terkejut.
"Benarkah ?", seru Aqly tak percaya.
"Kau tahu saja aku suka lemon soda !", seru Aqly membuat si barista bahkan orang orang yang duduk di samping nya terdiam dan menatap aneh ke arah Aqly.
"Apa ?, aneh !", sentak Aqly menjawab tatapan semua orang pada nya sembari meneguk segelas minuman di tangan nya.
Sontak ia langsung tersedak dan menyemburkan minuman nya saat itu juga.
Membuat semua orang tertawa di buat nya.
"Enak bukan lemon soda buatan ku ? ", seru si barista tertawa begitu kencang nya.
Sementara di ujung ruangan.
Bos besar telah selesai dengan urusan nya dan berjalan kembali menuju Aqly.
"Lemon soda kata nya !, gila !", seru seorang pengunjung club membuat Bos besar mengeryitkan kening nya lagi.
Lalu ia mengingat akan sikap polos dari teman baru nya.
"Pasti mereka membicarakan Aqly", ucap Bos besar tertawa kecil mendengar ucapan para pengunjung club nya.
Saat ia melihat Aqly.
__ADS_1
Aqly terlihat masih merasa mual dan meneguk air putih sebanyak yang ia bisa untuk membuat mulut nya tak lagi merasakan rasa pahit ketir minuman yang telah sengaja ia teguk itu.
"Kenapa Aqly ?", tanya Bos Besar.
"Tak apa, aku hanya belum terbiasa di tempat ini", ucap Aqly membuat Bos besar senang dengan keinginan Aqly untuk berubah menjadi seperti orang orang di dunia malam pada umum nya.
"Baiklah, ini minuman untuk mu, minum lah perlahan, dan kau akan terbiasa", ucap Bos besar menyodorkan segelas minuman baru ke hadapan Aqly.
"Tidak !, aku tak suka !", timpal Aqly.
"Ini beralkohol sedikit, selebih nya hanya sebuah air buah, cobalah !, ini racikan khusus untuk pemula versi club ku", seru Bos besar membuat Aqly perlahan meraih gelas itu dan mencoba meminum nya.
Satu teguk, dua teguk, Aqly mulai merasa terbiasa.
"Bagaimana ?", tanya Bos besar.
"Agak sakit di tenggorokan, tapi tak pahit dan menyakitkan seperti yang tadi", ucap Aqly membuat si barista tersenyum kecil.
Bos besar kembali menyalakan rokok nya dan menyembulkan asap nya ke muka Aqly.
Membuat Aqly merasa risih tapi tak sampai terbatuk batuk karna asap itu.
"Kau sudah kenal rokok rupa nya", ucap Bos besar melihat sikap tenang Aqly saat asap rokok mengenai nya.
"Sudah, aku kan sudah dewasa, meskipun semua melarang ku merokok", keluh Aqly.
"Oh ya !", seru Bos besar kembali tertawa.
"Tentu !, aku bisa buktikan di hadapan mu bahwa aku bisa merokok", seru Aqly menyalakan sebuah rokok dan menyembulkan asap nya ke udara, tapi kali ini ia lakukan tanpa tersedak.
"Good !, berapa rokok sehari ?", tanya Bos besar.
"Satu kotak", sahut Aqly kembali membuat Bos besar tertawa.
Padahal aku sudah berbohong, jika aku bilang separuh kotak rokok saja yang artinya 6 batang rokok, bisa tertawa semakin kencang dia, gumam Aqly dalam hati.
"Kau meledek ku ", ucap Aqly.
"Tidak, tidak, justru aku salut dengan kejujuran mu dan niat mu untuk menjadi bagian dari kami, dan ku pastikan kamu akan belajar cepat di sini", seru Bos besar membuat Aqly senang.
"Terima kasih bos", seru Aqly merasa nyaman di samping nya, seakan teman baru nya itu memiliki frekuensi yang sama dengan nya.
"Sebaiknya kau istirahat di ruangan ku, aku sudah siapkan baju yang cocok untuk mu", ucap Bos besar mengajak Aqly masuk ke ruangan nya.
Padahal sebelum nya, tidak ada yang pernah di ajak masuk ke ruangan itu selain partner besar bos serta body guard bos yang unggul.
__ADS_1