
Jeri terduduk di depan Fatimah yang tengah dipeluk oleh Susan.
Ia ketakutan melihat tatapan dari Jeri.
Yang tak ia tau bahwa sebenarnya Jeri ialah ayah kandungnya.
"Jer..!!, bisa gak kamu pergi, Fatimah takut liat kamu", seru Susan melototi Jeri.
"Berisik..!!", ucap Jeri berpindah duduk di samping Rahel.
"Hel, anak kita cantik juga ya", ucap Jeri menyalakan rokoknya.
"Akunya aja cantik, kalau nurun kamu ancur mukanya..!!, seru Rahel menatap Fatimah.
"Gea...!!, sadis amat isi surat kamu, emang beneran kamu bakalan siksa Fatimah kalau Mawar gak dateng..??", ucap Rahel penasaran.
"Gila kamu..!!, itu cuma gertakan buat jebak Mawar, emangnya ada pelangganku yang mau sama bayi", seru Gea menyembulkan asap rokoknya keudara.
"Ya kali, emang gila", ucap Rahel.
"Mau ku lakban mulutmu..!!", seru Gea tak terima.
"Sorry", ucap Rahel merebahkan kepalanya di badan Jeri.
Sementara Susan menutupi telinga Fatimah agar tak mendengar hal hal buruk dari mulut ketiga orang dewasa didepannya itu.
"Emang kamu yakin Mawar bakal kesini..??", ucap Rahel ragu.
"Kita liat aja nanti", seru Gea berjalan ke arah jendela, memandangi jalanan, berharap Mawar segera masuk perangkapnya.
Sementara itu Mawar tengah tak sabar mengendarai mobilnya.
"Ayo dong, kenapa gak sampek sampek sih...!!", seru Mawar gelisah.
Telfon Mawar berdering.
"Mas Burhan..??", ucap Mawar mengangkat telfonnya.
"Mawar, kurangi kecepatanmu..!!, jika kamu celaka, bagaimana nanti nasib Fatimah..!!", seru Burhan di ponsel.
"Astagfirullah, baik mas", ucap Mawar memperlambat laju mobilnya dan menutup telfonnya.
__ADS_1
Satu jam kemudian.
Mobil Burhan berhenti di tepi jalan Raya.
Sementara Mawar terus melajukan mobilnya menuju rumah besar yang tinggal beberapa meter lagi didepan.
Mawar tau bahwa itu ialah jarak dari suaminya agar ia tak terdeteksi oleh si penculik.
Mobil Mawar memasuki gerbang rumah besar.
Ia mengenang semua kenangan masa kecilnya disana.
Masa masa ia hanya hidup sendiri dengan ibunya yaitu mbak Lastri.
"Tunggu bunda Fatimah..!!, bunda akan segera membawamu pergi dari sini", ucap Mawar turun dari mobilnya.
Ia menarik nafas panjang dan mengetuk pintu rumah besar, yang sebenarnya sudah tak mau ia masuki lagi.
"Mbak Gea..!!, aku sudah disini, kembalikan Fatimah padaku", seru Mawar dari luar rumah besar.
Pintu pun di buka oleh Gea.
"Punya nyali juga kamu", seru Gea berkacak pinggang.
"Dimana Fatimah..??", seru Mawar berjalan masuk ke dalam dan berteriak memanggil manggil Fatimah.
Tiba tiba....., bukkkkk(kepala Mawar dipukul kayu dari belakang oleh Rahel).
Mawar pun kehilangan kesadarannya.
Jeri pun menggendongnya dan merebahkannya di ranjang.
"Trus kita apain dia..??", ucap Jeri.
"Biar aku yang urus", ucap Rahel tersenyum sinis.
Jeri terus memandangi tubuh Mawar dan wajahnya yang cantik.
Tak bisa dielakkan, bahwa Mawar memang lebih cantik dari Rahel.
"Hehhh..!!, sana pergi..!!, mlotot aja kalau liat perempuan", seru Rahel mengusir Jeri dari kamar.
__ADS_1
"Iyaaa iyaa, crewet", seru Jeri berjalan keluar dari kamar sesuai permintaan Rahel.
"Mawar, mawar..., siapa suruh jadi batu kerikil di hidupku", ucap Rahel melepas jilbab Mawar.
Rahel berjalan menuju ke lemari pakaian.
Ia mengambil sebuah gaun dan berjalan kembali ke arah Mawar yang masih tak sadarkan diri.
"Bajunya bagus kan Mawar..??, ini bakal cocok banget di tubuhmu", ucap Rahel tertawa dengan lepasnya.
Beberapa saat kemudian Rahel keluar dari kamar Mawar.
"Jer, jaga pintu ini ya, jangan biarin dia kabur", seru Rahel memberi instruksi pada Jeri.
Mata Jeri tak sengaja melihat Mawar di sela sela pintu yang terbuka.
"Itu Mawar..??, seksi banget dia, boleh aku cicipi gak...?", seru Jeri menelan ludah.
"Dasar cowok buaya..!!, dia itu masih aku butuhin ya, jadi jangan macam macam..!!", ucap Rahel menutup pintu kamar dan berjalan menemui Gea.
"Pelit amat", ucap Jeri kembali duduk di sofa dan menonton televisi sembari menjaga agar Mawar tak kabur saat sadar nanti.
Sementara Mawar masih tak sadarkan diri di ranjang dengan mulut ditutup lakban dan tangan terikat.
Hanya Allah yang tau nasib Mawar kedepannya saat itu.
____####__#__
Hay semua🤗
Makasih ya atas dukungan dan kesetiaannya membaca kisah Mawar sampai pada titik ini.
Aku mau ngenalin novel baruku nih.
Judulnya Nur......
Dadakan aku buat untuk ikut lomba #youarewrittesseason7 ðŸ¤ðŸ¤.
Mampir ya kakak🤗, mohon dukungannya.
Tinggalkan vote, like n favorit ya, terima kasih😘😘, semoga sehat selalu.
__ADS_1