Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Hukuman


__ADS_3

“Ayah tidak bisa melindungi ibumu dari pendekar jahat.” Kaisar Lu Wu mulai terbuka, ia menceritakan semua.


Liu terdiam, menyimak setiap cerita yang keluar dari sosok yang ternyata adalah ayahnya sendiri.


Perasaan ganjil dan aneh masih terasa, namun Liu harus terus mendengarkan kebenaran sampai akhir.


“Begitulah nak.”


[Dia berani juga] Sistem berkomentar.


Pada kenyataannya Lu Wu, ayah Xiao Liu adalah pria dengan aliran Qi lemah. Suatu saat desa mereka diserang orang jahat dan akhirnya membuat ibu Liu meninggal.


Lu Wu tak punya pilihan lain selain berusaha bertahan hidup, namun akhirnya tak bisa. Ia tak punya kekuatan dan tak ada seorang pun yang menolongnya.


Sampai suatu ketika saat bersama Liu yang masih bayi. Ia sampai ke suatu reruntuhan kuil. Dan disanalah ia mendapat ilham untuk mengubah tatanan dunia.


Yang di mana mustahil karena tidak memiliki kekuatan sama sekali.


Kebetulan kuil yang didatanginya adalah reruntuhan kuil kuno yang punya energi misterius.


Dan dari petunjuk supranatural itulah yang membuat Lu Wu membuat perjanjian dengan dewa kematian.


Demi kekuasaan dan pegaruh yang besar, ia harus menyerahkan anaknya yang tunggal itu.


Lu Wu tidak baik-baik saja ketika mendengar tawaran ini. Ia tidak mungkin mempersembahkan anaknya. Sementara di sisi lain, mendapat tawaran mengubah dunia adalah hal yang terkesan mustahil.


Namun saat tahu yang bicara adalah dewa kematian itu sendiri. Lu Wu percaya. Muncul harapan dalam hatinya bahwa ia bisa membuat dunia lebih baik, meski dengan bayaran yang tidak ternilai.


Dewa kematian memberi waktu anak itu sampai lima tahun, dan Lu Wu meninggalkannya di antara pepohonan rindang, berharap seseorang akan menemukan dan merawatnya.


Dan akhirnya mimpi pun jadi kenyaataan. Lu Wu berhasil naik ke puncak dan jadi orang nomor satu di dataran Cina. Ia berhasil mengatasi banyak masalah dan kekacauan di negeri ini. Dan sejujurnya saat masa kepemimpinannya, keadaan berubah jadi lebih baik.


Tingkat kejahatan menurun dan ia berhasil menjadi pemimpin yang untuk pertama kalinya membuat kedua aliran pendekar bisa hidup satu sama lain, aliran murni dan aliran sesat.


Keadaan tak selamanya sama  Dan seiring dengan berjalannya waktu, ia melupakan anaknya. Kekuasaan dan ketamakan menguasainya, yang ada dipikirannya adalah bagaimana cara mempertahankan kekuasaannya saja.


Masalah pun tambah rumit ketika para sekte pendekar mulai bergerak diam-diam dan merencanakan sesuatu yang besar.


Ia lupa tujuan awalnya dan bahkan sampai tidak segan-segan mengundang monster ke dunia ini.


‘Ayahku, kaisar Cina?’ Liu tak tahu banyak soal kaisar. Tapi yang pasti selain kasus monster, memang ia hidup cukup damai di desa kecil bersama Kakek An.


Hanya saja kenyataan berkata lain. Kaisar tidak mungkin mengawasi setiap sekte. Kejahatan demi kejahatan bisa saja terjadi dan bahkan pemimpinpun tak bisa mengatasi semua hal seorang diri.

__ADS_1


Liu terdiam, mendengar cerita panjang lebar tadi membuatnya merenung dalam.


Ia tidak pernah penasaran akan asal usulnya karena ia punya Kakek An.


Kakeknya tidak pernah membahas soal pemimpin wilayah dan lain sebagainya.


Hanya saja tidak dapat dipungkiri Liu pernah mendengar warga desa memuji kaisar karena sudah mengakhiri kekacauan dan memberi kedamaian.


Entah kenapa Liu jadi ingat momen itu sekarang.


Yah siapa juga anak kecil yang peduli obrolan orang dewasa? Tapi telinganya cukup tajam sih.


Waktu yang menjawab rasa penasarannya.


Kenyataan bahwa hidupnya dipertaruhkan demi nasib orang banyak, setidaknya itulah yang ayahnya pikirkan diawal.


“Aku siap menerima hukumanku.” Lu Wu tertunduk. Pikirannya penuh dengan ketamakan dan kekuasaan. Ia melupakan tujuannya dan bahkan anaknya sendiri.


Semua kejayaan dan kesenangan telah ia nikmati, sedangkan anaknya hidup dengan batas waktu dan tidak sekalipun dia mengunjunginya.


Melihat dunia yang berubah dan mengingat kembali anaknya. Itu yang seharusnya dilakukannya.


Liu terdiam, entah ia harus senang atau sedih atau jungkir balik. Ia tak menyangka bakal mendengar fakta ini.


Dan yah, Liu sendiri juga gempar bertemu dengan ayahnya.


Sosok yang tak pernah ia tahu dan kenal. Pertemuan satu kali ini tidak membuatnya menangis brutal juga.


‘JADI AKU HARUSNYA MATI DONG SISTEM.’


[Begitulah Tuan]


‘Apa boleh aku masih hidup?’ Liu jadi penasaran soal ini mengingat nyawanya sendiri sudah ditangan dewa kematian. Dan pada kenyataannya benar sih dirinya mati diumur lima tahun.


[Tuan meragukan Dewi Xinmu?] Sistem terdengar tidak senang.


Yah, soal urusan dewa-dewi Liu juga tak paham.


‘!’ Dan sekarang ia menyadari sesuatu!


‘Apa ini yang dimaksud Nona Yuhuan?’ Liu ingat soal Dewi Xinmu yang jadi buronan akibat membangkitkannya.


Itu karena dewi menentang dewa kematian?

__ADS_1


[….] Sistem terdiam, tuannya lebih pintar dari yang diduga.


“Tapi nak, sebelum aku meninggal. Aku ingin tahu ceritamu?” Lu Wu tak mau mati penasaran. Kenapa anaknya masih hidup dan kini datang menyelamatkannya?


‘KOK BILANG MAU MENINGGAL SIH?’ Liu heran. Apa ada musuh lain atau mungkin beliau sakit?


[Maksudnya sebelum Tuan mengambil nyawanya]


‘MENGAMBIL NYAWA!? SIAPA YANG BILANG BEGITU!?’


“Maaf kaisar, tapi tidak ada nyawa yang melayang lagi.” Liu menatap serius.


“Ha? Tapi aku sudah mempersembahkanmu.” Kaisar terdiam, sorot matanya tak percaya. Sudah sewajarnya nyawa dibalas nyawa.


Liu terdiam. Mendengar kenyataan ini tidak membuatnya marah atau bagaimana. Meski bagian ‘memanggil monster’ itu sangat jahat. Namun dulu sosok kaisar adalah dambaan dan pujian orang banyak.


Setelah tumbuh besar ia jadi mengerti apa yang dikatakan warga desa dulu. Kejahatan tidak sepenuhnya menghilang dari muka bumi. Hanya saja keadaan jauh lebih baik saat kaisar Lu Wu berkuasa.


Bagian ‘mempersembahkannya’ juga agak ngeri sih. Pantas saja Kakek An ngeles dan malah menyebutnya tato. Orang tua itu tidak mau membuatnya khawatir.


Yah rangkuman dari cerita di atas adalah dirinya mendapat kutukan dan ditakdirkan mati demi orang tuanya sendiri.


“Apa tidak ada cara lain?” Liu menatap seksama. Apa mempersembahkan nyawa pada dewa adalah satu-satunya cara?


Sang kaisar mengangguk. Ia sudah menceritakan bagian dimana ia tidak punya kekuatan apapun untuk mengubah nasib dan keadaan mereka.


Di dunia yang jahat dulu tak ada satupun yang bisa dipercaya, bahkan kawan jadi lawan, dan tidak ada hubungan hangat antar sesama. Semuanya penuh dengan pertarungan, perebutan kekuasaan dan ketakutan dimana-mana.


Liu terdiam, ia tak menyangka bakal mendengar cerita seberat itu. Tapi untunglah kepintarannya bisa diandalkan di sini.


“Dan sekarang ayah kehilangan semuanya huh?” Liu tersenyum kecil. Bukan meledek atau apa, hanya reflek saja.


Liu selalu berpikir kaisar adalah orang hebat yang bisa segalanya. Setelah sekian lama memimpin, sudah pasti ayahnya ini pandai mengatasi berbagai hal.


Lu Wu tertunduk. Inilah akibat meremehkan dan bersantai saja selama ini. Ia terbuai dengan kenyamanan dan tidak sadar dunia berubah dan akhirnya terjadilah hal seperti ini.


Ia sudah dihukum dewa karena melalaikan apa yang jadi tujuannya, dan lagi ia sadar sepenuhnya dan siap menerima hukuman dari anaknya sendiri.


“….” Liu sudah banyak mendengar. Jadi ayahnya siap menerima hukuman?


Kret.


Liu mengepalkan tangannya. Untuk sejenak kekuatannya jadi tak stabil.

__ADS_1


__ADS_2