Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Melamar


__ADS_3

Sementara itu pendekar api sedari tadi bermeditasi, ia terlihat begitu serius. Membuat siapapun yang mengenalnya jadi terheran! Kenapa bisa-bisanya Shuwan serius begitu!?


“Sudah cukup main-mainnya.” Sheaper menahan kedua orang yang tak henti menyerangnya, mereka terkunci dan….


BUM!


Hempasan energi Qi kuat tercipta saat itu juga!


Ibu muda itu tersenyum kecil, yah meski ia bosan sih diserang begitu-begitu saja.


Sret.


Liu berusaha bertahan dari hempasan energi itu, sedang Ying malah terhempas begitu jauh.


“NONA YING!” Saking cepatnya bisa bahaya itu!


BRUK!


Dengan sigap Shuwan menahan rekannya. Dan membaringkannya dekat Yin.


Fang Yin mengecek keadaannya dan segera memberikan pertolongan pertama.


“Ukh.” Liu memegang kepalanya, lagi-lagi darah mengucur dari lukanya yang sebelumnya.


‘SISTEM KONDISI NONA YING!?’


[Menganalisis… Nona Ying kelelahan…]


‘….’ Liu terdiam, tiba-tiba ada perasaan lega sekaligus bersalah.


Kenapa ia tidak bisa melindungi rekannya sendiri?


Sistem tak menyangka tuannya malah lebih memikirkan orang lain, padahal keadaannya sendiri juga patut dikhawatirkan.


Sistem juga menunggu dimarahi tuannya, yang pasti mengatakan ‘KOK AKU BELUM SEMBUH SIH!?’ dan kalimat komplain yang lain.


Tapi tidak terjadi sih. Sistem heran.


Liu berusaha berdiri, ‘Demi Nona Ying….’ Seluruh badannya terasa kaku, namun selama masih bisa berdiri, maju terus!


Tap.


[Tuan masih mampu?]


‘Aku kan masih bernafas.’ Liu tersenyum kecil.


Ibu muda terdiam, yah sepertinya pemuda itu mulai kehilangan akal sehatnya.


Setelah semua usahanya sia-sia dan hanya membuang tenaga, ya pasti kena mental juga sih.


‘Aku suka~’ Inilah rencana Sheaper dari awal, ia ingin memberi harapan dan kemudian menghancurkannya. Itu jauh lebih memuaskan daripada langsung mengalahkannya.


Yah bisa juga langsung siksa tipis-tipis saja sih. Tapi ia cukup sabar menanti kehancuran dari dalam lawannya.


“Menyerahlah sayang~” Ibu muda itu tersenyum.


Meski kesabarannya hampir habis, tapi ia masih memberi kesempatan juga.


Kurang profesional apalagi coba?


Lagipula tidak ada yang bisa mereka lakukan lagi.


Target utamanya sudah terluka parah, gadis biru apalagi, gadis merah cuman gimmik saja, dan gadis coklat hanya support.


Semuanya sudah berakhir.


“….” Liu tertunduk, menyembunyikan ekspresi wajahnya.


Bukan saatnya sedih ia tahu, mau marah dan ceroboh juga bukan pilihan. Liu dilema dengan perasaannya sendiri.


HUSH!


TRANG!


“Hei.” Tanpa disangka pendekar api maju dan membuat perlawanan ditengah keputusasaan!

__ADS_1


“Kau tak akan menyerah ‘kan?” Shuwan menatap tajam kepada pemuda itu.


Liu perlahan mengangkat kepalanya, Nona Shuwan benar… semua ini belum berakhir….


Selama ia masih bernafas, masih ada yang perlu dilakukannya!


HUSH!


BRAKK!


“!?”


Liu melesat kencang, menabrak sabit musuhnya bahkan sampai retak!


‘Kenapa dia?’ Bahkan ibu muda itu tertegun, ia tak menyangka senjatanya bisa rusak begini.


‘SISTEM!’


[Pemulihan selesai… akselerasi Qi… penguatan Qi… kebal racun… peningkatan fisik… peningkatan teknik… peningkatan elemen….]


[Analisis musuh… prediksi serangan… serangan balasan… menganalisis….]


SRING!


Cahaya biru pun bersinar terang dari tangannya!


“!?” Lagi-lagi ibu muda itu dikejutkan oleh hal ini!


‘Dia….’ Pandangan matanya seolah terpukau dan terpesona, jadi inikah potensi yang selama ini dirasakannya?


Perlahan namun pasti pandangan itu kagum itu berubah menjadi pandangan penuh kehausan dan ambisi. Sheaper makin ingin menjadikan pemuda itu jadi tangan kanannya!


Dengan kekuatan aneh yang dimilikinya, dia bisa jadi aset paling berharga untuk membuatnya naik ke puncak selanjutnya!


SSSHHHHH!


Hempasan kekuatan Qi kuat pun meledak!


Berbeda dari yang sebelumnya, kali ini lebih kuat!


‘OKELAH!’ Liu menajamkan matanya, memastikan kali ini hasilnya berbeda!


“HEHE.” Shuwan tersenyum, akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul juga!


BUM!


Dan putri api pun terhempas ke belakang, tak kuat bertahan dari aura kekuatan musuhnya.


TRANG!


“Aku suka~” Ibu tu menggunakan kedua sabitnya untuk bertahan. Ia menunggu tantangan lagi!


Liu membalas dengan tatapan tajam, sudah cukup banyak godaan, ia tidak mau terpengaruh!


TRANG!


Ibu muda itu meloncat ke belakang, baru kali ini mundur dari lawannya.


Faktanya ia merasa kekuatan pemuda itu bertambah, ia mempersiapkan diri.


HUSH!


Liu maju ke depan, tak mau membiarkan lawannya mengatur strategi. Gempur saja lah!


BUASGH!


BRAK!


Dengan tangan kosong Liu mengatasi serangan sabit besar itu, ia sama sekali tidak takut!


Tapi anehnya meski dengan tangan kosong, tidak sama seperti sebelumnya. Setiap serangannya membuat sabit itu retak banyak!


Sudah lama Sheaper tak melihat senjatanya retak begini.


Dan memang baru pertama kali juga sih.

__ADS_1


Makhluk yang sudah membuat senjatanya begini sudah mencuri hatinya! Ia tidak mau melepaskannya lagi!


SYAT SYUT!


KRAAAK!


Pada akhirnya sabit besar menyeramkan itu hancur semuanya!


BUAGH!


Kini Liu dan ibu muda itu saling beradu tangan seperti orang sumo, bersama dengan kekuatan yang mereka miliki!


‘Tangannya halus tapi kuat!’ Yah itu aneh sih, tapi begitulah kenyataannya!


[Jangan tertipu penampilan Tuan, ibu ini lebih tua dari Tuan]


‘YA KALAU ITU SUDAH JELAS JUGA SIH’


[Sistem perkirakan sudah ratusan tahun]


‘WADUH! YANG BENER!?’ Liu tak percaya, padahal penampilannya seperti masih muda lho!


“Aku belum menikah lho~” Ibu muda itu tersenyum, namun tak berhasil membuatnya lengah!


“Sebaiknya ibu cepat menikah.’ Liu tak tahu kenapa ada makhluk yang menjomblo selama itu, tapi bukan urusannya juga sih.


“Aku baru menemukan calonnya.” Ibu muda itu tersenyum.


“Syukurlah.” Liu tersenyum kecil juga, yah ada baiknya kalau sudah punya calon segera menikah.


“Kamu~” Ibu muda tersipu.


“….” Liu terdiam, yah kalau yang dia maksud jadi calon ‘tengkorak abadi’ ya, ia sudah pasti keberatan sih.


‘Sepertinya aku bisa hidup bahagia dengannya.’ Entah kenapa Sheaper merasakan perasaan tertarik yang hebat, apakah ini yang dinamakan cinta?


Meski mereka baru pertama kali bertemu, tapi tetap saja….


Dia sudah mencuri hatinya!


‘Bersamanya aku bisa naik ke puncak, menjadi penguasa alam monster tingkat 4!’ Tekad baru terukir dari hati ibu muda ini.


Keinginannya berubah seratus delapan puluh derajat, yang tadinya ingin menjadikan ‘tangan kanannya’ eh sekarang malah pasangan hidup.


Kalau jadi pasangan hidup tak mungkin diubah jadi tengkorak abadi juga sih.


Selain pesona luarnya mempesona, begitu pula dalamnya. Dia harus jadi suaminya!


“Bagaimana kalau kita menikah sekarang?” Ibu muda itu tersenyum dan melonggarkan kekuatannya.


“….” Yah Liu bingung mau jawab apa. Apa ini bagian dari godaan, trik maut dari musuhnya?


‘DIA ‘KAN MUSUH. AKU TAK MUNGKIN DIBODOHI’


Rayuan mautnya menjadi-jadi, kalau tidak tahan bisa-bisa langsung tumbang. Liu tak mau menyia-nyiakan perjuangan rekannya yang sudah menyadarkannya!


Tidak peduli seberapa meyakinkannya, dia tetap musuh dan berniat jahat!


[Dia serius Tuan]


‘EH?’


‘KAMU JANGAN BERCANDA SISTEM.’


[Menganalisis… sistem mendeteksi perkataannya tulus dari hati]


[Sepertinya dia menganggap Tuan berharga]


‘Begitu ya.’ Liu terdiam.


‘Haruskah kuterima?’


[Terserah Tuan]


‘KAMU MALAH JAWAB BEGITU!’ Sistemnya malah ngebebasin!

__ADS_1


Musuh tiba-tiba melamarnya di tengah pertarungan? Di luar akal sehat sih ini.


__ADS_2