
'Ya udah deh.' Mau gimana lagi kalau sudah begini sih.
Liu pikir binatang itu bakal menyerangnya selagi lengah, mengingat betapa brutalnya dia dari awal.
Namun ternyata tidak begitu ya.
Oke.
Sekarang ia hanya perlu mencari tahu tempat apa ini.
Sring.
[Kenapa Tuan bisa tahu soal cincin itu?] Pada akhirnya sistem tetap butuh penjelasan juga.
'O- Oh?' Liu pikir sistemnya sudah dapat jawabannya dari aksinya sebelumnya.
'Aku hanya iseng saja sih hehe.' Liu menggaruk kepalanya yang tak gatal.
[....]
[Apa?]
Dengan cepat Liu menjelaskan maksudnya.
[....] Sistem sulit percaya dengan apa didengarnya,
Tuannya bahkan tidak tahu fungsi cincin pemberian dewi?
Lantas kenapa bisa seyakin itu dan tetap menghadapi bahaya?
Yah Liu dengan atau tanpa bantuan cincin itu Liu memang sudah membulatkan tekadnya dan tetap terus maju.
[Menganalisis ....]
[Status Barang
Ring Of Acceleration
Jenis: Cincin
Status: Cincin Dewi Bunga
Level Kekuatan: Tergantung kemampuan pemakainya.
Kelangkaan: Langka
Kemampuan Khusus: Mengakselerasi kekuatan dan menyembuhkan luka]
'Ring Of Acceleration?' Liu terdiam, namanya keren juga ya.
Sistem tidak merasakan adanya sesuatu yang spesial dari cincin ini sebelumnya. Itulah kenapa tidak menganalisisnya.
[Sesuai perkataan dewi Tuan] Bahwa cincinnya akan berguna di saat yang tepat.
Tak disangka dewi memberinya 'Cincin Akselerasi' yakni sebuah aksesoris powerfull yang bisa membuat penggunanya mengumpulkan kekuatan besar dengan sangat cepat. Dan punya fungsi tambahan yang tak kalah pentingnya, pemulihan instan.
Itulah sebabnya juga kenapa Liu bisa bertahan bahkan dalam kondisi tubuhnya yang lemah. Kekuatan yang dikumpulkan sistem jadi tak berbahaya lagi, malahan mempermudah sistem mengumpulkan lebih banyak kekuatan.
'INI OP SIH.' Liu jadi serius mengamati cincinnya.
Kenapa dewi memberikan benda sekuat ini padanya ya?
Dewi berhasil memberikan kejutan. Pasti beliau punya alasan sendiri untuk menyembunyikan kekuatan cincin itu.
[Tentunya karena ini benda penting Tuan] Sistem berpendapat.
Liu setuju.
Jadi tak hanya ada dewa, senjata dewa (setengah dewa), binatang dewa, sekarang aksesoris dewa?
Banyak juga jenisnya ya.
APA MUNGKIN AKSESORIS INI ADA MAKHLUK SEPEREMPAT DEWANYA?
[Sepertinya tidak begitu Tuan] Sistem tidak merasakan hal lain selain kekuatan dari cincin itu, artinya kemungkinannya kecil aksesoris itu bisa berubah wujud.
Liu terdiam, bahkan tanpa aksesoris pun kekuatan dewa tetap saja besar.
Apa pakai aksesoris termasuknya adil ya?
[Kan bukan kompetisi Tuan] Para dewa sudah wajar memakai aksesoris dan tidak mempermasalahkan apapun.
Begitu ya.
Lagipula kata dewi kemampuannya tergantung penggunanya. Berarti tergantung diri sendiri juga.
OKE.
Liu belajar hal baru.
Dan tanpa disadarinya luka cakaran di wajahnya perlahan pulih dan kini ia bisa melihat dengan kedua matanya.
Serangan cakaran beruang dewa bukanlah serangan biasa. Biasanya Liu bakal bisa cepat pulih dalam waktu singkat, namun kali ini berbeda.
Cincin yang dipakainya membantu proses pemulihan juga. Sistem jadi keenakan di-carry begini.
Liu terdiam, ia tidak melonggarkan kewaspadaannya, serangan kejutan seperti tadi bisa muncul kapan saja.
BDDUMM!!
'Tuh kan.'
Ledakan keras tak menyenangkan muncul lagi.
Namun sepertinya dari kejauhan.
Jejak lari sang beruang dewa tadi kah?
[Tuan tidak mencari tahu?] Dengan kekuatannya yang sekarang tuannya bisa dengan mudah mengejarnya sih.
'Nggak ah.' Liu mager.
Lagipula sang beruang itu sudah menyerah untuk apa lagi dikejar?
Terkadang ada titik di kehidupan ini dimana kita berhenti mengejar sesuatu.
[....] Sistem tidak menyangka tuannya pemikir handal.
BDDDUMM!!
Ledakan dan hempasan keras kembali terjadi, kali ini rasanya semakin dekat.
'OI.' Kalau kabur nggak mungkin larinya ke arahnya kan?
HUSSH!!!
Dalam sekejap mata beruang super besar muncul di hadapannya.
"OI." Liu terdiam, yang datang bukan beruang besar tadi, kali ini berkali lipat besarnya dan dia memakai semacam kaus hitam.
"...." Beruang super besar itu menatapnya tajam dan kemudian datang lagi beruang satunya.
"WAH!" Liu langsung menunjuk, dia beruang dewa yang kabur tadi!
"Hm." Terdengarlah suara berat seolah sedang berpikir.
'Sistem?'
[Bukan sistem Tuan] Suara sistem tidak seberat itu sih.
Siapa dong yang ngomong?
"Kau salah memilih lawan nak." Sang beruang berkaus hitam menatap beruang yang kabur tadi.
"WAH!?" Liu tercengang. Beruangnya bisa bicara!?
[Tipikal binatang dewa khusus Tuan] Sistem mengingatkan.
Tak disangka ia langsung bertemu dengan binatang dewa yang bisa bicara.
Aura kekuatannya jelas berbeda dengan beruang dewa tadi.
Tunggu dulu.
"Nak?" Ia tak salah dengar kan?
"Maaf atas keributan yang diperbuat anakku Tuan Liu." Beruang super besar itu menundukkan kepalanya, terlihat menyesal.
'Anak?' Beruang dewa tadi mengadu pada ayahnya?
Jarang-jarang ketemu ayah beruang dewa sih.
__ADS_1
Beliau bisa tahu namanya, meski sudah tahu identitasnya tersebar. Liu masih tetep merasa aneh orang asing mengenalnya.
[Menghemat waktu untuk kenalan ya Tuan]
Bagian itunya sih benar.
"Ah, itu salah saya karena tiba-tiba datang ke hutan ini." Wajar saja kalau ia dicurigai.
"Nak, kau harus menerima konsekuensi atas perbuatanmu padanya." Ayah beruang dewa terlihat serius.
"...." Sang beruang dewa terdiam, Tubuhnya penuh luka dan aura kekuatannya juga tak stabil. Pasti itu akibat hempasan tadi.
Liu paham kenapa beruang dewa itu tidak menyerangnya. Jelas kekuatannya kurang memadai.
Beruang dewa maju dan tertunduk.
"Dia milikmu Tuan, biarlah dia jera."
"...." Liu terdiam.
MAKSUDNYA GIMANA?
Kenapa ada adegan penyerahan makhluk begini?
[Tuan bisa menghukumnya sepuas Tuan]
'....' Begitu ya. Jadi ayah ingin anaknya jera dan menyerahkan hukumannya padanya?
"Terima kasih yah, tapi dia sudah menerima akibatnya."
"...." Ayah beruang terdiam, ia kelihatan tak percaya. "Tapi...."
"Tidak ada tapi-tapi, kasus ditutup." Liu tak mau berurusan dengan hal ini.
Beruang super besar terdiam, yah keadaan anaknya memang tak terlihat bagus, namun sebenarnya dia masih bisa dihajar agar makin jera.
Namun tuan satu ini tetap tidak mau melakukannya.
Akhirnya sang ayah dan anak itu berterima kasih dan pergi meninggalkannya.
Liu menghela nafas, ia pikir ayah beruang bakal marah besar karena anaknya terluka seperti itu. Namun beliau malah meminta maaf.
[Kalau bertarung pasti merepotkan ya Tuan]
Liu mengangguk kecil, kekuatan anaknya aja nggak ngotak apalagi ayahnya?
Sebelum berpisah Liu sudah mendengar sebagian kecil info tentang tempat ini. Yang jelas akan berguna mengingat ia tak bisa hanya mengandalkan info dari peta.
Hutan Khusus, Alam Dewa Tingkat Menengah Akhir.
Itulah nama tempat ini.
Khusus maksudnya apaan ya? Sang ayah beruang tak memberi detil yang lebih jelas.
[Sepertinya ini misteri yang harus Tuan pecahkan juga]
Liu terdiam, pasti ada sebabnya cincinnya membawanya ke tempat ini.
Liu menutup matanya.
[Tuan?]
'Ya?'
[Sedang apa?]
'Nunggu ngilang lagi.' Liu menunggu dirinya menghilang dibawa cincin itu lagi.
[Sepertinya tidak akan bisa Tuan]
'Lho?' Liu membuka matanya lagi.
Dengan cepat sistem menjelaskan bahwa cincin itu tidak punya kekuatan teleportasi. Alasan kenapa ia bisa berpindah hanya karena kekuatan dewi bunga yang menaunginya.
'Owalah.' Liu pikir dari cincinnya.
Sistem yakin ada hal yang perlu tuannya urus di sini. Itulah sebabnya dia mengirimnya ke tempat ini.
'OKE.' Liu ngerti ia tak punya pilihan lain selain mengeksplor hutan ini.
***
Liu pun berjalan-jalan mengeksplor tempat ini.
[Bagus ya Tuan]
Liu setuju, datangnya binatang adalah hambatan yang lumayan. Untunglah sekarang jadi minim.
JADI KENAPA DIRINYA BERJALAN-JALAN DI HUTAN TANPA KEPASTIAN?
Sring!
Tepat setelah frustasi batinnya, cincinnya bersinar terang.
'Eh?' Apa ini? Tanda bahaya kah?
Liu terdiam melihat akseserisnya bertingkah aneh.
Dan tak lama kemudian cahayanya perlahan menghilang.
"...." Liu bengong seolah ada sesuatu dalam pikirannya.
'Hei sistem?' Liu yakin sistem tahu apa yang dimaksudnya.
[Tuan bisa mempercayainya]
Liu tiba-tiba mendapat ilham kemana ia harus melangkah. Jelas ini jarang terjadi namun mungkinkah ini yang disebut tuntunan dewi?
Liu akhirnya melangkah dengan kepastian sekarang. Seolah sedang ada yang membimbingnya.
Waktu pun terus berlalu Liu akhirnya sampai di sebuah area yang cukup unik, dimana banyak jamur raksasa yang tumbuh.
Ukurannya benar-benar besar dan ini jadi tempat indah bagi siapapun yang suka jamur (kalau bisa dimakan sih).
Sring!
Cincinnya tiba bersinar lagi, Liu terdiam dan mengamati sekitarnya.
Yah nggak bakal ada jamur hidup atau apapun kan?
DUM!
Tiba-tiba ada dentuman kencang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"...." Liu bersiap, berharap tak ada musuh mungkin terlalu berlebihan, jadi ia harus memberikan yang terbaik!
DBAM!
Sebuah jamur raksasa datang ke hadapannya!
"YA AMPUN!" Kenapa yang dipikirkannya malah kejadian!?
Liu terdiam. Jelas aneh melihat jamur raksasa hidup.
Namun tak bisa dipungkiri Liu merasakan aura kekuatan yang besar!
'Kok bisa jalan ya?' Liu penasaran. Sekilas jamur yang berjalan ini tak berpenampilan aneh atau mengerikan.
Jamur itu hanya tiba-tiba datang kehadapannya saja.
Sret.
Tak lama kemudian datanglah sesosok seperti perempuan bergaun putih.
"...."
'DEWI?' Liu tak menyangka.
"Selamat datang Tuan Liu." Seorang perempuan cantik berambut putih dengan warna mata putih menyambutnya.
BISA DIBILANG SERBA PUTIH.
[Benar Tuan, dia dewa jamur]
'DEWI JAMUR?' Yang bener? Liu tak percaya.
Kenapa ada ... dewi jamur?
"Dewi Hua membawamu ke mari ya. Jangan khawatir, aku sudah biasa dapat tatapan heran seperti itu." Dewi tersenyum kecil.
[Tuan jangan berpikir terlalu keras] Dewi satu ini dewi jamur, sudah begitu saja titik.
__ADS_1
'O- oh.' Liu tipe orang yang mikirin dalem-dalem suatu hal. Jadi ketika ketemu yang begini. Ia ingin bisa paham dan mengerti.
Tapi yah terkadang dalam kehidupan tak semua hal harus dimengerti. Ada kalanya ketika kita hanya perlu percaya apa adanya.
Oke, jadi ia kini bertemu dewi jamur di area kekuasaannya yang banyak jamur raksasa. Liu menyederhanakan pikirannya.
"Tuan ingin pergi ke alam dewa tingkat selanjutnya bukan?"
"!"
Jadi dewi jamur punya info sepenting itu!?
Syut.
"Wow." Tiba-tiba ada jamur empuk dibelakangnya dan dewi mempersilahkannya untuk duduk.
Liu menghabiskan waktu berbincang bersama dengan dewi, dan tak disangka topiknya lebih serius dari yang ia kira.
"Hua tidak memberitahukannya padamu?" Dewi Jamur terlihat heran.
Liu menggelengkan kepalanya. Dewi kini bicara soal cincin yang sekarang dipakainya.
"Dia itu ya." Sang dewi kelihatan tak percaya.
Sret.
Sang dewi memberikan sesuatu padanya.
'....' Kalung? Liu terdiam, kenapa dewi memberikan ini padanya?
AKHIR-AKHIR INI BANYAK YANG MEMBERINYA AKSESORIS YA.
"Untuk meninggalkan alam ini, Tuan perlu mengumpulkan aksesoris."
"Aaah...." Liu jadi paham sekarang. Ternyata begitu ya/
Tunggu, apa?
"Aksesoris?" Liu baru mendengarnya dari sang dewi.
Dewi mengangguk kecil, dan akhirnya menjelaskannya dengan lebih detail.
Liu begitu serius mendengarnya sampai raut wajahnya pun jadi agak menyeramkan.
"Tuan perlu mengumpulkan aksesoris dewa yang lainnya." Sang dewi menutup penjelasannya dengan mengatakan hal yang lama lagi.
'Kalau begitu sama kayak ngumpulin kunci di alam dewa sebelumnya ya?'
[Bisa dibilang seperti itu Tuan]
Well, itu nggak bikin pusing-pusing amat sih.
Liu jadi punya gambaran super jelas apa yang harus dilakukannya sekarang.
Liu terdiam, ia masih belum menerima kalung dari sang dewi. "Dewi yakin?"
Liu sulit percaya dewi memberikan benda penting ini dengan percuma.
Yah kalau ia harus melalui berbagai tantangan dan bahkan bertarung sama dewi untuk mendapatkannya, itu masih masuk akal.
Tapi ini dikasih cuma-cuma lho.
Dewi tersenyum kecil, ia memegang tangannya dan memaksanya menerimanya. "Tuan sudah melalui banyak hal ya."
"...." Liu terdiam, ia kini memegang kalung sederhana pemberian dewi.
Jadi tak ada trik apapun?
[Tidak ada Tuan] Sistem tidak merasakan adanya tanda-tanda dewi akan menyerangnya.
"Aku tidak mau jadi dewi yang malang." Dewi tersenyum kecil.
"...." Sekarang ia penasaran kenapa dewi mengatakan hal itu.
Sring.
Kalung yang dipegangnya tiba-tiba bersinar, padahal Liu sama sekali tak melakukan apapun.
Liu terdiam, entah kenapa kalung ini seolah memberitahukan sesuatu padanya. Dan akhirnya ia mengerti kenapa dewi mengatakan hal itu.
"Dewi hebat, semangat!" Liu tersenyum lebar.
Sang dewi terdiam, ia menatap penuh arti. Pemuda itu sudah tahu apa yang dimaksukannya. "Semoga keberuntungan terus mengikuti Tuan."
Liu memakai kalung pemberian dewi dan menyembunyikannya dibalik pakaiannya, dan seketika itu juga tubuhnya bersinar terang dan perlahan menghilang.
Meninggalkan sang dewi yang terdiam dan tersenyum kecil. "Aku ternyata masih berguna."
***
Sementara Liu dikelilingi oleh cahaya putih, ia makin bisa merasakan perasaan sang dewi.
Ternyata dibalik raut wajah ramah dan sikap lembutnya tersimpan sebuah kesedihan yang mendalam.
Sang dewi mengalami krisis identitas yang cukup membuatnya terganggu, dirinya sempat bertanya-tanya kenapa bisa 'exist' di alam dewa ini.
Pasalnya dewa lain dianugerahi dengan posisi, dan tanggung jawab penting. Sedangkan dirinya? Hanya menjadi penjaga tumbuhan jamur saja.
Itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan dewa lain. Bahkan rekannya, Hua punya 'role' yang lebih bagus. Bunga lebih indah dan menarik dibanding jamur.
Namun pada akhirnya dibalik semua kelemahan dan problem yang dialaminya. Ia tetap dipercaya sebagai dewi pemegang aksesoris alam dewa tingkat menengah akhir.
Sebuah tanggung jawab besar untuk dewi dengan tugas rendah sepertinya. Namun dewi tetap melakukannya dan hanya itulah satu-satunya yang bisa dibanggakan.
Sang dewi jamur sudah percaya padanya, Liu harus menjawab kepercayaannya itu!
Liu perlahan membuka matanya. Kini ia siap untuk menghadapi apapun!
SSWUUSSHH!
"Oh." Liu sedang melayang di udara sekarang.
Entah dari ketinggian berapa, namun ia yakin nggak bakal cepet-cepet ketemu tanah.
[....] Sistem pikir tuannya bakal meronta, memangis dan tidak percaya, namun ternyata tetap tenang ya.
'Hmh. Jangan remehkan seorang karakter utama sistem.' Liu mengingatkan.
[Tapi Tuan bisa mati kalau sudah sampai bawah]
"...."
'WADUH!' Bahaya banget dong!
'EH SISTEM GIMANA DONG!?' Liu langsung panik.
[....] Nah panik juga.
Sistem hanya mengatakan kebenaran, dan terkadang harus dikatakan meski tidak enak.
[Nikmati saja momen ini selagi masih ada waktu Tuan] Yah setidaknya masih ada sisi positifnya.
"Bener juga." Liu jadi lebih tenang sekarang.
Yah ini pertama kalinya ia sky-diving, jadi kenapa harus mikirin yang lain?
Liu melebarkan tangan dan kakinya, berteriak, membebaskan semua yang ada padanya.
Dan setelah berapa lama Liu akhirnya bisa melihat dataran juga. Dan sadar waktunya sudah tiba.
[....] Sistem terkesan tuannya bisa menerima apa adanya.
DBUM!
PATS!
"Hah!" Liu membuka matanya, ia terbaring diantara celah tanah yang cukup dalam.
'Nggak mati?' Liu pikir hidupnya berakhir setelah jatuh dari langit.
[Sistem hanya bercanda Tuan] Mana mungkin sistem membiarkan tuannya begitu saja.
"O-oh." Padahal Liu menganggapnya serius. Yah ia kepikiran sistem nggak bisa nolong gara-gara dengan alasan yang tak bisa dijelaskan.
Namun syukurlah ia masih bisa melihat langit.
Liu bangkit dan debu tanah menghalangi pandangannya. Tadi benturannya lumayan keras juga sih.
"Wah." Tak butuh waktu lama Liu akhirnya bisa melihat sedang dimana ia sekarang.
Ia berada di tepi laut.
__ADS_1
"Pantai?" Pemandangan ini mengingatkannya pada pertemuannya dewi pantai. Yah melihat pantai indah lagi memang menenangkan.