
'JANGAN BILANG....' Liu terdiam, satu-satunya alasan kenapa musuhnya terlihat kesal begitu....
SERANGANNYA BERHASIL!?
[....] Sistem terdiam, meski lama, akhirnya tuannya sadar juga.
BUKANNYA IBU ITU KUAT BANGET YA!?
Mengingat dia sudah mengalahkan banyak dewa, dibandingkan dirinya yang masih level 37, tentulah perbedaan kekuatannya jauh!
Tapi kenapa serangannya bisa mempan begitu ya?
Mungkin hanya keberuntungan?
Apa dewi sudah memberinya buff luck? Bisa jadi seperti itu!
Berkah dewi menyertainya dan akhirnya serangannya pun membuahkan hasil, yeah!
[....] Sistem terdiam, padahal ini murni kekuatan tuannya sendiri, tapi ya sudahlah.
Lawannya kena mental, ini permulaan yang bagus!
Tak sia-sia ia mengembangkan teknik fisik ini di waktu luangnya. Kini ia bisa berbangga akan hasil yang dicapainya!
HJUSH!!!
Xiuying tak menyangka dengan kenyataan pahit ini. Dirinya sudah sudah mengalahkabb dewa dan menunjukkan terornya harus terhenti karena pemuda ingusan yang tiba-tiba datang.
Terkadang kenyataan memang tidak sesuai harapan, Liu tahu artinya, ia bisa merasakan amarah dari sorot mata musuhnya.
"BAIKLAH BU HENTIKAN PERBUATANMU!" Liu masih berusaha bicara dengan musuhnya ini.
Ia tidak mau melihat robekan yang lain, maka dari itu ibu sesat itu harus berhenti!
"Ha ... hahaha...." Xiuying tertunduk dan tertawa kecil.
"?" Liu terdiam, reaksi begini biasanya datang ketika seorang benar-benar di puncak emosinya.
Kalau perkataan tidak sampai, maka ada satu cara lagi ... PERBUATAN!
HUSH!
Xiuying melesat cepat, menyerang dengan segenap kekuatan Qi hitam miliknya!
DBUUUUMMMMM!!
HUUUUUUSSSHHHHHH!!
TRAAANGGGG!
Seektika itu juga mereka adu pedang, Liu dengan pedang Qi biru dan musuhnya dengan pedang Qi gelap.
SWWUUSHH!
TRANG!
Sring!
Liu menatap tajam, akhirnya aksi lain selain serangan fisik!
Pastilah yang lain bosan dengan teknik fisik yang itu-itu saja, kini waktunya untuk menyegarkan suasana!
SRRRIIIKKK....
Kedua pedang aura itu bergesekan satu sama lain, membuat suara yang tak menyenangkan.
"...." Yahuan bertumpu dengan lututnya, kini tubuhnya sudah lebih kuat.
Namun tak disangka ia sudah semakin berjarak dengan kedua makhluk yang sedang bertarung itu.
Padahal ia sama sekali tidak menggerakkan tubuhnya untuk menjauh.
Tidak disangka menjadi saksi pertarungan bisa sesulit ini.
Yahuan menguatkan tekadnya, kalau ia tidak bisa membantu pemuda itu, setidaknya ia jangan mati dahulu!
TRAANGGGG!!!
Berbagai teknik pedang memukau ditunjukan, dan bagi yang punya penglihatan super untuk melihat esensi keindahannya.
Yahuan sama sekali tidak bisa melihat apapun kecuali kilatan-kilatan cahaya, meski ia makhluk setengah dewa, namun kemampuannya masih belumlah mumpuni untuk bisa melihat pertarungan dengan jelas.
Ia hanya bisa berharap pemuda itu bisa melakukan urusannya!
"Seni Pedang: Ombak Naga Air!"
SSWUUUSHSHHH!
Liu memutar tubuhnya kencang, layaknya gasing dan aura Qi berbentuk naga keren tercipta disekitaran pedang aura birunya itu!
Perlu butuh banyak tenaga dalam untuk merubah bentuk serangannya itu, dan akhirnya ditujunjukkan juga sekarang!
"Seni Pedang: Teknik Dasar." Xiuying menangani ini dengan santai, nama jurusnya tidak keren sama sakali.
"GROOA!" Serangan aliran pedang naga air Lu bersuara seolah benar-benar ada makhluk beneran. Padahal hanya ilusi suara saja.
DDDBUMMM!!!
Xiuying maju dengan minimalisnya, tekniknya tidak terlalu memanjakan mata. Namun sebenarnya kekuatannya tidak bisa diragukan!
PSSSS!
Serangan pedang naga Liu hancur seketika itu juga....
'Hmph, pamer.' Xiuying tidak kesulitan menahan serangan begini. Ia sudah tahu teknik pengelolaan Qi efektif! Bukan tentang seberapa keren jurusnya, namun seberapa manjur tekniknya!
'!' Liu terdiam dengan wajah serius dan heran setelah tahu serangannya bisa dihentikan dengan mudah begini.
'****!' Dan mengumpat juga akhirnya.
SSSWUUUSSSHHH!
Energi Qi gelap musuhnya menyedot semua energi serangan pedangnya sampai tak bersisa.
'CURANG!' Liu protes dalam batinnya, yah sudah susah-susah ngumpulin kekuatan, eh malah disedot!
Pada akhirnya tidak peduli cara apa, kemenangan adalah satu-satunya hal yang dihitung. Tidak ada gunanya protes. Namun Liu merasa kurang, jadi protes sajalah.
HUUUUSSSHHHHH!
"Seni Pedang: Tebasan Pria Bandel." Xiuying menatap tajam dan langsung mengayunkan pedangnya lagi!
'!" Liu belum sempat menghindar, tubuhnya agak kaku akibat serangan skala besar tadi!
[Mengaktifkan pertahanan pria bandel]
__ADS_1
'TEKNIK APAAN!?' Kenapa nama jurusnya aneh begitu!?
SLASH!
"UGH!" Nggak bakal sempet ngehindar!
TRANG!
Serangan ibu sesat itu menghantam tubuhnya!
Raut wajah ibu sesat itu berubah, raut penuh ambisi menghilang tergantikan dengan ketidakpercayaan.
Bagaimana tidak serangannya itu harusnya membuat pemuda ini tumbang jadi dua!
Xiuying sudah mengerahkan tenaganya, dan seharusnya itu sudah lebih dari cukup!
Tapi kenapa?
Xiuying terdiam, sementara ia tetap mengeluarkan segenap kekuatannya.
Namun apa daya, setelah menambah kekuatannya, tetap saja seranganya tak berefek apa-apa.
'MANTAP JUGA SISTEM!' Liu jadi semangat!
[....] Sistem terdiam, jadi tuannya nggak marah dengan nama teknik tadi?
HUSSSH!
Lagi-lagi hempasan angin kuat tercipta! Kali ini datangnya dari Liu sendiri!
Sreeeett....
Ibu sesat itu tidak bisa menahan hempasan angin itu, meski tubuhnya sudah dipenuhi aura Qi gelap yang hebat.
SREET.
Dan akhirnya ibu sesat itu terhenti dan mereka pun terpisah jarak yang cukup jauh.
'Kenapa?' Xiuying tidak mengerti dan bertanya dalam batinnya.
Kenapa malah serangan penuh kekuatannya itu tidak mempan dan malah ia sendiri yang terhempas jauh begini?
Adalah bukan gaya seorang yang kuat ketika mereka terhempas seperti ini. Ini sama saja seperti penghinaan baginya!
Ia tidak pernah mengalami hal seperti ini, ia bisa dengan mudah mengalahkan para dewa!
Tapi kenapa pemuda ini malah?
Xiuying sedikit menggeram, kenapa pemuda ini begitu berbeda sejak terakhir kali bertemu?
Apa yang sudah dilaluinya selama ini?
Xiuying berusaha mengendalikan emosinya. Hal ini tidak masuk akal, pertahanannya tertembus dan serangan kuatnya tak menghasilkan apapun.
'OKE SISTEM BUATKU LEBIH BANDEL LAGI!' Disisi lain Liu sangat terpacu!
SSSHHHHH!
Liu mengeluarkan aura kekuatan yang lebih besar lagi! Sistem menjawab tekad dan semangatnya!
"...." Xiuying terdiam, pemuda itu bertambah kuat....
"Heh." Xiuying sedikit tersenyum, tak disangka pemuda ingusan ini malah jadi ancaman terbesar dalam rencananya ini.
Dengan begitu pasti tidak akan terjadi hal seperti ini, ia bisa dengan mudah mengacau alam dewa lebih banyak lagi.
Tapi tidak ada gunanya juga memikirkan itu sekarang. Ia tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah keputusannya.
Pemuda ini adalah ancaman yang lebih besar dari para dewa yang sudah dilawannya? Menggelikan sekali.
'KENA MENTAL?' Liu terdiam melihat ibu sesat itu tertawa lagi, yah yang pasti tawanya tidak membawa kehangatan sama sekali.
Sret.
Xiuying menatap tajam, ia tidak bisa meremehkan pemuda satu ini. "Kau akan mati di sini."
"...." Liu terdiam, perkataan musuhnya mengerikan, namun level ketahanan mentalnya sudah berbeda.
"Hukum antonim bisa berlaku bu," jawab Liu pelan namun tegas.
Di posisinya yang di atas angin, Liu tidak mau terbawa suasana dan membuat musuhnya untung.
Keberuntungannya di awal memberi energi positif. Ini adalah satu kesempatan baik untuk menghentikan musuh utamanya. Sekali untuk selamanya!
HUSH!
Liu dan Xiuying maju bersamaan! Dengan penuh tekad dan keyakinan yang berlawanan satu sama lain!
"MATILAAH!" Xiuying dengan cepat berkelit dan melancarkan serangan kursi takdir kegelapan!
"MAAF SAJA YAAA!" Liu pun menggunakan aura kekuatan, palu penghakiman biru ada di tangannya!
BUASSDGGHHHH!
***
Di sisi lain, di tempat dan waktu yang sama.
"WHAA!" Yahuan terhempas jauh, bahkan lebih jauh dari yang bisa dipikirkan!
'A- APA YANG?' Yahuan merasa tubuhnya melayang dengan kecepatan yang tidak masuk akal!
Ia tahu ini akibat pertarungan kedua makhluk tadi, tapi kenapa sekarang efeknya sampai seperti ini!?
Yahuan tak bisa menyembunyikan raut wajah paniknya.Ia tahu pertarungan pasti akan berjalan makin alot dan pada akhirnya ia tidak bisa berdiri dengan kaki sendiri lagi.
Ia terhempas sih.
SSSWWUWUUSHHHH!
Aura kekuatan merah pada tubuhnya makin menguat, berusaha untuk keluar dari situasi ini.
Yahuan berusaha mengeluarkan tenaganya juga. Namun pada akhirnya ia tetap terhempas kencang juga.
"...." Satu-satunya kesempatan untuk membuktikan dirinya telah lalu, ia tidak bisa membantu dan tidak bisa jadi saksi pula.
'Kenapa aku...?' Yahuan bertanya ke dalam batinnya sendiri, tidak mengerti kenapa ia tidak bisa melakukan hal benar.
Sudah sejauh ini ia tidak membantu apapun. Tidak kuasa berhadapan dengan musuh pemuda itu juga.
Tidak bisa mengikuti jejak kakaknya dan menjadi kuat.
Sekarang ia terhempas cepat layaknya meteor ke tempat yang sama sekali tidak ia tahu.
Tidak bisa dipungkiri alasan kenapa ia bisa bertahan sampai sejauh ini adalah karena pemuda itu.
__ADS_1
Dia benar-benar peduli padanya dan bahkan melindunginya dengan kekuatan yang sangat besar.
Sedang ia sama sekali tidak berguna baginya. Sungguhlah pertukaran yang tidak menguntungkan.
Alasan sebenarnya kenapa ia ingin bersamanya adalah....
'Aku egois.' Yahuan menyadarinya. Ia sudah menipu pemuda itu dengan alasan 'ingin menolong kakaknya' yang pada kenyataannya ia melakukannya untuk diri sendiri.
Ia iri dengan pencapaian kakaknya dan berharap suatu saat bisa bersanding dengannya.
Namun ia tidak bisa....
Kakaknya sudah terlalu jauh meninggalkannya. Dan bahkan meski ia emosi saat kakaknya tiada, namun itu hanyalah kepalsuan belaka.
Semua usahanya gagal dan ia sama sekali tidak bisa menjadi 'senjata pusaka' bagi dewa.
Ia terlalu lemah dan tidak ada yang mempedulikannya.
Menjadi makhluk setengah dewa berarti satu tujuan, namun ia sama sekali tidak bisa menggapainya.
Bertemu dengan pemuda itu memberinya harapan baru, dan itulah kenyataannya. Ia bisa melihat hal-hal yang tidak bisa ia lihat sendiri.
Meski dengan harga yang mahal, hukuman dewa menantinya atas perbuatan semena-mena yang dilakukannya.
Namun Yahuan tidak masalah dengan itu, toh dari awal ia tidak bisa memenuhi tujuannya. Ia tidak keberatan memakai cara 'curang' dan akhirnya mengikuti pemuda ini.
Hanya untuk merasakan bagaimana rasanya jadi makhluk setengah dewa yang sesungguhnya.
Tanpa terasa Yahuan meneteskan air matanya. Perasaannya memuncak dan bahkan sampai menyalahi takdirnya sendiri sebagai makhluk setengah dewa yang minim emosi.
***
"HRYAAAA!" Liu teriak brutal, ia benar-benar tidak main-main! Inilah pertarungan penentu yang selama ini ditunggu-tunggu!
"HM!" Xiuying lebih kalem, namun pada kenyataan ia juga serius.
Berbagai bentuk benda sudah mereka keluarkan mulai dari kursi, palu, bahkan sampai mobil dan pesawat terbang.
Mereka bermain-main dengan aura kekuatan sendiri!
Ini akan menentukan siapa yang terkuat diantara mereka!
Tidak banyak hal yang bisa dijelaskan karena pertarungan mereka sudah tidak jelas.
Adu kekuatan Qi yang benar-benar brutal.
[....] Sistem tak menyangka pertarungan ini berlangsung begini.
Yang pasti sistem bisa merasakan semangat Tuannya yang membara.
Inilah pertarungan penentu. Satu-satunya kesempatan dimana tuannya bisa mengalahkan ibu sesat itu.
Sistem prediksi musuh akan lebih sulit ditemukan dan dikalahkan jika kesempatan ini berlalu. Maka dari itu sistem terus mendukung tuannya.
"!" Liu terlihat serius, dipikirannya tidak ada hal lain selain mengalahkan ibu sesat itu.
Tidak peduli sekuat apapun musuhnya, selama ia punya tekad, maka masih ada kesempatan untuk melakukan sesuatu!
Liu sadar dari awal, ia tidak berharap apapun pada pertarungan ini mengingat perbedaan kekuatan mereka. Namun semuanya berubah ketika keberuntungan mengawali jalannya.
Selama masih ada tekad, maka itulah yang akan memberinya kekuatan untuk meng-klaim apa yang jadi tujuannya!
SRING!
DUAGH!
BRAGH!
Tap.
Liu sedikit terhempas ke belakang, dan terlihat terengah-engah.
"Khaaa ... haah...." Liu berusaha mengatur nafasnya. Setelah semangat akhirnya capek juga.
Sementara itu di sisi lain, Xiuying terlihat masih berdiri tegap dengan sorot mata tajam. energi Qi-nya masih lebih stabil dibanding dengan Liu.
Xiuying terdiam, tadi cukup banyak hal yang terjadi.
Adalah hal yang wajar kalau pemuda itu kelelahan setelah meladeninya.
Xiuying melihat pakaiannya kembali, kini robekan disana-sini, menunjukkan lebih banyak kulitnya lagi.
Tapi yah tidak buruk, kini ia lebih kelihatan menarik dari yang sebelumnya, setidaknya ia masih bisa menunjukkan pesona ke-mudaan-nya.
"...." Pertahanannya sudah diobrak-abrik oleh pemuda satu ini.
Dan akhirnya angin segar pun berpihak padanya.
Energi pemuda itu tidak stabil, kacau, tidak teratur. Yang akhirnya membuatnya harus bertumpu dengan lututnya.
Xiuying tidak main-main, dan inilah hasilnya. Pemuda itu akhirnya tumbang, kini ia selangkah lebih dekat lagi dengan tujuannya.
Tap.
Xiuying perlahan mendekati pemuda itu.
"Ugh." Liu berusaha menenangkan dirinya, saking semangatnya ia sampai mengabaikan batas dirinya sendiri.
[Kondisi darurat....] Tidak bisa dipungkiri itu karena sistem menjawab tekadnya.
Sistem membiarkan Liu beraksi melebihi batas tubuhnya sendiri, dan di saat bersamaan berusaha mempertahankan kondisi tubuh tuannya.
Bahkan untuk ukuran sistem, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Pertarungan sebelumnya terlalu menguras tenaga dan pada akhirnya sistem dan tuannya melewati batas mereka.
Dan sekarang musuhnya berjalan pelan dengan tatapan tajam padanya.
'A- aku....' Liu terdiam, tubuhnya bergetar. Ia sudah sampai batasnya.
Tekadnya masih berkobar, namun ia tak memiliki kekuatan lagi untuk merealisasikannya.
Pada akhirnya kenyataan tetaplah kenyataan. Adalah hal yang luar biasa Liu bisa sampai di sini.
Rencana awalnya untuk grinding malah berubah dengan menghadapi boss secara langsung.
Tentulah Liu tidak bisa mengharapkan apapun karena ia sama sekali belum mempersiapkan diri.
Usaha dan tekadnya sebelumnya tidak sia-sia. Ia bisa memberikan perlawanan bagus pada sang ibu sesat ini.
Dan sekarang ibu sesat itu makin dekat dengannya.
Liu tidak memasang wajah menyedihkan ataupun meminta belas kasihan.
Ia tetap menunjukkan raut wajah penuh tekad dan percaya diri, meski tidak tahu apa yang harus diperbuat sekalipun!
__ADS_1