Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Alam Dewa Akhir Tingkat Menengah


__ADS_3

Arthur bukanlah tipe dewa yang suka mengulur-ngulur waktu, jadilah dia langsung menggunakan serangan yang sudah pasti akan melukainya.


Memang melukainya sih, namun tak seperti yang ia pikirkan.


Kemungkinan pemuda itu masih bisa berdiri setelah menerima serangannya adalah kecil.


Lebih masuk akal kalau pemuda itu terluka parah dan tidak bisa melanjutkan pertarungan lagi.


Namun perkiraannya meleset. Padahal sang dewa sudah yakin dengan dugaannya.


Pemuda itu berhasil mengejutkannya.


Sedikit lagi saja dia mengasah ilmu pedangnya, maka dia bisa mengatasi serangannya sepenuhnya.


Ddrr…


‘Si-al.’ Badannya kembali bergetar, keringat dingin mulai bercampur dengan lukanya, pandangannya sedikit kabur.


Ini beneran kurang bagus sih.


Satu teknik khusus sang dewa bisa membuatnya seperti ini.


‘Per … tarungan….’ Padahal pertarungan baru saja dimulai….


‘Astaga.’ Tubuhnya makin bergetar, kelesuan luar biasa datang padanya!


Liu berusaha mempertahankan posisinya, namun apa daya … lebih sulit dari dugaannya!


Inilah dia, sebuah akhir.


Liu bisa merasakannya.


Entah kenapa ia bisa belajar dari serangan indah dewa barusan.


Bahwa memang adalah keberuntungan ia masih bisa berdiri di sini.


Kedua matanya terlihat sayu dan kembali ke warna normalnya.


Perlahan Liu jatuh ke depan, tak sanggup berdiri di atas kaki sendiri.


Mungkin keren kalau ia masih bisa melanjutkan pertarungan ini. Namun apa daya memang inilah akhirnya.


Bahkan tekadnya masih belum cukup untuk membuatnya mengimbangi kemampuan dewa.


Dewa pedang terlalu kuat….


Pluk.


Tiba-tiba Arthur muncul dan menahan kejatuhannya.


“?” Liu masih sadar dan tak mengerti apa yang dilakukannya.


“Kau dapat hormatku, Xiao Liu.”


SRING.


Seketika itu juga cahaya menyilaukan tercipta….


*


“HAH!” Liu membuka matanya, dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Kenapa aku…?”


Ada di sini?


Area pekuburan luas ada di hadapannya.


Tapi ia harusnya masih bertarung dengan dewa pedang….


‘Uh.’ Liu memegang kepalanya, rasanya berat.


[Arthur mengakui kekuatan Tuan, Tuan]


“APA?” Liu terdiam, masa sih?


[Tuan tidak ingat?]


Liu berusaha mengingat kembali apa yang sudah terjadi.


“WAH!” Ia ingat dan terkaget juga!


Dewa pedang menahannya terjatuh dan sinar terang tiba-tiba muncul!


Tapi kenapa?


Liu belum mengerti. Padahal ia kalah dari beliau.


Kenapa malahan dibantu?


Bukankah harusnya ia gagal?


[Sepertinya dewa punya alasan sendiri Tuan]


‘….’ Liu setuju, memang kemungkinan itulah yang paling bisa terjadi.


Sang dewa menolongnya bahkan sesudah kekalahannya, sungguhlah tak disangka.


Liu pikir semua dewa yang dihadapinya akan benar-benar menghajarnya tanpa ampun.

__ADS_1


Namun ternyata tidak begitu.


Bahkan sang dewa mau merendahkan dirinya dan menolongnya.


Memang nggak disangka sih.


Dan tepat setelah dewa menolongnya, cahaya silau membawanya ke tempat ini.


APA IA SUDAH ADA DI ALAM KUBUR?


Yah mengingat tak ada hal lain yang bisa dilihatnya selain kuburan luas dan seolah tak berujung.


Sang dewa memang menolongnya, namun tetap saja ia tak memenuhi syarat untuk naik ke alam dewa tingkat selanjutnya.


Dan sekarang ia malah ada ditempat asing tanpa petunjuk apapun.


Mungkinkah ini konsekuensi dari kegagalannya memenuhi syarat tantangan dewa?


[Sepertinya bukan begitu Tuan]


‘Eh?’ Lantas gimana dong?


Sekarang ia terdampar di tempat asing dan tanpa tujuan. Kondisinya benar-benar tak menyenangkan sih.


Kalau saja ia lebih kuat mungkin bisa menyelesaikan tantangan dewa, tapi yah apa boleh buat.


[Alam Dewa Akhir Tingkat Menengah]


‘Nah.’ Kalau semua berjalan dengan lancar pasti ia bisa ada di tempat itu sekarang.


[Inilah tempatnya Tuan]


Nah, bahkan sistem pun ngebet ingin melangkah ke alam selanjutnya….


….


TUNGGU DULU.


‘MAKSUDNYA APA SISTEM?’


Dengan cepat sistem menjelaskan maksudnya.


‘FOR REAL!?’ Liu tak menyangka apa yang didengarnya. BOHONG AH!


[….]


Eh tapi sistem jarang bohong juga sih.


Liu terdiam, memang lebih mudah nggak percaya apa yang dijelaskan sistem, namun lagi-lagi sistem lah yang paling bisa dipercaya di sini!


“Jadi ini….” Liu mengosok matanya, namun pemandangan yang dilihatnya tak berubah sama sekali.


Masih tetap area pekuburan luas sepi….


Tapi yah dari awal pun ia dikejutkan dengan berbagai tempat yang dikunjunginya sih.


Ekspektasi berlebih adalah jalan lebar bagi kekecewaan.


OKE.


Kini terungkap sudah sang dewa pedang tetap membantunya berpindah alam, terlepas dari kekalahannya.


Husssh….


Belaian udara lembut terasa.


“PYUH.”


Liu bernafas lega.


Tempat sepi nan damai ini boleh juga ya.


Meski tak ada hal lain yang bisa dilihatnya selain pekuburan dan beberapa pohon tanpa daun, sejujurnya tempat ini menenangkan.


Tak ada kesuraman dan rasa takut yang bisa dirasa ketika berada di tempat seperti ini.


Ngomong-ngomong sekarang sudah malam.


Liu pakai mode malam agar bisa melihat semuanya dengan lebih jelas.


Apa perjalanan antar alam sejauh itu sampai waktu pun bergerak cepat?


[Lebih baik jangan dipikirkan Tuan]


‘Oh iya.’ Kebanyakan mikir lama-lama capek juga ya.


Tap.


Liu melangkahkan kakinya dan berjalan kemanapun langkah membawanya.


Yah ia tak punya petunjuk apapun, jadi hanya inilah yang bisa dilakukannya.


Sistem hanya bisa mengindetifikasi alam ini saja, dan bukan setiap area dimana mereka sedang berada.


[Maaf Tuan] Sistem belum bisa banyak membantu tuannya.


‘Dimaafkan.’ Tahu di alam mana mereka berada sudah cukup. Kini saatnya mengungkap tempat apa ini!


Dr…

__ADS_1


“?” Liu menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


Rasanya ia mendengar sesuatu deh.


Bukan angin atau suara ranting juga sih.


“HM.” Liu terdiam sementara sorot mata curiga mulai terlihat daripadanya.


‘GITU YA.’ Entah kenapa adrenalinnya memuncak sekarang.


Tempat ini bukanlah tempat yang damai.


Pendapatnya salah….


Membiarkan dirinya lengah sekaligus perasaan menipunya.


SWUSH.


Liu waspada, sementara sorot mata birunya makin tajam.


Perlahan namun pasti aura kebiruan menyelimuti tubuhnya.


“Tunjukkanlah dirimu wahai makhluk!” Liu berteriak keras seolah menantang.


Drrrr….


“!”


SELURUH TEMPAT INI MULAI BERGETAR!


Ini dia!


Nisan-nisan kuburan hancur, sementara energi misterius mulai terkumpul.


‘KOK KEK NGGAK ASING!?’ Liu ingat kejadian di alam monster!


Bdum!


“WAH!” Liu terhempas dan memegang nisan yang masih kokoh!


‘KUAT!’ Aura kekuatannya menghempaskannya dengan mudah!


Padahal ia sudah waspada!


[Tuan membuatnya marah]


‘BENARKAH!?’ Liu tak menyangka, tapi apa boleh buat juga sih.


Ia tak boleh buang-buang waktu, dan tak mau membuang waktu musuhnya juga!


DDDRRRR….


“WAW!” Liu terdiam, getaran dan pancaran energi yang hebat, ia kagum!


JADI BAKAL BERAPA BESAR LAWANNYA!?


Pasti sangat besar!


Dengan energi sekuat ini makhluk ini pasti jadi lawan terbesarnya!


SRRR…


Datanglah sosok makhluk yang menyebabkan semua ini dari dalam tanah.


“LHO?” Liu terdiam, ini tak sesuai perkiraannya sih.


Krek.


Sosok tengkorak polos muncul dihadapannya.


Semuanya sesuai dengan yang ia pikirkan, kecuali satu hal….


Tengkoraknya nggak sebesar perkiraannya sih.


Jadi beliau ini apa?


Kenapa ada makhluk yang sama dengan yang ada di alam monster?


[Terkadang kejutan terjadi dalam hidup Tuan]


‘….’ Iya juga sih.


Inilah kejutan yang tak disangka.


‘Uh.’ Meski penampilannya sederhana, namun tetap saja hawa kekuatan yang dipancarkannya sungguhlah besar.


Jauh lebih besar dari yang ada di alam monster.


Jangan menilai dari penampilannya, huh?


Sepertinya itu bisa diterapkan di keadaannya yang sekarang.


Jadi beliau ini apa? Dewa Tengkorak?


[Benar Tuan]


‘WAH!?’ Tebakan liarnya bener dong!


Yah Liu tak bisa berharap banyak tahu data musuh.

__ADS_1


Yang pasti dia lebih kuat dari dewa-dewi yang sebelumnya.


[Menampilkan status….]


__ADS_2