Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Aku Ingin Mencicipinya


__ADS_3

NGNGGGRRURUNG!


Dewi Xieye menyalakan gergaji mesin dengan penuh semangat dan gairah.


'SISTEM?' Liu jelas panik sekarang.


[Ya Tuan?]


'Lihat sikon dong.' Ketenangan sistem sudah kelewatan!


Masa bahaya di depan dibiarin aja sih?


Dewi mengangkat senjatanya ke atas. Jelas ini momen yang sama sekali tidak cocok dilihat anak-anak.


'YANG DIBAWAH DELAPAN BELAS TAHUN JANGAN LIHAT!' Liu sendiri merem, tak kuat menghadapi semua ini.


SSRRNGGG!


Tanpa basa-basi dewi langsung melakukan urusannya.


Dengan begini semuanya sudah berakhir....


BRAKKKKK!


Gergaji mesin mengerikan itu hancur seketika itu juga.


"WAAA!" Liu bergetar hebat di kursinya. Jelas mentalnya benar-benar terguncang.


'MATI AKU!'


"Yaaaah...." Dewi terdengar kecewa, yah gergaji mesinnya kini hancur tak berbentuk.


-Masih belum Tuan-


'HAH!?' Ada suara yang tak asing!


[Hmph]


'The Big Three!?' Liu sama sekali nggak nyangka!


Kini aura merah transparan menyelimuti seluruh tubuhnya. Sungguhlah pertolongan yang tepat waktu.


Entah apa jadinya kalau TBT nggak ada....


[HMPH]


'BUKAN SAATNYA BERANTEM KAN?' Napa tiap kali ketemu berantem mulu dah?


[Sistem juga bisa] Sistem tidak mau kalah ternyata.


"NGH!" Liu berusaha melepaskan dirinya, namun apa daya, ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan!


Bahkan dengan bantuan kekuatan TBT masih belum cukup juga!


Rantai yang mengikat tangan dan kakinya jelas bukan rantai biasa!


Dan pada kenyataannya adalah benar begitu.


Rantai yang mengikatnya adalah rantai spesial dari sang dewi darah sendiri.


Ini gawat sih. Tapi setidaknya ia masih bisa bertahan hidup.


"Hmmm...." Dewi sudah sibuk kembali memilih peralatan.


DEG.....


'OKE SISTEM INI MAKIN GAWAT.' Liu tak suka ini mengarah kemana.


[Sistem belum bisa membantu Tuan]


'LAH KATANYA TADI BISA.' Liu masih ingat pengakuan sistem barusan!


Yah tadi sistem hanya terpancing saja sih. Kenyataannya aura dewi benar-benar menghalanginya beraksi.


Sret.


"Naah~" Dewi sepertinya sudah menemukan perlatan yang cocok.


Tak butuh lama dewi kembali dengan pedang tipis super tajam.


SRING!


Begitu berkilau dan memancarkan energi yang lebih besar dari sebelumnya.


Semua peralatan dewi yang ada di sini memancarkan aura kekuatan yang hebat. Bahkan gergaji mesin tadi sekalipun.


Kini pedang tipis mengerikan sudah diangkat ke atas, dan jauh lebih kuat dari peralatan yang sebelumnya.


"Saatnya iris tipis-tipis~" Dewi berusaha mengendalikan dirinya, namun ekspresi buasnya tetap saja kelihatan mengerikan....


SWUSH!


Dewi langsung mengarahkan pedangnya! Tanpa basa-basi sekalipun!


TRANG!


KRAAAKK!


Pedang tipis tajam itu berubah jadi serpihan kecil-kecil yang tak berarti.


"!" Liu tak menyangka ia lagi-lagi bisa bertahan!


Aura kekuatan TBT membesar, jelas itulah sebabnya ia bisa bertahan.


"...." Dewi terdiam, ia terlihat tidak puas.


"Hmmm~" Dewi segera lagi mencari peralatan lain.


"...." INI KAPAN SELESAINYA?


-TBT akan melindungi Tuan-


[....] Entah kenapa sistem ingin ngomong, namun ditahan.


Yah Liu senang mendengarnya, namun bukan itu maksudnya.


Kenapa dewi begitu terobesesi dengan banyak senjata?


Tidakkah lebih baik kalau dewi langsung melakukan sesuatu padanya dengan kekuatannya sendiri?


[Dewi Xieye tidak akan berhenti sebelum ada pertumpahan darah Tuan]


"...." Liu paham, sesuai dengan namanya, dewi satu ini sepertinya haus darah.


JADI DEWI INI VAMPIRE?


[Beda lagi Tuan] Sistem beda pendapat.


Dugaan kuat kenapa dewi berbuat seperti ini adalah karena dewi enjoy melakukannya.


"Hm~ hm~" Dewi sedang asyik dengan urusannya.


Jadi begitu ya. Liu baru tahu ada dewi yang seperti ini.


Perbuatannya tidak cocok disebut sebagai dewi.


Namun lebih cocok disebut....


"Monster...."


"...." Dewi langsung terdiam, menghentikan kesibukannya.

__ADS_1


[....] Sistem tidak menyangka tuannya mengatakan hal seperti itu.


"Hm~ Hm~" Dewi melanjutkan kembali urusannya. Ia masih belum selesai menemukan peralatan yang pas.


NGGAK TERSINGGUNG?


Liu pikir dewi akan marah besar setelah ia mengeluarkan komentar seperti itu.


[Jangan memprovokasi Tuan] Sistem tidak setuju dengan apa yang dilakukan tuannya.


Liu tak peduli, ia hanya mengutarakan pendapatnya. Apa yang salah dengan itu?


Perlahan namun pasti bola mata Liu berubah jadi kemerahan.


Dan lagi aura kekuatannya yang transparan sudah mulai kelihatan.


Kini aura merah di sekujur tubuhnya bisa terlihat jelas.


Sistem terdiam, tidak biasanya tuannya mengatakan sesuatu tanpa berpikir panjang. Pasti ada sebabnya.


Yang pada kenyataannya memang benar begitu. Liu tidak merasa takut sama sekali. Tidak peduli apa perkataan dan perbuatannya nanti.


SRET.


"Nah~" Setelah sekian lama memilih. Dewi akhirnya selesai juga.


Kini ia sudah mempersiapkan rantai panjang di tangannya, dengan energi yang jauh lebih kuat dari dua barangnya sebelumnya.


'KAN RANTAI UDAH ADA.' Tangan dan kaki Liu masih terikat kencang dengan rantai. Liu heran kenapa dewi milih barang yang sama.


Bukan tanpa alasan dewi memilihnya, ia ternyata punya rencana cemerlang untuk membuat pemuda ini lebih remuk lagi,


'OIOIOI.' Liu terdiam, ia nggak mau dipasang rantai lagi. Benda ini jelas lebih bahaya dibanding yang lain!


Dewi masih bersiap, jelas ia menumpahkan segala kekuatan dan passionnya pada rantai ini. Memastikan apa yang akan dilakukannya tak akan gagal.


Sret.


"Ayo~" Dewi pun berbalik hendak melakukan urusannya.


"...." Namun ia tak melihat pemuda itu di kursinya.


Dewi terdiam, jelas ia tak terlihat senang. Perlahan ia berbalik dan pemuda itu sudah berdiri di sisi pintu.


Sorot matanya merah tajam, dan raut wajahnya serius pula.


"Kau jadi sama sepertiku." Dewi menatapnya juga, tak bisa dipungkiri warna mata  mereka memang mirip.


Liu terdiam, ia tiba-tiba bisa melepaskan diri dari rantai super kuat dewi. Pasti ada alasan masuk akal untuk menjelaskan semua itu.


[Tuan?] Sistem mendeteksi aura kekuatan monster benar-benar kuat dalam tubuh tuannya.


Benar. Itulah yang terjadi, Liu berhasil keluar dengan bantuan kekuatan monster yang ada dalam tubuhnya.


Kini terlihat jelas tak ada raut wajah main-main yang ada padanya.


Keseriusan yang begitu kental yang berbeda dari biasanya.


Sistem terdiam, tuannya sama sekali tidak merespon, padahal biasanya tuannya sering ngoceh dalam batinnya.


Sret.


Sang dewi darah menguatkan pegangan tangannya, sampai terdengar bunyi gemerisik rantai yang mengganggu. Dewi juga terbawa serius seiring dengan berjalannya waktu.


Liu masih terdiam, ia terlihat begitu tenang dan terkesan tak peduli dengan apa yang dilakukan lawannya. Tidak ada ketegangan sama sekali, padahal sebelum-sebelumnya ia begitu waspada terhadap sekitarnya.


HUSH!


Tanpa pikir panjang Xieye melesat sangat cepat! Dan langsung melancarkan serangannya!


"Rantai Ikatan Abadi." Dewi tersenyum kecil. Kali ini ia mengungkapkan nama jurusnya! Jelas ini bukan teknik kaleng-kaleng dong!


SSRKKKKK!


Ia tetap memandang serangan bahaya itu dengan tatapan dingin. Sungguhlah ketenangannya naik level sekarang.


SSRRK!


Serangan rantai dewi mengenainya dan langsung menyelimuti tubuhnya! Liu sama sekali tak melakukan apapun!


Apa yang sebenarnya dipikirkannya!? Kenapa ia membiarkan semua ini terjadi!?


"...." Xieye terdiam dan tersenyum kecil, ia kini hanya perlu meremukkan musuhnya dan menikmati darahnya. Jarang-jarang ia mendapat mangsa bagus seperti ini.


Ia sudah tahu akan identitas pemuda ini. Tahu pula dia adalah buronan kelas kakap dewa kematian sendiri.


Siapapun di alam dewa tahu yang menangkapnya akan dapat imbalan dari dewa kematian.


"Heh." Namun Xieye tak tertarik sama sekali. Ia hanya peduli pada darah dan ingin memuaskan dirinya.


Sudah lama ia tak menjalankan aksinya. Mencari mangsa tidaklah semudah yang dibayangkan.


Dewi sudah bosan dengan hewan-hewan yang berkeliaran di alam dewa. Ia ingin sesuatu yang lebih mewah lagi.


Dan inilah kesempatan emasnya. Tak ada mangsa lain yang lebih menarik dibanding incaran dewa kematian sendiri.


KKRRRTTTT!


Terdengar jelas suara rantai yang bergesekkan satu sama lain. Pemandangan ini sama sekali nyaman dilihat.


Sudah pasti sang karakter utama kewalahan menghadapi serangan dewi yang mengikatnya itu.


"Hm~ Hm~" Dewi dengan sabar menunggu sampai adanya tetesan darah yang keluar dari targetnya. Dan sampai sekarang masih belum juga.


KRK.


"?"


SRRRAANNGGG!!


Rantai yang mengikat pemuda itu langsung hancur begitu saja!


Dan Liu tak terlihat luka sama sekali! Sungguhlah momen yang tidak terduga!


Adegan ini disajikan dengan gerak lambat, makin terlihat keren dan epik saja.


"...." Dewi terdiam, ia tak terkejut dan tak pula senang. Ekspresinya lebih kepada netral saja.


"Hah." Xieye mendengus kecil.


Pluk... pluk...


Liu membersihkan pakaiannya serpihan rantai yang masih menempel padanya.


*


Momen ini cukup dingin bahkan untuk ukuran Xiao Liu.


Ia sama sekali tak butuh menghindar atau melakukan apapun untuk mengatasi serangan sang dewi darah.


Hanya berdiam diri saja semuanya sudah beres.


Xieye tak berharap banyak soal serangannya tadi, jadilah ia tak terlalu memikirkannya.


Padahal serangannya sebelumnya adalah serangan kuat yang bahkan bisa membuat makhluk sekelas dewa kewalahan.


Namun ternyata pemuda ini mampu mengatasinya, bahkan dengan tak melakukan apapun.


"Kau berbeda." Dewi merasakan perubahan yang cukup dratis dari pemuda ini.


Dewi tak tahu soal kekuatan aura merahnya. Namun kini ia tahu pemuda ini punya lebih dari satu jenis kekuatan.

__ADS_1


"...." Liu lagi-lagi tak merespon. Yang ada hanyalah raut wajah yang tambah lama tambah serius.


Sistem sudah beberapa kali menghubungi tuannya, namun hasilnya tidak seperti dugaannya.


Tuannya sama sekali tak merespon. Sudah jelas TBT yang jadi penyebabnya.


Harus diakui kekuatan monster di alam dewa berkerja berbeda. Liu kini bisa bertahan karena memang murni kekuatan tengkorak merahnya itu.


Sedang sistem harus berjuang lebih keras karena kekuatan dewi yang menahan kekuatannya. Jadilah sistem tidak belum bisa melakukan apapun untuk membantu tuannya.


HUSH!


Kali ini giliaran Liu yang maju! Ia melesat begitu cepat!


BRAAGH!


Xieye meladeninya dengan teknik fisik juga! Ia menghentikan pergerakan pemuda ini!


"Tinjuan Haus Darah."


HUSSSHHH!!!


Dengan cepat sang dewi melancarkan tekniknya yang lain! Rentetan pukulan yang didesain khusus untuk mengeliminasi lawannya! Sungguhlah bukan teknik fisik biasa!


SYAT SYUT!


Dengan cepat pula Liu menghindari rentetan pukulan yang sangat cepat itu. Gerakannya sangat lihai sampai-sampai belum ada satu pun serangan dewi yang masuk!


Tak ada hempasan angin yang super kencang, namun faktanya satu pukulan sang dewi bisa membuat lawannya jadi geprek! Sangat berbahaya dan mematikan!


Namun setelah beberapa lama berselang, tetap saja masih belum ada pukulannya yang masuk. Yang ada hanyalah pemuda itu kelihatan makin santai menghindarinya!


Jelas ini cukup aneh. Padahal Xieye sendiri meningkatkan kekuatannya dari waktu ke waktu. Seharusnya lawannya itu kerepotan dan kewalahan bukannya malah sebaliknya.


Namun Xieye sama sekali tak ambil pusing ia tetap melancarkan serangannya. Ia bukanlah tipe dewi yang dengan mudah menghentikan serangannya.


GREP!


HUSSH!


"!" Tak disangka Liu menghentikan pukulan dewi! Bahkan masih bisa menguap juga!


"...." Dewi tak menyangka ada yang bisa menghentikan pukulannya semudah ini.


Namun tak heran juga karena dia adalah seorang buronan tingkat atas, tentu kekuatannya juga tidak akan biasa-biasa saja.


HUSH!


Dewi sigap mundur seketika itu juga.


Liu terdiam, pergelangan tangannya berasap. Menunjukkan butuh tenaga yang kuat untuk menghentikan serangan dewi darah.


Bahkan sistem mengakui serangan dewi sangat berbahaya dan bisa mengakhiri semua dengan mudah. Namun tak disangka si TBT bisa menahannya.


Tanda tengkoraknya bercahaya dan perhatian dewi langsung tertuju pada hal itu.


"Hm." Tanda tengkorak mengerikan sekaligus keren. Bahkan dewi darah mengakuinya.


HUSH!


*


Tanpa pikir panjang Liu langsung maju lagi! Ia tidak mau membuang waktu!


Melesat sangat cepat, namun sang dewi masih bisa melihat gerakannya dengan jelas.


"Tinjuan Haus Darah Remastered."


"!" Dewi tak menyangka nama jurusnya mirip sepertinya! Bukankah itu plagiat namanya!?


SSWWUHSH!


BUAGHGHH!!!


Tanpa banyak drama, satu pukulan mendarat mulus di wajah cantik sang dewi, yeah!


Ini jelas sulit dimengerti, padahal dewi bisa melihat arah serangannya, tapi kenapa malah tetap kena juga?


Xiuying berkelit dan melancarkan serangan balasan! Tendangannya sudah pasti kena di jarak sedekat ini!


SYUT!


"!" Namun kenyataannya tidak kena sama sekali! Pemuda itu bisa menghindarinya!


Apa itu dia lebih cepat darinya? Dewi tak menyangka, namun ia tak mundur!


Sret.


Dewi terdiam dan melihat ke sekitarnya, entah kenapa targetnya tidak ada di ruangan ini.


Mungkinkah dia kabur lewat pintu? Dewi tak yakin, ia sudah menginvestasikan sebagian besar kekuatannya dan memastikan korbannya tidak bisa kabur kemanapun.


Tapi kenapa malah pemuda itu tak ada di sini? Sudah seharusnya ada penjelasan yang masuk akal.


HUSH!


"!" Di atas!


Dengan sigap dewi back flip dan berhasil mengindari serangan injakan lawannya!


Tak disangka pemuda itu ternyata berbakat juga menyamarkan aura kekuatannya.


KRRK....


Lantai rumah langsung hancur seketika itu juga. Meski tak sampai membuat lubang besar, namun sebenarnya itu sudah menunjukkan seberapa besar kekuatannya sekarang.


Ruangan merah ini adalah ruangan spesial sang dewi darah, tempatnya bersenang-senang. Tentu karena ruangan ini penting Xieye harus memastikan ketahanannya.


Ruangan ini bisa meredam kekuatan makhluk lain dan sangat tahan terhadap serangan fisik, ataupun elemen Qi.


Namun untuk pertama kalinya setelah sekian lama ruangannya bisa rusak begini.


Dewi terlihat cemberut, ia tak suka melihat ruangan kesayangannya jadi seperti ini.


Butuh lebih dari sekedar usaha untuk memperbaikinya seperti semula.


[....] Sistem bisa merasakan aura kekuatan sang dewi bergejolak.


HSSSHH!


Perlahan namun pasti aura kekuatan dewi mulai terlihat, berwarna merah tentunya.


"Kita memang sama ya." Dewi tersenyum kecil, bukan senyum bahagia namun senyum penuh tekad dan ambisi, jelas dewi tak lagi menahan diri.


"...." Liu kembali membalasnya dengan tatapan masa bodohnya.


HUSH!


Dewi melesat dan melancarkan serangan fisik!


BUAGH!


BRRAAGHH!


Liu melakukan hal yang sama, kini ia bergulat dengan sang dewi.


Mereka saling membanting, mengunci, melempar, pose sumo dan lain sebagainya.


Sebuah definisi dari pertarungan fisik menghiasi kedua insan yang saling bertarung ini.


Tidak ada serangan Qi yang membombardir dan memanjakan mata. Namun sebenarnya setiap serangan fisik yang mereka lancarkan sama bahayanya dengan berbagai serangan yang besar itu.

__ADS_1


"Haaah ... haaah...." Tak lama kemudian terlihat dewi dengan keadaannya yang tak terlalu bagus.


__ADS_2