
Sring!
Tanpa basa basi Xiuying menciptakan lagi pedang aura hitam yang lebih kuat dari sebelumnya.
Aura ancaman dan ketakutan makin terasa padanya. Kini ia tidak menyembunyikan apapun lagi, kekuatannya yang mengerikan terasa jelas.
Liu masih berusaha agar tak jatuh, bahkan bertumpu dengan lututnya saja sudah sulit rasanya!
"Hah ... haah...." Liu seharusnya sudah terlihat menyedihkan, namun tekadnya masih terukir jelas diwajahnya, ia benar-benar seperti tokoh utama!
[Tokoh utama yang menyedihkan]
'KAMU MALAH!' Bukannya membantu malah ngehina!
Yah sistem tidak bisa berbuat banyak, tuannya masih sadar adalah keajaiban tersendiri.
Sistem sudah kewalahan menangani kesadaran tuannya, akan lebih baik kalau tuannya tidak sadarkan diri sekarang.
"Kau." Xiuying bersiap, sudah cukup dengan semua yang terjadi tadi, ia tidak berniat menghabiskan waktu lagi.
Liu terdiam, ia tidak bisa mengulang keberuntungannya di awal, kini ia di posisi tak menguntungkan
Liu sudah banyak baca kisah petualangan heroik, di sela-sela berbagai macam kitab yang dibacanya.
Inilah momen tokoh utama yang sebenarnya! Dimana tokoh utama mempertaruhkan apa yang dipercayainya!
Perjalanan tokoh utama tidak selalu mulus, ada naik dan turun, layaknya kehidupan pada umumnya.
Sebuah cerita tak akan menarik kalau tidak ada konflik. Konflik itulah yang membuat semuanya berjalan!
Liu tersenyum kecil, tidak ada gunanya mengumpat di saat sulit. Berpikir positif di situasi ini memang tantangan, namun itu lebih baik!
SRING!
Xiuying sudah mengangkat pedangnya, tak lama lagi semuanya akan berakhir.
Ia masih memberi kesempatan pada pemuda ini untuk mengatakan kata-kata terakhir. Namun setelah beberapa saat juga pemuda ini tetap saja menatapnya tajam.
Yah sudah jelas dia tidak punya sesuatu untuk dikatakan, toh membuka mulutnya saja sudah tidak bisa kan?
"...." Tidak bisa dipungkiri itulah kenyataannya, Liu memang sudah kehabisan tenaga bahkan untuk berkata-kata.
Namun batin dan pikirannya masih berfungsi sebagaimana mestinya.
'Jadi ini akhirnya, huh?' Liu terdiam, di saat begini ia tidak kehilangan tekadnya, padahal jelas-jelas musuh mau mengakhirinya.
'Jadi mana kilas baliknya?'
[Kilas balik apa Tuan?] Sistem tidak mengerti.
'Bukannya kita mau mati?'
[Oh ... mungkin sebentar lagi Tuan] Sistem tidak tahu soal ini, tuannya cukup tabah juga menghadapi momen ini. Sudah berpengalaman kah?
'MALAH SOK LUPA.' Liu kan tumbang dulu sebelum dapat sistem.
Meski tak langsung ke alam baka sih, mengingat Dewi Xinmu menyelamatkannya.
Jadi Liu tidak terlalu kaget mengalami situasi seperti ini.
Kejadian lama terulang kembali, huh?
Liu ingat bagaimana ia tumbang oleh sang ibu sesat, kali ini sejarah akan terulang kembali (sejarah hidupnya tentunya).
Liu perlahan menutup matanya. Mungkin terasa keren kalau ia memberi perlawanan terakhir, namun pada kenyataannya inilah batas kemampuannya.
SWWWUUUUSHH!
Xiuying mengayunkan pedangnya! Dengan ini berakhir sudah!
DEG!
Dan tiba-tiba dia berhenti!
Tipis sekali, hanya tinggal beberapa mili lagi pedangnya auranya mengenai leher Liu!
Liu masih menutup matanya, apa sekarang ia sudah tiba di alam baka?
"UKH." Raut wajah Xiuying berubah, ia terlihat tidak baik-baik saja!
'Ke- kenapa?' Ibu sesat tidak mengerti, tubuhnya jadi kaku tiba-tiba.
Padahal ia hampir memotong hidup pemuda ini! Mengakhiri semua kesusahan yang dialaminya!
Tapi kenapa malah!?
Xiuying berusaha menguatkan energi Qi-nya, namun hasilnya nihil.
Tubuhnya benar-benar kaku, dan pedang aura Qi-nya pun perlahan menghilang.
Ibu sesat itu terdiam, ia tak mengerti apa yang terjadi, baru pertama kali ia mengalami hal ini.
Padahal waktu bertarung dengan para dewa semuanya lancar-lancar saja, lantas kenapa sekarang malah seperti ini?
Xiuying menggunakan otaknya, berusaha mencari penyebab kenapa hal ini bisa terjadi.
Apa mungkin pemuda ini menggunakan suatu teknik?
'Tidak.' Xiuying menolak pendapat itu, bocah ini sudah tumbang dan tidak mungkin melakukan serangan kejutan apapun.
Itu berarti masalahnya tak terletak pada lawannya.
Mungkinkah para dewa melakukan sesuatu padanya sebelum dikalahkan?
Xiuying terdiam, jikalau ada sesuatu yang terjadi pada tubuhnya, tentu ia bisa langsung tahu. Namun hal ini terjadi tiba-tiba, kemungkinan besar para dewa bukan dalangnya juga.
Apa mungkin ia terlalu banyak memakai kekuatan?
Terlalu banyak dugaan yang muncul di kepalanya, namun Xiuying sama sekali tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya ini.
'SISTEM KITA SUDAH SAMPAI?' Liu masih menutup mata, ia tidak mau dikejutkan oleh sinar terang atau apapun.
Eh, kalau mati berarti sistemnya nggak bakal jawab ya, kan mereka sudah pisah. Liu baru sadar, tidak mungkin sistemnya menjawab.
[Apanya Tuan?]
'NGEJAWAB!?' Liu kaget, sistem masih bersamanya toh!?
'MUNGKIN HALUSINASI.' Bisa saja kepalanya tak beres. Ya ia sudah menggila melawan musuh utamanya sih, tak heran kalau terjadi hal begini.
[Sistem benar-benar bersama Tuan]
"HAH!?"
PATS!
Liu langsung membuka matanya!
Dan kenapa ia melihat dua gundukan di depan matanya!?
"WOW!"
HUSH!
__ADS_1
Liu langsung lompat mundur, tubuhnya tiba-tiba ada kekuatan!
"!?"
'IBU SESAT ITU!?' Liu tak percaya apa yang dilihatnya, seorang ibu dengan baju hitam ketat, tidak banyak kain yang menutupi tubuhnya.
Liu menutup matanya lagi, tak seharusnya ia melihat hal ini.
[Baru sadar?] Padahal sudah dari tadi.
"...." Xiuying tak punya waktu berurusan dengan pakaiannya. Ia masih berusaha keluar dari ke-kakuan tubuhnya!
'SISTEM KASIH SENSOR DONG!' Liu tak mau melihat yang tidak senonoh!
[Hm?] Bukannya tuannya suka yang beginian ya?
'KAMU JANGAN MIKIR MACAM-MACAM] Liu malah ingat insiden lama lagi!
[Mengaktifkan sensor ... sukses]
Liu membuka matanya lagi, sip ini sesuai harapannya.
Kini ia tak perlu khawatir gagal fokus melihat musuhnya, yah, selain kepalanya semuanya blur sih.
'EH TAPI NGGAK KELIHATAN LAGI NGAPAIN!' Liu terdiam, bisa saja musuhnya berlaku aneh-aneh!
[....] Jadi sebenarnya mau tuannya apa? Sistem tidak paham.
"...." Di sisi lain Xiuying belum juga berhasil mengatasi masalahnya.
Semua dugaan dikepalanya tidak ada gunanya karena tak memberi solusi sama sekali.
Liu terdiam, kini setelah fokus pada musuhnya, ia mendapat intisari yang bisa diambil.
Kenapa ibu sesat itu seolah sedang kesulitan? Dan tubuhnya bergetar namun tak bergerak sama sekali, terlihat jelas posenya seolah sedang mengayunkan pedang.
"!" Liu langsung tahu apa yang sebelumnya terjadi, ia belum pergi ke alam baka, melainkan serangan musuhnya terhenti!
Kok bisa sih?
'SISTEM?' Sistemnya pasti tahu apa yang sebenernya terjadi di sini!
[....] Sistem tidak merespon sama sekali, ia tidak bisa mengobrol santai.
Meski tadi sempat juga sih, namun kini ia harus benar-benar fokus memulihkan kondisi tuannya sendiri.
Liu terdiam, langsung ngerti sistemnya lagi tak bisa dijangkau.
Liu memasang wajah serius, akhirnya tiba saatnya juga ia harus memecahkan kasus ini sendiri.
Alasan kenapa ibu sesat itu tiba-tiba berhenti tak lain tak bukan adalah....
KARENA IA BERUNTUNG!
YA PASTI ITU ALASANNYA!
Keruntungannya di awal ternyata terulang, entah kenapa nyawanya masih belum melayang, ini keajaiban!
Tak ada dugaan rumit atau analisis belat-belit. Dewi Fortuna ternyata masih berpihak padanya!
[....] Sistem terdiam, bagus juga tuannya berpikiran seperti itu, sedikit bodoh, tapi itu memudahkannya memulihkan keadaan tuannya.
Mental tuannya juga berpengaruh besar dalam pemulihan tubuh.
'....' Liu terdiam, entah kenapa rasanya ada yang ngejek.
Setiap perbuatan pasti ada balasannya, dan itulah balasan karena berbuat jahat! Musuhnya kena karma!
Pada kenyataannya pendapat Liu tidak sepenuhnya salah. Ia memang beruntung, dan Xiuying mengalami hal yang tidak menyenangkan.
'....' Liu terdiam, yah itu pasti bagian dari keberuntungannya juga.
Kini ia merasa tubuhnya berat lagi, dan tidak bisa bergerak seluwes tadi.
[....] Sistem tahu alasannya, tapi lebih baik tetap jadi rahasia saja. Yang pasti ada hubungannya dengan apa yang tuannya lihat ketika membuka mata.
Shhh....
Angin energi kecil tercipta dari sang ibu sesat penakluk para dewa ini. Terlihat jelas bagaimana usahanya demi bisa bergerak lagi.
Namun hasil yang diharapkan belum terlihat juga.
Liu terdiam, setelah beberapa saat pemandangannya belum berubah juga. Ia masih menatap tajam dan memerhatikan gerak-gerik musuh utamanya.
Ia pikir ibu sesat itu akan kembali beraksi normal, namun ternyata tidak, seolah ada sesuatu yang menahannya.
"BAIKLAH BU! INILAH AKHIRNYA!" Liu membuka mulutnya, suara ketegasan nan penuh semangat ada padanya!
Xiuying terdiam, ia tak punya waktu mendengar bacotan begitu. Namun di sisi lain sadar ia masih belum bisa mengatasi problemnya.
'Jadi dia yang akan menyerang?'" Xiuying mengangkat kepalanya, menatap tajam. Tentulah ini jadi kesempatan yang bagus bagi pemuda ingusan itu.
Namun pemuda itu sama sekali tidak menyerang juga.
"Hmph." Xiuying terdiam, sepertinya ia tak perlu khawatir dengan serangan dalam jangka waktu dekat.
Pasalnya kekuatan Qi pemuda itu benar-benar kacau. Terlalu banyak hal yang harus dibenahi dalam diri pemuda itu. Tanda tengkorak biru di tangannya juga berkedap-kedip lemah.
HUSH!
"!"
Pemuda itu ada di hadapan wajahnya!
'Kenapa!?' Xiuying tak mengerti, jelas-jelas pemuda itu dalam kondisi yang tak stabil! Namun malah melesat cepat ke arahnya!
"BU." Liu terlihat serius, raut wajahnya muram. Ekspresi wajahnya sudah ada di level yang beda!
"!" Xiuying terdiam. 'Tanda tengkorak!?' Kenapa ada tanda tengkorak lain di tangan sebelahnya!?
Tanda tengkorak yang mirip, kekuatannya aneh, dan sedikit misterius.
'I ... ini!?' Xiuying familiar dengan rasa aura kekuatan ini!
Tak lain tak bukan adalah kekuatan 'The Big Three!'
Kenapa aura kekuatan monster terkuat ada padanya!?
Xiuying tak bisa menyembunyikan kekagetannya, pada akhirnya seprofesional apapun dirinya, tetap saja masih ada celah yang menunjukkan kekagetannya.
Ia tahu soal alam monster dari berbagai kitab, dan bahkan para dewa yang ia kalahkan.
Xiuying tahu ada kekacauan akibat serangan monster. Ia tak peduli dan hanya fokus pada urusannya saja.
Lantas apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa pemuda itu bisa memiliki hawa kekuatan Qi sebesar ini!?
Shhh....
Perlahan namun pasti tubuh Liu dipenuhi dengan aura Qi merah, dan tanda tengkorak merah yang ada pada tangannya makin menjalar ke seluruh tubuhnya.
Seperti tato dengan motif keren, penampilan Liu jauh lebih meyakinkan dan menegaskan keberadaannya sebagai pria sejati.
Dan jangan lupa aura Qi-nya yang besar dan agak mengerikan itu!
__ADS_1
[....] Sistem terdiam, ia tidak merencanakan hal ini sama sekali.
Di sela-sela kesibukannya memulihkan dalaman tuannya. Kekuatan lain tiba-tiba aktif begitu saja.
Bahkan Liu pun tidak sadar, dan kini sebagian besar perasaaan dan pikirannya diambil alih oleh sang kekuatan tengkorak merah ini.
Itulah sebabnya ekspresinya begitu muram dan nada suaranya jadi lebih berat.
-Akhirnya keluar juga, rasanya lega-
Suara berat terdengar, sistem bisa mendengarnya, jelas-jelas mereka dalam tubuh yang sama sih.
[Kau] Sistem tidak terdengar ramah. Pada akhirnya kekuatan 'tengkorak merah' menunjukkan dirinya juga.
-Ada apa?- Suara yang lebih berat itu terdengar heran.
[Jangan seenaknya mengambil alih tubuh tuanku] Sistem jarang terdengar serius, namun di kasus ini ia sama sekali tidak terima.
-Hm, cemburu?-
[....] Sistem tak menyangka monster satu ini menjengkelkan juga.
-Dia juga tuanku, kau tahu?-
Sistem terdiam, tak bisa dipungkiri tuannya bisa bergerak karena bantuan kekuatan monster satu ini.
[Ugh] Tidak seharusnya tuannya dapat hadiah dari penguasa alam monster. Sistem saja sudah cukup untuk melayani tuannya.
-Yakin?-
[....] Sistem terdiam, monster itu bisa tahu apa yang ia pikirkan, dan berlaku sebaliknya, mereka berada di tubuh yang sama sih.
[Jangan macam-macam dengan tuanku] Sistem terdengar serius.
-Haha, tenang saja- Untuk ukuran suara yang berat, gaya bicaranya cukup ringan juga.
"Waktumu habis." Liu menatap tajam, raut wajah tekad murni sudah tidak ada, yang ada hanyalah ekspresi intimidasi dengan tanpa belas kasihan.
'Dia berubah.' Xiuying terdiam, situasi berbalik begitu cepat.
Padahal ia yang hampir menang, dan sekarang pemuda itu yang malah jadi ancaman.
Xiuying terdiam, mentalnya tidak terpengaruh sama sekali oleh intimidasi pemuda ini. Ia berpengalaman melawan dewa.
Liu terdiam, ia tidak melihat ekpresi penyesalan dan permohonan ampun dari ibu satu ini.
Memang pantas mati makhluk tak sadar diri ini.
Liu mengangkat tangannya, seketika itu juga sejumlah besar kekuatan muncul di tangannya.
SRING!
Akhirnya sebuah pedang aura Qi merah kuat tercipta di tangannya. Kekuatan yang membuat siapapun jadi sadar dan ingin lari.
Namun tidak dengan Xiuying, yah, tidak dengan kondisinya saat ini.
Sang penakluk para dewa itu tidak paham dengan tubuhnya sendiri. Dan kini pedang Qi merah sudah terarah padanya.
Liu terdiam, ia tahu musuhnya masih bisa berkata-kata.
"...." Namun Xiuying sama sekali tidak mengatakan apapun selain sorot mata tajam, tak mau kalah dengan tatapan pemuda ini.
"Lenyaplah."
SWWUUSHHHH!
Liu mengayunkan pedang merah mengerikan miliknya!
Akhirnya ia berhasil menamatkan misinya, menghentikan ibu sesat ini sekali untuk selamanya!
DEG!
KRET!
Liu tiba-tiba berhenti di tengah aksi seriusnya itu!
Entah kenapa situasinya sama seperti tadi. Pedang aura Qi-nya hampir mengenai ibu sesat itu!
"Ukh." Liu terlihat seperti menahan sesuatu. Padahal sebelumnya raut wajahnya begitu muram dan garang, tapi sekarang tiba-tiba berbeda!
Ibu sesat musuhnya terdiam, ia merasa ada yang salah dengan pemuda ini.
-Kenapa....?-
'SI- SIAPA!?' Liu terdiam, itu bukan suara sistem!
Liu kaget sadar-sadar malah mau mengeksekusi orang! Itu mengerikan!
Dengan cepat suara berat itu menjelaskan dirinya.
'Kekuatan ... monster ... THE BIG THREE!?' Liu akhirnya paham!
Liu memang merasakan kekuatan aneh tepat ketika sadar dan melihat hal tidak senonoh awal tadi. Jadi kekuatan monster toh?
Kekuatan asing mengambil alih tubuhnya ... LAH KOK SAMA KAYAK KELAKUAN SISTEM-NYA SIH!?
Sistemnya juga kadang bandel dan ngambil alih kesadarannya. Lah sekarang malah nambah lagi.
-Bukankah misi Tuan mengakhiri ibu sesat ini? Kita hampir berhasil- The Big Three terdengar heran. Tapi nada herannya tidak terdengar saking berat suaranya itu.
Liu terdiam, rasanya aneh mendengar suara lain di kepalanya, dam sekarang suaranya berat dan mengerikan pula.
Liu mengambil nafas pendek, ia sudah punya pengalaman dengan sistem, jadi ia harus agak lebih santai.
Dengan lembut dan pelan Liu menjelaskan aturan dan larangan yang tidak boleh dilakukan oleh siapapun dan apapun yang ada dalam tubuhnya.
[Pilih kasih] Giliran sistem tuannya selalu marah.
'EH SISTEM KENAPA KAMU NGGAK BERHENTIIN AKU SIH!?'
[....] Baru saja nimbrung sudah dimarahin, nasib jadi sistem.
[Sistem sibuk Tuan] Sistem bekerja keras di balik layar, dan hasilnya apa? Meski begitu ia tetap berusaha melakukan tugasnya dengan baik.
Meski balasannya amarah sekalipun, sistem sudah terbiasa.
Dari sini fakta sudah jelas dan tak terbantahkan. SISTEM PUNYA PERASAAN.
[Harus berapa kali lagi diulang Tuan?] Apa tuannya tak punya hal lain untuk dipikirkan?
Yah usut punya usut, Liu ngelakuin ini agar sebagai cara agar sistemnya tak menyembunyikan apapun lagi. Mereka harus jujur satu sama lain.
-Maaf atas perbuatanku Tuan- The Big Three terdengar sedikit menyesal, ia pikir debut pertamanya ia akan membuat tuannya bangga dengan menghabisi musuh utamanya itu.
Yah Liu tak keberatan dengan inisiatif sih. Tapi bukan berarti Liu ingin benar-benar mengakhiri ibu sesat musuh utamanya itu.
Sret.
Liu menghilangkan pedang aura Qi merah, dan kemudian menatap ibu sesat dengan seksama.
'AKU HAMPIR JADI PEMBUNUH BERDARAH DINGIN.' Liu berusaha menghilangkan kegugupannya, dan ia sukses, dari luar ia berhasil mempertahankan profesionalismenya.
"Bu," ujar Liu lembut. Ia menekan kekuatannya.
__ADS_1
Xiuying terdiam, kenapa pemuda itu menghentikan aksinya?
Bukankah dari awal dia berniat mengambil nyawanya?