
"Wah!" Yahuan tidak percaya mereka malah bertarung begini!
Tapi apa daya, semuanya sudah dimulai dan tidak ada jalan mundur lagi!
Dengan cepat Liu mentransferkan tenaganya selagi mereka masih berpegangan tangan.
HUSH!
Hempasan anginnya tambah kuat!
Bahkan hanya mengayunkan senjatanya sedikit saja sudah begini. Inikah kekuatan prajurit penjaga gerbang?
"Heh." Liu tersenyum kecil, adrenalinya makin terpacu dan ia tertarik melihat apa yang akan terjadi.
Sret.
Liu akhirnya mendaratkan kakinya di tanah berbatuan. Ia tidak berencana terus terhempas.
Dan memang mereka sudah jauh terhempas juga sih.
"Nona?" Liu melihat ke samping, melihat keadaan nona yang bersamanya.
"Ah?" Yahuan tidak sadar apa yang barusan terjadi, yang pasti ia merasa tubuhnya dipenuhi kekuatan.
Sontak beragam pertanyaan pun muncul dalam benaknya, namun Yahuan tahu sekarang bukan tepat untuk menanyakannya.
Liu terdiam, tatapannya begitu serius, namun percaya diri disaat yang bersamaan.
SSHUH!
Kedua prajurit berzirah gagah itu datang dengan gaya, kekuatan mereka tidak main-main juga!
"...." Yahuan terdiam, tidak menyangka baru pertama kali datang malah sudah mengacau begini.
Yah masalah ini tidak lebih besar dari melawan dewa bukan? Cepat atau lambat pasti hal ini akan terjadi.
Namun entah kenapa ia merasa percaya diri. Padahal ia biasanya gugup ketika berhadapan dengan makhluk yang lebih kuat darinya.
"...." Kedua prajurit itu belum maju lagi, mereka lebih menunggu sekarang?
"Kenapa? Takut?" Liu berusaha menahan tawanya, kalau diam saja begini bosan dong.
HUSH!
Dan akhirnya salah satu prajurit itu maju!
Gerakannya begitu cepat terlepas dari tubuhnya yang besar itu!
BRAAAAGHHH!
HUSSSSSHHH!
Keduanya pun beradu, Liu berhasil menahan pergerakan prajurit zirah ini!
Yahuan dipaksa mundur karena hempasan energi yang kuat, bahkan ketika tubuhnya penuh kekuatan sekalipun!
"Pemberontak." Tiba-tiba dihadapannya muncul prajurit yang lain!
HUSH!
Serangan tombak langsung mengarah ke kepalanya!
'UKH!'
SYUT!
Namun Yahuan bisa menghindarinya! Cukup tipis!
'Cepat!' Yahuan berkelit cepat jaga jarak!
Tap.
"Kau, curang." Prajurit berzirah itu menatap tajam.
Yahuan terdiam, ia tahu jelas apa maksud penjaga ini.
Kekuatannya saat ini hanyalah pinjaman saja.
Kalau tanpa kekuatan ini sudah pasti serangan tadi berakhir buruk.
Yahuan terdiam, inilah akibat memaksakan diri ke alam dewa awal.
Tapi ia tidak punya pilihan lain, semuanya demi membantu pemuda itu saja.
Kenapa dia mau mengajaknya bahkan sampai meminjamkan kekuatannya?
SRING!
Yahuan terdiam, sorot matanya berubah tajam. "Aku tidak lemah!"
"...."
"Hmph." Prajurit itu menahan tawanya.
'Aku kuat!' Yahuan harus menjawab kepercayaan pemuda itu padanya!
HUSH!
Musuh besarnya maju lagi, Yahuan menguatkan tekadnya, ia bukan gadis lemah lagi!
***
BRAGH!
BUAGH!
Dengan lihai Liu mengatasi serangan prajurit besar itu.
__ADS_1
'Lumayan.' Liu meliuk-liuk menghindar dari serangan tombak musuhnya, serangannya itu terlihat lambat sekali.
Tapi yah itu lebih baik daripada tidak menyerang sama sekali.
Tahu serangan regulernya tidak membuahkan hasil, prajurit besar itu menghimpun tenaganya.
"Hoam." Liu masih sempat-sempatnya menguap, yah mau gimana lagi, ia mulai bosan sih.
"Tusukan Siksaan."
SYAT!
SYUT!
Serangan prajurit itu makin cepat, lebih cepat dari serangan biasanya tadi!
Liu terpacu, akhirnya bisa mengusir kebosanan juga!
"!" Prajurit itu terdiam, ia sudah mengerahkan teknik tusukan brutal yang bahkan bisa menumbangkan kebanyakan calon senjata dewa, tapi kenapa pemuda ini?
GREP!
Akhirnya Liu memegang tombak itu dengan kuat, perlu diakui lawannya tadi memang sedikit lebih cepat, namun kalau diteruskan bisa-bisa ia bosan lagi.
KRTTTT....
Prajurit itu berusaha menarik kembali senjatanya, namun entah kenapa ia tidak bisa melakukannya.
HUUUSSHSHH!
Aura kekuatan dan hempasan yang hebat muncul dari prajurit itu, mirip dengan yang dilakukan pemuda itu tadi!
Liu tersenyum kecil, yah bagus juga lawannya berusaha seperti ini.
"!" Sayangnya usaha yang dikeluarkannya itu tidak membuahkan hasil baik sih.
Tombaknya itu tetap tak bergeser sedikitpun! Kalau saja tidak pakai helm, sudah pasti raut wajah terkejut terlihat jelas di sini!
KREK....
TRANG!
HUSH!
Dengan cepat prajurit itu mundur! Ia tidak menyangka bakal terjadi hal seperti ini.
Hanya beberapa serangan saja senjatanya hancur tak berbentuk.
Liu memainkan kepalanya, agak sedikit pegal juga meliuk-liuk tadi.
"...." Prajurit berizirah terdiam, bukannya lawannya yang tangan kosong itu tumbang eh malah senjatanya yang jadi korban.
Padahal senjata tombaknya itu bukanlah sembarang senjata, melainkan senjata yang sangat ampuh mengatasi gangguan yang bisa saja terjadi.
Yang meski jarang terjadi juga sih. Tidak biasanya ada gangguan serius di alam dewa awal sebelum hari ini.
"Kami boleh masuk?" Liu menanyakannya dari jauh. Yah ia tidak keberatan menghentikan pertarungan di sini.
"Kematianlah yang menunggumu." Prajurit berzirah itu menatap tajam, suaranya terdengar mengerrikan.
Hanya satu hukuman untuk pengacau yang tidak mau tunduk perintah alam dewa, yaitu kematian itu sendiri.
"NGGGGHH...." Liu meregangkan badannya, sudah pasti tidak mudah meyakinkan para prajurit penjaga ini.
Shhhh....
[Mengambil alih....]
Perlahan namun pasti kekuatan Liu makin bertambah, dan di saat yang bersamaan sistem mengambil alih semua kesadaran tuannya sendiri.
[Rasanya sudah lama] Sistem tidak ingat kapan terakhir kali mengunjungi alam ini.
Mengingat dia adalah bagian dewa sebelumnya, seharusnya ia tahu satu dua hal, namun pada kenyataannya sistem benar-benar lupa.
Yah Dewi Xinmu bukan dewi yang senang berjalan-jalan di alam lain juga sih.
Dan kini pengetahuan sistem terbatas pada apa yang tuannya ketahui saja.
DBNBUMMMMMM!
Ledakan keras tiba-tiba muncul!
SYUT!
"Tuan." Sang gadis merah tiba-tiba datang di sampingnya.
"DIA!?" Prajurit berzirah tidak menyangka akan apa yang dilihatnya.
Bukannya perempuan itu sedang bertarung dengan rekannya yang lain?
Kalau dia ada di sini berarti?
"Cepat juga." Liu tersenyum kecil, malah ia yang belum menyelesaikan urusannya.
"Hm." Yahuan mengangguk kecil, ia langsung melihat tajam ke depan.
"...." Ada yang berbeda, begitulah kesan prajurit berzirah ini.
Perempuan lemah ini tiba-tiba punya kekuatan besar dan bahkan menumbangkan rekannya yang lain.
Mentransferkan kekuatan adalah kemampuan unik yang bahkan tidak dimiliki makhluk setengah dewa.
Lantas kenapa pemuda ini bisa melakukannya?
"Mana lagi kata-kata ancamanmu?" Liu menunggu kata-kata tak menyenangkan keluar lagi dari mulut prajurit berzirah ini.
Entah kenapa prajurit penjaga ini jadi tersindir.
__ADS_1
Kini ia hanya terdiam tidak melakukan sesuatu yang berarti.
Yah ia menganalisis keadaan di sini, fakta yang tidak terbantahkan rekannya sudah kalah, jadi apa yang bisa dilakukannya?
Aura ancaman yang kentara terasa dari pemuda ini.
"Apa aku saja?" Yahuan menawarkan untuk menyelesaikan semua ini.
"KALIAN HARUS MATI!"
HUSH!
Prajurit berzirah itu maju! Tidak peduli fakta rekannya sendiri sudah tumbang. Ia harus tetap menunaikan tugasnya dan menjaga keamanan alam dewa awal!
HUSH!
Yahuan maju, auranya terlihat berapi-api, ia benar-benar terlihat berbeda!
HUSH!
BRAGGHHH!
Tanpa perlu di dramatisir sekalipun, gadis berambut merah iu berhasil meninju lawannya! Dan bahkan sampai terhempas jauh sekali!
HUSSSH !
"Ukh..." Prajurit penjaga itu berusaha agar tidak terhempas jauh, namun apa daya, ia benar-benar tidak bisa menahan tubuhnya sendiri.
BRAGH!
BUM!
Alhasil tubuhnya terhenti tepat diantara kedua pintu besar bangunan gladiator, bahkan sampai membuat pintu kokoh itu jebol.
"...." Yahuan terdiam, raut wajah seriusnya perlahan berubah normal, entah kenapa ia sangat percaya diri dan gembira.
Dengan cepat Yahuan ke belakang dan langsung tos!
"Kita berhasil Tuan!" Yahuan melompat mencurahkan kegembirannya.
Liu terLiu tersenyum kecil. Dan seketika itu juga ekpresinya berubah.
'HAH!'
Liu terkaget dalam batinnya, kenapa rasanya time-skip lagi ya?
'SISTEM KAMU APA-APAAN!?' Sistemnya harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi!
[Selamat datang kembali Tuan]
'SELAMAT DATANG APANYA! KAMU BAJAK AKU YA!?' Kenapa sistemnya malah ngeles gitu!?
Dengan cepat sistem menjelaskan bahwa ini demi kebaikannya.
'KEBAIKAN APAAN!?' Rasanya aneh melihat time-skip!
Eh, tapi Liu tidak berakhir di tempat lain sih.
Jadi apa yang dikatakan sistemnya benar?
Yah sistem tidak punya pilihan lain selain melakukan ini, pasalnya baru-baru ini tuannya sudah mengeluarkan tenaga yang besar dan tentunya membuatnya lelah.
Sistem tidak mau melihat tuannya kelelahan dan akhirnya mengambil alih tubuhnya deh.
Alasan lainnya adalah karena sistem masih perlu beradaptasi lagi, dengan mengambil alih tubuh tuannya maka ia punya kebebasan untuk mengumpulkan kekuatan dan bahkan mentransferkannya ke makhluk lain dengan cepat.
'Jadi aku hanya pengganggu?' Liu terdiam, tak disangka sistem mengambil alih tubuhnya, kalau begitu ia bukan tokoh utamanya dong?
[Bukan begitu Tuan] Sistem tidak ada niatan untuk mengambil alih hidup tuannya, semua ini benar-benar demi kebaikan tuannya saja!
Dan lagi sistem tidak bisa terus-terusan mengambil alih tubuh tuannya, ada batasan yang sudah ditentukan oleh sang dewi.
'Ah, aku nggak guna.' Liu terdiam, ia sadar tanpa sistem bukanlah apa-apa dan kini sistem bisa melakukan apapun semaunya. Ia benar-benar kosong tidak berguna.
[TUAN JANGAN SEDIH BEGITU] Tuannya malah jadi sadboy!
[Sistem bukan apa-apa tanpa Tuan, sistem adalah kekuatan Tuan sendiri]
Entah kenapa perkataan sistem terdengar meyakinkan.
'BOHONG.' Bisa saja itu hanya mulut buaya sistemnya!
Ia bukanlah pria gampangan yang terbuai sama omongan manis!
[YA SUDAH KALAU TIDAK PERCAYA] Padahal sistem benar-benar serius mengatakannya.
'....' Liu terhening.
'KAMU EMANG PUNYA PERASAAN YA SISTEM!?' Marah itu bagian dari perasaan sih!
[Tuan tidak mau mengerti sih] Ya sistem harus memperjuangkan keyakinannya juga sih.
'....' Jadi sistemnya jujur?
Liu terdiam, yah ia memang agak gugup menghadapi situasi tadi sih, akhirnya ia paham apa yang dilakukan sistem memang bener-bener buat kebaikan dirinya.
'Jadi kamu tahu soal dunia ini sistem?' Berarti dulu kata sistem 'ia hanya tahu apa yang tuannya tahu' bohong dong?
[Sedikit Tuan, Tuan harus mencari tahu sendiri] Sistem tidak bisa banyak membantu.
Meski ia berasal dari dewa, namun memang ia benar-benar kehilangan semua info yang mungkin bisa membantu tuannya.
'....' Liu terdiam, ya kalau begitu ya sudah sih.
"Mari masuk Tuan." Dengan cepat Yahuan menarik tangannya dan berjalan masuk ke dalam bangunan besar itu.
***
__ADS_1