Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Pengecut?


__ADS_3

Liu terdiam, kok sistem bisa tahu sih?


-Sistem lebih peka Tuan- TBT mengakuinya juga.


‘OH!’ Pantas saja dong ya.


[Hmph] Sadar juga.


Yah bukan tanpa alasan juga TBT menyarankan diam sih, ia hanya tak bisa menjamin bisa melindungi tuannya kalau menyerang duluan.


Lebih mudah bertahan daripada menyerang di situasi tak menentu begini.


‘OKE.’ Liu paham dan tak tahu apa yang harus dilakukannya.


Ia ingin menuruti saran sistem, namun disisi lain tak mau merisikokan hal yang belum pasti juga.


Bisa jadi monster serigala itu merencanakan sesuatu yang lebih fatal lagi dan mengakhiri semua dengan cepat.


Namun berdiam diri saja tanpa melakukan apa-apa tak akan mengubah apapun juga.


Liu yakin dengan apa yang dikatakan sistemnya.


[Maju saja Tuan]


-Tunggu dulu Tuan-


‘….’ OKE, ia tak tahu harus menuruti yang mana.


[Sejak kapan kekuatan monster jadi pengecut?] Sistem heran.


-Jangan pikir kau tahu segalanya sistem-


‘….’ Oi, inilah yang tak diharapkannya.


Pertengkaran antar dua kekuatan dalam tubuhnya tak terhindarkan.


Sistem bersikukuh harus menyerang duluan, karena memang hanya itulah satu-satunya cara agar pertarungan berlangsung lagi.


Dan TBT punya insting kuat bahaya besar menanti tuannya kalau menyergap lebih dulu.


Liu tak bisa menilai yang mana yang lebih benar namun keputusan harus segera dibuat.


Apakah risiko besar akan worth it dengan apa yang akan terjadi nanti?


Ataukah lebih baik menunggu tanpa kepastian yang jelas?


Shhhh….


Perlahan namun pasti aura merah Liu menguat, sepertinya ia sudah membuat keputusannya.


*


Sementara itu di sisi lain, sang serigala terlihat santai saja sedari tadi. Ia tak beranjak kemanapun.


Seolah menunggu lawannya untuk menyerangnya, dan memang itulah yang dilakukannya.


Serigala putih raksasa itu tak mau repot-repot menyerang duluan.


Mau bagaimanapun juga pemuda itu tak akan bisa pergi dari tempat ini tanpa seizinnya.


Jadi cepat atau lambat lawannya pasti akan datang padanya.


SWUSH!


Dan benar saja dia beneran datang!


SANG TOKOH UTAMA AKHIRNYA MAJU DENGAN AURA KEKUATAN YANG SUNGGUH LEBIH BESAR DARI SEBELUMNYA!


“HYAH!” Dengan cepat Liu melancarkan rentetan serangan akrobatik memanjakan mata dan sulit ditebak!


WUUSSHH!!


Namun apa daya sang serigala raksasa itu tetap bisa menghindarinya dengan mudah seolah tahu persis arah serangannya!


Hal sama terulang kembali, begini juga keadaan pertarungan sesi pertama tadi.

__ADS_1


Namun Liu tetap menyerang dan tak menunjukkan tanda-tanda berhenti.


Ia tetap stay true dan berusaha melakukan yang terbaik!


Memang usahanya terlihat sia-sia dan belum membuahkan hasil, namun ia tetap melakukannya!


Serigala putih raksasa itu tetap meladeninya dan tak ganas seperti sebelumnya.


Ia tetap menerima serangan pemuda itu dan tak buru-buru membalasnya,


‘….’ Liu tak paham kenapa lawannya menahan diri, tapi maaf saja ia tak akan melakukan hal yang sama!


Baguslah keadaannya seperti ini, semoga dia terus menahan diri dan membiarkan dirinya kalah olehnya!


-Tidak begitu juga Tuan-


‘Oh iya,’ Mungkin harapannya ketinggian ya.


Tapi yah setidaknya masih ada harapan juga!


BUUMMM!!!


Liu terhempas kencang tepat setelah melancarkan semua serangan yang tak masuk itu.


Raut wajahnya terlihat serius sebagaimana mestinya, dan memang lebih serius dari awal.


[Nah] Kekhawatiran tuannya tidak terbukti sama sekali.


Memang terkadang ada masa dalam kehidupan ini dimana kita harus mengambil risiko dan tetap maju.


Liu terengah-engah, tak bisa dipungkiri ia memakai banyak kekuatan demi melancarkan serangan tadi.


“Haaah ….” Liu berusaha mengatur pernafasannya, entah kenapa ia merasa gawat.


‘GAWAT.’ Insting pertahanannya memuncak, entah kenapa ia seolah tahu apa yang akan terjadi.


‘AKU TAK MENYADARINYA.’ Liu tak bisa menahan kepanikannya, ia tahu apa yang direncanakan serigala mengerikan itu.


APA LAGI KALAU BUKAN MENUNGGU SAAT INI?


Pantas saja lawannya itu terlihat santai dan tak menganggapnya serius, ternyata ini momen yang dinantikannya ya!?


Kabut tebal kemali menutupi area ini, entah kenapa intensitasnya makin banyak dan makin mengganggu.


Tak hanya membuat sulit melihat namun juga sulit mendeteksi.


Instingnya jadi luntur juga, ini gawat sih.


Liu tak menyangka malah jadi seperti ini.


Serangannya tak membuahkan hasil dan malah tambah gawat.


Raut wajah percaya dirinya tetap ada namun tekadnya benar-benar diuji keras di sini.


Ia mempertanyakan akan aksinya tadi. Apakah sepandan dengan usaha yang dikeluarkannya?


Jawabannya sudah jelas, namun Liu tak mau jauh mikir.


[….] Memang tidak selamanya hasil sepadan dengan usaha yang dilakukan.


Itu kenyataan yang terkadang menyakitkan.


Apa tuannya menyesal sudah menuruti nasihatnya?


‘Jangan mikir aneh-aneh sistem.’ Entah kenapa rasanya ada emosi yang datang dari dirinya.


Ia tak menyesal dengan yang dilakukannya, ia hanya menunjukkan emosi manusiawinya.


SWUSH.


Aura kekuatannya masih membara, namun tak cukup kuat untuk bertahan dari serangan lawannya.


Bukannya sok tahu, namun itulah prediksinya.


“Haaah….” Liu berusaha tenang, inilah risiko sebenarnya.

__ADS_1


Tak lama lagi lawannya akan datang dan menyerangnya, itu sudah jelas akan terjadi.


Membayangkan bagaimana mengerikannya kekuatan lawannya tak membantu sama sekali.


Namun entah kenapa Liu tak tahan ingin memikirkannya juga sih.


Pikirannya otomatis mencari cara apa yang harus dilakukan di situasi ini


Padahal ia sendiri tahu tak ada yang bisa dilakukannya selain berdiam dan menunggu lawan datang.


…..


Liu dengan sabar menunggu lawannya datang, bisa kapanpun dan dari sudut manapun.


JENG JENG JRENG…..


Entah kenapa musik menegangkan makin intense, dan itu berbanding lurus dengan yang terjadi sekarang.


‘….’ Liu tak menurunkan kewaspadaannya namun entah kenapa anxiety mulai menyerang.


Rasa waspadanya perlahan berubah jadi kecemasan yang menganggunya.


‘Sial.’ Liu tak meyangka lawannya menyerang mental juga.


Lawannya berusaha membuatnya bingung dan makin lemah dengan semua ketidakpastian ini.


‘Boleh juga.’ Strateginya memang patut diapresiasi.


Liu berusaha tetap tenang. Serangan mental tak boleh dibiarkan begitu saja.


Shhh….


Pemulihan kekuatannya berjalan lambat. Liu sadar dan menerimanya.


Wah wajar saja sih mengingat begitu besarnya effort yang dikeluarkan di momen sebelumnya.


‘DIA ITU MAU MEMPERMAINKANKU YA!?’ Batinnya menjerit ditengah keseriusan ini.


[Ada apa Tuan?]


‘KOK NGGAK NYERANG-NYERANG SIH? MUMPUNG LAGI LEMAH NIH!’


[….] Sistem tak menyangka tuannya ingin diserang.


Yah Liu hanya berpikir realistis dari awal dan kenapa yang dipikirkannya belum kejadian juga?


Padahal ia sudah memprediksinya lho!


Yah memang ia bukan ahli memprediksi sesuatu, tapi bukankah apa yang dipikirkannya itu masuk akal?


[Tidak selalu yang dipikirkan itu kenyataan Tuan]


‘Apa?’ Entah kenapa perkataan sistem seolah membuka jendela yang tertutup dalam hatinya.


-Benar Tuan— TBT pun setuju, kali ini mereka tidak bersitegang.


‘Jadi aku salah?’ Liu terdiam, dugaanya meleset?


Tapi bagaimana mungkin? Padahal itulah hal paling masuk akal yang bisa terjadi.


Dan begitulah kenyataannya….


Di sisi lain di waktu yang sama sang serigala raksasa terdiam, namun tak lagi santai-santai seperti sebelumnya.


Raut wajah binatang itu terlihat serius, bahkan cukup berbeda dari yang sebelumnya.


Tak ada luka luar yang berarti padanya pasca gempuran serangan pemuda itu.


Namun bukan berarti dirinya baik-baik saja.


“….” Serigala raksasa terdiam seribu bahasa, dan jelas ada yang dipikirkannya.


Belum ada pergerakan sedikitpun darinya selama ini, padahal lawannya sudah dalam keadaan pas untuk diserang.


Sang serigala tahu, namun tak kunjung menggerakkan badannya juga.

__ADS_1


Percaya atau tidak, tubuh besarnya bergetar. Mungkin tidak terlihat jelas, namun itulah kenyataannya.


__ADS_2