
Namun Liu sadar, memikirkannya sekarang takkan membantu apa-apa sih. Yang ada malah menyumbang perasaan negatif seperti kecemasan dan ketakutan.
“Makhluk kuat sepertimu jangan terlalu merendah.” Sang serigala memberi masukan, dan itu terdengar serius.
‘KUAT DARIMANA?’ Levelnya aja nggak naik-naik.
[….] Entah kenapa sistem merasa disalahkan.
Tapi yah sedikit kepercayaan diri tak akan menyakitkan juga sih.
Liu mencoba melihatnya dari sudut pandang lain, dan ternyata tidak seburuk dan semenakutkan yang dikira.
Keberadaannya di sini bukanlah main-main dan semuanya adalah hasil dari perjuangannya selama ini.
Jadi kenapa ia harus memikirkan hal yang melemahkan? Lebih baik percaya pada kemampuan dirinya.
“Pyuh….” Liu merasa lebih tenang.
“Ahaha, terima kasih bu.” Liu menggaruk kepalanya, tak menyangka bakal disemangati serigala suara wanita begini.
“BU?” Serigala putih itu terdengar tidak senang dan kini menggeram.
‘AH.’ Apa ia salah ngomong? Liu yakin panggilan itu lebih ramah ketimbang menyebutnya ‘monster’.
Entah kenapa situasi jadi tegang dan Liu merasakan ancaman menguat.
‘OIOI.’ Liu tak senang ini mengarah kemana.
Kenapa malah jadi tegang begini? Ia tak bermaksud mengejek atau apapun, suer!
Liu terdiam dan mendengar geraman-geraman mengerikan, ia seharusnya tahu hal ini bisa saja terjadi, namun tetap saja rasanya mendadak.
SUWSH….
Kekuatan monsternya menguat juga, TBT tak mau mengambil risiko, pertarungan bisa dilanjut mendadak.
Namun setelah beberapa saat pun belum ada pergerakan siapapun.
“Ah, maaf aku terbawa suasana.” Makhluk besar itu berhenti menggeram dan tak lagi menatap tajam.
“Oh?” Liu pikir bakal lanjut lagi, ia sudah siap sih.
White Wolf terdiam, makhluk satu ini memang agak punya masalah dengan emosinya.
Sia-sia saja melanjutkan pertarungan dengan makhluk yang lebih kuat darinya.
APA PANGGIL MONSTER SAJA GITU?
Yah Liu tak mau membuatnya marah lagi sih.
[Ide bagus Tuan]
Oke nggak jadi.
“Santai saja, dan mendekatlah.” Sang serigala itu tidak mau bicara keras-keras.
Yang pada kenyataannya suara normalnya cukup keras juga sih.
Liu menurutinya karena tak merasa hawa bahaya dan nona serigala ini bisa dipercaya.
Liu akhirnya duduk berdekatan, serigala putih pun memulai sesi bicara panjang lebarnya.
….
Liu memerhatikan apa yang dikatakannya dengan serius, yah kalau menutup matanya ia takkan mengira yang bicara adalah serigala putih raksasa.
__ADS_1
Suara lembut dan halusnya enak didengar lama-lama, dan akhirnya selesailah penjelasannya.
“Nggh….” Liu menutup matanya dan meringkuk rasanya hangat dan nyaman.
“….” White Wolf tidak mengira pemuda ini akan sedekat ini dengannya, dan yah ia tidak mau mengganggunya istirahatnya juga.
Liu terlelap ditengah informasi penting yang harus didengarkannya.
Tapi yah ini bukan masalah besar juga, lagipula semua yang dikatakan tadi lagi-lagi hanyalah prosedur belaka. Mau tidak mau ia harus mengatakannya pada pendatang baru. Dan kali ini bukan sembarang pendatang baru.
White Wolf pikir pemuda ini akan bosan mendengar penjelasan panjang lebarnya dan ingin segera melanjutkan perjalanan kembali, namun malah tidur.
Terlihatlah raut wajah lelah. Yah pastilah perjalanan ke sini memakan waktu dan jarang dapat kesempatan istirahat.
Bahkan untuk ukuran makhluk kuat sepertinya, istirahat masihlah elemen penting yang tidak bisa dilupakan.
Sang serigala menggeram kecil, tak mengerikan namun terdengar nyaman. Yah tidak buruk juga sekali dalam sekian lama ditemani pendatang seperti ini.
Waktu terus berlalu dan perlahan Liu membuka matanya.
“Uh.” Rasanya ia sudah tidur lama, ia tak sadar.
“?” Entah kenapa rasanya kepalanya dipangku, padahal ia yakin tidur begitu saja.
Liu membalikkan kepalanya, setelah beberapa saat ia akhirnya bisa melihat jelas.
“Sudah bangun?” Sosok wanita cantik berambut putih tersenyum padanya.
Aaaah, ada orang lain toh di sini?
Perlahan Liu bangun dan memegang kepalanya, ia tak manyangka bakal tidur sih.
“Hm.” Perempuan cantik berambut putih panjang itu tersenyum kecil seolah menyambut kebangunan pemuda ini.
….
TUNGGU DULU.
TAP.
“NONA SIAPA!?”
Liu mundur, kok bisa-bisanya ada gadis cantik rambut putih!?
“Hm?” Gadis itu terlihat heran, namun menjawab pertanyaannya juga.
“NONA WHITE WOLF!?” Serigala putih besar tadi!?
Kok bisa!?
“Yaaah, sesekali aku ingin pakai wujud ini.” Gadis cantik itu tersenyum.
BISA GANTI WUJUD SESUKA HATI? Keren sih.
Tapi yah lagi-lagi di alam dewa kemungkinan apapun bisa terjadi sih.
Yah sebenarnya White Wolf tidak bisa sembarang berganti wujud.
Namun mengingat ia sudah melakukan tugasnya, menyambut pendatang baru, jadi ia melakukannya juga.
Tidak menyangka pemuda ini kaget juga sih, memangnya ini kali pertamanya melihat makhluk yang berubah wujud?
Yah Liu jarang melihat makhluk yang berubah wujud juga sih, palingan ia pernah melihat makhluk yang mirip kucing di alam monster, dan penampilannya pun tidak sepenuhnya berwujud normal.
Namun kini ia melihat seorang perempuan berambut putih, penampilannya normal, tak ada ekor panjang, telinga dikepala atau apapun.
__ADS_1
Nona ini serba putih, namun memancarkan pesona yang kuat.
Yah di dunianya rambut putih adalah hal yang dihindari, namun melihat sosok nona ini, ia tetap cocok dengan penampilannya yang seperti itu.
Liu memegang kepalanya lagi, berapa lama ia tertidur?
JANGAN BILANG….
“Tenang saja, waktumu tidak terbuang kok.” White Wolf paham dengan apa yagn dipikirkannya, ia handal melihat raut wajah.
[Benar Tuan] Tuannya hanya istirahat beberapa jam saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
O-oh, untunglah tak sampai bertahun-tahun ya.
TAPI TUNGGU DULU….
Bukankah waktu di alam ini beda dengan di dunianya ya?
[Tenang saja Tuan] Sistem pakai waktu dunia tuannya kok.
“Haaah….” Akhirnya bisa bernafas lega juga.
[….] Yah sistem sudah berkembang dan tidak lagi sama.
Kini waktu recover tuannya bisa dipangkas habis-habisan, tidak peduli selelah apapun tuannya.
Jadi kini tidak perlu khawatir soal masalah tidur.
Namun yah sistem bisa paham kenapa tuannya panik begitu, memang spontanitas saja.
“Maaf sudah merepotkan Nona Wolf.” Liu menunduk, ia tak bermaksud menganggu.
“N- nona?” Wanita berambut putih itu terlihat terkeju=ut.
‘SALAH LAGI?’ Liu tersenyum dipaksa, apa memang harus manggil monster aja gitu?
White Wolf tertegun tidak menyangka, namun tak ada tanda-tanda marah atau energi yang meningkat darinya.
Liu terdiam, kenapa reaksinya begitu?Masalah panggilan bisa jadi rumit juga ya.
White Wolf terdiam, kenapa dia memanggilnya dengan hormat begitu? Padahal ia sendiri tidak memanggilnya begitu.
Kenapa dia merendahkan diri begitu?
[Dia tersanjung Tuan]
‘Eh?’ Kalau begitu bagus kan? Ia tak mau membuatnya marah lagi sih.
Oke istirahat ini membuatnya lebih berenergi sekarang.
Sret.
Perampuan berambut putih itu mengarahkan tangannya ke depan.
“?” Liu terdiam, ada benda ditangan nona ini.
“Benda ini akan menemani perjalananmu.”
‘Jam tangan?’ Kenapa?
Yah bukannya tidak mau sih, tapi Liu terbiasa melihat waktu dari kondisi alam saja sih.
“Aksesoris dewa ini akan membantumu.” Nona berambut putih ini terlihat makin meyakinkannya.
‘AKSESORIS DEWA?’ Bukankah itu hanya ada di alam dewa sebelumnya saja ya?
__ADS_1