
Alam pertengahan, waktu yang sama, siang hari. Di area padang rumput yang sama.
Kehancuran yang terjadi akibat pertarungan tadi perlahan membaik dengan sendirinya.
Terlihat jelas bagaimana tanah, pepohonan kembali lagi ke bentuknya yang semula.
Perlahan namun pasti semua itu terjadi.
Alam pertengahan punya energi alam yang hebat.
Berbeda dari alam pada umumnya yang dimana kehancuran yang terjadi akan tetap seperti itu. Dan butuh campur tangan makhluk lain demi membereskan kekacauan yang terjadi.
Lain halnya dengan alam pertengahan, setiap kerusakan, separah apapun, maka akan kembali seperti semula dengan sendirinya.
Liu tercengang melihat kejadian ini dengan mata kepalanya sendiri.
Mau heran tapi alam pertengahan, Liu jadinya hanya bisa kagum saja.
Dan akhirnya itulah yang membuat Yahuan tidak mencari tempat lain untuk berlatih. Kini mereka berdua mempersiapkan diri memulai latihan mereka!
Liu terlihat sedang bersila dan menutup matanya, kali ini ia benar-benar terlihat serius!
Memang ia selalu serius ketika menghadapi sesuatu.
Dan itu termasuk pada momen ini!
Liu membawa keseriusannya ke level yang berbeda!
Wajar saja mengingat ia pakai cara cepat demi pergi ke alam dewa!
Sekali atau tidak sama sekali!
'Fokus....'
Liu membersihkan pikirannya, rasanya sudah lama ia tidak bermeditasi.
Di saat para pendekar lain harus bermeditasi teratur agar kekuatan tenaga dalamnya terjaga, namun hal itu tidak berlaku bagi Liu.
Mengumpulkan tenaga dalam seolah bernafas baginya, tanpa disadari sekalipun kekuatan langsung menghampirinya tanpa hambatan yang berarti.
Yang bahkan pendekar tingkat langit pun sangat jarang yang mencapai tahap ini, dan kemungkinannya sangat kecil.
HUSSSSH!
Seketika itu juga energi besar muncul dari tubuhnya, tubuhnya bersinar kebiruan dan kitab yang tebal itu juga.
Yang meski dengan semua keunggulan itu, keberhasilan latihannya tetap bergantung pada bantuan nona berambut merah itu.
'Hebat," Yahuan terpukau dengan apa yang dilihatnya. Sementara ia memerhatikan kitab tebal yang ada di depan pemuda itu. Ia tidak bisa memegangnya, kitab itu terlalu kuat bahkan untuk ukuran makhluk setengah dewa sekalipun.
'Kalau saja aku lebih kuat,' batin Yahuan. Ia bisa langsung mengalirkan kekuatannya pada kitab tebal itu, namun sayangnya tidak semudah membalikkkan telapak tangan.
Kalau rekan keranya pasti....
__ADS_1
"!" Bukan saatnya membanding-bandingkan. Yahuan menutup matanya dan melakukan urusannya.
Kalau cara itu tidak bisa, masih ada cara lain!
Shh....
Dan seketika itu juga tubuh gadis merah itu bersinar agak kemerahan, dan energinya itu langsung mengarah pada pemuda yang sedang bermeditasi itu.
Kini aura kemerahan Yahuan bercampur dengan energi Qi biru Liu.
Liu merasa lebih fokus. Tidak peduli mereka beda makhluk sekalipun, namun pada dasarnya sistem adalah 'dewa' itu sendiri, jadi menerima kekuatan seperti ini bukanlah masalah baginya.
Raut wajahnya yang serius jadi makin serius dari waktu ke waktu.
Ini adalah bagian penting. Yahuan berusaha melakukan yang terbaik.
Tujuannya tidak lain adalah membantu pemuda ini menguasai Kitab Immortal, kitab tingkat langit yang jadi syarat untuk pergi ke alam dewa.
Yah meski syaratnya bukan cuma itu saja sih, tapi yang pasti ini adalah modal utamanya.
Pada dasarnya Kitab Immortal bukan sembarang kitab tingkat langit.
Pada kenyataannya kitab tingkat langit juga masih ada tingkatannya, dan Kitab Immortal adalah salah satu yang paling sulit dikuasai.
Bahkan selama ini keberadaan kitab ini tidak diketahui siapapun, dan meski ada yang menemukannya, tidak serta merta membuat penemu itu punya kekuatan yang super hebat.
'Ukh.' Liu merasakan kilatan dan bayangan mengerikan, entah kenapa tiba-tiba begini, dan mengganggu fokusnya.
Namun ia tidak punya pilihan selain terus fokus, Liu bukan tipe orang yang suka melihat kilasan horor dan mengerikan begini.
Itu adalah efek langsung dari Kitab Immortal. Semua yang sudah jadi korbannya, semua ketakutan dan kengerian itu ditimpakan kepada siapapun yang berusah menguasai kitab itu.
Sudah banyak korban dari kitab yang satu ini, Liu dipaksa melihat hal mengerikan, menguji bahkan bisa saja menghancurkan mentalnya.
Namun ia tidak punya waktu merengek, ia harus bertahan apapun yang terjadi. Ia tidak mau menyia-nyiakan bantuan Nona Yahuan.
Yang hampir mustahil jika ia melakukannya sendiri.
"...." Tidak terasa waktu pun berlalu, dan Liu masih bersikukuh dengan meditasinya.
[....] Bahkan untuk ukuran sistem, menguasai sepenuhnya beda dengan 'pura-pura' menguasai.
Sudah banyak energi yang dikeluarkannya, bahkan bisa dibilang hampir diujung sih.
Drrrr....
Bahkan tanah pun bergetar jadi saksi betapa besarnya kekuatan yang mereka keluarkan.
Ekpresi Liu masih aman-aman saja meski kadang ia terlihat seeprti orang yang menahan pipis dan bab yang lama.
'....' Namun tak disangka ia masih bisa bertahan sampai sekarang, itu adalah bukti tekadnya bukan kaleng-kaleng.
Namun sayangnya....
__ADS_1
BLUGH.
Gadis merah itu terjatuh dan tergeletak begitu saja!
PATS!
"UHUK!" Liu membuka matanya dan batuk brutal seketika itu juga.
"Haaah ... haaah...." Ia terengah-engah. Sadar-sadar langsung capek, pasti ada sesuatu yang terjadi!
Liu menenangkan diri sebentar, dan mengarahkan pandangannya ke arah lain.
"Nona!?" Nona Yahuan tergeletak begitu saja!
'Kenapa!?' Liu segera melihat keadaannya, dan memang benar beliau lemas lagi!
"Nona?" Gejolak energi terasa dengan jelas, Liu terdiam.
'Nona Yahuan?' Bukan pertama kali menjumpai yang seperti ini, namun yang pasti ini bukan pertanda baik.
Kekuatan tenaga dalamnya tidak stabil, membuat tubuhnya lemah dan bahkan sampai kehilangan kesadaran.
'Nona memaksakan diri?' Liu berusaha memberikan pertolongan pertama, mengalirkan energinya lagi.
"Uh." Namun ternyata tidak semudah itu, setelah meditasi tadi entah kenapa kekuatannya seolah tersedot drastis.
Yang padanya kenyataannya memang benar begitu, sistem agak kesulitan mengelola kekuatan tuannya.
Mengingat sistem cukup bergantung banyak pada kekuatan gadis merah itu. Sistem sama sekali tidak menduga hal ini akan terjadi.
Bahkan untuk ukuran sistem sekalipun hal ini bisa terjadi. Pada dasarnya sistem berusaha menjawab apa yang jadi keinginan tuannya saja. Yang akhirnya sistem sendiri tidak menyiapkan rencana cadangan apapun.
Shhhh....
Seketika itu juga kekuatan Kitab Immortal juga menghilang, membuat apa yang mereka lakukan tidak berbuah baik.
"Nona." Liu tidak tahu beliau memaksakan diri, ia benar-benar percaya pada kemampuannya dan mengandalkannya.
Kenapa nona ini begitu percaya diri bahkan sampai rela seperti ini?
Shhh....
'Sistem?'
[....] Bahkan sistem tidak merespon saking sibuknya, ia perlu mengumpulkan tenaga untuk tuannya lagi. Sistem tidak bisa menggunakan akselerasi Qi mengingat sudah terlalu banyak mengeluarkan tenaganya.
Kalau dipaksa pun hanya akan membuat tuannya dalam bahaya. Sistem tidak bisa mengambil risiko seperti itu.
Liu terdiam, kalau begini ia bener-bener nggak bisa bantu sih, tanpa sistem ia bukan apa-apa.
Khawatir pun tidak ada gunanya, Liu yakin Nona Yahuan bisa melewati situasi ini.
Alhasil tak ada yang bisa dilakukannya kecuali menunggu nona rambut merah ini sadar kembali.
__ADS_1
***