Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Eh Ada Tamu


__ADS_3

'....' Liu terdiam, ia masih shock dan tak percaya apa yang terjadi saat ini.


Lukanya menghilang dan bukan ulah sistem sama sekali.


"DEWI MAU MENANGKAPKU 'KAN?" Liu langsung klarifikasi, ia ingin semuanya jelas!


"Hm?" Dewi terdiam, rupanya pemuda ini salah sangka toh.


Dewi Bing menjelaskan perlahan dan akhirnya Liu jadi cukup paham.


'TERNYATA TAK SESUAI PIKIRANKU YA.' Liu bener-bener tenggelam dalam pikirannya dan curiga brutal pada dewi.


Tapi apa dewi bisa dipercaya? Liu masih ragu-ragu sedikit.


Bisa saja dewi hanya mengatakan ini di mulutnya, berubah pikiran dan menangkapnya.


[Sepertinya tidak begitu Tuan] Sistem tidak setuju.


'HM.' Benar juga, mana mungkin dewi memulihkannya kalau mau menangkapnya.


APA MUNGKIN BIAR NANTI DISIKSA SAMA DEWA KEMATIAN?


[Tuan jangan overthingking dulu] Sistem kewalahan sama kelakuan tuannya ini.


'Oh iya.' Liu menurunkan rasa curiganya, yang lebih penting adalah aksi dari sang dewi tadi.


Kenyataan bahwa dewi menolongnya adalah fakta yang tak terbantahkan.


Dewi sudah menjelaskan dengan cukup rinci. Kini Liu tahu dewi sama sekali tidak berniat bertarung dari awal.


"Aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu." Suara dewi terdengar lembut bak salju yang dilemparkan ke muka.


'Menghabiskan waktu?' Liu tak langsung paham sih.


MENGHABISKAN WAKTU GIMANA? NGOBROL ATAU APA?


[Sepertinya begitu Tuan] Sistem cukup kewalahan menangangi aura misterius dari sang dewi. Alhasil sistem tak bisa menganalisis apapun.


Liu terdiam. Kenapa dewi mau menghabiskan waktu dengan makhluk asing sepertinya?


[Dewi sudah tahu Tuan dari awal]


'OH IYA' Dari awal dewi juga sudah tahu namanya ya.


Tapi maksudnya bukan begitu sih.


Bukan kenal instan begini, melainkan kenal lama maksudnya.


Sistem mengerti. [Untuk sekarang sistem tidak mendeteksi bahaya Tuan]


"...." Liu terdiam, curiga terus capek juga ternyata.


Liu menutup mata, fokus dan menenangkan dirinya.


"Hmhm." Dewi tersenyum kecil, meski tidak kelihatan jelas akibat tudung jubahnya. Ia berjalan pelan ke arah pemuda itu.


Dewi Bing dan Liu duduk bersama, mereka mengobrol satu sama lain sembari melihat pemandangan penuh es yang kalau dilihat-lihat cukup indah juga sih.


Liu tak menyangka Dewi Es bisa sehangat ini, rasanya agak terbalik mengingat 'title' yang dipunyainya.


"Maaf atas kelancanganku tadi." Dewi terdengar bersalah.


'KOK MINTA MAAF.' Dewi tak salah apapun sih.


Dengan cepat sistem menjelaskan lebih lanjut.


'Begitu ya.' Liu mengerti.


Apa yang terjadi di awal tadi ternyata prosedur yang dilakukan dewi sebagai sambutan bagi siapapun makhluk yang datang ke alamnya.


Sambutan kok gitu amat ya?


Tapi untunglah Liu bertahan dari sambutan 'dingin' sang dewi, padahal dewi-nya sendiri malah hangat.


Dewi Bing begitu tertarik dengan ceritanya. Entah kenapa Liu merasa bukan mengobrol dengan orang- eh dewi yang asing.


Dewi begitu peduli padanya dan bahkan setiap hal kecil pun didengarnya.


Mungkinkah itu bagian dari kemampuannya?


"Masih banyak dewa lain yang tidak mengerti kekuatanmu." Dewi akhirnya membahas hal serius.


"...." Liu terdiam, itu sebuah fakta sih.


Lagipula Liu sudah memikirkannya dari awal, dan sistem pun mengingatkannya dengan serius.


Ia jad makhuk luar yang mengganggu para dewa hanya demi tujuannya sendiri.


Agak egois sih, dan Liu tak berharap ada yang mengerti di alam ini.

__ADS_1


Namun ia salah, ternyata masih ada yang mengerti. Sulit dipercaya, namun itulah yang terjadi.


Dan dengan status buronan miliknya, sudah pasti membuat yang lain tertarik.


"Hadiah yang dijanjikan menggiurkan sih." Dewi menopang dagunya.


"NAH." Dewi tahu aja yang ada di pikirannya.


"Fufu...." Dewi terkekeh kecil.


"...." Liu tal tahu itu bercanda atau serius.


Sekali dapat pertolongan dewa sih wajar ya, namun dua kali? Mungkinkah mimpi?


Pertolongan dewi pantai masih membekas, dan Liu tak berharap terulang kembali juga.


"Aku tidak akan menangkapmu." Dewi terdengar serius. Ia menyatakan statement-nya sekali untuk selamanya.


"...." Liu terdiam, berarti dewi hanya bercanda soal hadiah penangkapannya ya.


"Andai saja aku bisa menangkapmu."


LHO.


CEPET KALI BERUBAH PIKIRANNYA.


Belum ada lima detik lho.


[Ada kata 'andai' Tuan]


....


'Oh.' Liu kurang fokus tadi, jadi hanya pengandaian saja?


Kok berandai-andai? Bukannya dewi bisa melakukan apapun ya?


[....] Sistem heran tuannya tidak mengerti.


"Dewi bisa dalam bahaya...." Liu pikir dewi sudah lebih paham risiko membantu buronan sepertinya.


"...." Dewi terdiam. Ia memeluk lututnya sendiri, Liu sama sekali tidak bisa melihat reaksinya.


Sret.


"Kau peduli?" Dewi memiringkan kepalanya sembari tersenyum kecil.


"Ah." Dewi Bing terdiam, ia lupa pemuda ini terganggu dengan penampilannya.


Yah tidak mudah bicara tanpa menatap satu sama lain. Sang dewi es sudah berpengalaman namun tetap merasa ada yang salah.


Hilang fokus saat bertatapan langsung dengan dewi es, aneh tapi nyata.


"Aku lebih suka menunda hari kematianku."


"!" Liu langsung berbalik, kenapa dewi mengatakan hal itu?


Kenapa malah jadi seram?


[....] Sistem ingin menjelaskan, namun agaknya lebih baik kalau tuannya paham sendiri.


"Aku tidak akan menghalangimu, itulah keputusanku." Tidak hanya sekali, namun dua kali dewi es menyatakannya.


Liu bisa bernafas lega sekarang, ia sudah mendengar keseriusan dewi. Ia benar-benar beruntung bertemu dewi yang friendly.


Akhirnya ia bisa beristirahat dengan tenang (bukan mati) sebelum melanjutkan perjalanannya kembali.


Yah nggak bakal ada ledakan atau apa kan?


DBUM!


"!" Tiba-tiba ada suara ledakan dari kejauhan!


'OIOI.' Liu terdiam, kenapa apa yang dipikirkannya malah kejadian?


"Sembunyilah." Dewi beranjak dari tempat duduknya, menyiasakan Liu belum mengerti situasinya.


'A- ada apa sistem?' Liu berusaha fokus, namun sayangnya aura misterius dewi lebih menyelimuti tempat ini dengan kuat.


Alhasil ia tak tahu sumber ledakan dari kejauhan itu.


Kalau tuannya tidak tahu, ya sistem pun auto tidak tahu juga.


'....' Begitu ya, ya sudahlah lah.


Liu beranjak dari tempat duduknya, dan sebelum ia sadar, dewi sudah tak ada disekitarnya.


"HM." Liu terdiam, namun sejujurnya ia sedang berpikir sekarang.


Alasan kenapa dewi seserius itu....

__ADS_1


Hal sepele tidak mungkin membuat reaksinya seperti itu.


Apa mungkin....?


DUAAAARR!!


HUSH!!


"UKH." Lagi-lagi ledakan terjadi, kali ini lebih besar dan dengan hempasan yang kencang juga!


Sret.


Hempasan yang amat kuat sampai-sampai membuatnya terseret beberapa jauh, Liu menahan dirinya agar tidak terhempas....


Sistem tidak mengumpulkan kekuatan dalam jumlah besar pada tubuh tuannya, karena terlalu banyak kekuatan berpotensi membahayakan tuannya.


Seolah tempat ini hidup dan bisa menyerang otomatis ancaman apapun.


Mekanisme alam yang beda dari yang lain sih ini.


"HRYAH!" Alhasil Liu harus berjuang dengan mengandalkan kekuatan fisiknya saja.


HHSSSHHHH!


'LAMA BANGET....' Hempasannya tak kunjung berhenti ... dan malahan makin kuat.


Liu terdiam, ia penasaran apa yang terjadi di sisi lain tempat penuh es ini. Namun jangankan melangkahkan kaki, ia malah makin dipaksa mundur.


'PASTI ADA TAMU LAIN.' Liu langsung membuat kesimpulan cepat.


Tak ada alasan yang lebih masuk akal dibanding prediksinya.


[Mungkin saja ada bencana alam Tuan?] Sistem mengeluarkan pendapatnya.


'Oh iya... TAPI AKU YAKIN NGGAK GITU.' Liu ragu ada bencana alam random di alam dewi.


Kalau hanya bencana biasa pasti dewi bisa mengatasinya cepat dan mudah.


[....] Sistem tidak bisa ber-argumen lagi, pendapat tuannya memang masuk akal.


SRET.


Liu masih bergelut dengan hempasan angin yang kuat ini, dan perlahan namun pasti aura misterius dewi menurun.


"...." Liu bisa merasakan energi asing lain yang tercampur, kecurigaannya perlahan berubah jadi kenyataan.


Shh....


Tubuhnya mulai bersinar biru....


"EH?" Liu kaget sedikit, bukannya bahaya memakai kekuatan?


[Sekarang sudah aman Tuan] Aura misterius dewi yang menyelimuti seluruh area es tidak lagi dominan. Kini tuannya tidak perlu takut mengeluarkan kekuatan


Senyum kecil langsung tercipta di wajahnya. Rasa percaya dirinya langsung meningkat pesat.


TAP.


Dengan gagahnya Liu berdiri ditengah hempasan kekuatan yang besar. Ia menghirup nafas segar sekarang.


HUSSSHH!


BUAGHHH!


Tiba-tiba ia terlempar seketika itu juga!


Saat lagi keren-kerennya begini Liu beneran terhempas dengan makhluk berjubah biru!


"HUP!"


Dengan cepat Liu memeluknya dan berkelit, akhirnya mereka berhenti dari hempasan itu.


"DEWI!?" Lah malah dewi sendiri yang nubruk ke arahnya!


"Ah." Dengan cepat dewi es berdiri kembali, ia terlihat agak lemas.


'Panas.' Tangan Liu berasap sekarang. Ia tak ingat tubuh dewi sepanas ini, padahal beliau ini dewi es, tapi kok bisa panas begitu ya?


DBUM!


Ledakan tak masuk akal terjadi di depan mata mereka, dan seketika itu juga Liu menurunkan alis matanya tajam. Ada hawa kekuatan asing yang tadi dirasakannya.


"Mundurlah." Dewi Bing langsung maju ke depannya, menghalangi pandangannya.


Dewi Bing menatap tajam ke depan, ini adalah urusannya, dan pemuda ini tidak perlu menghabiskan waktunya meladeni tamu yang datang ini.


SWURSH!


Seketika itu juga tornado api besar muncul di tempat itu, dan terlihatlah sesosok makhluk yang berjalan keluar di antara api itu.

__ADS_1


__ADS_2