Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Khawatir


__ADS_3

Padahal sebelumnya tuannya ingin lari dari semua ini.


Sistem tidak merasakan adanya main-main dari pernyataan tadi.


“….” Dewa terdiam, sudah lama juga sejak terakhir kali ada yang bicara seperti itu.


SWUSH!


Sang dewa langsung menyerang!


“!” Sangat cepat! Liu tak bisa melihat arah serangannya!


BUMMM!!!


Gelombang ledakan hebat pun tercipta, dan Liu sudah tak ada di tempatnya lagi.


Dewa terdiam, tadi itu ia melepaskan sedikit kekuatannya.


Ada ganjaran bagi makhluk yang suka omong besar.


Inilah dia.


Padahal dewa mau bermurah hati dengan terus menahan kekuatannya sampai akhir.


Sebagai hadiah bagi makhluk yang bisa bertahan sampai sini.


Dewa bisa saja terus membiarkan pemuda itu menaiki alam dewa sampai benar-benar menemuinya.


Kemungkinannya bertahan makin kecil dan dewa tak bisa jamin bisa bertemu dengannya.


Dan lagi itu terlalu memakan waktu.


Kesabarannya menunggu sudah mencapai puncaknya.


Kini dewa ingin segera mencari tahu kenapa pemuda ini bisa bertahan sampai saat ini.


*


Liu terhempas kencang dan armor tengkoraknya hancur begitu saja.


“HAH!” Liu membuka matanya.


‘AKU MASIH HIDUP!?’


[….]


Sistem penasaran dengan yang tuannya pikirkan.


Liu tak menyangka bakal seperti ini.


Ini benar-benar diluar ekspektasinya.


IA MASIH BISA BERTAHAN!


Bukankah itu mengejutkan!?


Liu pikir serangan dewa akan langsung menghabisinya, jadinya agak kaget sih.


KRRK….


“!”


Armor tengkoraknya muncul lagi dan menyelimuti seluruh tubuhnya!


Kok bisa?


Padahal kan sudah hancur….


[Ini tipe yang bisa beregenerasi Tuan]


Wah hebat juga ya.


Bisa bertahan tanpa luka berat saja sudah hebat, dan kini armornya kembali lagi….


Sistem merasakan kekuatan armor dan merah tuannya makin meningkat.


Liu berusaha tenang dan akhirnya ia berhenti terhempas juga sih.


SRET.


Liu memandang ke depan, tak tahu sudah berapa jauh ia terhempas.


Luas juga ya tempatnya.


Seolah tak berujung, tempat gelap ini benar-benar memberi kesan tersendiri.


Liu terdiam, sejauh ini belum ada tanda-tanda dewa yang muncul.


‘SISTEM KITA HARUS KELUAR DARI SINI!’


Tempat ini makin lama makin mengerikan.


[Sayang sekali Tuan] Sistem mengerti apa yang tuannya rasakan.


Namun tak ada celah atau jalan keluar dari tempat ini.

__ADS_1


‘….’ Begitu ya.


Bagus juga rencana pasif sang dewa ya.


Tempat ini bukanlah sembarang tempat.


Semakin lama Liu akhirnya sadar juga.


Bukan tanpa alasan muncul ketakutan dalam dirinya.


Tidak, ia bukan takut gelap, melainkan aura gelap memuakkan yang tak bisa diabaikan.


Liu baru pertama kali merasakan aura gelap seperti ini.


Jauh lebih besar daripada yang dirasakan dari pendekar sesat.


Dan bahkan tidak adil kalau dibandingkan juga sih.


Dan ini belum akhirnya, entah seberapa jauh lagi aura kegelapan ini akan terasa.


Dan sekarang ia terjebak di tempat ini….


Dewa bisa santai dan menunggu semua berakhir sendirinya.


Kasusnya sama dengan saat ia ada di daerah kekuasaan dewi lava.


Namun kini efek aura gelapnya mempengaruhinya lebih cepat….


SRING!


Tanda tengkorak Liu bersinar terang.


SYUT!


“!” Akhirnya dewa muncul juga!


“Tanda itu … aku yang memberikannya.”


“….” Itu benar, sebuah tanda yang dimana tak ada satu pun makhluk yang menginginkannya.


Namun dewi mengubahnya menjadi sesuatu yang sangat berarti.


Yang mengubah kehidupannya seratus delapan puluh derajat.


Takdirnya berubah dratis.


Hidupnya jadi extended version, dan ia bisa mengalami berbagai hal hebat.


Liu menutup matanya, entah kenapa ia ingin merenung sebentar.


Dewa sendiri masih belum dapat jawaban kenapa itu bisa terjadi.


Namun ternyata tak sesuai dugaannya.


Seorang dewi rendahan bisa mengubahnya jadi kekuatan lain.


Kenapa bisa-bisanya begitu?


***


Sementara itu di sebuah penjara ruang gelap.


Sebuah tempat khusus yang hanya dewa kematian yang punya akses.


Terlihatlah seorang perempuan terbelenggu dengan rantai.


Seluruh tubuhnya penuh luka, dan bahkan tak ada yang dilakukannya selain tergeletak dan bergerak kecil.


“….” Perempuan itu perlahan membuka matanya….


Bahkan wajahnya pun menderita hal sama, ia benar-benar tak berdaya.


“Xiao … Liu….?”


Begitu pelan dan tak bertenaga, namun masih bisa terdengar.


Siapakah sebenarnya sosok perempuan berpakaian putih yang penuh luka dan tak berdaya lagi?


Mungkin sebagian dari kita sudah tahu.


Siapa lagi kalau bukan dewi yang sudah memberi Liu kekuatan?


Benar, dialah Dewi Xinmu.


‘Kenapa….?’ Ia merasakan suatu energi dari kejauhan.


Sang dewi sudah belum lama di tempat ini.


Dewa kematian berhasil memergoknya dan akhirnya dijerumuskan ke dalam penjara.


Sang dewi tak bisa memberi perlawanan lebih mengingat betapa besarnya kekuatan dewa kematiann.


Dan sekaran heran … kenapa bisa-bisanya ia merasakan kekuatan anak kecil yang sudah ditolongnya beberapa waktu lalu?


Kenapa?

__ADS_1


Raut wajah penasaran dan penuh pertanyaan tak tersembunyi darinya.


Ini bukan sekedar perasaan belaka, namun dewi benar-benar yakin dengan apa yang tiba-tiba muncul di hatinya ini.


Bukankah dia ingin jadi yang terhebat?


Kenapa malah ia merasakan kehadirannya dari tempat ini?


Apa yang sebenarnya terjadi?


Terlalu banyak pertanyaan yang muncul di benaknya, dan dewi sendiri pun tak punya banyak kekuatan untuk memikirkannya.


“Xiao … Liu….” Ia hanya berharap tak ada hal buruk yang terjadi padanya….


***


Liu perlahan membuka matanya kembali.


Entah kenapa tiba-tiba perasaannya lebih tenang.


Padahal tak lama ia protes tentang kekuatan lawannya.


Sret.


Liu mengarahkan tangannya ke depan, memfokuskan segenap tenaganya.


“Naga Lava.”


BYUR!


Muncullah naga lava besar nan panas!


Dan langsung mengarah pada sang dewa!


Dewa diam saja di tempat tanpa melakukan apapun.


BUMMM!!!


Sebuah ledakan keras nan besar pun terjadi.


HUSSSHH!!


Hempasan kencang juga tercipta.


Liu terdiam dan masih melihat dengan pandangan serius.


Tak lama efek serangan pun berhenti dan akhirnya terlihatlah sang dewa tetap berdiri santai tanpa luka sedikit pun.


Serangannya benar-benar tak berefek apapun.


Padahal sudah dilancarkan dengan kekuatan besar nan serius.


Namun itu tak cukup untuk membuat sang dewa serius juga.


Yah Liu tak berharap banyak di serangannya ini sih.


Ia menurunkan ekspektasinya serendah mungkin supaya tak terlalu kaget.


[Kuat ya Tuan]


‘….’ Bahkan kekuatan kombinasi pun dibungkamnya.


Sret.


Kini giliran dewa yang mengangkat satu tangannya ke depan.


“Naga kematian.”


SWUSH!


Seketika itu juga naga aura gelap muncul dan langsung melesat ke arahnya.


Aura kengeriannya terpancar kuat, yang membuat siapapun yang merasakannya akan takut sejadi-jadinya.


Liu mengangkat tangannya juga, dan seketika itu juga sinar kebiruan terang terpancar darinya.


“Naga Biru Anti Gelap.”


SWUUUSSHH!!


Lagi-lagi jurus naga keluar darinya.


Sesosok naga besar kebiruan keren melesat juga dan langsung menghadapi naga gelap.


Dewa terdiam, koleksi jurus naganya boleh juga ternyata.


Adu naga pun tak terhindarkan.


Mereka saling menggigit dan menyerang satu sama lain.


Keduanya hanya melihat jurusnya bertarung satu sama lain.


Dan patut diakui dewa cukup terkesan dengan teknik lawannya.


Teknik dewa jauh lebih kuat ketika dikeluarkan di tempat kekuasaannya sendiri.

__ADS_1


Dewa pikir serangannya itu akan langsung menghancurkan teknik lawannya dengan instan.


Namun ternyata tidak begitu.


__ADS_2