Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Belajar Dong


__ADS_3

Keesokan harinya.


Xiao Liu masih di kota yang sama, sebelum beranjak ia perlu menimba ilmu dahulu, jadi ia pergi ke perpustakaan kota.


Fang Yin bersamanya meski sekarang sudah memakai baju yang lebih tertutup, setidaknya dia bisa sedikit menyamarkan identitasnya tanpa terlihat mencurigakan.


Liu masuk ke bangunan perpustakaan yang cukup besar, untunglah ia tidak perlu membayar apapun. Penjaga perpustakaan masih bersikap dingin sama seperti orang-orang yang ia temui kemarin, tapi setidaknya mereka tidak mengusirnya kali ini.


Fang Yin sendiri tidak menyangka Xiao Liu seorang yang suka baca buku, padahal dari penampilannya dia terlihat aktif.


“Santai saja Yin-jie.” Liu tersenyum kecil, ia merasakan ketegangan dari gadis di sebelahnya ini.


“A-ah iya….” Ini jauh lebih baik dibanding berjalan sendiri, begitulah pikir gadis itu.


Sesampainya di rak buku, Xiao Liu dan Fang Yin dikejutkan dengan begitu banyaknya koleksi buku yang ada di tempat ini. Rasanya buku sebanyak itu tidak akan pernah habis dibaca.


Fang Yin seolah tersihir melihat-lihat buku tentang tanaman obat dan dunia per-tabib-an, sementara Liu mencari buku yang lebih aneh.


“Sistem….”


[Mencari buku penting… memeriksa selesai….]


Dengan cepat Liu bisa tahu buku apa saja yang perlu dibacanya, dan ia segera membacanya.


“Sudah?”


“E- eh!?” Fang Yin dikejutkan oleh pemuda itu, padahal ia baru saja membuka halaman dua.


“Oh belum ya. Nikmati bukumu.” Liu menunjuk Yin sambil mengedipkan satu matanya.


Liu melihat ke arah jendela, sementara ini ia sedang berada di lantai dua perpustakaan.


‘Sekte Hóng gǒu….’


Berdasarkan buku yang dibacanya, sekte itu adalah sekte sesat puncak, yang paling bahaya dibanding sekte sesat lain.


‘Baru saja mulai sudah dapat musuh kuat… haah….’


‘Kenapa tidak seimbang begini!?’ Liu jadi sadar ia begitu beruntung kemarin.


Entah mengapa pria jahat itu tiba-tiba mundur, padahal bisa saja dia baku hantam dengannya dan menang.


Namun syukurlah dia pergi.


Banyak hal yang Liu pelajari dari puluhan buku yang dibacanya. Ada beberapa hal yang nyangkut dikepalanya.


Sekte pendekar aliran murni dan sesat tetap ada dibalik bayang-bayang kekaisaran, dan biasanya beroperasi dalam bayang-bayang.


Terkadang jika pihak negara butuh bantuan, maka bukan tidak mungkin orang-orang dari sekte pendekar akan direkrut. Tidak peduli dari aliran mana.


Mau bagaimanapun juga Liu tidak bisa membiarkan pendekar jahat terus berkeliaran. Tujuannya mencari ibu pendekar yang menghancurkan desanya tidak berubah. Namun Liu sadar masih banyak orang jahat lain yang melakukan apapun seenaknya.


‘Merepotkan sih, tapi apa boleh buat.” Liu sadar tujuannya jadi yang terkuat tidak sesederhana yang ia pikirkan ketika kecil dulu.


Namun Liu tidak mau membuatnya rumit. Tujuan utamanya tidak berubah, ia tidak akan membiarkan pendekar sesat berulah lagi, sudah cukup banyak penderitaan di dunia!


Entah mengapa Liu jadi ingat masa lalu. Ia tidak peduli akan apa yang terjadi pada dirinya meski perlakuan orang begitu rupa padanya. Lagipula saat itu ia hanya memikirkan Kakek An.


Tekadnya mengalahkan semua hal yang ia pikirkan. Tidak ada hal yang lebih besar selain ingin membuktikan siapa dirinya pada orang-orang.


Liu tidak masalah dengan perlakuan orang. Yang jadi masalah adalah ketika seseorang lupa akan siapa dirinya sendiri dan malah terbawa suasana.


Dari buku yang dibacanya, tidak sedikit orang mendendam atas masa lalu yang terjadi dan hidup untuk memenuhi hasratnya saja, yah bisa dibilang hampir mirip dengan yang ia alami.


Liu tidak baik-baik saja ketika ia mengingat masa lalu, emosinya campur aduk, bahkan tidak sabar membalas pendekar jahat yang menghancurkan desanya. Bukankah itu sama dengan cerita di buku?


‘Tenang Liu… tenang….’


[Benar Tuan, tenang ….]


“Eh?”


Sistemnya bahkan menasehatinya begitu. Liu tidak perlu buru-buru.


‘Apa ibu pendekar yang kucari ada hubungannya dengan sekte paling bahaya ini?’ Liu bertanya dalam hatinya.

__ADS_1


Mengingat kesamaan soal warna mata dan juga aura kekuatan, bukan tidak mungkin dugaannya benar. Namun di sisi lain ia tidak punya bukti lain karena bisa saja hanya kebetulan saja.


“Status….”


Liu penasaran sudah sejauh mana ia berkembang. Ia nggak sabar liat statusnya berubah pesat!


[ Xiao Liu


Jenis: Manusia


Status: Pemilik Sistem Pendekar Terhebat


Level kekuatan: 0,5


Tingkat bahaya: Aman


Kemampuan Khusus:


1.Menganalisa Makhluk Lain


2.Speed Reading


Catatan: Penggunanya sering memarahi sistemnya]


“CUMAN NAIK SETENGAH!?” Liu tidak percaya padahal ia sudah berjuang!


Masa sedikit sekali naiknya!? Astaga.


“Ah.” Rasanya banyak tatapan menusuk sekarang.


“Ma- maaf.” Liu menggaruk kepalanya, meski tidak banyak orang, namun tetap saja ia mengganggu yang lain.


“Psst! Sistem kamu yakin? Mungkin ada yang salah!” Liu berbisik pelan pada dirinya sendiri, yang meski masih terdengar jelas ke yang lain sih.


[Benar Tuan]


“Ya ampun….” Liu memegang kepalanya sendiri, kalau begini kapan ia bisa mengalahkan sekte pendekar terkuat? Wong level satu saja belum, haduh.


***


Liu akhirnya meninggalkan perpustakaan, sementara Fang Yin terlihat puas mempelajari ilmu baru.


Liu memeriksa kantong celananya, duh tak ada isinya sama sekali.


‘Aku tertipu….’ Liu tak menyangka pergi ke perpustakaan juga malah ditagih.


Alhasil satu koin emas berharganya lenyap begitu saja. Dan kini ia jatuh miskin.


Liu melihat-lihat sekitarnya, barangkali ada dompet jatuh atau sebagainya.


‘HAH!’


Plak.


“A- ada apa!?” Yin kaget ada suara tamparan tepat disebelahnya.


“Ah- haha nyamuk benar-benar mengganggu ya.”


“O-oh…” Fang Yin ragu ada nyamuk di cuaca panas begini.


‘Kakek An bisa memergokiku!’ Liu tidak pernah diajari begini oleh orang tuanya!


Liu memutar otaknya, tidak mungkin ia mengambil hak orang lain, pasti ada cara untuk menghilangkan dahaga ini!


“ES KRIM GRATIS!!”


“ITU YANG KUTUNGGU! PAK TOLONG DUA ES KRIM-NYA!” Dengan penuh dedikasi Liu bergerak cepat, sedang banyak orang berkerumun menyerbu promo ini.


“Maaf nak, sisa satu, nikmati es krim-mu.” Liu dapat apa yang diinginkannya, tapi hanya tinggal satu.


Glek.


Es krim vanilla ukuran besar yang menggugah selera ada di tangannya, jika beli pasti harganya mahal. Ini hari keberuntungannya!


“Baiklah selamat mak-“ Liu tak sengaja melihat Fang Yin yang sedang bermain bersama burung kecil. Dia terlihat senang melihat binatang.

__ADS_1


‘Yin-jie belum makan apapun.’ Liu akhirnya mendekat dan menawarkan es krimnya.


“Ah, Liu-ke makan saja.” Fang Yin memang terlihat tidak haus sih, mungkin dia sudah terbiasa dengan cuaca begini.


“Makan saja, siapa tahu enak.”


“Siapa tahu?” Fang Yin agak bingung, biasanya orang memberi dengan meyakinkan seseorang, tapi sekarang kenapa malah dengan keraguan?


Yah Liu sendiri juga belum makan sih, jadi bagaimana ia tahu enak atau tidaknya? Setidaknya dari impresi awalnya cukup meyakinkan. “Kalau begitu buang saja.”


“Ah jangan… te- terima kasih Liu-ke” Membuang makanan tidaklah bijak, Fang Yin tahu betul.


‘Hehe….’ Liu senang ancamannya sukses besar.


“Hm, enak….” Fang Yin menikmati es krim besar itu.


‘Ekspresinya biasa saja... Haah….’ Liu pikir Fang Yin akan lebih heboh lagi, tapi yah tidak mungkin juga sih.


Liu tersenyum kecil. Melihat orang senang membuatnya ikut senang juga.


Akhirnya Xiao Liu dan Fang Yin terus berkeliling kota, dan mereka menemukan papan pengumuman dengan banyak kertas tertempel di sana.


“Apa-apaan kertas-kertas ini?’ Liu mendekat ke papan pengumuman besar ini, tulisan-tulisan di kertas ini kecil sekali, rasanya ia butuh kaca pembesar untuk membacanya.


“Liu-ke tidak tahu?” Fang Yin heran, kenapa ada orang yang bahkan tidak tahu papan pengumuman?


“Pasti kumpulan kertas tidak berguna.” Liu mengambil salah satu kertas itu dan merobeknya dengan santai.


“… A- AH!” Fang Yin malah histeris melihat pemuda itu melakukannya.


“Ada apa? Musuh?” Liu segera bersiaga dan melihat ke sekitarnya.


“Bu-bukan… kenapa Li- Liu-ke merobeknya?” Fang Yin terlihat panik, entah mengapa ia berlebihan begini, padahal cuman kertas biasa.


“Orang-orang bisa terganggu melihat ini, jadi kurobek.” Liu pikir orang-orang akan pusing melihat banyaknya kertas dan tulisan, jadi lebih baik papan ini dibiarkan kosong saja, kan lebih indah jadinya.


Fang Yin menghela nafas, ia mengambil robekan kertas itu dan menyatukannya, kemudian memerhatikannya.


“INI!?” Ia malah makin histeris lagi.


“….” Inikah ekspresi hebohnya? Tapi Liu tidak mengerti konteksnya.


Liu menunggu Fang Yin menjelaskannya, tapi setelah beberapa saat juga Yin masih terdiam.


Liu membalikkan badannya. “Sistem, jelaskan dong konteksnya.”


[Kertas yang Tuan sobek adalah misi tingkat bahaya yang tidak tersentuh selama beberapa tahun]


“Oh… misi ya… APA!?” Liu segera berbalik dan melihat Fang Yin menatapnya kosong.


“Liu-ke semoga berhasil.” Fang Yin  bergetar pelan menyerahkan dua lembaran kertas yang sobek itu, sementara ia terlihat buru-buru.


“JANGAN PERGI DONG!” Liu tidak percaya malah ditinggalkan Fang Yin.


“A- aku mau duduk di kursi sebelah.” Fang Yin segera duduk di kursi umum tak jauh dari papan pengumuman ini.


“Oh.”


Sementara Fang Yin duduk di kursi, Xiao Liu termenung melihat lembaran kertas yang sobek itu. Ia pikir kertas-kertas ini tidak berguna.


“Hei, lihat dia mengambil misi tingkat tinggi.”


“Tidak sayang nyawa lagi ya?”


“Kasihan, padahal masih muda.”


Liu bisa mendengar beragam percakapan orang, dan entah mengapa terasa seperti ditujukan padanya.


‘WADUH BENERAN DONG!’ Sepasang mata banyak sekali mengarah padanya! Beginikah rasanya jadi pusat perhatian!?


‘Tempelin lagi ah.’ Liu perlahan menaikkan kertas itu, namun seketika itu juga ada orang besar yang menghentikannya, pria besar asing itu memegang tangannya keras lagi.


“Ho tidak semudah itu anak muda. Kau sudah berkomitmen mengambil misi ini.”


Liu melihat pria besar itu, dia begitu kekar berotot bahkan kaus putihnya seolah tak muat lagi.

__ADS_1


“Tuan, sepertinya ada salah paham.” Liu berusaha melepaskan diri, tapi entah mengapa cengkramannya begitu kuat, bahkan tangannya jadi sakit.


“Ikut aku.” Pria besar itu menarik paksa, dan Liu pun tidak punya pilihan lain selain mengikutinya.


__ADS_2