Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Mau Hidup Enak?


__ADS_3

Liu tidak menyangka gadis dingin itu menolongnya. Padahal dia itu musuhnya dan pemenang kompetisi! Biasanya orang hebat berlaku semena-mena pada yang dibawahnya! Tapi kali ini berbeda.


Tidak ada untungnya dia menolongnya, apa ada maksud terselubung di sini?


Dia memang cantik! Namun Liu tidak mau tertipu, nasihat Kakek An soal perempuan tidak mungkin hilang dipikirannya.


‘Kalau Nona Ying menolongku, itu artinya….’ Liu tidak perlu khawatir, biaya penginapannya sudah ditanggung!


“Hoam.” Sementara tak ada lagi yang perlu dibicarakan Liu segera undur sementara tuan penjaga mulai ngantuk lagi.


Perlahan namun pasti, Liu membuka pintu….


“HEI! NAK, KAU BELUM BAYAR!” Tuan penjaga itu tiba-tiba segar kembali, namun Liu menghilang bak ditelan malam.


TAP! TAP!


Dengan lari sprint andalannya Liu berhasil kabur dari penginapan besar itu. Ia tidak mau berurusan lebih jauh lagi!


‘Ditolong apanya! Dia memanfaatkanku!’ batin Liu menjerit. Apa yang dipikirkannya benar, perempuan memang terkadang bahaya juga!


Memanfaatkannya sebagai umpan agar bisa menginap di kamar mewah dan meninggalkannya sendirian, sopankah begitu!?


Liu berlari ke arah kakinya membawanya, beban hidupnya bertambah, ia tidak hanya jadi buronan, tapi juga terlilit hutang juga sekarang!


Kehidupan kedua mulus apanya! Liu pikir dengan sistem ia bisa hidup enak dan langsung kuat instan, tapi apa buktinya!?


[Jangan menyalahkan diri sendiri Tuan]


Berlari menembus kegelapan dini hari yang dingin. Sistem menunjukkan dirinya ketika ia sedang ada di gang kecil.


“Sistem!”


“Kamu bodoh ya!? Namamu tidak sesuai yang diberikan Dewi!” Rasa frustasi Xiao Liu tertumpah seketika itu juga.


Bukannya hidup tambah enak dengan sistem, eh malah senbaliknya! Tidak ada yang sedang bercanda di sini!


Sistem Pendekar Terkuat apanya!? Tiap kali ingin diandalkan malah nihil, dan lagi kenapa ia selalu sial begini?


[Tuan Liu….]


Liu tersungkur di bawah genangan air gang kecil itu. Tubuhnya jadi basah dan kotor seketika itu juga.


Ke-frustasiannya sampai di titik tinggi, kenyataan bahwa ia masih sangat lemah sudah jelas, dan kini dihadapannya ada tanggung jawab yang besar.


Ia buronan hukuman mati, Nona Yin harus segera diselamatkan, sedang ia sendiri gagal kompetisi dan malah terjerat hutang.


Kenapa dunia seolah tidak baik padanya!? Tidak ada orang yang mau banyak menderita ‘kan!?


Padahal Liu hanya punya satu atau dua tujuan besar, mencari ibu pendekar sesat dan jadi yang terkuat!


Kenapa semua kerumitan hidup ini menimpanya!? Liu khawatir siapapun yang membaca biografinya nanti akan ikut pusing dan menderita!


[Inilah kehidupan yang sesungguhnya]


“….”


Liu bersimpuh melihat pantulan wajahnya, seorang yang sudah dewasa dengan air mata yang menetes.


“SRK!” Dan tidak lupa ingusnya juga.


‘Kehidupan… yang sesungguhnya?’ Liu merenungkan apa yang dikatakan sistemnya, apa kehidupan sesungguhnya itu penuh dengan cobaan dan masalah?

__ADS_1


Kalau begitu novel yang ia baca soal hidup orang yang sempurna itu apa?


[Hanya kebohongan belaka Tuan]


Lagi-lagi sistemnya menjawab dari pertanyaan batinnya, padahal Liu tahu sebelumnya ia harus bicara sendiri seperti orang gila untuk berhubungan dengan sistemnya.


Kebohongan belaka, fiksi, tak nyata. Liu jadi ingat akan buku yang dibacanya. Pada akhirnya kehidupan yang sesungguhnya akan jauh berbeda dari apa yang diharapkan orang.


Manusia tidak pernah puas.


Tidak, selama mereka berusaha mencari kepuasan itu. Liu ingat bagaimana Kakak An mengajarkannya kesederhanaan, mencukupkan diri sendiri dalam segala keadaan.


Jika keadaannya begini maka hal pertama yang harus ia lakukan adalah, menerimanya….


Jadi sistemnya mengajarkan pelajaran hidup? Kenyataan tidak sesuai ekspektasi, tapi dengan menerimanya maka kita tidak menambah beban lagi. Dan itu yang harus dilakukannya!


‘Jadi masalah yang terjadi padaku biasa?’ Liu memastikan dalam batinnya.


[Benar Tuan]


Liu tersenyum kecil, ia mengelap matanya dan membersihkan ingusnya, ia hanya perlu menjalani hidup, ‘tidak sulit, tidak seru’ itulah yang ia pikirkan sebelumnya.


‘Duh manusia juga ada lupanya…’ Liu berusaha tenang, ia tidak mungkin berubah karena kenyataan hidup! Selama ia berada di jalan yang benar, terobos saja terus! (maksudnya tetap berjuang).


Frustasi adalah hal yang lumrah, Liu menyingkirkan perasaan negatifnya dan membuka lembaran yang baru!


“Sistem, status.” Liu yakin dengan melihat status maka ia pasti semangat lagi, ia sudah menjalani dua pertarungan serius, pasti naik level tinggi nih!


[Memproses….]


[ Xiao Liu


Status: Pemilik Sistem Pendekar Terhebat


Level kekuatan: 1,25


Tingkat bahaya: Aman


Kemampuan Khusus:


1.Menganalisa Makhluk Lain


2.Speed Reading


Catatan: Penggunanya sering memarahi sistemnya]


“….”


“UWWOOOOGHHHH!” Liu memegang kepalanya brutal, ia langsung berdiri dan berteriak sekencang-kencangnya.


“KENAPA CUMAN NAIK 0,25!? MALAH LEBIH SEDIKIT DIBANDING KEMARIN!”


“SIALANNNNN!” Liu mencurahkan segenap emosi jiwa, raganya, mana mungkin dua pertarungan perdananya hanya menghasilkan poin pengalaman segitu!? Tidak masuk akal! Tidak bisa diterima!


[Level bertambah seiring dengan apa yang tuan jalani]


“YA APA YANG AKU JALANI!? DUA PERTARUNGAN KEREN KEMARIN! KAMU TIDAK LIHAT!?”


[Tuan kalah di kompetisi itu]


“… Ya kalah sih… TAPI 'KAN PERTAMANYA AKU MENANG.”

__ADS_1


[Poin pengalaman akan bertambah seiring….]


“AS-TA-GA! DIAM!”


Sikap seperti robot sistemnya kambuh lagi! Liu tidak mau mendengarnya.


Apa sistemnya mengambil kesimpulan ia sudah kalah dikompetisi itu? Jadi dia hanya mendapatkan sedikit poin level?


Gimana kalau ia menang? Mungkin saja….


‘Ah pasti cuman naik setengah lagi….’ Entah kenapa Liu bisa yakin menebaknya, berkaca dari pengalaman sih.


“Kau….” Seketika itu juga terdengar suara gadis dingin, familiar sekali.


Liu berbalik badan, melihat ke arah sumber suara itu, di ujung jalan kecil ada seorang gadis memakai jaket biru, menatapnya heran.


“AH!” Seketika itu juga Liu tahu siapa itu, dia… dia biang masalahnya!


“NONA AKU TIDAK PEDULI KAMU WANITA, TAPI TOLONG-“


“Kenapa ada di sini?” Xiao Ying berjalan mendekat, sementara Liu makin waspada.


“Eh?” Liu tidak mengerti, kenapa dia berlagak peduli sekarang? Bukannya dia itu sudah memanfaatkannya?


Liu berjalan mundur, ia tidak mau tertipu akting wanita, bisa-bisa dia merampoknya kali ini!


Meski ia tidak punya apa-apa, tapi bisa saja ia diculik dan dijadikan budak. Liu tidak mungkin membiarkannya!


“Nona Ying! Aku kalah, tapi Nona tidak bisa seenaknya!”


“Hm?” Gadis berjaket biru itu terdengar heran. Ia belum pernah mengatakan namanya sebelumnya.


“Jangan pura-pura Nona! Tolong bantu bayar uang penginapan!” Liu langsung pada intinya, beban ini tanggung jawab bersama. Faktanya ia memang ditolong, tapi kalau setengah-setengah begini mana enak!


Xiao Ying tidak tahu apa yang terjadi, datang-datang pemuda yang ditolongnya berteriak tak jelas. Ia baru saja mau melihat keadaannya, eh malah kabur ke sini.


“Uang penginapan beres. Xiao Liu, kenapa kau tidak mengalahkanku?” Xiao Ying akhirnya bertanya pada intinya.


‘Oh, sudah dibayar.’ Mungkin ia terlalu berlebihan tadi. Maklum saja, cukup banyak hal dalam pikirannya.


‘Eh, langsung ganti topik?’


“Aku tidak mau,” jawab Liu singkat, padat, jelas. Ia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya, malu dong. Dia ini pria sejati.


Pria sejati tidak mungkin membiarkan kelemahannya terbongkar!


“Pengecut.” Ying menatap tajam.


“APA!?” Liu tidak terima dengan komentar pedas itu!


“Ehm. Katakan saja sepuasmu Nona. Aku akan dengar.” Liu menutup kedua telinganya dengan tangan.


“….” Xiao Ying terdiam, ia ingin mendengar alasan mengapa musuhnya itu tidak mengalahkannya, namun tidak semudah yang ia pikirkan.


Pemuda bernama Xiao Liu itu berbeda, dari hawa kekuatan dan gerak-geriknya, dia bahkan bisa tahu namanya meski baru pertama kali bertemu. Ini aneh.


Bukan ucapan terima kasih yang diterimanya, malahan amarah dan tuduhan tidak jelas. Xiao Ying tidak mengerti otak pemuda ini.


Satu-satunya alasan kenapa ia menolongnya adalah….


“Kau mencari ini?” Xiao Ying mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya.

__ADS_1


__ADS_2