
Liu terus melancarkan serangan fisik, berbeda dari sebelumnya, kini serangannya lebih cepat, kuat, dan mantap!
Tidak ada waktu menahan diri, waktu terus berjalan dan ia tidak bisa membiarkan ancaman yang sebenarnya (ibu sesat) itu terus berkeliaran!
SHGHHHH!
Efek pertarungan benar-benar berbeda, dentuman yang lebih keras dari guntur dan hempasan yang lebih kencang dari topan menghiasi apa yang sedang kedua makhluk ini lakukan.
'Kenapa, nguk!?' Sun mulai kewalahan, padahal ia sudah menggunakan senjata andalannya, tapi kenapa!?
TRAAANG!
HUSSSSSH!
Sun terhempas ke belakang, ia tidak mampu bertahan dari gempuran serangan pemuda itu!
TRANG.
Sun terengah-engah, ia menggunakan tongkatnya untuk bertumpu.
"...." Liu terdiam dan menatap tajam, ia siap untuk ronde berapapun.
'Kenapa dia bisa sekuat itu, nguk?' Sun tak bisa menyembunyikan keheranannya, ia bahkan tidak bisa mengeluarkan kekuatan tongkatnya karena pemuda itu terlalu mendesaknya.
Asap keluar dari kedua kepalan tangan Liu, tak ada luka sedikitpun padanya.
Sun terdiam, padahal tongkat emasnya ini lebih kuat, tajam dan banyak keunggulan lainnya dari senjata manapun, tapi kenapa targetnya mampu melawannya dengan tangan kosong?
'Apa dia mempermainkanku, nguk?'
"Pyuh." Liu menghela nafasnya.
"WEH!" Kedua tangannya berasap!
Langsung ia kibaskan dong, hari-hari tangannya berasap begini!
Pada kenyataannya Liu tak sepenuhnya sadar apa yang barusan terjadi.
Sistem mengambil alih tubuhnya agar kekuatannya makin efektif.
'TADI MIMPI!?' Liu terkejut, rasanya kek jadi orang lain!
[Bukan Tuan, itu hanya mode 'serius' nya Tuan]
'O- oh?' Pantas saja adrenalinnya terpacu tadi.
Liu terdiam melihat tuan kera yang bernafas terengah-engah.
'AKU NGGAK KELEWATAN 'KAN SISTEM?' Liu tak bermaksud serius brutal, ia hanya ingin serius biasa saja!
[Tenang saja Tuan] Sistem sudah sebisa mungkin menahan diri. Meski lebih mudah melepaskan semua kekuatannya sih.
Liu tak peduli tuan kera itu bisa tahu isi pikirannya, yang pasti ia hanya ingin membuatnya sadar saja.
__ADS_1
Yang pada kenyataannya sang kera sakti ini sudah kehabisan tenaga untuk membaca isi pikiran lawannya.
Mengingat apa yang terjadi sebelumnya, ia harus bertahan dari gempuran serangan fisik serius pemuda targetnya, yang pada akhirnya kekuatannya pun berkurang drastis.
'Kenapa, nguk?' Meski tidak bisa melihat isi pikiran lawannya, Sun heran mengapa pemuda itu ber-ekspresi seperti itu?
Kenapa dia memasang ekspresi kasihan seperti itu? Kemana ekspresi percaya dirinya yang tadi?
Sun terdiam, meski ia melihat lawannya yang memasang wajah kasihan seperti itu, namun entah mengapa ia sama sekali tidak tersinggung.
Padahal ia punya alasan kuat untuk marah, mengingat ia adalah tangan kanan dewa! Dan tak lama lagi ia akan naik level. Ia tidak perlu melihat wajah kasihan begitu!
Liu terdiam, ia tidak sadar sudah merubah ekspresinya.
Sadar-sadar sudah melihat tuan kera kewalahan begini membuatnya tidak baik-baik saja.
"Saya bukan musuh Tuan." Liu tersenyum lembut, apa tinjuan dan tendangan tadi sudah membuat beliau mengerti?
"...." Sun terdiam, tak disangka ia malah menunjukkan sisi lemahnya.
Ia seharusnya bisa menangkapnya dengan mudah!
Tapi kenapa... kenapa?
Sun bergetar, bahkan sampai tongkatnya pun bersuara kecil.
Terlihat jelas bagaimana payahnya ia menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
Ini adalah penghinaan... pemuda itu menatapnya kasihan dan menganggapnya lemah. Tapi kenapa ia tidak marah?
'BELIAU MARAH YA?' Itulah kemungkinan yang paling bisa terjadi!
Orang atau makhluk yang marah tidak selalu dengan wajah garang, terkadang diam adalah cara lainnya!
'GIMANA SISTEM?'
[Apanya Tuan?] Sistem tak merasakan hawa bahaya dari makhluk setengah dewa itu, kenapa tuannya khawatir berlebihan begitu?
Yah Liu belum berarti sepenuhnya aman juga sih.
Liu tahu bisa saja Tuan Sun mengeluarkan teknik tersembunyi dan membalikkan keadaan!
SRET.
Liu akhirnya menundukkan kepalanya dalam dan meminta maaf, sebuah tindakan yang sama sekali tidak terduga.
Padahal ia sendiri sudah mulai serius sebelumnya, namun setelah beradu kekuatan sebentar, Liu tahu kekerasan bukanlah jalan instan untuk menyelesaikan masalah.
Daripada terus bertarung berlarut-larut, Liu kembali yakin ada jalan lain yang lebih baik dari ini!
Sun terdiam. "Apa yang ... kau lakukan, nguk?" Untuk pertama kalinya sang kera sakti mengeluarkan suaranya yang agak parau.
Pada kenyataannya kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi bertarung. Kekuatannya sudah tersedot begitu banyak, dan kalau dipaksa pun tidak akan banyak membantu. Sun tahu akan hal ini.
__ADS_1
Liu kembali mengangkat kepalanya dan menjelaskan. "Saya tahu Tuan dari kitab dan buku-buku, saya yakin itu semua tidak salah."
Tuan Sun adalah seorang kera sakti dari gunung, menemani seorang pemimpinnya dan dibimbing oleh dewi, sifatnya ramah, lucu, humoris, terbuka dan masih banyak hal positif lainnya.
Liu yakin yang sedang ada dihadapannya adalah Tuan Sun yang sama yang ia baca di banyak kitab.
Sun terdiam, tak menyangka musuh yang seharusnya bisa membuatnya lebih tak berdaya dan bahkan mengalahkannya malah meminta maaf dan mengatakan omong kosong.
SRING!
BLUGH!
Tongkat emas kebanggannya menghilang, dan seketika itu juga Sun terjatuh ke tanah.
"Tuan!?" Dengan cepat Liu membantunya.
Dan dengan cepat Sun menolak bantuannya juga.
"Kau ... apa tujuanmu, nguk?" Sang kera sakti ini tidak percaya malah terjadi hal seperti ini.
Kenapa bisa-bisanya musuhnya peduli padanya dan bahkan mau menolongnya? Tidak masuk akal sama sekali.
Liu terdiam, sadar tindakannya ini menghina makhluk setengah dewa yang hebat.
'YA AKU HARUS GIMANA DONG?' Mau nolong salah, tak menolong juga salah sih.
[Tuan sudah memberinya pelajaran, itu sudah cukup] Tidak perlu memaksakan diri menolong yang tidak mau ditolong.
Liu terdiam, ada benarnya juga perkataan sistem.
"Maaf Tuan, tapi saya punya urusan lain. Semoga cepat pulih."
SHUSH!
Liu menghilang seketika itu juga, meninggalkan sang kera sakti yang terduduk diantara kehancuran area yang besar.
Sun tertunduk, ia tidak habis pikir. Bukannya berhasil menuntaskan misinya dan menerima penghormatan dewa, eh malah yang terjadi sebaliknya.
Ia sudah berpengalaman dengan berbagai pertarungan Dan macam-macam musuh dengan kekuatannya pun sudah diketahuinya.
Bukan pertama kali ia berada di kondisi terdesak. Yang meski jarang juga sih.
Biasanya Sun bisa mengatasi lawannya, bahkan membalikkan keadaan seperti membalikkan telapak tangan juga.
Tapi kenapa kali ini?
Kenapa ia bisa kalah?
Jelas-jelas ia tidak mengeluarkan teknik berkilau atau teknik hebatnya, ia hanya meladeni semua serangan yang dilancarkan pemuda itu padanya.
Namun lagi-lagi kenapa?
Sun terdiam, ia masih tidak mengerti, meski tekadnya untuk mengejar dan mengalahkan targetnya masih ada, semua itu tidak berguna kalau tubuhnya tidak setuju dengan tekadnya.
__ADS_1
Ia tidak sempat menunjukkan teknik terhebatnya dan malah kalah memalukan, sang kera sakti tertunduk merenung kenapa semua ini bisa terjadi.
***