
Ledakan super besar terjadi, api langsung menyembur ke segala arah.
Dataran es disekitarnya hancur seketika itu juga.
Getaran yang hebat langsung terjadi, sungguhlah serangan yang hebat.
Aura kekuatan yang dihasilkan jauh lebih besar dari adu aura kekuatan dengan dewi.
Api yang lebih jauh lebih panas dan merusak dibanding pimpinan tengkorak.
Untuk pertama kalinya dewa api mengubah sesuatu. Kini ia menyilangkan tangannya di dada.
Semburan api layaknya flamethrower super jumbo, mimpi buruk bagi siapapun yang phobia api.
Tidak kunjung selesai juga, entah berapa lama lagi. Sepertinya suka-suka dewa saja sih.
Asap tebal langsung tercipta, membuat siapapun yang penasaran sulit melihat apa yang terjadi.
Berlama-lama kemudian ... akhirnya lingkaran penuh corak rumit itu berhenti mengeluarkan api.
Kini area dataran es berubah jadi area dengan air yang banyak.
Dewa api tidak main-main, ia tidak segan membuat kekacauan di wilayah rekannya sendiri.
Misi dari dewa kematian jauh lebih penting dibanding rekan sesama dewanya.
Itulah prinsipn yang ada di pikiran para pemburu target dewa kematian.
Semuanya sudah beres, aura kekuatan pemuda itu tidak terasa lagi.
Sudah pasti sudah jadi abu. Pertahanan apapun tidak akan bisa menahan serangan apinya.
HUSH!
Dewa api mengangkat tangannya hendakk mengambil debu target yang sudah dikalahkannya itu.
....
Namun tidak ada apapun yang terjadi ... belum ada debu atau apapun yang mengarah ke tangan dewa.
Padahal dewa bisa dengan mudah mendeteksinya adn urusannya bisa cepat selesai dan pergi dari sini.
Namun ternyata tidak seperti itu.
"...." Dewa mengubah raut wajahnya sedikit, ia agak heran soal kejadian ini.
Kenapa tidak seperti perkiraannya?
Aura kekuatan pemuda itu sudah tiada, dan itu fakta.
Namun kenapa tidak ada bukti kekalahan pemuda itu?
Melarikan diri? Tidak mungkin, dewa sudah tahu lebih awal kalau itu yang terjadi.
HUSH!
Dewa menyingkapkan kepulan asap ini demi mengklarifikasi apa yang terjadi.
"...." Dan yang terlihat hanyalah area air luas. Tidak ada jejak pemuda itu sama sekali.
Mungkinkah debu targetnya sudah larut dalam air?
Kalau kasusnya begitu dewa bisa dengan mudah melacaknya dan bisa tetap mendapatkannya.
Namun apa yang terjadi tidak seperti perkiraan dewa.
Targetnya menghilang begitu saja....
"ZAAAOO!!!" Ada suara dibelakangnya!
"!" Dewa terkaget dan tak sempat menghindar!
"PUKULAN DEWA API NAKAL!!!"
BUAAASSGGHHHHHHH!!!
Pukulan solid masuk ke wajahnyaaa!~
HUSSSHHHH!!!
Dewa terhempas sangat kencang! Bahkan sampai tidak kelihatan lagi.
Hempasan angin yang sangat luar biasa pun tercipta, getaran yang dahsyat yang menggetarkan tempat ini
Namun tidak sampai membuat gelombang air atau bahkan tsunami. Hanya menggetarkan air saja.
Tap.
Liu berdiri di atas air, melihat semuanya sudah hancur.
Tidak ada lagi pemandangan es yang indah.
DABUMM!!!
Terdengarlah suara keras dari arah gunung es yang sangat jauh jaraknya.
__ADS_1
Liu terdiam, sementara tanda merah di tangannya bersinar terang.
-Tadi gawat juga ya- Terdengarlah suara lain bernada berat.
[Hmph]
'BUKAN SAATNYA BERANTEM 'KAN!?'
Sistem tidak senang tuannya memakai kekuatan monster, sistem kan masih bisa diandalkan.
Benar. Karakter utama kita ternyata belum jadi abu, atau kabur dari hadapan dewa.
"PYUH!" Liu membuang nafas lega, ia pikir riwayatnya bakal berakhir tadi.
Ia tidak bisa menahan kekuatan api dewa. Simpelnya kekuatannya terlalu OP, alhasil ia harus ganti strategi.
Dan untungnya kekuatan monster aktif di saat yang tepat.
Shhh....
Tanda tengkorak merahnya berasap. Terlihat keren juga sih.
[Tuan tidak perlu pakai kekuatan itu] Sistem terdengar cemburu.
'Ya daripada jadi abu sih.' Liu tahu dimana batasannya, kalau ngeyel ya sudah pasti mati dong.
[HMPH] Sistem malah makin marah. Ia ingin terus diandalkan oleh tuannya.
-Yah yang penting selamat aja dulu ya- Suara berat lain terdengar lagi, yang tak lain tak bukan adalah suara kekuatan monster yang sudah lama tak terdengar.
Liu berhasil menyerap semua serangan api dewa api.
Menyerap kekuatan sesama makhluk? Udah biasa. Menyerap kekuatan dewa? Beuh.
Liu terdiam, sementara area sekitarannya mulai kembali seperti semula.
'Eh?' Aneh sih ini.
Semuanya kembali utuh dalam sekejap mata, sulit percaya kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri, tapi itulah kenyataannya.
[Semakin tinggi alam dewa, tempatnya pun semakin kuat dan cepat kembali dengan sendirinya lagi Tuan]
'Oh begitu ya....' Liu baru tahu soal ini sih.
Jadi ia bebas menghancurkan apapun sesuka hatinya?
[Nggak gitu juga Tuan] Sistem sampai mengubah gaya bahasanya.
DBUM!
SWWURRRSSHH!
Ada bola api besar datang ke arahnya!
SRET.
Liu mengangkat tangannya dan seketika itu juga tanda tengkorak merahnya bersinar terang.
BLAR!
Liu menyerap serangan besar itu, sama seperti yang dilakukannya sebelumnya.
'UH.' Serangan kali ini lebih kuat, namun Liu tetap mencoba strategi yang sama.
'Eh gatal.' Liu menoleh sedikit sembari menggaruk punggungnya yang gatal.
SYUT!
Sang dewa muncul di belakangnya dengan tatapan dingin!
"HOLY MOLY!" Liu sama sekali tak menyangka!
Tanpa pikir panjang dewa langsung melancarkan tinjunya!
BUAAAGHHHH!!!
HUSSSHHH!!!
Dewa Zao menunggu celah yang bagus, dan itu tepat ketika targetnya sedang sibuk berurusan dengan serangan apinya!
Jangan remehkan tinjuan dewa! Tinjunya lebih kuat dari serangan apinya! Strategi mantap dari dewa api!
DRRRRR!!!
Tempat ini bergetar hebat! Lebih kuat dan sangat mengerikan kalau dilihat langsung!
Bayangkan saja gempa bumi yang hebat! Ngeri bukan? Itulah yang saat ini terjadi di tempat ini!
Getaran makin kuat, hempasan makin kencang dan suara makin gandeng tidak membuat tempat ini hancur lagi, benarlah apa kata sistem.
Dewa seharusnya full senyum sekarang. Jelas-jelas lawannya kena serangan kejutannya!
Namun itu tidak terjadi.
Liu ternyata menahan serangan tinjuan dewa! Hanya pakai satu tangan saja!
__ADS_1
Sungguhlah tidak masuk akal, dewa terlihat dingin, namun sebenarnya kaget juga.
'PANAS!' Sudah pasti begitu sih! Tapi jauh lebih baik daripada kena pukulannya langsung!
[Akselerasi Qi +++ x50]
'???' Liu tak mengerti, tapi ya sudahlah.
Tangan kiri Liu bersinar biru terang, sistemnya tak main-main beraksi!
'EH PANASNYA ILANG.' Liu tak merasakan panasnya lagi sekarang.
[HEHE] Entah kenapa sistem terdengar bangga.
Sistem tidak mau kalah dengan kekuatan monster itu, saatnya menunjukkan apa yang ia bisa!
"...." Dewa tak senang melihat ini, bagaimana mungkin serangannya bisa ditahan begitu?
Liu terdiam, kini ia bisa melihat wajah tampan dewa agak kemerahan, sepertinya bekas pukulannya tadi.
Dan memang begitulah kenyataannya.
Sejauh ini tak ada yang bisa membuat dewa api terluka. Namun kini Liu berhasil menurunkan tingkat ketampanan dewa akibat serangannya itu.
Meski tidak sampai berdarah, namun tetap saja ini adalah penghinaan bagi dewa.
Dewa Zao terdiam, ia tidak nafsu menyerang brutal, tahu serangannya bisa ditahan bukan berarti sudah berakhir.
HSSSS!!!
"Mandi Api." Suara dingin sang dewa keluar setelah sekian lama!
SWUSRSH!
"!" Tinju api mulai menjalar ke tubuhnya!
'GAWAT BOY!' Liu agak panik, dewa ternyata punya trik lain!
Bahkan akselerasi Qi pun masih belum cukup untuk menghentikan serangan dewa!
Menahan serangan bola api pun percuma kalau ujung-ujungnya kebakar juga sih.
Serangan bola api masih jadi ancaman. Bola api itu masih belum terserap!
Dan kini api mulai menjalar ke tubuhnya....
Liu terdiam, situasi langsung sulit instan.
Dewa terdiam, inilah balasan yang bagus untuk makhluk yang sudah dua kali mempermalukannya.
Ia ingin melihat langsung dan menikmati kematian targetnya. Dengan begitu ini akan sedikit mengobati rasa malu yang dialaminya.
SHHHHH!!!
Kekuatan api dewa yang mampu membakar apapun akhirnya menyelimuti tubuh Liu.
Terlihat situasi tidak memihaknya sama sekali. Liu menunduk berselimutkan api panas yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Reaksi percaya dirinya di awal seolah hilang begitu saja. Akselerasi kekuatan dewa jauh lebih besar dan cepat dari yang bisa dikira.
Dewa Zao tetap dingin seperti biasanya, kini hanya tinggal menunggu waktu pemuda itu berubah wujud saja.
"HEH." Terdengar suara kecil namun penuh dengan rasa percaya diri dan keberanian
"...." Yang jelas-jelas bukan suara dewa sih tadi.
"ZAAAOO!!!"
SRET!
Liu berkelit dan mengarahkan bola api yang ditahannya itu! Dan seketika itu juga ledakan yang hebat terjadi!
Ia lelah berjuang untuk sesuatu yang tidak pasti! Jadi yah ia kembalikan saja serangan dewa!
HUSH!
Dan tanpa disangka Liu terhempas ke belakang dan mendarat dengan keren!
Bagaimana bisa? Pahadal ia sudah tak bisa melakukan apa-apa dan seluruh tubuhnya pun terbakar?
Liu tersenyum kecil. Sementara itu aura kebiruan ada disekitaran tubuhnya.
[Pelindung Api Dewa Api ... Aktif] Sistem telat mengatakan teknik yang dipakai tuannya.
Benar, sedari awal tubuh Liu sudah dipenuhi dengan kekuatan aura biru tak kasat mata yang bisa melindunginya dari panas api dewa.
Itulah sebabnya ia belum jadi abu. Kalau dewa bisa meng-akselerasi kekuatannya dengan cepat, ia juga tidak mau kalah dong!
Asap tebal pun lagi-lagi tercipta, membumbung tinggi ke langit.
Apa yang dilakukan Liu terkesan seperti tindakan putus asa. Coba untuk apa ia mengarahkan serangan dewa sendiri? Dewa tak akan terpengaruh apapun kalau begitu.
Dan akhirnya asap mulai menghilang dan terlihat tubuh dewa hitam dan pakaiannya yang semula begitu mewah dan elegan berubah jadi compang-camping tak beraturan.
Jelas-jelas penampilannya jadi berbeda sih.
__ADS_1