Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Pria Pirang


__ADS_3

“!”


Shhh….


Liu menahan santai pukulan sang dewa hanya dengan tangan kosong!


BAGAIMANA MUNGKIN!?


Dewa lebih heran lagi sekarang!


“HM!” Sang dewa terus melanjutkan serangannya bertubi-tubi!


Kali ini dengan kekuatan yang lebih hebat lagi!


BUM!


BUM!


BUMM!


“HAH!?”


Semua serangannya sama sekali tidak ada yang masuk!


Padahal dewa tidak main-main dan sudah mengerahkan semua tenaganya!


TAPI KENAPA DIA MALAH KELIHATAN LEBIH MUDAH MENAHAN SERANGANNYA!?


Shhh….


Liu memegang kepalan tangan dewa.


Dewa terdiam, pegangannya sangat kuat dan bahkan ia tidak bisa melepaskan diri dengan mudah.


Dewa makin heran dengan yang terjadi, namun ia akhirnya tahu bagaimana kekuatan pemuda ini.


Dia bisa meremas bahkn melukai tangannya dengan mudah, namun dia tidak melakukannya.


Rentetan pukulan tanpa nama terhebatnya pun tidak mempan terhadapnya.


“HO.” Sang dewa terdengar tertarik.


“….” Liu tetap memegang tangannya dengan dingin, siap untuk serangan dewa yang selanjutnya.


“Kau menang anak muda.” Dewa menatapnya dengan penuh arti.


“….” Liu terdiam, ia tidak langsung percaya dengan apa yang didengarnya.


Sang dewa bisa melancarkan serangan balik yang tak terduga.


“Aku serius.” Sang dewa menatap tajam penuh keyakinan.


Tidak ada trik, tipu daya atau apapun, ia hanya sudah mengakui kekuatannya, Itu saja.


“Oh.” Liu langsung melepaskan tangan dewa.


Hussssh….


Hawa panas langsung menerpa tempat ini.


Dan seperti yang sudah bisa diduga, arena pertarungan dewa tingkat atas sudah hancur parah.


Dan bersamaan dengan itu dewa meregangkan badannya.


Liu terdiam, ia masih saja dingin dan waspada.


SANG KARAKTER UTAMA INI KELIHATAN SANGAT BERBEDA.


Semua ketegangan pertarungan sudah berlalu, sang dewa mengambil waktu untuk rileks.


Ia masih merasa pemuda itu belum percaya padanya, tapi tidak apa.


Memang percaya bukanlah hal yang mudah.


Seiring dengan berjalannya waktu, arena kembali pulih seperti semula, kini dikelilingi energi transparan yang akan membuatnya lebih tahan terhadap kerusakan.


Dewa masih melakukan peregangan, memang kebugaran adalah kesukaannya.


Ada alasan kuat kenapa dewa melakukannya.


Tidak lain tidak bukan karena … ia memang pengen melalukannya.


Oke serius, yang pasti dewa merasa tubuhnya begitu lemas dan lunglai.


Baru pertama kali setelah sekian lama ia merasa selemah ini, padahal pertarungan yang berlangsung tidaklah lama.


Dan dewa sendiri yang terus menyerang, namun bukannya lawan yang kalah, eh malah dirinya sendiri.

__ADS_1


Sang dewa tahu batasan dirinya sendiri, seharusnya ia masih punya banyak kekuatan….


Namun kenyataan berkata lain.


Sang dewa kebugaran tidak mungkin membiarkan dirinya lemah.


Itulah sebabnya ia perlu mengumpulkan kekuatan berkedok peregangan, menyembunyikan kelemahannya.


Dan itu berlangsung cukup lama.


MAU SAMPAI KAPAN?


Bahkan narator pun bisa bosan melihat dua makhluk yang saling diam saja begini.


Setidaknya harus ada adegan seru atau menegangkannya dong!


“YEAH.” Sang dewa menyudahi peregangannya dan mendekati pemuda ini.


“Kau lulus nak.” SWUSH!


Sang dewa menghilang begitu saja, tak mengatakan apapun lagi.


“….” Liu terdiam, kini hanya ia sendiri di sini.


Swush.


Aura biru dan mata merahnya menghilang, ia terdiam tanpa ekspresi.


Blugh.


Liu terjatuh ke depan, tanpa tenaga.


APA YANG SEBENARNYA TERJADI PADANYA?


KENAPA TIBA-TIBA KARAKTER UTAMA TUMBANG BEGINI!? BUKANKAH IA SUDAH MEMENANGKAN PERTARUNGAN!?


Tidak ada yang tahu kecuali pemuda ini sendiri.


Ia tumbang tepat setelah meng-klaim kemenangannya.


Aura kekuatan hebatnya sebelumnya sirna begitu saja, kini ia benar-benar polosan tanpa aura kekuatan apapun.


“….”


‘Anjir….’ Liu tak menyangka malah jadi selemas ini.


Namun reaksi begini wajar sebagai harga yang harus dibayar setelah mengeluarkan kekuatan besar.


Tubuhnya sangat lemas seolah sudah bekerja keras.


Yah memang kenyataannya begitu sih.


Lagi-lagi Liu sadar dirinya bukanlah makhluk super yang punya kekuatan tak terbatas.


Ia masihlah dirinya dengan segala kekurangannya.


Bisa bertahan sampai sini adalah pencapaian tersendiri.


Liu berusaha mengapresiasi apa yang sudah dilakukannya, itu lebih baik daripada bersungut-sungut dan protes kenapa tumbang begini.


Liu membalikkan badannya, gerakannya pelan dan hati-hati. Yah kekuatannya tak banyak sih.


Menatap langit cerah nan panas. Hanya inilah yang bisa dilakukannya sekarang.


‘Terima kasih.’ Liu tak menyangka bisa sampai sini. Ia hanya bisa mengucapkan itu pada kedua kekuatannya.


-Hiks- Kekuatan monster-nya malah sedih.


Tapi yah itulah yang dirasakannya, TBT terharu dengan perjuangan tuannya.


[Masih belum Tuan] Sistem mengingatkan.


“….” Liu tahu, ia hanya ingin mengucapkannya selagi sempat.


Karena ia pasti menyesal kalau sudah terlambat.


[….] Entah kenapa tuannya terdengar aneh.


Yah Liu memang tidak berharap banyak, namun tak melupakan juga tujuannya sampai sini.


Sesekali ia ingin take-it-easy.


Serius boleh, namun terlalu serius juga menyiksanya.


Yah intinya ia berusaha tenang dulu sih, untuk sekarang.


[….] Sistem terkesan tuannya lumayan mengalami character development yang baik.

__ADS_1


Tuannya memang bukan anak kecil lagi.


“….”


Liu mulai berdamai dengan apa yang dirasakannya.


Sekaligus tidak mau ambil pusing dengan apa yang akan terjadi.


Dan situasi memang tetap kondusif bahkan setelah dewa pergi.


Liu bangkit dan melihat sekitar. Sejauh ini belum ada hawa kehadiran siapapun.


“Xiao Liu….”


“!” ADA SUARA DARI ATAS!


Liu menengadah dan terlihatlah sesosok berzirah emas turun dari langit!


Sungguhlah keren dan elegan.


Tap.


Sosok berwajah tampan dan berambut pirang.


Bahkan sedikit lebih tampan dari Xiao Ice!


Liu menggelengkan kepalanya. KENAPA IA PAKE STANDAR PRIA DINGIN ITU YA!?


SHHHH….


“!”


Hawa kekuatannya mulai memenuhi tempat ini, terasa besar dan megah.


Baru pertama kali Liu merasakan hawa kekuatan yang seperti ini.


JADI BELIAU INI?


“Arthur.”


‘ARTHUR!?’ Liu terdiam, namanya seperti orang luar!


Yah sejujurnya tak banyak pria yang rambutnya pirang juga sih.


Beliau bisa menarik perhatian para wanita hanya dengan penampilannya saja!


Yang memang begitulah kenyataannya.


Sosok tampan pirang satu ini bisa dengan mudah menarik perhatian para dewi.


Sring.


Sosok bernama Arthur itu mengeluarkan pedangnya, begitu mengkilat dan membuat siapapun terpana ketika melihatnya.


‘WOW.’ Baru pertama kali ia melihat pedang seindah itu.


‘Dewa Arthur….’ Apa ia ketahui tentangnya?


Melihat dari penampilan dan senjatanya, beliau ini pasti….


“Dewa Pedang.”


‘I KNEW IT!’


-….- Entah kenapa TBT merasa tuannya meniru kata-katanya.


Itu sudah jelas terlihat dari penampilannya!


“Aku lawanmu yang terakhir.”


‘WAIT A MINUTE.’ Liu terdiam, kok dewa satu ini banyak kasih info ya?


Padahal kebanyakan dewa-dewi yang ditemuinya biasanya minim ngomongin identitasnya begini.


Tapi yah wajar saja untuk ukuran dewa ya.


Suka-suka makhluk kuat aja mau ngapain.


Sifat dewa-dewi kan macem-macem juga.


Oke, Liu punya gambaran kasar soal siapa lawannya sekarang.


Tak lain tak bukan adalah Arthur, sang dewa pedang. Sosok terakhir yang akan mengujinya.


“….” Liu mulai serius.


“Ini.”

__ADS_1


Swush.


Dewa melemparkan pedangnya.


__ADS_2