
“!” Dewi terdiam, lawan memberinya kejutan!?
Bagaimana mungkin?
Sudah lama sejak ia terakhir kali dikejutkan begini.
Biasanya ia yang memberi kejutan pada lawan-lawannya, bukan sebaliknya.
Namun kini fakta berkata lain, pemuda itu meng-outsmartnya.
‘Hoh.’ Dewi Feng langsung tahu apa yang terjadi di sini.
Tak disangka pemuda itu memanfaatkan kekuatan alam dewa ini.
Dia mengubah kekuatan aslinya jadi kekuatan alam dan berhasil mengejutkannya,
[HEHE] Bahkan sistem terdengar bangga.
Memanfaatkan lingkungan alam dewa untuk dijadikan kekuatan bukanlah hal mudah, namun tuannya berhasil melakukannya.
Inilah kemampuan spesial lain yang pasti mengejutkan lawannya!
Liu bisa melakukannya karena keringanan yang diberikan dewi.
Aura sang dewi tak menganggunya, dan ia bisa fokus mengubah kekuatan jadi elemen petir.
“….” Dewi Feng sudah tenang dan mengerti situasinya.
Yah dikejutkan lawannya bukanlah hal yang buruk juga sih.
Mungkin ini tidaklah seberapa, namun Liu memang beneran tidak mau membuat dewi bosan.
Pilihannya hanyalah mengeluarkan segenap kemampuannya juga sih.
HUSH!
SANG Dewi maju dengan kedua pedangnya, kekuatannya meningkat dratis!
SWUUUSHSHH!!!
SRAAAAKK!!!
Sabetan-sabetan angin super tajam langsung tercipta, sangat cepat dan sulit terprediksi!
TRAAAANG!!!
TRANG!!!
Kedua senjata itu kembali beradu dan keduanya langsung menggempur dengan cepat.
Dentuman kekuatan tercipta setiap kali senjata itu beradu, getaran hebat pun terjadi.
Liu tak lagi kerepotan dengan aura kekuatan angin dewi yang mengincarnya.
JDERRR!!
Sambaran petir dari langit yangg menanganinya untulnya.
TRAAAANG!!!
Keduanya terhempas dimasing-masing sisi arena.
Duk.
Punggungnya kembali bersentuhan dengan sisi dinding kokoh, namun tak sampai menabraknya sampai hancur.
Sementara itu Dewi Fang hanya terhempas sedikit, dan raut wajahnya lebih serius dari sebelumnya.
Drr….
Liu bergetar, sementara listrik-listrik kecil masih menyambar melindunginya dari hempasan aura bahaya dewi.
Berhadapan sebentar saja sudah membuatnya begini.
Liu masih memegang palunya aura birunya, namun belum melakukan apapun lagi.
“….” Dewi terdiam ia menantikan apa lagi yang akan pemuda itu lakukan.
Ia pikir terus membiarkannya akan sangat membosankan, namun ternyata tidaklah sep erti itu.
__ADS_1
Sampai mana lagi dia akan menyiksa dirinya?
“….” Liu masih terdiam, perlahan namun pasti aura kekuatannya mulai menurun.
SANG KARAKTER UTAMA TAK BISA TERUS MEMPERTAHANKAN KEKUATANNYA.
Tepat disaat semuanya akan jadi serius, ia mulai kembali ke step awal.
‘DAMMIT!’ Liu tak bisa menahan kefrutasian dalam batinnya.
Dari luar ia sangat serius seolah siap beraksi.
Namun sayang beribu sayang semua itu hanya sandiwara belaka.
Liu tak bisa terus berbohong dengan apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Berbagai pertanyaan muncul dibenaknya, dan tak jauh dari kenapa ia tak bisa berhadapan lebih lama dengan sang dewi angin.
Liu tak menyangka ajang adu kekuatan benar-benar berat begini.
Mungkin difficulty-nya lebih dari normal sih.
Perasaan sesal dan kurang puas ini pun sampai ke sistem.
[….] Sistem tidak memberi semangat atau apapun.
‘Ini batasku ya….?’
[….] Sistem yakin tuannya sudah tahu jawabannya.
Sudah tidak bisa lebih dari ini….
Shh….
Perlahan namun pasti aura kebiruan menghilang bersamaan dengan palunya.
Langit pun kembali cerah, guntur dan petir menghilang juga.
Kini Liu berdiri tanpa perlindungan apapun, sedang hempasan aura tajam sudah mengicarnya….
Dan situasi langsung jadi lambat, entah kenapa jadi dramatis.
Bahkan diujung tanduk sekalipun ia masih bisa menunjukkan tekadnya.
‘Heh.’ Entah kenapa Liu merasa percaya diri di saat begini.
“….” Dewi terdiam sepertinya apa yang terjadi tidak sesuai dugaannya.
Kali ini lawannya tak menunjukkan sesuatu yang mengejutkan lagi.
Dia sudah tak bisa menyiksa diri lagi? Aaaaaah….
Dewi masih belum mau semua berakhir secepat ini.
Coba bayangkan apalagi yang akan dilakukannya kalau penantangnya tumbang di sini? Pasti sangat bosan dong….
DBUMMM!!!
“Oh.” Dewi terdiam, masih bisa toh ya dia.
ADA LEDAKAN YANG BERASAL DARI SANG KARAKTER UTAMA!
KOK BISA-BISANYA!?
Padahal semuanya sudah tahu Xiao Liu sudah kehabisan kekuatannya dan tak mampu lagi melakukan apapun!
Tapi kenapa bisa-bisanya ada ledakan begini!?
Dewi terdiam, sepertinya ia masih bisa have fun bersamanya.
SSSHHHHH!!!
Aura merah super besar langsung menyelimutinya, DAN BAHKAN BISA MENAHAN AURA ANGIN MEMATIKAN SANG DEWI!
Sungguhlah momen yang tak disangka, dan dewi menikmatinya.
‘Aku….?’ Liu melihat tangannya, ada tanda terbakar yang menyala-nyala pada sebagian tubuhnya.
[!?] Sistem tidak menyangka, kenapa dia!?
__ADS_1
[APA KAU SADAR APA YANG KAU PERBUAT!?]
‘….’ Liu tak pernah mendengar sistem semarah ini.
Memangnya kenapa?
-Aku tak akan membiarkan tuanku kalah di sini- Terdengarlah sang kekuatan monster.
[HEI] Sistem tidak mau kalah beragumen.
‘Oke.’ Liu tak mau menghabiskan kekuatannya hanya untuk melerai mereka berdua.
Kalau ia punya kekuatan mending dipakai untuk menghadapi lawannya.
-Dengar itu sistem?-
[….] Sistem terdiam, argumennya tidak bisa menang mudah melawan kekuatan monster satu ini.
-Sejak kapan sistem jadi lembek?- Terderlah nada keheranan,
TBT heran kenapa sistem diam saja padahal tuannya sedang dalam kondisi tak bagus begitu.
[Jangan berlagak selolah kau tahu tentangku] Sistem terbawa emosi.
OKE MALAH NGGAK BERHENTI JUGA RIBUTNYA.
Yah mau gimana lagi kalau begini ya.
Liu beneran tak bisa ikut campur soal apa yang mereka perdebatkan, jadi yah jadi kalau gitu jadi saksi bisu aja deh.
Bukan tanpa alasan sistem menentang apa yang dilakukan kekuatan monster ini, semua ini tak lain tak bukan menyangkut keselamatan tuannya sendiri.
Akan terjadi hal buruk kalau tuannya melanjutkan pertarungan ini….
Tidak peduli sebesar apapun tekad tuannya, namun sistem tidak bisa selalu menjawabnya.
Inilah batasnya dan tidak ada hal yang lebih baik selain menghentikan pertarungan….
-….- Sementara itu di sisi lain bukan tanpa alasan pula kekuatan monster ini muncul.
Ia hanya muak diam saja melihat sistem yang jadi loyo begini dan malah mau menyerah.
Jelas tidak seperti yang dibayangkannya. Kenapa bisa-biasanya tuannya tunduk dengan mudah di pertarungan?
Apalagi lawannya bukanlah dewi terkuat sejagat raya, lantas kenapa harus berhenti di sini?
TBT tak mungkin membiarkan harapan tuannya pupus di sini!
-Apa Tuan ingin mengakhiri semuanya di sini?- TBT terdengar sangat serius, lebih serius dari yang biasanya!
Entah kenapa jawabannya bisa beda tergantung sisinya.
Apakah ia mau mengakhiri ini sebagai pemenang atau yang kalah?
“….” Liu terdiam, tekad masih ada padanya, namun kenyataan juga sudah menghajarnya.
Ia paham betul apa yang dikatakan sistem. Batinnya memang menjerit tahu ia sudah begitu terpojok dan hanya tinggal dikalahkan.
Namun inilah kenyataannya, sang dewi angin lebih kuat darinya.
-Dewi Xinmu….-
“!”
BENAR!
Untuk apa semua perjuangannya selama ini kalau ia berhenti di sini!?
Liu menguatkan tekadnya.
LEBIH BAIK KALAH KEREN DARIPADA MENYERAH MENYEDIHKAN!
SSSWUUSSSH!!!
Kini Liu tampil dengan aura kemerahan kuat yang menangkis semua kekuatan asing didekatnya.
Ia tak mau melihat kenyataan dulu dan hanya ingin fokus pada tujuannya.
[Tuan….] Entah kenapa sistem jadi merasa terpojok di sini.
__ADS_1