Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Tamatlah


__ADS_3

Dewa tetap terlihat tenang setelah tahu kenyataan ini.


“Kau….” Dan ia langsung merasa ada yang berbeda.


“HYUH!” Liu mengelap keringatnya, berusaha bertahan hidup melelahkan juga ya.


Dewa terdiam, ia paham kenapa pemuda itu bisa bertahan.


Dia sudah menghadapi para dewa dengan kemampuan beragam.


‘Masih sempat.’ Pertaruhannya berhasil, Liu membuat ‘realita’ yang baru berdasarkan pengalaman bertarungnya sebelumnya.


Dimensi dan realita adalah dua hal yang sama, Liu sadar di saat terakhir ia masih bisa membuat kloning ‘dimensi gelap’ dewa.


Dewa terdiam, meski sudah tahu alasannya namun keheranan masih ada padanya.


Seharusnya dia tak punya kekuatan seiring dengan aura gelap yang merasuki tubuhnya.


Tapi kenapa dia masih sempat membuat dimensi baru begini?


SRING!


Seketika itu juga seluruh tempat ini dipenuhi aura merah.


“!” Dewa tak menyangka lagi.


Pemuda itu ternyata bisa mengabaikan kekuatan aura gelapnya.


Benar, Liu tetap bisa menggunakan kekuatannya meski ada aura gelap yang mengganggu tubuhnya/


[Maaf sistem tidak kuat untuk menetralkannya Tuan]


‘Tenang saja.’ Ini sudah lebih dari cukup.


Adalah suatu keajaiban ia bisa bertahan sampai sekarang .


Sistem hanya bisa menahan sementara efek aura gelap dewa, dan tidak lama lagi akan selesai.


Perlu energi yang besar untuk membuat realita baru begini, kini tak ada lagi armor dan aura merah pada tubuhnya.


Dua kekuatan dewa tadi sudah habis terpakai untuk meloloskan diri dari akhir yang mengerikan.


‘Sistem….’


[Ya Tuan?]


Entah kenapa Liu ingin curhat.


Memang bukan saat yang tepat juga sih.


[Katakan saja Tuan]


‘… Ah tak jadi.’ Liu mengurungkan niatnya.


Yah ia hanya ingin berterima kasih atas banyak hal yang sudah sistem buat sampai sekarang.


Waktu mereka tak lama lagi, dan dewa kematian sudah mulai serius.


Entah kenapa ia mulai teringat lagi akan semua pengalaman hebat yang terjadi dalam hidupnya.


Kenapa ya?


‘Mungkinkah ini yang disebut kilas balik sebelum semuanya berakhir?


DEG!


“….” Efek aura gelap kembali dirasakannya.


Kini lebih menyakitkan dibanding yang sebelumnya.


Sudah sewajarnya kalau Liu mengekspresikan rasa sakitnya, namun ia tetap terlihat tenang seolah tak terjadi apa-apa.


Bahkan kata-kata pun sulit menjabarkan rasa sakit yang dialaminya.


“….” Dewa terkesan dengan ketenangan pemuda itu.


Energinya sudah habis terbuang demi melepaskan diri dari kehancuran dimensi gelap.

__ADS_1


Kini apa lagi yang bisa dilakukannya?


Sang dewa penasaran dan menunggu.


“….” Raut wajah penuh kepercayaan dirinya perlahan menghilang. Liu tak benar-benar tak bisa menyembunyikannya lagi sekaragn.


Belum cukup hanya sekali selamat, namun Liu tak bisa meminta lebih banyak juga.


Keberuntungannya perlahan habis dan itu sama sekali tak bisa dihindari.


‘Ukh.’


Perlahan namun pasti aura gelap makin menyebar ke seluruh tubuhnya, kini sebelah tubuh Liu sudah dikuasi energi gelap.


‘GAWAT SIH INI….’


Liu panik, tubuhnya mulai mati rasa….


Tak peduli apa yang terjadi pada tubuhnya, Liu masih tetap memandang sang dewa dengan penuh tekad.


“….” Dewa terdiam, semua usaha pemuda ini sia-sia saja.


Pada akhirnya dia akan tetap berakhir dengan cara yang sama.


Tidak ada makhluk yang bisa mengatasi kekuatannya.


Pemuda ini beruntung karena sudah bisa bertahan sejauh ini.


Namun yang dilakukannya tidak lebih dari sekedar menyiksa diri saja.


Alangkah bijaknya kalau dia sadar diri dari awal dan menerima kenyataan.


Pastilah dia tidak usah mengalami berbagai hal yang menyakitkan itu.


Kini dewa terdiam dan tak melakukan apapun.


Pemuda itu sudah menolak kemurahan hatinya dan menginginkan akhir yang menyakitkan.


Dewa kini mengabulkannya dengan membiarkannya mati perlahan….


“Haaah … haaah….” Menarik nafas kini jadi hal yang sukar baginya.


KRK!


Realitanya perlahan mulai hancur.


Liu tak bisa terus mempertahankannya di kondisinya yang seperti ini.


Pada akhirnya semua berjalan tak sesuai dengan rencananya.


Liu kehilangan kekuatannya, dan tak lama lagi akan kehilangan segalanya.


‘Mustahil ya….’ Liu sadar juga.


Mau ia mengeluarkan teknik apapun, tetap saja dewa kematian bukanlah tandingannya.


Benarah apa kata sistem.


Apapun jalan yang dipilihnya, takdirnya dengan dewa kematian tidaklah berubah.


Ia tak bisa lari, apalagi melawannya.


….


Tapi … kenapa dewi mempercayakannya untuk hidup kembali?


Liu mempertanyakan eksistensinya.


Ia tak mau mati penasaran, karena itulah ia memikirkannya selagi masih sempat.


Liu yakin sang dewi lebih tahu apa yang akan terjadi pasca pertolongannya itu.


Kenapa sang dewi meresikokan hidupnya bahkan untuk orang yang sudah tak punya kesempatan hidup sepertinya?


Padahal dewi bisa mengabaikannya dan terus hidup sebagaimana mestinya di alam dewa.


Dewi merelakan semuanya dan bahkan dalam bahaya sekarang.

__ADS_1


….


Kenapa?


Dewi tidak seharusnya bertindak sejauh ini hanya demi membuatnya merasakan bagaimana hidup….


Hidup memang terbatas, dan akan berakhir di satu titik.


‘Aku tak masalah kalau sudah tak punya kesempatan hidup….’


Lima tahun hidup bersaman orang yang dikasihinya sudah lebih dari cukup.


Itu lebih baik daripada hidup dengan mengorbankan hidup sang dewi….


Liu mencurahkan semua perasaan dalam batinnya.


Ia menyesalkan kehidupannya yang singkat ini membuat dewi kehilangan semuanya.


Liu kini hanya tertunduk, dan tak melakukan apapun lagi.


Memang sudah berakhir juga kan?


Sementara itu….


“….” Dewa terdiam, waktu terus berjalan dan pemuda itu masih berdiri saja di sana.


Siapapun dan apapun yang terkena efek aura gelap. Sudah pasti tidak akan bisa bertahan lama.


Dewa sudah menunggu sedari tadi, tapi dia masih belum tumbang.


Baru pertama kali setelah sekian lama sang dewa melihat yang seperti ini.


Pemuda itu tahan lama juga ya.


Dewa lagi-lagi dikejutkan oleh pemuda ini.


Namun yah tak butuh waktu lama dia pasti akan binasa.


Beberapa saat kemudian….


“APA YANG!?” Kesabaran sang dewa habis, ia tak mengerti kenapa si pemuda itu masih saja bisa berdiri.


Padahal sudah jelas-jelas energi kegelapannya sudah merasukinya.


Tapi kenapa masih saja…?


Bahkan untuk ukuran dewa, kejadian ini lebih mengejutkan dibanding yang sudah-sudah.


Bahkan retakan dimensinya pun berhenti….


Ini benar-benar diluar dugaan.


Untuk pertama kali setelah sekian lama sang dewa merasakan hal ini.


Sret.


Dewa mengangkat tangan kanannya, sementara aura kekuatan mulai terkumpul dari situ….


Tindakannya bertolak belakang dengan apa yang ia deklarasikan tadi.


‘….’ Dewa menyadari tindakannya, dan menahan kekuatannya.


Ia memang sudah berkeputusan untuk menonton pemuda ini binasa saja.


Namun tak disangka apa yang dinantikannya tidak kunjung terjadi.


Bahkan dewa sendiri belum tahu pasti apa yang terjadi.


‘Aku tak peduli.’


BUMMM!!!


Seketika itu juga gelombang besar energi gelap tercipta.


Membuat kerusakan dimensi yang lebih mengerikan lagi, dan langsung mengarah pada sang pemuda itu.


“….” Dewa tak menyesal mengingkari perkataannya, tingkah pemuda ini sudah lebih aneh dari dugaannya dan harus diakhiri sesegera mungkin.

__ADS_1


Dengan ini tamatlah riwayat seorang pemuda bernama Xiao Liu.


__ADS_2