Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Eh Cantik


__ADS_3

Kret.


Mengepalkan tangannya dengan keras, dan seketika itu juga makin kuatlah balok raksasa yang dibuatnya.


Krak.


Retakan kecil terlihat! Padahal Ying sudah menguatkan kekuatannya.


Shhh….


Faktanya, musuh bisa menghancurkan es-nya kapanpun. Ying tidak punya waktu main-main hanya menggunakan kekuatan biasanya.


Kalau begitu….


“Teknik Es: Jarum Es.”


Sring!


Ribuan es kecil berbentuk jarum tercipta, benda kecil itu bisa masuk dan menusuk lawannya dengan mudah.


Mencipatakan kekalahan yang amat menyakitkan, bahkan berujung kematian.


Sudah lama Ying tak menggunakan teknik ini, biasanya musuhnya tumbang ketika sudah jadi patung es atau balok es.


Namun sekarang berbeda, lawannya bukanlah manusia atau sesama pendekar, melainkan monster yang punya kekuatan misterius.


Ying tak bisa membiarkan dirinya terkena serangan musuh lagi.


Dua cakaran dan racun yang terus memenuhi tubuhnya sudah jadi alasan kuat. Kini hanya ada dua pilihan, menyerang untuk menang atau kalah.


KRAK!


Retakan makin menyebar, kekuatan monster itu semakin menggila.


Sshhh…..


“….” Namun entah mengapa putri es belum juga menyerang, padahal sudaj siap lho!


Tes…


Tes….


Darah pun mengucur dari mulut Ying, ia tidak melakukan apapun selain menahan monster itu, padahal kemenangan sudah didepan mata!


“Hmph.” Ying mendengus, bibirnya naik ke atas, tak disangka ia malah tidak mengikuti kata hatinya.


Ying tidak pernah membiarkan orang lain mengatur hidupnya, jalan hidupnya independen gila.


Yah setidaknya sampai sekarang, akhirnya ia rela tidak lagi mengikuti jalan hidupnya yang dulu.


Ying menatap ke depan penuh percaya diri, kekuatannya hampir habis dan ia belum menyerang juga. Sebuah kebodohan jika ia menilai dirinya sendiri.


DUAR!


Kesempatan menang disia-siakan begitu saja, dan kini bahaya super mematikan melesat ke arahnya.


Serangan jarum pun tak bisa diandalkan, terlalu terlambat untuk itu.


Dan tetap Ying bisa tersenyum percaya diri.


‘Dia datang.’ Ying tak melakukan apapun, mau menghindar juga percuma, musuhnya jauh lebih cepat dan kuat. Tak ada yang bisa dilakukannya selain menerima serangan monster itu lagi.


Apakah ini akhirnya? Putri es tumbang oleh ras monster? Sejujurnya baru kali ini Ying terdesak sampai seperti ini, namun pada akhirnya rasa percaya pada pemuda itu jauh lebih besar dari apa yang sekarang dihadapinya.


HUHS!


Ying menutup matanya dengan bangga, ia menerima kekalahan sekaligus kemenangannya karena percaya sampai akhir.


BUM!


Sebuah ledakan tak terduga tiba-tiba terjadi, menghempaskan monster itu jauh ke belakang.


Blugh.


Dan seorang pemuda tiba-tiba datang, Ying jatuh di tangan pemuda itu.


[Pemulihan selesai… racun dinetralkan… kebal racun diperoleh]


‘K-kau… selalu mengejutkanku….’ Ying menutup matanya, beristirahat.


“Terima kasih Nona Ying.” Liu menaruh tubuh pendekar es di tanah, sementara menatap tajam ke depan.

__ADS_1


‘Nona Ying….’ Liu tak menyangka putri es bakal mendengarkan perkataannya, sulit membayangkan ini terjadi, namun pada kenyataannya memang terjadi sih.


“MIAWRRR!” Auman kucing memekakan telinga pun terdengar.


‘IMUTNYA!’ Malah terdengar lucu sih. Liu suka mendengar kelucuan.


Namun sayangnya mereka berada di pihak yang berbeda.


HUSH!


Tanpa panjang lebar dia melesat ke depan, dan Liu juga tak mau kalah!


‘WOW DIA CANTIK!’ Liu terkesan! Gadis kucing kecil berubah jadi gadis dewasa yang mempesona!


[Jangan teralihkan Tuan]


‘Eh?’


BUM!


Baku hantam, cakaran vs pukulan pun tak terhindarkan. Gerakan luwes kucing membuatnya kesulitan!


‘ADUH KUAT BANGET!’’


‘SISTEM BANTU DONG!’


Cakaran kucing adalah mimpi buruk bagi siapapun! Tidak ada yang mau dicakar makhluk lucu itu ‘kan!? Liu tak mau mengulang masa lalu yang kelam!


[Meningkatkan kecepatan… kegesitan… kelincahan….]


HSH!


‘NAH MANTAP!’ Liu akhirnya bisa mengikuti irama serangan musuhnya!


“Ggrrrr!”


HUHS!


Kucing itu melompat tinggi dan menyerangnya dari atas! Liu menyilangkan tangannya bertahan!


BUM!


‘BUKAN KEKUATAN SEORANG GADIS!’ Tanah pun tak kuasa menahan besarnya kekuatan dan amblas ke bawah!


[Akselerasi Qi…. Memulai serangan balasan]


BUM!


Ledakan energi keluar dari tubuhnya, monster itu terhempas!


HUSH!


Dengan kecepatan tak masuk akal Liu maju dengan percaya diri!


“Seni Monster: Cakaran Kucing!”


SRAT!


SRET!


Serangannya masuk, musuhnya tercakar brutal!


SREET!


Blugh.


Meong pun terjatuh.


‘Eh?’


Akibat cakarannya, baju gadis kucing ini jadi compang-camping, dia hampir telanjang!


‘KOK MALAH BEGINI!?’ Liu terdiam, ia tidak protes (bukan pemandangan buruk sih) tapi tetap saja!


[Tuan?]


‘Maaf, salah arah.’ Liu memalingkan pandangannya, ini cobaan yang lumayan sih.


‘Seharusnya dia lebih tenang sekarang.’ Serangan tadi tidak mematikan kok, meski sudah dicakar brutal, musuhnya tidak bersimbah darah, tenang saja.


Faktanya ia hanya membuat aliran Qi monster itu lebih tenang (dengan mencakarnya).

__ADS_1


Liu melihat kesekitarnya, ia berada di lubang tanah yang cukup dalam. Kedua tangannya juga membiru.


Bahkan dengan kekuatan sistem ia masih kepayahan mengatasi serangan monster yang satu ini.


‘SAKIT!’ Liu berusaha kuat, ia bukan anak kecil. Luka begini bukan apa-apa!


Sret.


Meong bangkit lagi, menatap tajam lagi.


Liu sudah menduga hal ini, tidak heran dia monster lucu yang kuat sih.


HUSH!


Tapi tidak dengan kekuatan Qi yang seperti itu.


Liu melebarkan tangannya, ia malah seperti menerima serangan musuh cuma-cuma!


Blugh.


Gadis kucing itu terjatuh tepat dipelukannya.


[Menyegel kekuatan monster… selesai]


[Menetralkan racun… selesai]


DEG!


“UKH.” Liu merasakan pusing yang luar biasa, entah kenapa malah di saat seperti ini.


[Batas kemampuan tubuh terlewati… memulai pemulihan darurat….]


‘UH.’ Liu tak punya tenaga lagi untuk berdiri, dan ia pun ambruk ke ke bawah,


Blugh.


***


Waktu pun berlalu, dan matahari sudah menampakkan dirinya, Yin, Ying, dan Shuwan yang sudah sadar terdiam melihat gadis setengah telanjang tidur nyenyak memeluk pemuda yang tidur juga.


“HM.” Ying terdiam dengan sorot mata tajam, tak mengira malah jadi begini.


‘Li-Liu-ke….’ Yin menutup mulut tak percaya, tapi kenyataannya ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.


“HOHO! NYAMAN SAMA YANG LAIN TERNYATA!” Shuwan menolak pinggang.


[Akselerasi pemulihan berhasil]


“UH.” Liu membuka matanya perlahan, entah kenapa tubuhnya terasa berat, seperti ada yang menindihnya.


‘Apa yang?’


‘Eh?’


“WAH!” Sontak Liu langsung menjauh dong, ia sama sekali tak sadar!


Zittt….


Banyak pasang mata terarah padanya!


“Liu-ke.” Yin tak sabar mendengar penjelasan langsung!


“….” Sang putri es terlihat tidak baik-baik saja juga.


“KAMU SELINGKUH DARI KAMI BERTIGA NGAKU LHO!” Putri pendekar api nunjuk-nunjuk nuduh!


“BUKAN BEGITU NONA.” Liu langsung menjelaskan semuanya.


“LIHAT BUKTINYA.” Sebuah lubang besar di tanah yang menjadi saksi tendangan super brutal gadis kucing itu.


Yah tidak dapat dipungkiri mereka memang lihat buktinya sih.


“NGELESNYA BAGUS JUGA!” Shuwan tak percaya, mungkin dia sedang bercanda ya!?


“Uuuh….” Gadis kucing itu membuka matanya, dan kemudian melihat ada tiga orang tak asing menatapnya.


“Kakak?” Meong menggosok matanya dan menguap, dan melihat keadaannya sendiri.


“Hiii!?” Dengan cepat ia jongkok dan menutupi badannya, sadar-sadar malah sudah begini.


“Ah biar kubantu.” Ying segera memakaikan jubah panjang demi menutupi tubuh indah gadis kucing itu.

__ADS_1


Gadis kucing itu memerah, ia tak menyangka bakal terjadi hal seperti ini.


__ADS_2