
Namun sayang seribu sayang, meski sang kera sakti sudah menguatkan tekad sekalipun, tetap saja tidak mengubah fakta pemuda targetnya malah makin cepat dan kuat. Kalau dibiarkan saja sudah pasti....
TRAAAAANGG!
"!" Liu terkejut, musuh menahan pergerakannya dengan tongkat emas!
Liu tak pernah melihat senjata seberkilau itu sebelumnya.
Namun untunglah pengetahuannya soal makhluk alam lain tidak sedikit. Memang baca banyak buku dan kitab tidaklah sia-sia.
Liu terdiam, ia tak bisa terus membiarkan dirinya terlena melihat senjata musuhnya.
'Tongkat itu....'
[Hati-hati Tuan]
"...." Sistem begitu peduli padanya bahkan sampai memberinya nasihat yang sangat penting begini.
Sun menatap tajam, dengan senjatanya ia bisa dengan mudah menghentikan pergerakan lawannya.
Tak terpikirkan sama sekali untuk menggunakan senjatanya, namun kalau terus dibiarkan, ia akan makin kewalahan.
Kewalahan bukanlah gayanya, yang akhirnya Sun dipaksa melakukan apa yang tidak ingin dilakukannya.
"Senjatamu bagus juga Tuan." Liu tersenyum kecil.
Untung saja tidak silau karena begitu mewahnya senjata musuh yang tiba-tiba muncul itu.
"!" Liu merasakan lonjakan energi dari tongkat emas itu!
HUSSSSH!
Ledakan kekuatan Qi hebat tercipta seketika itu juga!
Bahkan sampai membuat Liu terhempas ke belakang!
Tap.
Namun tak sulit baginya untuk menapakkan kaki kembali dan bertahan dairi hempasan angin yang sangat kuat ini.
Sun menatap tajam ke depan, tak disangka misinya lebih merepotkan dari yang ia kira.
Bahkan sampai harus memakai senjata kebanggaannya.
Pemuda itu punya kekuatan aneh, mengingatkannya pada Dewi Xinmu.
"Kau tak pantas menggunakan kekuatan itu, nguk." Sun menatap tajam sembari ber-atraksi, mengayunkan tongkat emas kebanggaannya. Yah anggap saja lagi pemanasan.
"!?" Liu terdiam, mendengar perkataan barusan rasanya jadi ingat masa lalu.
Yah bukan saatnya flashback juga sih.
[Bukannya bagus agar momennya tambah dramatis Tuan?] Tidak bisa dipungkiri, sistem suka drama.
Liu terdiam, tak ada yang salah dengan momen dramatis. Tapi menuruti perasannya tidak berguna baginya.
__ADS_1
Kalau masa lalu indah, ia tak keberatan mengingatnya, lah masa lalunya?
Liu tak punya alasan terus mengingat masa lalu yang buruk. Itu bisa dijadikan pelajaran dan terus maju.
Hidup dalam keterpurukan terus menerus bukanlah gayanya!.
'Apa aku peduli?' Liu menunjukkan wajahnya yang bodo amat.
Ia tidak pernah meminta untuk ditolong dewa dan bahkan diberi kekuatan seperti ini.
Namun jika memang itu jalannya, maka tidak ada yang perlu dipikirkan lagi.
Tidak ada gunanya memasukkan perkataan menyakitkan ke dalam hati.
Sun terdiam, ia bisa mendengar jelas perkataan batin targetnya. Ia masih tak habis pikir kenapa dewi menganugerahkan kekuatan pada pemuda ini.
Kret.
Liu mengepalkan tangannya dengan keras, ia bisa melihat raut wajah tak menyenangkan dari sang kera sakti.
Adalah lebih baik baginya bertemu dengan Tuan Sun, mengobrol santai bahkan bertemu dewi yang terkenal itu. Namun sayangnya kenyataan tidak seindah itu.
'Apa semua dewa memusuhiku sistem?' Tidak dapat informasi dari lawannya tak apa, barangkali sistemnya tahu soal hal ini.
[Kemungkinan besar begitu Tuan] Sistem menjawab apa adanya.
Pada kenyataannya sifat para dewa berbeda satu sama lain, sulit menentukan jawaban dari rasa penasaran tuannya itu.
Sama halnya dengan sifat dewa yang berbeda satu sama lain, begitupula dengan kekuatan yang mereka miliki.
Dewa kematian adalah salah satu dewa terkenal, seperti namanya, dia ahli di bidang mengambil nyawa makhluk apapun yang berada di bawah tingkatan dewa.
Dengan kutukan Lugu tingkat langit, ia mampu menjadikan nyawa targetnya miliknya, bahkan 'mainannya'. Tidak terhitung berapa nyawa yang sudah diambilnya.
Dengan asumsi itulah sistem memberikan jawaban tadi. Ia tidak sepenuhnya tahu apa para dewa lain sedang memburunya atau tidak.
Kemungkinan para dewa tidak mau berurusan dengan dewa kematian, dan sepertinya Dewi Kwan In adalah salah satunya juga.
Liu terdiam, yah kalau begini berarti ia tidak bisa berharap dibela dewa dong.
'Jadi inikah mode 'hard'?' Liu termenung.
[Tenang saja Tuan, sistem akan selalu bersama Tuan] Nada bicara sistem terdengar lembut, menenangkan, sekaligus meyakinkan.
Senyum kecil tergurat di wajahnya.
Ia tak perlu tertekan, sudah sejauh ini tidak mungkin mundur lagi.
"Ada bahaya yang menanti di alam dewa Tuan." Liu menatap tajam.
"...." Sun terdiam, ia tidak menyangkal apa yang dikatakan pemuda itu.
Liu yakin Tuan Sun paham apa yang dimaksudnya.
'BELIAU PAHAM 'KAN SISTEM?' Liu ingin memastikan.
__ADS_1
[Iya Tuan] Sistem pikir tuannya benar-benar yakin soal ini.
Sang kera sakti terdiam, tak bisa dipungkiri sebelum pemuda ini datang, ia sudah dulu merasakan suatu energi asing besar yang mengarah ke alam dewa.
Apa itu yang dimaksudkannya?
Atau mungkin?
"Bukan urusanku, nguk." Sun menatap tajam. Ia tidak mau terkena pengalihan isu.
'LAH KOK?' Liu terdiam, kenapa malah bukan urusannya?
Bukannya makhluk setengah dewa dekat sama dewa ya? Kalau ada bahaya tentunya mereka peduli 'kan?
Apalagi mereka sampai jadi tangan kanan dewa. Liu baru tahu ternyata ada yang masa bodoh juga.
'Aku hanya perlu membawanya ke dewa kematian, nguk,' batin Sun. Ia tidak akan membiarkan pandangannya digeser-geser bagaimanapun juga.
Inilah kesempatan langka satu kali yang didapatnya, bahaya apapun bisa menunggu, itu pun kalau apa yang dikatakan pemuda itu benar. Yang terpenting adalah pengakuan dewa kematian untuknya!
'NGEYEL.' Liu menatap tajam juga, tak disangka tuan kera sakti ini tetep aja nggak mau disadarin.
Kreeet....
Liu makin keras mengepalkan tangannya, ia tak emosi, hanya sedikit terbawa perasaan saja.
Liu sedikit menoleh ke arah nona yang sudah menolongnya, masih terbaring tak berdaya. Namun tak ada yang perlu dikhawatirkan sekarang.
Meski keadaannya masih terkesan kurang bagus, namun kenyataannya beliau sudah dilindungi dengan aura Qi kuat, tidak hanya memastikan keselamatannya saja, namun juga keamanan.
Kalau begitu tidak ada pilihan lain sih....
Liu menutup matanya, waktunya untuk serius sih ini.
Orang bilang ada hal yang bicara lebih keras dari perkataan.
Dan itu....
HUSH!
Liu melesat ke depan! Sungguhlah sangat cepat, lebih cepat dari kilat guntur!
Saatnya beraksi! Tidak ada cara lain yang lebih efektif dari ini!
TRAAAAAANG!
"Mari bermain Tuan." Liu tersenyum kecil, sementara seketika itu juga terciptalah gelombang energi dahsyat yang menggetarkan bahkan membuat sebagin besar tempat ini hancur.
"!" Ekspresi tak menyangka langsung muncul begitu saja. Sun tak mengira kekuatan targetnya malah meningkat lagi begini!
TRANG!
TRRUNG!
Pertarungan tongkat dan tangan kosong pun tak terhindarkan, dengan lihat sang kera sakti memainkan senjata andalannya, namun entah mengapa masih belum cukup menghentikan aksi targetnya.
__ADS_1
[Akseleresi fisik 1000% ... Akselerasi Qi 1000% ... Akselerasi Analisisis 9999%]