Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Kamu Cantik dan Aku Ganteng


__ADS_3

“….” Liu terdiam, yang ia lihat kantong luar coklat, sedang bendanya ada di dalam.


“Ah.” Dengan cepat Ying mengeluarkan benda dari kantongnya dan seketika itu juga Liu terdiam.


‘Kenapa… belati merah ada padanya!?’


“Nona, kenapa belati itu bisa ada….?” Pandangan Liu tidak terlepas dari belati itu. Sudah jelas-jelas itu belati yang ia incar! Bahkan aura kekuatan samar-samarnya sama!


“Kau dari sekte sesat.”


Bak petir di malam bolong, Liu terdiam mendengar apa yang dikatakan nona ini. Kenapa dia menuduhnya begitu? Bukankah fitnah lebih kejam dari pembunuhan? Jikalau jadi dia Liu tidak mungkin menuduh tanpa bukti.


Bukan tanpa alasan Xiao Ying mengatakan itu. Menurut analisisnya, orang-orang sekte sesat punya hawa kekuatan aneh, bukan tidak mungkin pemuda itu bisa tahu namanya dari teknik kitab terkutuk.


Liu sadar, Nona Ying tahu identitasnya dari Kota Yanzin, dia juga pasti salah seorang yang percaya akan tuduhan palsu itu!


“Kau tahu namaku. Teknik sesatmu pasti hebat.” Xiao Ying berusaha membuat pemuda ini bicara.


‘Keceplosan lagi.’ Liu tidak bisa mengulang perkataannya lagi, sekarang gadis itu makin curiga padanya.


“Aku butuh benda itu demi menyelamatkan temanku.” Liu menatap tajam, ia mengerti Nona Ying sudah selangkah di depannya, menebus duluan belati merah itu.


“Tidak sebelum kau mengaku sendiri.” Xiao Ying menatap tajam juga, sorot mata birunya terasa dingin, seperti es.


Shhhhh….


Liu merasa suasana sekitar tambah dingin, dan malahan sekujur tubuhnya mulai terselimuti es kecil-kecil, kalau tetap dibiarkan bisa saja….


[Bahaya terdeteksi….]


[Memaksa informasi….]


[Memproses…. pembobolan berhasil….]


[ Xiao Ying


Jenis: Manusia


Status: Putri Pendekar Es


Level kekuatan: 50


Tingkat bahaya: Bahaya


Kemampuan Khusus: Membekukan lawan dengan tatapannya.


Kekuatan elemen es sangat kuat


Catatan: Ingin tetap hidup? Lelehkan hatinya dengan rayuan maut]


Tes… tess….


Darah segar mengalir dari hidung dan mulut Liu, sontak hal ini membuat Xiao Ying terdiam memerhatikan.


Kekuatan hawa dinginnya sudah terbukti merusak, pemuda itu hanya punya dua pilihan, mengaku, atau mati.


“Heh.” Liu mengelap darah yang keluar dari kedua lubang hidung dan mulutnya. Sementara ia begitu percaya diri sekarang.


“Putri Pendekar Es memang cantik.” Liu menatap dengan sepenuh hati, tidak ada keraguan dalam perkataannya, semuanya begitu natural dan meyakinkan.


“Hmm!?” Mata gadis itu melebar, sementara pipinya berubah jadi merah merona.


[Kemampuan khusus terbuka….]


[Merayu+]


[Kemampuan merayu ditingkatkan…. membuat lawan bicara percaya, terpesona, dan luluh hati. Bisa memelehkan hati paling dingin seorang gadis sekalipun]


‘Hm, menarik, aku bisa buat harem sekarang.’


‘HAH LIU SADAR AKAN TUJUANMU!’ batin Liu bergejolak, lagi-lagi ia malah mikirin hal aneh.


Xiao Ying, seorang putri pendekar es terkemuka terdiam, aliran sekte murni es adalah salah satu sekte hebat yang ada di dataran Cina.


Liu tahu sedikit dari buku yang dibacanya, sekte aliran es sangat menentang sekte aliran sesat. Namun tidak semena-mena langsung melenyapkannya.


Itulah sebabnya Xiao Ying masih sempat-sempatnya membantu Xiao Liu meski masih curiga, sebagai bentuk penghormatannya. Yang sebenarnya ia ingin balas budi karena pemuda itu mengalah di kompetisi.


Benar, Xiao Ying merasakan kekuatan yang hebat yang sementara dugaannya adalah kekuatan sesat, padahal pemuda itu bisa dengan mudah mengalahkannya, namun entah kenapa sampai akhir dia malah tetap menahan diri.


Kenapa dia tidak mengalahkannya? Padahal dengan itu dia bisa mendapat hadiah dan bisa membeli barang yang sedang dipegangnya ini. Xiao Ying sudah mengamati pemuda itu dari awal, bahkan sampai membuntutinya, hasil pengamatannya sudah jelas dia ikut kompetisi karena belati merah ini.


Kenapa dia merisikokan kemenangannya seperti itu? Tidak mungkin jawabannya hanya ‘tidak mau mengalahkannya’ lantas apa gunanya dia ikut kompetisi jika tidak ingin menang?


Kalau bohong setidaknya lebih rapi dikit kek, pikir Xiao Ying.


“Uh.” Xiao Ying terlihat lebih tenang, ia menggelengkan kepalanya.


“Sayangnya aku bukan dari aliran sekte sesat.” Liu tersenyum tulus dan nada yang lembut, ia sudah muak dengan pembelaan keras, sekarang waktunya mengubah haluan.


“….” Ying terdiam, ekpresi wajahnya masih memerah, ia malah banyak teringat bagaimana pemuda dihadapannya ini menahan diri ketika bertarung tadi, entah mengapa terasa mempesona.


Psss….


Xiao Ying menutup wajah dengan kedua tangannya.


‘Hei sistem, kamu yakin tidak merusak mental orang?’ Liu bertanya dalam batinnya.

__ADS_1


[Tenang saja Tuan]


Liu bukannya mau mencuci otak orang lain atau bagaimana, ia hanya tidak ingin jadi patung es karena dituduh dari aliran sesat. Ya inilah pilihan terakhirnya!


Perasaan emosi terkadang membutakan mata orang. Liu harus belajar dari orang yang menuduhnya dan dirinya sendiri. Emosi berlebihan tidak membawa manfaat, malah merusak.


‘Asik, aku bijak sekali hari ini.’ Liu bangga bisa berpikir filosofis begini, Kakek An pasti bangga anaknya bijak seperti ini.


“Katakan padaku… kenapa kau mengalah.” Tatapan gadis itu berubah drastis, tidak ada tatapan tajam sedingin es, malahan sekarang terasa sejuk dan menenangkan.


“Aku tidak mau menyakitimu.”


“!” Xiao Ying terdiam, ia tidak menyangka mendengar jawaban seperti itu.


Hati yang dingin, siapa yang bisa menghangatkannya? Xiao Ying, putri pemimpin Sekte Es berkelana ke berbagai wilayah demi membasmi sekte aliran sesat.


Tujuan mulianya itu tidak berdasar kepentingan sekte es melainkan oleh Kaisar Cina sendiri, Kaisar Lu Wu. Sang penguasa Cina itu menyuruh membasmi siapapun dari aliran sesat yang tidak bernaung di sekte manapun.


Ya, cukup aneh memang. Kenapa sekte aliran sesat boleh beroperasi sedang orang-orang yang tidak tergabung sekte malah diburu? Itulah yang menjadi pertanyaan Ying sampai sekarang.


‘Lenyapkan setiap individu yang memiliki kekuatan aneh’ Begitulah perintah mutlak itu diberikan.


Kekuatan aneh pemuda itu sudah tercium sejak dia akan diekskusi, Ying membuntutinya dan akhirnya dia memang masuk kriteria orang yang harus dilenyapkan menurut sang penguasa Cina.


Kalau saja pemuda itu mengalahkannya dan mengancamnya tentu misinya sudah selesai sekarang, namun ternyata tidak begitu.


Pemuda bernama Xiao Liu itu malah dengan mudahnya mengalah terlepas dari kekuatan aneh miliknya, dan malah mengatakan ‘aku tidak mau menyakitimu’.


Makhluk apa yang mau mengatakan itu pada musuhnya sendiri?


Blush.


Ying berhenti menutup wajahnya sendiri, entah kenapa tekad kuatnya mengemban misi ini memudar, dan ia tidak melihat pemuda ini sebagai musuhnya lagi.


‘Mungkin dia bisa kupercaya,’ pikir Ying. Ia bisa percaya sedikit sekarang, hanya sedikit.


Sementara itu Liu malah makin khawatir melihat gadis di depannya. Mukanya malah merah begitu lho! Dia ini kenapa sih?


‘Sistem!’ Liu tidak mau dipermainkan sistemnya. Ini bukan masalah sepele lho!


“Ja-jangan katakan hal aneh….” Xiao Ying menatap ke bawah, sementara ia memainkan kedua tangannya di depan.


Hei, hei Liu tidak suka ke mana arahnya. Dia benar-benar berubah seperti orang lain! Kemampuan merayu bukan main!


“Nona Ying, santai saja, sekarang aku pinjam belati itu yah?” Liu mendekat sembari tersenyum, kalau begini ia tidak perlu takut jadi patung es lagi.


“Hentikan.”


Tak ada angin tak ada hujan, terdengarlah suara lelaki tepat di atas mereka, sementara itu Liu dan Ying melompat ke belakang bersamaan.


Tap.


“Pendekar Sekte Sesat. Cuh.” Sementara itu Ying meludah jijik melihat kedatangan orang tak diundang ini.


“Ho.” Sang pendekar sesat itu melihat Xiao Ying, sudah lama ia tidak melihat anggota sekte es.


Ying terdiam, ia tidak bisa semena-mena menyerang meski faktanya ia ingin mengakhiri kesesatan di dataran Cina ini.


“Dia tidak ada hubungannya Tuan sesat!” Liu tidak mungkin memperlebar masalah ini, cukup antar dua lelaki saja!


“Sepertinya kau gagal anak muda.” Pendekar sesat menatapnya tajam, Liu tidak mengelak karena itulah kenyataannya!


“Aku tidak gagal- hanya hampir berhasil!” Tapi ia masih sempat untuk membela diri!


“Apa bedanya?” Ying terdiam heran.


“Hmph.” Pendekar sesat terlihat tidak tertarik dengan Liu, kini fokusnya terarah pada putri pendekar es.


“Serahkan belati itu.” Pendekar sesat berjalan mendekat, sementara Liu terpaku di tempat.


‘Tatapan itu!’ Ia bukannya khawatir soal Nona Ying, tapi malah sang pendekar sesat itu! Bisa terjadi hal yang tidak diinginkan!


Tatapan sedingin es kembali terlihat, dan seketika itu juga suhu seolah berubah jadi musim dingin dengan instan. Bisa mengubah energi Qi jadi elemen lain sungguh menganggumkan!


“Haaah….” Nafas pendekar sesat bisa terlihat, gerakannya terhenti dan ia bersiaga sekarang.


Liu memegang kepalanya, rayuan mautnya sudah hilang! Nah sekarang ia malah berada dalam bahaya lagi akibat si pendekar sesat ini!


Xiao Ying menahan dirinya, tidak sulit membekukan area sekitar, hanya semudah menjentikkan jari.


“Putri Sekte Es memang hebat.” Pendekar sekte sesat itu mengakuinya.


‘Ya aku tahu! Cepat mundur!’ Ingin rasanya Liu mengatakan itu, namun tenggorokkannya serak, sulit mengobrol! hawa dingin ini sudah merasuk lebih dalam!


[Mendeteksi bahaya….]


Huhsh!


Tanpa pikir panjang pendekar sesat itu maju ke depan! Sementara ia bersiap mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya!


Xiao Ying menyeringai, ia tidak beranjak kemanapun.


[Akselerasi Qi… meningkatkan kecepatan….]


TRANG!


“!”

__ADS_1


Secepat kilat Liu ada di depan pendekar sesat itu dan menahan serangan pedangnya sampai hancur berantakan.


“Ugh!” Liu menatap tajam pendekar sesat itu, biarkan tindakannya bicara lebih keras dari kata-kata!


Bugh!


Dengan cepat Liu menendang lawannya sampai terhempas ke belakang.


Kini Liu berada persis di depan Ying. Sementara mata gadis itu terbuka lebar tidak menyangka.


Padahal ia mengakhiri ini dengan cepat, namun pemuda itu malah melindunginya.


“Uhuk! EHERM! TUAN! NONA INI TIDAK ADA HUBUNGANNYA! UHUK!” Liu memaksakan diri mengobrol, dan inilah hasilnya.


Suaranya serak parah, namun untunglah ia terbiasa berteriak. Sering berteriak ada gunanya juga ternyata!


Pendekar sesat itu terdiam, hanya sisa gagang pedang saja di tangannya, pemuda itu bisa menghancurkan senjatanya dengan tangan kosong.


Tes.


‘Dia menaruh pedangnya di mana!?’ Liu tidak melihat pendekar itu menyarungkan pedang di mana pun, lantas kenapa tiba-tiba bisa muncul!?


“Hmmm.. Haha… HAHAHA!” Pendekar sesat tertawa lantang dengan suara yang serak juga.


“Xiao Liu….” Ying terdengar serius dari belakang.


Liu ingat sekarang, anggota sekte es adalah sekte cabang dari aliran murni, mereka dikenal dingin dan berkekuatan besar. Tidak punya rekam jejak baik dengan sekte sesat, apalagi dengan sekte sesat puncak.


‘Aduduh….’ Bukannya sok keren, tapi kenyataan ia menghentikan pedang dengan tangannya itu mengingatkannya pada masa lalu, hanya saja beda senjata dan ia tidak pingsan sekarang.


Tapi lukanya iu lho! Kedua tangannya sampai menetes banyak darah!


‘Kalau Yin-jie pasti tidak akan marah….’ Liu tahu Xiao Ying tersinggung karena diperlakukan seperti ini. Orang kuat tidak butuh dilindungi siapapun!


Kenyataannya adalah… dia tidak melindunginya! Malahan ia berusaha melindungi pendekar sesat itu agar jangan gegabah bermain dengan maut! Xiao Ying adalah definisi halus dari hal itu!


[Akserelasi Qi melambat… memulai pemberian Qi instan….]


Shhhh….


Lagi-lagi tubuh Xiao Liu mulai berasap seolah sedang terbakar, padahal kenyataannya sistemnya sedang memberinya tenaga dalam. Pengumpulan Qi-nya terhalang oleh kekuatan Qi Xiao Ying, jadi sistem memakai rencana cadangan.


Kret.


Liu mengepalkan kedua tangannya, ia bisa merasakan rasa sakitnya memudar. Terasa melegakan, namun ia hanya bisa berharap tak ada racun apapun di pedang yang dihancurkannya. Tidak lucu kalau ia pingsan dan tidak sadarkan diri lama lagi, bukannya jadi pendekar malah keburu tua.


Pendekar sesat itu mengarahkan kedua tangannya ke belakang, dan tiba-tiba….


SRING!


Dua kapak besar muncul di tangannya!


“LHO!?” Kejadian sama terulang lagi! Dari mana dia dapat senjatanya itu!? Padahal dia datang dengan tangan kosong!


“Anak muda, jangan buat ini jadi sulit.” Pendekar sesat itu menatapnya tajam, kali ini Liu bisa merasakan suatu energi dari senjatanya itu!


‘Jangan gegabah Liu! Yin-jie tak ada, siapa yang akan menolongmu kalau pingsan lagi!?’ Begitulah batinnya menceramahi dirinya sendiri.


Xiao Ying tahu, perkara ini soal belati merah yang ada padanya, ia juga tahu pemuda ini tidak berkawan dengan pendekar sesat itu. Tapi kenapa dia malah menghalanginya?


Bukannya ia bisa santai menyerahkan urusan ini padanya?


Bukan tanpa alasan Xiao Ying membeli belati merah ini, ini karena ia ingin menjebak pemuda itu untuk mengaku kesesatannya. Mengancamnya dengan belati ini adalah pilihan pertama yang terbesit dipikirannya.


Situasi berubah drastis dari yang ia kira. Belati merah ini sumber masalahnya, bahkan seorang pendekar sesat muncul begitu saja untuk merebutnya. Ini memperkuat dugaannya kalau benda ini bukan barang biasa!


“Xiao Liu, mundurlah.” Ying meningkatkan energi Qi-nya. Ia percaya pada Liu dan ingin cepat mengakhiri ini.


Perlahan Liu menengok ke belakang. “Tenang saja nona, ini urusan lelaki,” katanya sembari tersenyum.


“Huh!?”


Blush.


Ying menatap ke arah lain, mukanya memerah lagi.


Tanpa Liu sadar, kemampuan merayunya tidak benar-benar hilang, hanya tersamarkan saja.


“KESEMPATAN!” Pendekar sesat melesat ke depan, hawa kekuatan putri es itu tergoncang. Celah yang sangat bagus untuk menyerang!


[Menganalisis pola serangan… diketahui… mengeksekusi]


Sring!


Liu tidak mau kalah, dia maju ke depan dengan cepat! Menembus hawa dingin yang mengganggu sekalipun!


BRAGH!


BUAGH!


Pertarungan antar lelaki tidak terhindarkan, sementara itu Ying terdiam menyaksikan. Ia tidak menyangka lagi-lagi pemuda itu bertindak di luar dugaannya. Dia bukanlah tipe orang yang memanfaatkan situasi.


Ia malah jadi terlihat yang dilindungi di sini. Padahal biasanya dirinyalah yang paling bisa diandalkan, namun bibir gadis itu sedikit naik ke atas, ‘jadi begini rasanya dilindungi? Tidak buruk juga,’ pikirnya.


HUSH!


Sementara itu pertarungan berjalan seimbang, tidak peduli Liu dengan tangan kosong, ia bisa membaca serangan dua arah kapak itu dan malah melancarkan serangan fisik. Hal ini membuat heran sang pendekar sesat!

__ADS_1


Keterampilan dari mana!? Padahal gaya serangan ini hanyalah miliknya sendiri! Tidak bisa dipejari dari kitab manapun, tapi tetap saja sorot mata tajam pemuda itu seolah sudah tahu semua gerakannya. Ini memang aneh!


HUSH!


__ADS_2