
“MAINNYA HEBAT!” Shuwan mukul-mukulnya lagi, haduh.
Yin sedikit tersenyum, kalau rahasia ya berarti rahasia, hehe.
‘MEREKA NGGAK TAMBAH CURIGA YA!?’ Liu pikir mereka bakal maksa ingin tahu.
[Kemampuan sosial Tuan meningkat, sistem bangga]
Kalau ngeles ala sistem agak bahaya sih.
‘Sistem?’
[Sistem masih berusaha, Tuan nikmati dulu saja bintang di langit]
Memang benar bintang indah bercahaya menghiasi langit.
“Waaah~” Yin melipat tangannya, melihat keindahan alam membuat kekhawatirannya sirna.
“Jangan dekat-dekat.” Ying menarik putri api yang mepet Liu terus.
“AH!” Shuwan tidak mau menjauh sih.
SRING!
‘EH?’ Liu terdiam tiba-tiba ada lubang cahaya biru bersinar di bawah mereka.
“WAAA!” Dan mereka pun jatuh.
‘SISTEM!’
[Perhentian selanjutnya… Alam monster tingkat 4]
‘OH IYAKAH?’ Tapi kenapa caranya malah jatuh begini?
Kemana pintu ajaib kayak tadi!?
[Jangan protes Tuan]
Sistem sudah berusaha keras agar mereka dapat cara terbaik berganti alam, ya beginilah cara terbaiknya.
“WUHU!” Shuwan melebarkan tangannya, rasanya seperti terbang namun kenyataannya sedang jatuh!
“HYAAA!”
‘Yin-jie!’ Dengan cepat Liu mendekat, dan memeluknya. Reflek juga sih.
‘….’ Ying yang terbiasa di situasi menegangkan pun terdiam.
***
Di sisi lain….
Kondisi di dunia nyata tidak bertambah baik, deru pertarungan skala besar makin menyebar, umat manusia tak menyangka tamu tak diundang membuatnya tak lagi sama.
Makhluk monster membuat kekacauan yang tak bisa dibending, meneror dan membuat ketakutan lebih dari sekte sesat yang ada.
Sedang sang sosok yang paling diharapkan membawa kedamaian nyatanya adalah pusat dari masalah yang terjadi.
Orang-orang mulai berlindung di sekte yang mereka percaya, dan sebagian lagi percaya pemimpin tertinggi mereka akan mengatasi situasi ini.
Sementara itu di tempat sekte sesat puncak.
“Yin.” Xiuying menatap langit malam dengan penuh arti, sejauh ini misinya tidak berjalan dengan baik, ia belum juga bisa mengambil senjata pusaka belati.
Menemukan keberadaannya jadi perkara yang sulit.
Padahal hanya itulah cara termudah agar mereka bisa memperoleh kekuatan kembali.
Hanya mengandalkan ketenaran tidak membuat sektenya bertahan lama, kalau begini posisinya sebagai sekte puncak bisa terancam!
“Kita tunjukan siapa yang terkuat!”
“SIAP!”
Sekte Hong Gou tidak takut makhluk aneh yang berdatangan!
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain lagi….
Sejumlah besar sekte es dan api sudah bergerak, tujuan mereka tak lain tak bukan adalah mencari penerus mereka yang menghilang, sekaligus membasmi setiap makhluk asing yang datang ke bumi.
Kesabaran mereka sudah habis sih, jadi ya mau bagaimana lagi.
“PENJAHAT YANG TERBESAR ADALAH YANG MENCULIK PUTRI SEKTE KAMI!” Begitulah komentar pedas perwakilan sekte es dan api.
***
Di masa kini….
“HACHI!” Liu menggosok hidungnya, apa ada yang ngomongin ya?
‘Ah mungkin bulu burung yang kubawa sih.’ Padahal benar ada yang ngomongin.
BRUK!
Akhirnya mereka sampai juga!
‘EH KOK NYAMAN SIH?’ Liu bangkit, dan dibawahnya ada bulu burung banyak yang menahan tubuhnya!
Liu bangkit, bulu burung pemberian phoenix masih ada, apa ini….
‘KEKUATAN BULU INI?’ Liu tidak tahu, tapi itu yang paling mungkin terjadi sih!
‘TAPI KOK SURAM GINI YA?’ Liu terdiam kenapa sekelilingnya terasa gelap begini?
‘Sistem kita nggak nyangkut di alam lain ‘kan?’
[Tidak Tuan]
‘Tapi kok?’
Clak.
Ada air yang menetes di bahunya.
“WA!” Ada mata biru dan kuning yang terang!
“INI AKU HAHA!” Shuwan memukul lagi.
“….” Ying terdiam, ia memerhatikan sekitarnya, tempatnya agak sempit dan dikelilingi batu. ‘Gua?’
[Mengaktifkan mode malam….]
‘KOK DI GUA?’ Liu terdiam melihat pemandangan ini, ia malah ingat sama misi pertamanya lagi!
[Inilah alam monster tingkat 4 Tuan]
‘BERUPA GUA?’ Liu terdiam, yah tempat ini jauh lebih sempit dari gua di Kota Yanzin!
Click!
Shuwan menjentikkan jarinya, dan muncul api di telunjuknya!
“He-hebat!” Yin kagum sih.
“HEHE.” Putri api memang begitu lihat mengubah Qi jadi energi api, bermanfaat juga saat tak ada penerangan.
Dan momen selanjutnya mereka pun berjalan, menyusuri area gua sempit itu dan sudah begitu saja sih.
“BOSAN.” Shuwan menendang-nendang kerikil dan batu besar di sepanjang perjalanan.
Yah bisa dimengerti sih.
Sejauh ini mereka hanya berjalan saja dan tak ada hal menarik, ya pastinya bosan sih.
‘YA BIAR SANTAI DULU AJA LAH.’ Liu sedikit tersenyum, memang keadaan begini tidak seru, tapi siapa yang peduli soal seru tidaknya?
[Tentu ada yang peduli Tuan]
‘HA? SIAPA YANG PEDULI?’
[Tentu saja yang baca Tuan]
__ADS_1
‘Oh.’
Yah tidak bisa dipungkiri memang itu kenyataannya sih.
‘AH BODO AMAT.’
DDRRTTT….
‘Kenapa geter?’ Liu melihat ke atasnya, bebatuan terlihat bergetaran dan suara-suara aneh mulai terdengar.
“NAH BEGINI DONG.” Shuwan menatap tajam ke depan, ia sangat siap untuk apapun yang akan terjadi.
Begitupula dengan sang putri es.
GRRR….
[Mendeteksi bahaya….]
‘HAH?’
‘Kok ada gadis kecil?’
“HEI NAK KAU PASTI SALAH ARAH YA?” Shuwan mendekati anak kecil itu.
Liu terdiam, ia memerhatikan dengan seksama gadis kecil itu. Yah penampilannya sama seperti gadis kecil dengan rambut panjang pada umumnya sih.
‘Kenapa ada anak kecil di alam monster?’ Yah itulah pertanyaan Liu sekarang.
‘DAN KENAPA DIA MALAH MAIN KE GUA?’ Ia jadi makin penasaran aja sih.
Zit.
Shuwan melihatnya dengan intens, setidaknya sampai pertanyaannya di jawab.
“NONA SHUWAN JANGAN PASANG TATAPAN MENGANCAM DONG.” Yah dia bisa takut kalau ditatap tajam begitu.
“Heee? Tapi dia mencurigakan!” Putri api mengutarakan pendapatnya.
Yah kalau itu Liu juga setuju sih, tapi pasti ada cara lain mengorek informasi tanpa membuatnya ketakutan.
‘Bahaya darimana sistem?’
Masa kedatangan gadis kecil bahaya sih, nggak percaya jadinya.
[Menganalisis…. Sistem terhalang….]
‘Yah nggak usah memaksakan diri sistem.’ Berpindah alam sudah menguras banyak tenaga, jadi tak perlu buru-buru.
Ia masih belum cukup kuat sih.
[Hati-hati Tuan, semakin tinggi tingkat alam monster, semakin bahaya juga]
‘BEGITU YA.’
“Adik kecil.” Yin maju dan mengelus rambut hitam anak itu, dan dia terlihat menyukainya.
Setelah situasinya tenang, Liu akhirnya menanyakan identitas anak kecil itu.
DAN AGAK SULIT SIH MEMBUATNYA BICARA.
“Tenang saja dik kecil.” Yin tersenyum dan menyakinkan. Tetap sabar dan menunggu gadis kecil itu tenang.
SYAT.
SYUT.
“Eh?” Yin melihat ada yang gerak-gerak di belakang gadis ini.
‘Yin-jie’ Kok dia kayak penasaran gitu ya?
“Oh ini.” Ying mengangkat bulu panjang hitam. KOK ADA BULU SIH?
“HIIII!” Gadis kecil itu terperanjat, dan berjongkok menutupi wajahnya.
“DIA PUNYA EKOR!?” Shuwan tak percaya dengan yang dilihatnya!
__ADS_1
“Wow!” Liu pun melihatnya dengan jelas!
Ying terdiam, jadi gadis kecil ini juga ternyata monster. Tapi kenapa penampilannya mirip sekali dengan manusia?