Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Dewa Xing Yu


__ADS_3

Apa bener bakal baik-baik aja ya?


Bahkan kekuatan sistemnya membebani tubuhnya dengan berat. Terkadang ia harus 'break' setelah menggunakan kekuatannya dengan berat.


Sejauh ini paling lama sih lima belas tahun ya.


[....] Sampai kapan tuannya tetap mengungkit masa lalu begitu?


Liu tak tahu pasti berapa lama 'break' yang ia butuhkan. Semuanya tergantung sistem juga sih.


Itulah kenapa ia ragu bisa menggunakan kekuatan aksesoris sebanyak itu.


Gimana kalau tumbang di tengah jalan? Itu lumayan ngeri sih.


[TUAN PERCAYA SAJA] Sistem terpaksa menggunakan nada tingginya.


'Oh iya.' Lagi-lagi Liu terjebak di lingkaran overthingking.


Dengan cepat sistem menjelaskan kenapa tuannya tidak perlu khawatir.


Di situasi begini ngedengerin wejangan sistem mantap juga ternyata.


Liu merasa lebih tenang sekarang.


Dulu memang ia lemah, namun sekarang ia tak selemah dulu!


Sistem tahu tuannya sudah jauh lebih kuat dari kemarin. Itu terbukti dari rangkaian peristiwa yang terjadi.


Tuannya sudah melawan berbagai tipe dewa dan intensitas istirahatnya makin berkurang. Tentulah itu jadi bukti seberapa kuat tuannya sekarang.


Sring!


Liu memancarkan semangat tekad lagi. Kini ia siap menghadapi apapun!


BUAAFGAHHHH!


"!" Objek asing menabraknya!


Padahal Liu tak melamun brutal, namun tetap saja gerakan objek ini terlalu cepat!


SSWUUSHGHHH!


Liu terhempas bersamaan dengan objek super cepat itu.


'APAAN?' Liu tak melihat apapun selain api yang kini menyelimutinya.


'DIMANA OBJEKNYA?' Liu tak melihat batu atau apapun juga sih.


Ini aneh sih.


Jadi selama ini yang ia lihat hanyalah api random yang berasal dari langit?


Liu masih terhempas kuat, siapa sangka api misterius bisa sekuat ini?


Liu berusaha menghentikannya, namun tak semudah yang dipikirkan juga sih.


'SISTEM KOK BEGINI?' Liu butuh klarifikasi.


[Cukup misterius ya Tuan]


'....' Komentar yang sangat bermanfaat sekali ya.


"UGH." Tanpa sadar Liu sudah hampir dekat dengan permukaan air.


Gerakannya seolah terkunci dan tak banyak yang bisa ia lakukan.


"OOORYYAAAHHHHH!!" Liu mengerahkan segenap kekuatan dan semangatnya. Ia tak mau jadi bulan-bulanan api misterius!


DBUMMMM!!!


Seketika itu juga terciptalah hempasan energi kuat, Liu terpental ke sisi lain laut dan berusaha berhenti.


Clak.


Liu berdiri dengan tatapan serius, api tadi ternyata tak menghantam laut.


"...." Kini malah ada seorang pria muda berpakaian serba merah menatap tajam ke arahnya.


[Itulah dia Tuan] Sistem mendeteksi energi api yang sama dari pria itu, dialah yang datang dari langit dan menghempaskannya.


"Xiao Liu." Pria itu mengangkat kedua tangannya, sorot matanya berwarna merah terang, ia terlihat terbuka padanya.


"Dewa...." Liu tersenyum kecil, tak disangka ia bisa bertemu dewa secepat ini.


Sudah sepantasnya tuannya akan baku hantam, sistem mempersiapkan dirinya....'


Kini terungkap sudah dalang dari tiga meteor yang jatuh itu. Liu menatap serius.


Pembawaan dewa satu ini tak se-serius dewa lain. Namun Liu tahu harus tetap waspada juga.


[Menganalisis....]


[Analasis gagal....]


'....' Kok gagal?


[Sistem perlu lebih banyak waktu untuk menganalisisnya Tuan]


Oke, kalau begitu, Liu akan menganggap dewa satu ini dewa meteor saja ya.


"Mau menghancurkan alam ini dewa?" Liu tersenyum kecil, terdengar sarkas, namun serius juga dengan pertanyaan itu.


"Wah sepertinya aku menyenggol bintang demi menemuimu." Dewa bertingkah seolah tak tahu, dan kelihatannya cukup meyakinkan.


"...." Sang dewa ingin menemuinya? Pastilah tidak ada tujuan lain selain....


"Ikutlah denganku, kita akan bersenang-senang," ajak dewa berpakaian merah itu dengan penuh keseriusan.


'EH?'


Bukankah beliau mau menangkapnya dan menyerahkannya pada dewa kematian?


"Huh? Untuk apa?" Dewa kelihatan tak mengerti.


Dewa pun mengatakan tujuannya lebih rinci dan lebih meyakinkan lagi.


'HM.' Liu terdiam, jadi dewa jauh-jauh datang dari langit hanya untuk mengajaknya saja?


ADA PESTA KAH?


Jarang-jarang ada dewa yang mengajaknya begini.


INILAH KESEMPATAN EMAS!


Kapan lagi bisa bersenang-senang sama dewa? Huehehe.


[Tuan percaya?]


'Eh?'


Bukannya itu tawaran langka yang tak boleh dilewatkan?


Sang dewa sudah mengakui kekuatannya dan mau mengajaknya bersenang-senang, bukankah itu hebat?


[Entahlah Tuan, tapi dewa itu terlihat SUS]


'SUS?' Nggak biasanya sistem pake istilah begitu.


[Maksudnya mencurigakan Tuan]


'Aaaah.' Gitu ya.


Momen terbalik, biasanya sang karakter utama yang curiga, sekarang malah sistemnya.


Bukan tanpa alasan sistem mengatakan hal itu. Sistem merasakan adanya motif tersembunyi dari sang dewa.


'Curiga berlebihan nggak baik lho.' Kenapa tak lihat ini dari sisi baiknya?


Lagipula dewa tak terlihat garang dan mengancam kok.

__ADS_1


[Terkadang penampilan bisa menipu Tuan]


'....' Itu tak salah sih.


[Jangan lupakan soal meteor yang tadi mengincar Tuan] Sistem tidak menyerah meyakinkan tuannya bahwa memang ada yang aneh di sini.


Meteor yang tersenggol tidak sengaja tentu tidak akan mengarah ke tempat yang sama tiga kali.


'....' Liu terdiam, sistem got the point sih.


Tanpa ragu Liu langsung mengatakan keraguannya pada sang dewa.


"Ah? Kebetulan seperti itu bisa terjadi sih." Dewa menjelaskan bahwa di alam dewa memang sudah biasa hal seperti itu.


'Tuh dengerin sistem.' Hal biasa kok.


[....]


Sistem tidak habis pikir kenapa tuannya masih saja percaya. Yah kalau begitu mau bagaimana lagi sih.


Liu memang tak merasa ada yang harus dicurigai. Dewa merah satu ini kelihatan versi ramahnya dari Xiao Ice.


Masa yang good-looking begini punya sifat yang mengejutkan sih?


"Sepertinya seru." Liu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia balik lagi ke topik soal 'bersenanang-senang'.


Sang dewa merah mendekat. "Kalau begitu kita langsung berangkat saja ya."


INILAH DIA!


Momen healing bersama dewa setelah semua yang terjadi. Liu jadi nggak sabar!


Clack.


"!" Entah kenapa ia malah melangkah mundur.


'Sistem?' Bukan saatnya ngambil alih tubuh kan?


[Bukan sistem Tuan] Kenapa tuannya tidak ingat-ingat soal ini sih? Padahal sudah jelas sistem tidak bisa mengambil alih tubuh tuannya tanpa izin.


'Oh.' Liu terdiam, kalau begitu kenapa tubuhnya bisa gerak sendiri?


"Hei, kita harus berdiri bersama." Dewa tak bisa menggunakan teknik perpindahannya kalau berjauhan begini.


"A- ah iya." Liu berusaha menggerakan badannya, namun entah kenapa masih belum bisa juga ya.


'....'  JANGAN-JANGAN?


Liu melihat ke arah tiga aksesorisnya yang masih menyala.


Clack ... clack....


Kaki Liu otomatis mundur pada saat dewa berjalan ke arahnya.


Dewa kelihatan tak senang, ia merasa dipermainkan.


"Ah, badanku kaku, ahaha." Liu tak bermaksud membuat dewa tersinggung juga sih.


"...." Dewa akhirnya berhenti mendekatinya, dan perlahan namun pasti raut wajah sang dewa terlihat berubah.


Tak ada lagi raut wajah bersahabat dan ramah, sekarang jadi muram dan masam.


"...." Oke kelihatannya dewa benar-benar kesal sekaragn.


Liu benar-benar tak bisa mengendalikan tubuhnya kecuali mata dan mulutnya.


Padahal Liu beneran pengen ikut senang-senang sama dewa lho.


Sret.


Dewa mengangkat tangan kanannya ke atas dan aura kekuatannya makin membesar.


"Dewa?" Bukankah beliau mau mengajaknya senang-senang? Kenapa menguatkan aura tenaganya?


"Xiao Liu." Sang dewa menatap serius, nada suara ramah tak ada lagi padanya. Seolah sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat.


'OIOIOI.' Liu tak suka ini mengarah kemana.


"Y-ya dewa, tapi setelah badanku tidak kaku yah?" Liu berusaha dimengerit.


[....] Sistem tidak habis pikir tuannya masih belum paham situasinya.


[Lihatlah ke atas Tuan]


'?' Dengan cepat Liu menggerakkan bola matanya ke atas dan seketika itu juga terdiam.


"OIOIOIOIOIOI." Untuk pertama kalinya Liu memakai versi panjang 'Oi' nya. Menunjukkan seberapa betapa mengejutkannya apa yang dilihatnya.


Kini langit malam dipenuhi dengan cahaya bintang terang. Sekilas terlihat indah, namun sebenarnya tersimpan fakta mengerikan yang Liu sendiri tahu apa.


[Menampilkan status....


[ Dewa Xing Yu


Jenis: Dewa Meteor


Status:  Dewa Alam Menengah Tingkat Akhir


Deteksi Elemen: Sensitif


Kesehatan: ???


Kekayaaan: ???


Level kekuatan: 1500


Tingkat bahaya: Meluas


Kemampuan Khusus: Ahli Memanggil Meteor, Ahli Merayu.


Catatan: Bersiaplah untuk banyak tubrukan dan ledakan]


'BENERAN DEWA METEOR.' Liu terdiam, padahal ia asal tebak.


[....] Sistem terdiam, bukannya itu sudah jelas ya?


DAN LAGI KEKUATANNYA BEDA DARI DEWA ALAM SEBELUMNYA!


Kelihatannya memang nggak beda jauh, namun Liu bisa merasakan perbedaan berarti di lapangan.


"Padahal aku bisa menghemat waktu, hhhh." Sang dewa menghela nafas.


'....'


'Kamu benar sistem.' Liu akhirnya paham apa yang terjadi di sini.


Untunglah aksesoris dewa ada dipihaknya. Entah apa jadinya kalau ia beneran ikut dengan dewa.


Tak disangka ia jatuh pada bujuk rayu dewa.


"PEMBOHONG!" Liu menunjuk dengan ekspresi kesal.


Senyum kecil terukir di wajah sang dewa. Yang tentunya bukan senyum kebahagiaan.


Tatapan meremehkan dan penuh ambisi bercampur jadi satu, dari raut wajjahnya saja sudah jelas tujuan dewa mau ngapain di sini.


Liu terlena karena sudah mendapat banyak bantuan, dan malah menganggap semua dewa akan membantunya.


Namun ia salah, sungguhlah terlalu enak untuk jadi kenyataan.


Syut.


Dewa menurunkan kembali tangannya. "Meteor Penyiksaan."


"Bersenang-senanglah."


SWUSH!


Sang dewa langsung menghilang begitu saja.

__ADS_1


Beliau melakukan hal dan tak bertanggung jawab, sungguhlah tak patut ditiru.


[Itu bagian dari strategi Tuan]


'Oh iya.' Mana mungkin juga dewa mau ikut kena meteor yang di panggilnya sendiri.


Liu melihat ke atas, tak ada lagi keindahan bintang jatuh, yang ada hanyalah kengerian kumpulan meteor yang siap menghantam dimana ia sedang berdiri sekarang


Inikah kemampuan dewa alam menengah tingkat akhir?


Liu terdiam, dewa tak main-main bahkan saat memamerkan teknik pertamanya.


Tidak adakah teknik low level yang ditunjukkan sebelum melepas teknik skala besar begini?


[Sepertinya dewa tak mau buang-buang waktu Tuan]


Benar juga.


Oke, kalau begitu ia bisa kabur kemana sekarang?


[Tuan mau kabur?] Sistem tidak menyangka.


'Emangnya kamu pikir mau ngapain?' Masa diam aja sih.


[Serangan dewa bisa mengguncang tempat ini lho Tuan, dan tidak ada yang bisa mencegahnya selain Tuan]


'LHO.' Kenapa ia yang harus tanggung jawab?


Yang menyerang itu yang tanggung jawab lah. Itu prinsip yang wajar kan?


[....]


Liu melihat lagi ke atas, sementara ia merasa ada sesuatu yang aneh.


'Sistem?'


[Nah kan] Sistem sudah bilang dari awal.


Dewa Xing Yu tak mungkin membiarkannya lari begitu saja. Liu merasa setiap meteor itu akan mengikutinya kemanapun ia pergi.


Bahkan jika ia bergerak cepat?


[Tetap saja Tuan] Sebanyak bintang di langit, sebanyak itulah kesempatan dewa untuk menurunkannya lebih banyak.


"...." Itu beneran OP sih. Liu tak menyangka dewa bakal sekuat ini.


Kalau begitu inilah akhirnya dong ya.


[TUAN JANGAN CEPAT MENYERAH BEGITU DONG] Sistem tidak menyangka tuannya malah kena mental.


Kemana tuannya yang penuh percaya diri dan selalu siap untuk menghadapi apapun rintangan di depan?


'Tapi serangannya itu lho.' Liu terdiam, ia hanya bicara fakta saja soal kenapa dewa bisa sekuat itu.


[Tuan sudah lupa misi utama Tuan?]


"!"


"...."


'Kamu benar sistem.' Liu menutup matanya, menarik nafas panjang dan menghembuskannya.


Setelah sejauh ini tak mungkin menyerah semudah ini.


'Oke.' Liu menguatkan tekadnya, membuka matanya perlahan, dan menatap super serius pada banyak meteor yang sudah dekat itu.


Serangan super hebat harus diatasi dengan teknik yang lebih epik lagi.


SSWWWUUSHSHHHH!!!


Seketika itu juga tubuhnya dipenuhi aura kekuatan biru, momen klasik yang seringkali terjadi padanya.


SSSWWUSSHSH!!!


[Akselerasi Qi 9999999x 1000]


Hempasan besar tercipta disekeliling tubuhnya. Inilah pengumpulan kekuatan terbesar yang pernah dilakukannya.


Sistem tidak bisa melakukannya tanpa bantuan cincin dewa.


Inilah momen gegabah sistem, ia tanpa kekuatan kalung pelindung sistem tidak mungkin mengumpulkan kekuatan Qi super mega ekstra besar begini, karena tentu saja bakal berdampak buruk tanpa perlindungan  kalung.


Liu mengangkat tangan kanannya ke atas, raut wajahnya begitu serius seolah-olah jadi orang lain, padahal dia ini masih karakter utama yang sama.


"Jentikan Lembut Anti Meteor Jatuh."


Click.


Liu menjentikkan jarinya dan seketika itu juga hempasan angin super besar tak masuk akal tercipta, dan tak tanggung-tanggung meteor yang seharusnya menghantamnya malah balik lagi ke atas.


Hempasan angin super kencang itu kuat, namun tak sampai menghancurkan meteor dan membuat situasi makin buruk.


Api pada meteor itu hilang begitu saja layaknya seorang anak kecil yang meniup lilin, begitu mudahnya.


Oke, masalah meteor sudah selesai.


"Pyuh." Liu mengelap wajahnya, solusnya simple juga ya.


Tak perlu ada teknik rumit belibet demi menghentikan meteor dewa.


Yah terkadang masalah dalam kehidupan ini tak perlu dibuat rumit, semua pasti ada jalan kelurnya.


"Impossible...." Terdengarlah suara yang tak asing.


Syut.


Sang dewa muncul lagi dengan raut wajah yang terheran-heren.


"Diluar nalar kan?" Liu mengangkat kedua tangannya. Bukannya sombong, namun ia sendiri masih belum sepenuhnya percaya juga.


Yang jelas perlu teknik super mantap untuk mengatasi teknik mantap.


Dewa terdiam dengan seribu pertanyaan, yah mungkin tak sebanyak itu sih, namun melihat apa yang terjadi masih membuatnya tercengang.


Keheningan malam yang seharusnya jadi saksi akan kehancuran daratan ini malah berubah jadi keheningan ketidakpercayaan.


'KOK AKU SEKUAT ITU SISTEM?'


[Sttt! Pertahankan akting Tuan!]


'Akting?'


Dengan cepat sistem menjelaskan apa maksudnya.


'Aaaah.' Liu paham sekarang.


Sret.


Liu langsung menunjuk ke depan dengan mata tajam.


"Heyo dewa sudah kalah!"


[....] Sistem tidak menyangka tuannya sepercaya diri itu.


'Lho katanya harus percaya diri?' Barusan disuruh sistem sih.


Maksudnya tidak sepercaya diri ini juga sih.


Maksud sistem adalah tuannya agar tetap bersikap tenang dan cool. Membuat dewa termakan dengan strategi seriusnya.


'Kamu yakin sistem?' Liu lebih suka jadi diri sendiri sih.


[Itulah yang terbaik Tuan]


Oke, yang tadi sudah kepalang terjadi.


Dewa terdiam, targetnya ini terlihat begitu percaya diri setelah mengatasi serangannya.


Yah reaksi begitu pantas ditunjukkan sebagai selebrasi juga sih.

__ADS_1


Siapa juga yang tak merasa bangga setelah bisa melakukan hal hebat?


__ADS_2