Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Kebugaran


__ADS_3

“HEH!” Sang dewa terkesan lawannya sudah tahu namanya, waktunya untuk menguji kebugaran pemuda ini!


SWWUUSSHH!


Sang dewa langsung maju!


Sret.


Liu siap dengan kuda-kudanya….


DUMMMM!!!


Ledakan super besar langsung terjadi, dan kini keduanya pose sumo, mengadu kekuatannya masing-masing.


SSWWUSSH!!!


Hempasan udara sangat kencang tercipta, kondisi arena sudah rusak parah dan berusaha kembali lagi ke kondisi semula.


‘KUAT’ Bahkan dengan aura merahnya yang membara masih belum cukup untuk mengimbangi kekuatan dewa.


Dewa Jiankang terlihat santai.


Tubuhnya sama sekali tak memancarkan aura apapun, namun kekuatannya sungguhlah tak terkira.


Srett.


Perlahan namun pasti Liu mulai terseret ke belakang….


Kekuatan sang dewa makin menjdi-jadi….


BUM!!!


Ledakan energi kembali terjadi, dan Liu pun terhempas kencang.


WUSH!


‘NABRAK!?’ Entah kenapa Liu nggak mood nabrak sisi arena.


SRING!


Seketika itu juga tembok aura merah tercipta dan menahan pergerakannya!


KRAK!


Bahkan dinding aura merahnya langsung retak dan belum juga menghentikannya.


‘MAN!?’ Aura kekuatannya ngeselin!


KRAKSS!!


Dinding aura merah berkekuatan besarnya pun hancur dan Liu masih terseret sampai ke sisi arena.


Yah setidaknya nggak sampai nabrak brutal lagi.


Liu terdiam, kekuatan dewa benar-benar diluar perkiraannya.


Yah meski sudah jelas ia akan berhadapan dengan dewa yang lebih kuat, namun tetap saja tak menyangka perbedaannya sejauh ini.


Bukannya melebih-lebihkan, namun itulah kenyataannya.


Padahal Liu sudah menggunakan kekuatan maksimalnya.


Yang bahkan bisa mengimbangi kekuatan dewi angin.


Namun sayang hal sama tidak terulang kembali.


Adu kekuatan sebentar tadi sudah menunjukkan perbedaan kekuatan yang ada diantara mereka.


Liu terdiam, sementara banyak pikiran yang mampir ke benaknya.


Dewa Jiankang terdiam, ia terlihat puas dengan hasil tadi dan menikmati keheranan yang terpancar dari wajah lawannya.


Sang dewa tidak kelihatan dingin atau mengerikan, namun beda cerita dengan aura kekuatan yang dipancarkannya.


Dewa masih belum bergerak, dengan sabar menunggu lawannya selesai kena mental.


Inilah hadiah bagi makhluk yang bisa bertahan sebentar menghadapi kekuatannya.


“….” Liu terdiam dan menggelengkan kepalanya.


Ia tak punya cukup waktu untuk memikirkan semua ini.


Inilah kenyataan, tak ada pilihan lain selain menghadapinya dengan terbuka.


Kepercayaan dirinya diuji habis-habisan. Di antara kenyataan dan harapan, Liu merasa di area abu-abu.


-Tenanglah Tuan- Kekuatan monsternya terdengar serius.

__ADS_1


TBT mengerti tuannya sulit menerima kenyataan, namun pertarungan baru saja dimulai.


Lebih mudah untuk men-judge sesuatu dari awal, namun itu tidak menentukan pasti hasil akhir.


[Pengecut]


‘APA!?’


KOK SISTEMNYA NYEBELIN BEGINI?


Bukannya kasih semangat atau apa kek, malah bikin down.


[….] Yah ada maksud tersembunyi dibalik perkataan sistem.


Sistem terpaksa mengeluarkan kata sarkas begitu, untuk dirinya sendiri.


Namun sistem merasa tuannya perlu mendengarnya.


Ini menggambarkan keadaannya yang ingin tuannya menyerah di pertarungan pertama tadi.


Sistem merasa ada yang salah, ia tidak cukup berusaha untuk membawa kemenangan bagi tuannya.


Dan yang lebih memalukannya adalah, kekuatan monster itulah yang menyadarkannya.


Itukah kenapa sistem merasa tuannya perlu mendengar sesuatu yang menyakitkan, bukan untuk membuat lesu, namun membangkitkan semangat.


‘SIALAN!’ Bisa-bisanya sistem bilang dirinya pengecut!?


Liu tak terima, pikirannya langsung bersih dari beban.


Dan kini hanya satu yang dipikirannya; membuktikan sistenmya salah!


SWWUSSH!!!


Aura kemerahannya langsung meledak.


Kini dengan kekuatan yang lebih besar lagi.


“HO.” Sang dewa terkesan, itulah semangat yang patut ditunjukkan.


‘Aku tak peduli.’ Liu menatap tajam.


Hanya satu cara untuk membuktikan sistemnya salah, dan itu adalah ….


MENGALAHKAN SANG DEWA!


SSWUUSHH!!


Kini aura kemerahannya sampai tumpah ruah, jual beli pukulan tak terhindarkan.


Dewa menghadapi semuanya dengan santai, seolah sedang main dengan anak-anak.


Namun Liu tak terprovokasi sama sekali, ia tetap serius dan melancarkan banyak serangan.


Gelombang kejut tercipta setiap kali mereka bertumbuk, benar-benar beda level!


‘HIH!’ NGGAK ADA CELAH SAMA SEKALI LHO.


Serangan fisiknya bisa diatasi dengan mudah bahkan effortless!


Bayangan tentang kenyataan kembali menghantui, alasan kenapa ia berjuang sampai sejauh ini….


Liu sudah banyak menunjukkan koleksi teknik fisiknya yang berujung pada hasil sama.


Seolah tidak ada lagi yang bisa ia lakukan….


‘BELUM!’ Liu menolak perasaannya.


KEHILANGAN KEPERCAYAAN SAMA SAJA DENGAN MENYERAH TANPA SYARAT.


Kalau tak ada teknik yang berhasil, ia hanya perlu….


MENCIPTAKAN TEKNIK BARU!


“SENI FISIK: PUKULAN ANTI DEWA KEBUGARAN….”


BUAAAGHH!!!


Sebuah pukulan solid masuk!! AW YEAH!


DDUMN!!!


Dentuman keras memekakan telinga pun tercipta.


SRAAAAAK!!!


Kehancuran yang tak bisa digambarkan pun terjadi.

__ADS_1


Semua itu hanya karena satu serangan yang punya namanya sendiri.


“HO?”


“!?” Sang dewa tersenyum! Lagi-lagi pukulannya tak mempan!


OKE


“EDISI REVISIIII!!!”


“!”


BUM!


Ledakan energi kembali terjadi, kini dewa terhempas beberapa jauh.


Sang dewa terdiam, senyumannya hilang.


“….” Ia tidak menyangka apa yang barusan terjadi.


Pemuda itu menguatkan serangannya, dan berhasil membuatnya terseret.


Liu tertunduk, aura kekuatan merahnya mengecil….


“Ho?” Tidak banyak makhluk yang bisa membuatnya terhempas begini.


Semua itu hanya demi ini?


Tak ada luka sedikitpun di wajah sang dewa.


Sedang serangan terkuatnya hanya bisa membuat lawannya sedikit terseret saja.


“YEAH.” Liu mengangkat kepalanya, entah kenapa merasa bangga.


Setelah sekian banyak serangan yang dilancarkan, akhirnya ada juga yang beda.


Liu berharap banyak, ia hanya ingin hasil yang berbeda.


Yang pada akhirnya usahanya tidak sia-sia.


Dewa terdiam, ia menghargai rasa senang makhluk satu ini.


SWUSH!


Sang dewa langsung maju!


BUM!


Kali ini giliran dewa yang menyerang, dan sayangnya Liu tak bertahan lama sampai akhirnya menabrak keras dinding.


Kejadiannya sama seperti saat melawan dewi angin, hanya saja lebih keras.


Area sisi dinding pun sampai bolong saking kerasnya tabrakan ini.


Namun tak sampai keluar arena, Liu tertahan disebuah dinding energi transparan.


Aura merah di badannya sudah mengecil, dan tubuhnya penuh luka sekarang.


Liu berada diantara reruntuhan batu yang berat dengan sorot mata lemah.


Ia tak bisa menahan semua serangan dewa, dan beginilah jadinya.


Dewa tetap bugar meski sudah diserang brutal, sesuai dengan julukannya.


Liu masih terdiam diantara reruntuhan ini.


Tak ada raut wajah kesakitan atau apapun, yang ada hanyalah Liu yang berusaha mempertahankan tekadnya.


Sret.


Liu mulai bangkit dan berjalan masuk kembali ke arena.


“WOO.” Sedang dewa sedang sibuk selebrasi dan merayakan kemenangannya.


Dewa mengira semua ini sudah berakhir, tidak mungkin pemuda itu bisa kembali bangkit setelah beberapa pukulan biasanya mendarat padanya.


Ditambah aura kekuatannya juga sangatlah lemah, dia sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan.


“….” Selebrasinya keren juga.


Liu sendiri juga merasa semuanya sudah berakhir, namun entah kenapa ia masih bisa berdiri di arena.


“Ha….” Dewa terdiam, akhirnya sadar pemuda itu tengah menatapnya dengan seksama.


Apa masih ada kata-kata terakhir?


“Bagus juga Dew, heh.” Liu tersenyum kecil.

__ADS_1


“….” Dewa terdiam, kenapa dia masih bersikap seolah pertarungan masih berlangsung?


Apa akal sehatnya sudah menurun?


__ADS_2