
SWWURSH!
Api yang begitu besar dan panas sangat terasa.
Dewi terdiam, tidak masalah pemuda itu jadi abu dulu, sisanya bisa diurus nanti….
KEDEBUMM!
WIUSH!
Ledakan keras tiba-tiba terjadi, dan itu bukan ulah dewi sama sekali!
Perlahan namun pasti terlihatlah siluet sosok yang berdiri di tengah api yang menghanguskan itu.
YANG TAK LAIN TAK BUKAN ADALAH XIAO LIU SENDIRI!
Sang karakter utama ini bisa bertahan dari serangan api sihir super panas ini!
Bahkan dewi pun dibuat terdiam, pemuda satu ini bisa menangani serangannya dengan mudah begini.
Perlahan api disekitarnya pun menghilang, terlihatlah rantai masih mengikat tubuhnya.
Namun akhirnya hancur juga! Rantai itu tak mampu mengikatnya lebih lama.
‘Wow.’ Liu melihat tubuhnya sendiri, masih utuh tanpa luka bakar sedikitpun!
[Hehe] Dan sistem terdengar bangga!
Liu tak menyangka ia punya kemampuan seperti ini, ini jadi mood booster banget baginya!
Ia masih punya kesempatan untuk melawan sang dewi sihir di sini!
Dewi terdiam, raut wajahnya tidak senang, kini ia terlihat seperti orang tua yang hendak marah ke anaknya.
Memang agak seram, namun Liu tak punya pilihan lain selain menghadapi tatapannya itu!
Dewi Xian menghentakkan kakinya, dan dalam sekejap mata mereka berpindah tempat.
“….” I- Ini….?
Liu tak asing dengan pemandangan yang sekarang dilihatnya ini.
‘Kenapa aku … di sini?’ Mau dilihat dari sisi manapun kini ia sedang berada di tempat dimana semuanya dimulai.
Reruntuhan desa bisa terlihat, aroma terbakar, dan aura kengerian ini benar-benar sama persis dengan kejadian mengerikan itu.
Kehancuran desa tempat tinggalnya sendiri….
“….” Liu kini menatap lawannya dengan penuh perhatian, beliau melancarkan teknik aneh!
Apa jangan-jangan….?
[Tidak Tuan] Sistem menyangkalnya bahkan sebelum tuannya berspekulasi lebih jauh.
Tuannya sama sekali tidak pergi ke bumi lagi.
Memang sekilas tempat ini kelihatannya mirip dan mudah sekali percaya ia sudah berpindah tempat, namun sebenarnya tidaklah begitu.
Ini tidak lebih dari sekedar teknik dewi. Sistem bisa menjaminnya.
‘HUH.’ Liu menghela nafas batinnya, ia pikir ia benar-benar balik lagi ke tempat awal, ia tak mau dibingungkan lawannya lagi!
Sret.
Seperti yang sudah-sudah Liu siap dengan kuda-kudanya. Bersiap dengan kemungkinan apapun yang bisa terjadi di sini!
“….” Dewi terdiam dan langsung mengangkat tangan kanannya.
SRING!
Seketika itu juga muncullah lingkaran sihir merah di depannya dan sesosok makhluk keluar dari situ!
‘OIOIOI.’ Liu terdiam, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya!
“Hehe.” Sosok makhluk itu berdiri, tersenyum lebar dengan tatapan ganas nan mengerikan.
[Tuan punya kembaran sekarang]
‘JANGAN BECANDA!’ Sama sekali tak lucu, ini serius lho!
Kenapa bisa-bisanya ada makhluk yang berpenampilan sama dengannya!?
‘KEK LAGI NGACA.’ Eh tapi nggak sih makhluk itu lebih ngeri dibanding dirinya.
“Kloning.” Dewi mengatakan nama jurusnya juga.
“….” Liu tahu apa artinya, dewi membuat tiruan dari dirinya sendiri untuk menghadapinya.
Smart move, huh?
SWUSH!
Liu siap dengan aura kebiruan yang sudah ditingkatkan lebih lanjut.
HUSH!
Tiruannya maju melesat ke arahnya!
“Let’s see what you made of!” Liu pun sama!
BDUM!!
Adu jotos pun tak terhindarkan!
Jual beli serangan fisik super cepat lagi on going!
Dewi melayang mundur, mencari viewing angle yang pas untuk menonton pertunjukkan ini.
BDUAGH!
Liu asli terpukul mundur!
‘TIRUANKU HEBAT JUGA!’ Tak bisa dipungkiri itulah kenyataannya!
Gerakan dan kekuatannya sangat mirip. Rasanya sedang bertarung dengan bayangan sendiri di depan cermin.
Semua gerakannya bisa terbaca dan malah dikembalikan dengan mudah!
SWUSH!
Liu mengelak mundur, terus-terusan maju percuma juga sih.
Liu palsu terdiam di tempatnya, ia tak dipenuhi aura mencolok apapun, namun kekuatannya? Beuh, jangan ditanya lagi.
Raut wajahnya begitu buas dan mengerikan, siap menerkam siapapun dan apapun yang menghalanginya.
‘KOK KUAT BANGET SIH!?’ Liu tak bisa menahan protesnya.
[Iya ya Tuan] Sistem pun merasakannya.
‘JANGAN IYA-IYA AJA DONG.’ Ada solusinya nggak nih???
Liu nggak bisa pakai cara itu-itu aja. Adu fisik nggak membantunya sama sekali!
[Pakai teknik sihir saja Tuan]
‘Eh?’ Emangnya bisa?
[Tapi mending pakai teknik Qi saja ya Tuan]
‘….’
‘YANG MANA DONG?’ Sejak kapan sistemnya plin-plan gini?
Sret.
Liu menutup matanya, mengumpulkan kekuatannya, bersiap untuk melancarkan serangan yang hebat!
“Rantai Es Abadi!”
SRRNGGG!
Muncullah rantai es entah darimana dan langsung mengikat Liu palsu!
RASAKAN ITU!
Teknik rantai esnya takkan kalah dari rantai api sang dewi, pastilah dia akan kerepotan!
Liu sudah mengerahkan banyak tenaganya di satu serangan sederhana itu dan biarlah dia jadi patung es selamanya!
KRAK!
‘EH?’
KRASH!
Rantai esnya hancur begitu saja bahkan sebelum lawannya jadi es!
KENAPA BISA BEGINI? Ia jelas mengerahkan segenap keseriusannya di serangan tadi!
__ADS_1
[Dia kuat Tuan] Sistem mendeteksi serangan tuannya tidak lebih dari main-main saja bagi lawannya itu.
Jadi serangan energi Qi pun tak berhasil?
Entah kenapa Liu sudah merasakannya. Itulah sebabnya ia minta pendapat sistem tadi, karena ia memang kurang yakin.
Setekah tahu kekuatan lawannya dari adu fisik, kemungkinan besar akan sama pula kalau dilawan pakai energi Qi, dan benarlah kejadian.
Kalau gitu gimana dong ya?
Overthingking lagi, haduh. Diantara bimbang dan harus segera mengambil keputusan.
HUSH!
LAWANNYA SAMA SEKALI TAK MEMBERINYA WAKTU UNTUK ITU!
BUAAAGHH!!
Satu pukulan solid masuk tepat ke wajahnya! Menghempaskannya bahkan sampai masuk ke area hutan!
DUM!
Kepulan debu tanah langsung mengepul.
Dewi terdiam. Duduk di sisi pohon, terlihat santai namun tetap serius juga.
Teknik Kloningnya bukanlah sekedar peniru biasa. Melainkan versi terbaik dari yang aslinya.
Faktanya kloningannya itu hanyalah sebuah parasit yang akan terus bertambah kuat hanya dengan bertarung terus dengan tubuh aslinya.
Tepat saat teknik rantai apinya, dewi mengambil sampel kekuatannya yang akhirnya jadilah kloningan itu.
Di sisi lain….
“UHUK!” Liu terbatuk hebat, debu tanah yang mengepul inilah yang jadi sebabnya.
Ia menumbangkan beberapa pohon dan akhirnya terhenti juga di pohon yang kesepuluh.
Liu berusaha bangkit, aura kebiruan masih menyelimuti tubuhnya, namun tidak pada bagian wajahnya yang sudah terserang tadi.
‘KOK!?’ Liu tak percaya ia terhempas sejauh ini.
Biasanya sih ia bisa bertahan dengan aura kekuatannya, tapi kenapa sekarang beda yah?
[Dia terlalu kuat Tuan]
‘….’ Keknya sistem udah bilang itu sih.
Liu berusaha bangkit, tak ada luka luar parah di tubuhnya, namun bukannya masih tetap bugar sih.
Liu merasakan kelemasan yang berarti di sini. Namun tak begitu mengganggunya, dan ia tak mengizinkannya mengganggunya juga!
Sret.
Area hutan jadi hancur rata sebagian dan kloningannya berdiri saja tak jauh darinya.
Perlahan namun pasti aura kebiruannya mulai menguat lagi, namun tidak di bagian wajahnya.
[Jangan sampai terkena pukulannya lagi Tuan]
‘Ha?’ Kok?
Dengan cepat sistem menjelaskan alasannya.
‘W-WADUH.’ Liu tak percaya, namun sistem jarang bohong juga sih.
Pukulan kloningannya itu bisa mengganggu kekuatan sistem. Sudah dibuktikan dengan aura kebiruan yang tidak bisa melindungi wajahnya lagi.
‘WAJAHKU DALAM BAHAYA DONG!’ Dengan aura sistem saja ia jadi penghancur pohon, apalagi tanpa aura sistem!?
Kengerian mulai muncul dalam benaknya.
[Kepala Tuan bisa lepas nantinya]
‘JANGAN DIPERJELAS DONG.’ Malah makin ngeri jadinya!
“Haaaah.” Liu menghembuskan nafasnya, ia tak mau fokus pada bebannya.
NOW, HE HAVE ONE JOB, TO SURVIVE!
HUSH!
Kloningnya maju dan melancarkan rentetan serangan fisik luar biasa. Bahkan lebih cepat dan kuat dibanding sebelumnya!
Dentuman dan hempasan kencang tercipta, membuat kerusakan yang lebih besar lagi di area hutan!
SWUSSH!
Kilatan-kilatan cahaya menghiasi area hutan yang luas sekaligus menghancurkannya.
Tentu saja karena pertarungan kedua makhluk ini.
“HRRYRYAAAAH!” Liu memasang wajah super seriusnya dan berusaha bertahan!
Satu pukulan musuh tak bisa ditolelir, sistem sendiri yang bilang!
Liu masih bertahan dari gempuran serangan yang melebihi kecepatan mata ini (mata dewa).
BENAR!
Serangan fisik Liu palsu ini sangat cepat, dan surprisingly yang tercepat dari semua dewa yang sudah dilawannya!
Liu tak bisa protes namun keadaannya benar-bener nggak bagus!
Setiap serangan Liu palsu hampir mengenainya! Dan itu mengikis aura pertahanannya juga!
‘SISTEM! HAMPIR DIUJUNG NIH!’
Ia nggak bisa tanggung jawab kalau kena serangannya!
[Bertahanlah Tuan]
‘….’ Suara sistem tenang dan damai sekali, padahal sudah diujung tanduk.
‘SAMPE KAPAAAAN!?’ DARI TADI JUGA UDAH BERTAHAN SSSIH!
[Sekarang!]
SRING!
BUMMM!
Sinar terang dan ledakan super hebat tercipta, debu tanah menyelimuti area hutan yang sudah hancur ini….
“….” Dewi melihat semuanya dari atas, ia melayang dengan kekuatan sihirnya.
Satu dentuman serangan itu seharusnya sudah mengakhiri riwayatnya.
Namun dewi tak terlihat senang sama sekali, padahal ia pantas untuk senang karena sudah memojokkan targetnya.
Seolah ada sesuatu yang dipikirkannya. Sinar terang tadi merenggut kesenangannya. Ia curiga dengan apa yang terjadi di sana.
….
Terlihatlah Liu palsu celingak-celinguk melihat sekitarnya seolah sedang mencari sesuatu.
Targetnya tiba-tiba menghilang, namun serangan terakhirnya sempat mengenainya.
Shh….
Terlihatlah sosok pemuda dibalik kepulan debu tanah yang terdiam dengan mata putihnya.
YANG ADALAH XIAO LIU SENDIRI!
Ia ternyata bisa selamat dari situasi yang mengerikan tadi! Apakah ini plot armor yang lain!?
“Tch.” Liu mengorek kupingnya, kek ada yang berisik.
[Narator memang suka begitu uan]
‘EH?’ Liu menggelengkan kepalanya, ia harus fokus!
“….” Benar saja dugaannya. Sinar terang tadi memang menandakan sesuatu. Dewi berusaha tenang dan memilih tetap melihat apa yang akan dilakukan targetnye.
‘KOK?’ Ia tak lagi diselimuti aura kebiruan! Bahaya dong!
Apa gara-gara serangan kloningnya tadi!? Tadi ia kena serangannya sih.
Liu merasakan adanya benturan tepat sebelum sinar terang muncul.
SEKARANG IA POLOSAN AJA DONG?
Tapi yah apa mau dikata, Liu emang nggak bisa bertahan selamanya dari gempuran kembarannya sih. Udah ngadu ke sistem juga.
Jadi yah terima saja keadaannya sekarang ya.
[Bukan begitu Tuan] Dengan cepat sistem meluruskan kesalahpahaman ini.
‘OH!?’ Liu tak menyangka, apa bener begitu yah!?
__ADS_1
[Benar Tuan]
Tidak bisa dipungkiri tuannya memang terkena serangan lawannya, namun disaat yang bersamaan pula sistem memberi solusi mutakhir.
KINI IA BERALIH KE MODE AHLI SIHIR!
Sistem tidak bisa sembarangan mengubah mode kekuatan (dari energi Qi ke energi lain).
Namun harus melalui proses yang cukup rumit dan pula harga yang harus dibayar yakni waktu, yang akhirnya membuat tuannya terdesak brutal.
‘OOOH!?’ Liu tak meyangka sistem melakukan itu di balik layar! Ia pikir sistem enak-enakan asal nyuruh bertahan saja!
[….] Yah, sistem bukan tipe yang suka menggebar-gemborkan apa yang sedang dilakukannya sih.
‘LHO?’ Liu meraba matanya dan mengecek yang lain.
‘HILANG!?’ Aksesorisnya nggak ada!
APA JANGAN-JANGAN….?
Diambil diam-diam musuhnya!?
[Tenanglah Tuan] Dengan cepat sistem menjelaskan sisanya.
‘Oh?’ Begitu ya. Sistem meminjam kekuatan aksesoris dewa agar bisa mengubah energinya jadi energi sihir sepenuhnya, jadi benda-benda itu menghilang? Mengejutkan ih.
Liu tak menyangka sistem bisa melakukan banyak hal sekaligus, multifungsi yah?
[….] Mungkin lebih tepatnya multitalenta sih.
Oke.
Liu sadar ia tampil dengan kekuatan baru, dengan sorot mata putih tajam.
HUSH!
Tak pikir panjang Liu palsu langsung melesat!
Liu terdiam di tempat, lebih tenang dibanding sebelumnya!
BUUUMM!!
Ledakan hebat terjadi bahkan dewi pun sampai terhempas sedikit.
Berbeda dari ledakan sebelum-sebelumnya, kini aura sihir terasa tajam.
“Dia….” Dewi menatap tajam, raut wajahnya muram dan tak menyangka, terlihat mengerikan.
Dewi sulit percaya pemuda itu kini penuh dengan kekuatan sihir. Padahal dia harusnya sudah kalah dengan energi Qi-nya.
SSSHHHH!
Kini terlihatlah Liu menginjak imitasinya sendiri. Tak lama dia pun menghilang menjadi mantra sihir berupa tulisan aneh, karena dari situlah dia berasal.
SRET.
Liu melihat tajam ke atas, bertatapan langsung dengan sang dewi.
Syut!
Sagn dewi pun turun ke bawah dan saling menatap tajam.
Dewi bisa merasakan perbedaan yang cukup jelas di sini.
Kini pemuda itu terlihat lebih serius.
Dan memang begitulah kenyataannya. Liu sangat serius namun masih bisa menahan dirinya.
Sret.
Dewi mengangkat tangannya ke atas dan seketika itu juga muncullah lingkaran sihir besar di atas langit.
‘Oh monster.’
HUSH!
BRUGH!!
Benar saja, dewi mendatangkan monster kucing raksasa mengerikan dengan gigi tajam dan cakarnya!
Liu tak menyangka ketemu monster di alam dewa, tapi yah begitulah kenyataannya.
Dengan energi sihir sang dewi bisa melancarkan macam-macam teknik yang tak terduga.
Biarlah targetnya diurus oleh kucingnya saja. Dewi lebih suka menunggu.
….
Namun setelah beberapa saat kucingnya tak kunjung maju juga, padahal dewi sudah menyuruhnya dari tadi.
“….” Dewi terdiam, ada yang salah di sini.
Liu mengangkat tangannya dan lingkaran sihir merah tercipta. Kucing itu kejang dan menghilang begitu sja.
“Sudah cukup dewi….” Liu terdengar serius.
Sang dewi tidak menyangka pemuda itu mempengaruhi monsternya dan langsung melumpuhkannya.
Padahal jelas tekniknya tadi berkekuatan tinggi dan tidak bisa diatasi dengan mudah.
Namun pemuda itu bisa melakukannya….
Liu melihat ada tujuan tersembunyi dari sorot mata sang dewi.
Untuk lebih dari sekedar menangkap. Entah kenapa ia bisa sangat yakin.
Dewi Xian terdiam seolah sudah menyadari sesuatu.
Blugh.
Dewi tersungkur seolah tidak punya kekuatan.
“?” Liu pikir sang dewi bakal mengabaikan perkataannya dan terus bertarung.
Namun ternyata tidak begitu.
[Dewi sudah sadar Tuan]
Tap.
Liu mendekati dewi, dan akhirnya tahu alasan sebenarnya sang dewi.
“Aku iri….” Suaranya makin parau dan pelan, namun masih terdengar jelas.
Dewi Xian punya masalah dengan penampilannya dan ingin memperbaikinya dengan bantuan dewa kematian.
Itulah kenapa ia perlu membawa buronan sang dewa untuk bisa meminta imbalannnya.
Namun ia gagal, seharusnya dari awal pun ia tidak usah berpikir untuk menangkapnya.
“....” Liu terdiam, ia sudah tahu dari energi yang dipancarkan sang dewi.
Tak ada lagi yang bisa disembunyikan, bahkan Liu bisa merasakan perasaan menyesal sang dewi.
KEKNYA MIRIP SAMA KASUS YANG SEBELUMNYA DEH.
Dewi rumput punya masalah kepercayaan diri juga sih.
Liu tak menyangka bisa bertemu dewi yang kasusnya sama begini.
Tapi yah ia sendiri tak tahu harua memberi solusi bagaimana.
Tak bisa dipungkiri penampilan Dewi Xian memang beda dari yang lain, Liu tak menyalahkan dewi yang ingin berpenampilan sama seperti yang lain.
Ia tak bisa merangkai kata-kata bijak untuk menghiburnya, entah kenapa firasatnya mengatakan tak akan berhasil.
Sret.
Dewi pun akhirnya mengangkat kepalanya dan berdiri.
“Tidak usah menghiburku, aku sudah sadar.”
[Tenang saja Tuan] Tuannya tidak perlu susah payah menghiburnya kok.
‘Pyuh.’ Rasanya lega juga.
Dewi Xian kini menerima dirinya apa adanya, pemuda ini sudah menasihatinya dari aura kekuatan yang terpancar darinya.
“Aku sudah membuang waktumu.”
“Kapan saja Dewi.” Liu menunduk hormat, ia tak keberatan dengan tantangan apapun.
SRING!
Seketika itu juga cahaya terang tercipta dari tubuhnya....
SRRING!
Liu menutup matanya, jelas karena momen ini sungguhlah silau sih.
__ADS_1