Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Meong


__ADS_3

“Tenang saja dik kecil.” Liu berjongkok, dan gadis itu pun mengangkat kepalanya.


[Meningkatkan kepercayaan 200%]


“Hm….” Gadis kecil itu malah menyodorkan kepalanya, dan dengan senang hati Liu mengelusnya.


‘Dielus Liu-ke me-memang nyaman.’ Yin sudah merasakannya sendiri kok.


Dengan kelihaian sosial dan tambahan status sistem, Liu akhirnya tahu apa yang sudah terjadi.


“Kamu diburu sesamamu?”


“Be-benar Tuan….” Suaranya nyaring dan imut.


“WAA! KAMU LUCU!” Shuwan pun tak tahan dan memeluknya.


“Hei dia bisa bahaya.” Ying melipat tangannya, ia sudah mendengar penjelasannya juga, tapi belum sepenuhnya percaya pada gadis kecil ini.


Tidak peduli semeyakinkan apa ceritanya, tetap tidak boleh melonggarkan kewaspadaan, terlebih ia merasakan hawa jahat dari gadis ini.


“….” Liu terdiam.


[Gua terlarang Ras Kucing, Alam Monster tingkat 4]


Gadis kucing kecil ini melarikan diri dari kejaran ras kucing lain dan akhirnya sampai di tempat ini. Dia juga beberapa hari tinggal dan bersembunyi di sini.


[Tuan harus waspada, sistem merekomendasikan meninggalkan kucing kecil ini]


‘….’ Liu terdiam, alisnya menurun tajam, tidak bisa dipungkiri ia prihatin dengan gadis kecil yang dikejar karena alasan tertentu ini, namun di sisi lain ia merasakan adanya aura Qi jahat juga darinya.


Penampilan bisa menipu, yah dilema tersendiri menggunakan prinsip seperti ini.


Lebih mudah curiga dan mengikuti anjuran sistem, namun jauh di lubuk hati terdalam Liu tidak sependapat.


Bukannya terbuai penampilannya yang lucu, cantik, dan menggemaskan itu. Hanya saja Liu pikir gadis kucing ini bukan pembohong.


“Mari temui yang mengejarmu, kita berdamai yah?” Liu tersenyum lembut.


“Hhmm.” Gadis kucing itu mengangguk pelan.


“Oh iya namamu?” Liu sampai lupa menanyakan namanya.


“Me-meong.” Gadis itu tertunduk malu.


‘Me-ong?’


‘UWOOOGH! LUCU SEKALI NAMANYAA!’ Liu berusaha menahan perasaannya yang meluap itu, rasanya ia ingin mengelus dan menggelitikinya brutal deh, lucu sih.


Sret.


“Kita tidak bisa mempercayainya.” Ying mendekat, sementara meong bergetar dengan ekspresi ketakutan.


“Oh ayolah Ying!” Shuwan tak senang rekannya itu lagi-lagi berlebihan begini.


“Kau juga harusnya lebih mengeri.” Ying menatap tajam, dan Shuwan memalingkan wajahnya sembari bersiul.


Liu terdiam, bukan hal yang mudah memercayai makhluk asing di alam monster, namun setidaknya kita harus belajar percaya bukan?


Dengan sepenuh hati Liu menjelaskan rencananya, ia tahu pengetahuannya jauh di bawah pendekar es ini, namun tak akan menghentikannya untuk memperjuangkan apa yang ia percaya!


“Ba- bagaimana Nona?” Liu menatap penuh arti, inilah batas kemampuannya menjelaskan, yah to-the-point aja sih sebenarnya.

__ADS_1


“Ya- ya sudah.” Ying berbalik masih menyilangkan tangannya, wajahnya agak merah.


‘K- kalau seyakin itu… tidak ada salahnya percaya, sedikit.’ Ying setuju, mengikuti rencana Liu.


‘Eh?’ Liu terdiam, ia pikir sang putri es akan sulit mengerti.


***


Sementara itu di luar gua terlarang ras kucing. Malam hari.


“Keluarlah anak sial!”


“Para dewa marah karena ulahmu!”


“Meong keluar atau kami yang masuk!”


Terlihat sekumpulan ras kucing berkumpul di luar memegang garpu sodok padi, obor dan sajam lainnya.


Mereka terus melihat ke arah gua dengan tatapan geram.


Beberapa makhluk ras kucing pun mengobrol.


“Hei, kau yakin dia ada didalam?”


“Mau sampai kapan lagi kita menunggu?”


“Jangan-jangan dia tidak ada di dalam?”


Tidak bisa dipungkiri mereka berjaga semalaman demi menangkap kucing kecil yang dicarinya, namun sampai sekarang belum membuahkan hasil.


“DIA PASTI DI DALAM! DIA TIDAK PUNYA TEMPAT BERSEMBUNYI LAGI!”


“Kalau begitu kau masuk saja pastikan sendiri!”


“Eh?”


“TIDAK USAH! NANTI JUGA MUNCUL SENDIRI!” Kucing bapak-bapak terlihat cemas.


Ada alasan kuat kenapa mereka tidak mau masuk ke gua itu, dan tidak ada satupun yang berani melangkahkan kakinya ke dalam.


Yah mereka takut sih.


Terlalu banyak rumor yang beredar soal tempat itu, jadilah tempat terlarang, cukup sederhana.


Sret.


Dan akhirnya ada yang keluar juga dari gua itu.


“LIHAT APA KATAKU!” Sekumpulan ras kucing dengan sigap mengarahkan senjatanya!


“Wow kita disambut.” Shuwan tak menyangka bakal seramai ini yang hadir sih.


‘SEPERTINYA BUKAN SAMBUTAN RAMAH.’ Bukannya Liu menolak sambutan, tapi kalau begini ya lain cerita.


‘Dia tidak membual.” Ying terdiam, pemandangan ini membuatnya terpacu, bisa jadi pemanasan juga sih.


Meong sembunyi dibalik Liu, dan tatapan warga kucing pun perlahan berubah.


Liu terdiam, selain ekor, mereka punya kuping diantara rambut kepalanya, persis kucing, sedang Meong sama sekali tidak..


Menurut legenda ras kucing, siapapun yang terlahir tanpa kuping adalah titisan jahat yang harus dimusnahkan, dan itukah sebabnya Meong sembunyi di gua terlarang ini.

__ADS_1


Yah sebenarnya Liu sudah cek, Meong punya kuping, hanya saja tepat disisi wajahnya persis manusia. Hanya beda letak anggota tubuh sampai sebegitunya ya!?


“Me-mereka!” Sorot mata tak percaya terlihat. Mereka terkejut bukan melihat sesama ras kucing!


Inilah saat yang tepat untuk menjelaskan!


“Meong tidak jahat percayalah!” Liu berusaha menyakinkan mereka semua.


[Meningkatkan ras percaya lawan berhasil… gagal]


‘MANA ADA BERHASIL GAGAL!’ Liu tak percaya, ya harus salah satu dong, masa dua-duanya sih.


[Sistem salah prediksi Tuan]


‘….’ Begitu ya. Liu sadar, ini efek dari perubahan tingkatan alam juga, semakin tinggi maka tidak mudah berkomunikasi dengan penguni alam itu.


YAH PENGECUALIAN SAMA GADIS KELINCI INI KEKNYA.


“Kami tak percaya!”


Ras kucing tetap menatap tajam, mereka tidak takut bertemu makhluk lain sekalipun!


‘….’ Liu terdiam, tidak mungkin mudah mengatakan ini sebagai orang luar. Ia harus pakai cara lain!


“SERAHKAN MEONG ATAU KALIAN MATI!” Masyarakat ras kucing sudah habis kesabarannya! Mereka akan pakai cara tidak menyenangkan.


SRING!


Berbagai senjata tajam diarahkan, mereka mai keroyok!


“Hmh, baiklah kalau begitu.” Liu menutup matanya, sementara raut wajah percaya diri terukir di wajahnya.


‘….’ Ying terdiam dan sedikit tersenyum, ia tak sabar beraksi dan melihat aksi pemuda itu juga.


“Emmm.” Shuwan bukannya tak semangat mau baku hantam, hanya saja ia tidak mau melakukannya pada makhluk lucu seperti mereka, itu terlalu menyayat hati!


Yah meski ada bapak-bapak, ibu-ibu, kakak-kakak, adik-adik, atau siapapun, tetap saja mereka adalah kucing, setidaknya di alam ini.


“Pst! Yin-jie!” Liu mendekat dan membisikkan sesuatu, yah Yin agak kaget dan tidak menyangka sih.


Yin mengangguk paham dan memasang raut wajah percaya diri juga!


Grep.


Liu memegang tangan Fang Yin dan seketika itu juga asap putih tebal tercipta!


“HATI-HATI!” Monster kucing tetap melihat tajam sekitar, mereka tidak takut juga pada trik musuh begini!


Sh.


“Apa yang Liu-ke katakan benar, miaw.” Fang Yin punya telinga dan ekor kucing!


Dia terlihat lebih imut dan lucu, mencengangkan sih.


[Penyamaran kucing sukses]


“WOW.” Shuwan terdiam.


“HAH!? BAGAIMANA MUNGKIN?” Ras kucing terpana, kenapa bisa-bisanya, makhluk asing berubah jadi serupa dengan mereka?


‘Jadi gimana!?’ Strategi orang luar tak berhasil, namun masih ada strategi orang dalam!

__ADS_1


__ADS_2