
‘Makhluk itu pasti punya kelemahan!’ Liu berpikir keras, menggunakan semua kemampuan otak yang dimilikinya! Bukan saatnya menggunakan 5% tapi harus semuanya! Bukalah potensi strategi baru demi mengalahkan monster tengkorak ini!
“Awas.”
Dug!
“Wha!” Liu didorong keras sampai jatuh terguling-guling.
TRANG!
SRET.
Ying berhasil menahan pergerakan monster ini dengan pedang esnya, ia menekan Qi-nya agar tidak terlalu besar.
‘Dia tidak boleh hancur lagi.’ Tidak bagus kalau bertambah besar sih, Ying tidak mau mempersulit keadaan.
“GRAAA!”
Dengan cepat monster itu mengayunkan kakinya, kalau begini saja pasti putri es akan kena serangannya!
“Hmph.”
SRING!
Dalam sekejap borgol es muncul di kedua pergelangan tangan dan kakinya! Monster tengkorak raksasa tak menyangka dan langsung saja jatuh.
BUM!
Suara keras dan hempasan angin kencang menandai tumbangnya monster super besar itu.
Jatuhnya ke belakang sih, jadi tak perlu khawatir soal Liu, Yin dan kuburan Shuwan.
“AKU MASIH HIDUP! HEI GUYS! KALIAN NINGGALIN AKU YAH!?” Shuwan panik, jangan-jangan rekan-rekannya ngebiarin monsternya ngamuk sendiri ya!?
“Te- tenang saja Nona, kami masih di sini….’ Yin hanya diam, nggak enak sih tidak membantu, tapi yah mau bagaimana lagi.
Ia percaya pada Liu dan Nona Ying.
Shhh….
Debu tanah mengepul ke langit, membuat siapapun sulit melihat meski dengan bantuan bulan sekalipun.
“UHUK!”
‘Aduduh, tadi apa?” Liu memegang kepalanya, baru saja mau berhadapan monster malah jatuh begini.
‘Apa mungkin….?’
‘SISTEM! KAMU BALIK?’
[….]
‘Oh bukan ya.’ Liu pikir ada yang menggerakkan tubuhnya tadi.
Hush!
Debu tanah tersingkap, ia bisa melihat dengan jelas sekarang!
‘Nona Ying!?’ Liu sampe tak sadar, tadi ia didorong toh.
‘Monsternya tumbang, kalau begini sudah menang dong!’
“RASAKAN KEKUATAN PUTRI ES! HA!” Liu semangat sekali, itulah akibatnya berurusan sama pendekar hebat!
Pss.
Ying terdiam, jangan sampai hilang fokus nih.
Krt… krrt….
Monster tengkorak tak bisa banyak bergerak, pergerakannya sudah terkunci, yang ada malah suara tulang saja yang banyak terdengar.
‘Aku tidak bisa merasakan energi Qi-nya.’ Ying terdiam, sudah lama sejak ia bertemu musuh seperti ini. Aneh sekali makhluk hidup tanpa energi Qi.
Yah sepertinya bukan makhluk hidup juga sih.
Makhluk apa sebenarnya dia?
Liu berjalan mendekati putri es dan melipat tangan.
__ADS_1
Tap.
“Semoga tenang.” Yah kalau teknik pertarungan tak bisa, kenapa tidak coba teknik spiritual? Mungkin saja bisa menenangkan tengkorak hidup yang mengamuk ini.
KREK!
"...." Ying terdiam melihat makhluk tengkorak itu malah hancur sendirinya.
“CURANG! MALAH TIBA-TIBA HANCUR BEGITU!” Liu protes, padahal seharusnya ini sudah jadi akhirnya!
Sring!
Dengan cepat Ying mengeluarkan kekuatannya. Seketika itu juga kotak es bersar tercipta! Membuat tengkorak itu beku dari dalam!
“Hei.” Ying menatap tajam.
“Ah!” Liu sadar suatu hal.
‘DUH AKU NGGAK KONTRIBUSI BANYAK DI SINI, PASTI DISALAHIN NIH.’
Tak mungkin Liu mengatakan rahasianya. Dan tak mungkin tetap diam saja sih.
“Maaf soal tadi.” Ying mengalihkan pandangannya.
‘Eh?’
Jadi bukan menyalahkannya karena nggak banyak bantu?
Putri pendekar es meminta maaf? Sulit dipercaya sih.
Liu terdiam tak menjawab, bingung juga mau mengatakan apa. Pasalnya ia sadar juga itu demi kebaikannya sih.
‘Aku bisa keinjek tengkorak raksasa.’ Itulah kenyataannya, Liu kepedean dan malah lupa tanpa sistem ia bukanlah apa-apa.
“K-kau bisa mengandalkanku,” kata Ying lagi, nadanya lebih pelan.
“….” Liu terdiam.
‘BIASANYA NONA YING NGGAK MALUAN.’ Mungkin ada sebab? Tak ada waktu buat mikirin itu sih.
Yang paling penting itu dihadapannya!
“!” Ying menatap ke depan. Kali ini ia bisa merasakan suatu energi dari tengkorak besar ini!
Aura kejahatan yang sedikit beda dari aliran sesat. Mirip sama monster kaki seribu sebelumnya!
“Kau mundur saja.” Ying menatap musuhnya tajam.
Liu terdiam, rasanya enak kalau berkata, ‘wah terima kasih banyak nona, aku serahkan padamu ya!’.
TAPI TIDAK SEMUDAH ITU DONG.
Mana mungkin ia meninggalkan Nona Ying sendiri! Memang dia kuat, tapi masalah di alam lain ini adalah tanggung jawab bersama!
‘Aku bisa menunjukkan kekuatanku padanya. Mungkin dia bisa mengerti permintaanku sebelumnya.’ Ying belum menyerah. Ia akan mengikuti kata hatinya, dan itu harus dibuktikan lewat tindakan!
Saatnya mengabaikan ego. Liu sama sekali tidak meragukan kemampuan putri es, tapi ia sendiri yang sudah mengajaknya ke alam antah berantah ini. Jadi tanggung jawab tetap ada padanya!
Ia adalah lelaki, dan tidak mungkin memanfaatkan kesempatan begini!
“Maaf Nona Ying. Aku yang sudah membawa Nona ke sini. Kita kalahkan musuhnya bersama.” Liu tersenyum kecil.
Yah bodo amat juga kalau jadi patung es, asal ia sudah mengatakan apa yang ada di hatinya. Nggak berharap Nona Ying mengerti juga sih.
Pssss….
Liu menutup mata, mungkin putri es sudah menatapnya tajam dan mengancamnya, tapi sekarang ia agak kebal, jadi…. ‘Buka mata lagi ah….’
‘KOK NONA YING MERAH BEGITU!’
BUKAN SAATNYA KENA FLU, DEMAM ATAU APAPUN DI SAAT PERTARUNGAN. APALAGI MUSUHNYA TERUS BANGUN SETELAH KALAH!
KRAK!
Kotak es super besar itu retak dan makin menyebar!
‘Aduh strateginya apa nih.’ Liu terdiam.
“Dia kebal elemen, mengalahkannya membuatnya makin kuat.” Sekilas info yang berguna!
__ADS_1
‘Analisa Nona Ying memang hebat!’
‘….’
PILIHAN TERBAIK KABUR PUN TIDAK BISA DIAMBIL. Nona Shuwan dalam bahaya!
“GUYS! KALIAN MASIH DI SANA!? AKU NGGAK TAHAN NIH!” Shuwan kepayahan menahan tumpukan tanah yang hampir menguburnya ini. Bukan tanah biasa. Tanahnya malah terus menekannya ke bawah! Makin berat.
‘Dikejar waktu nih.’ Liu terdiam, ia berusaha tenang. Pasti ada suatu hal yang bisa membalikkan keadaaan!
‘Menurut Kitab Para Monster… dia itu…..’
Alis mata pemuda itu menurun tajam. Dengan sistem pasti mudah mengingat semua isi kitab pemberian tetua kelinci.
Tapi sekarang, ia harus mikir brutal!
Liu membuka matanya.
DUM!
Serpihan es berterbangan kemana-mana, dan dengan sigap diatasi Ying dan Liu juga dengan pedang mereka.
“….” Ying merasa ada yang berbeda dengan pemuda ini, dia lebih tenang dan fokus pada musuhnya.
Ingin rasanya terus menggunakan teknik yang sama sampai bosan, barangkali ada celah yang ditunjukkan musuh itu. Tapi Ying menahannya.
Meski ia masih punya banyak energi, menggunakannya sia-sia tanpa strategi pasti, tetap saja akan merugikannya.
Kalau begitu, apa pemuda ini punya rencana?
Sring….
“Hei.” Ying penasaran apa yang direncanakannya.
Tap. Tap….
Liu menyarungkan pedangnya, ia berjalan santai tanpa beban dan santai sekali. Membuka celah besar bagi lawan untuk menyerangnya.
“GRAAAH!” Kini monster itu sudah jauh lebih besar, bahkan bisa disebut monster tengkorak super duper raksasa, tinggi dan besarnya diluar perkiraan. Aura ancamannya jauh lebih hebat juga dari sebelumnya!
“Hei.” Ying tidak melihat strategi apapun, pemuda itu malah menyarungkan senjatanya dan hanya menatap ke atas.
Bukan saatnya ceroboh saat musuhnya jauh lebih kuat!
Liu tersenyum kecil, ia tidak bisa melihat ekspresi tengkorak raksasa itu sih.
“Ayolah! Kita bukan musuh!” Tak ada angin tak ada hujan, Liu mengatakannya!
‘Dia.’ Ying terdiam, musuhnya marah besar dan kau mengajaknya bicara? Diluar nalar.
“GRARRAAOOH!”
HUSSSHJ!
Hempasan yang kuat membuat Liu terseret kebelakang, namun dengan penuh tekad ia maju lagi!
“KAMU KESEPIAN? SEMUA ORANG MENGALAMINYA!”
“JANGAN SAKITI ORANG LAIN KARENA KEEGOISANMU!”
“GRAAA….”
Liu terdiam. ‘DIA MASANG ESKPRESI APA? PENASARAN NIH!’
“HATI YANG HAMPA, KOSONG, PASTI AKAN BERLALU….”
“KAMU HANYA PERLU MEMBUKA LEMBARAN BARU!”
“LI-Liu-ke….” Yin terdiam, ia mengusap matanya, mendengar pidato begini membuatnya agak terharu.
“GRAAAH!”
BUM!
Dan Liu pun diinjaknya… dengan telapak kakinya yang super duper besar.
‘Yah setidaknya sudah usaha.’ Ying terdiam. Stretegi begini tak cocok diterapkan sama monster.
Manusia saja kadang tak mendengar dan mengerti perasaan orang lain, apalagi monster?
__ADS_1