Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Adu Senjata


__ADS_3

'UGH.' Tidak bisa dipungkiri beban tenaganya jadi berlipat sekarang.


'BISA KALAH NIH!' Liu protes, rasanya kekuatannya diperas dua arah dong!


[Bahaya juga Tuan] Sistem pun merasakannya, dan yang paling merasakannya juga asih.


HUSH!


Dengan cepat Liu melesat ke atas! Berusaha kabur dari jerat musuhnya!


Dalam sekejap mata Liu melayang di atas! Dan dewa laut juga tidak mau kalah!


HUSH!


Dewa Long langsung maju! Sama gesitnya pada saat didalam air tadi!


TANG!


[Penguatan pedang....]


TRAGGH!


Lagi-lagi pedang dan tombak kembali beradu!


Jangan tanya soal hempasan angin dan kekuatan yang tercipta akibat kelakuan mereka! Bahkan sampai bisa menenangkan arus laut yang brutal!


Liu menatap tajam, meluaskan perhatiannya. Belajar dari kesalahannya yang sebelumnya.


Bukan tanpa alasan kenapa beliau disebut dewa laut. Tentu karena sang dewa bisa melakukan apapun di laut bukan? Termasuk melakukan berbagai teknik luar biasa juga.


Tes.


Darah perlahan keluar dari perutnya. Pedang air tadi benar-benar mengenainya telak.


Rasanya seperti tertusuk pedang, namun lebih sakit.


Tak disangka serangan kejutan dewa langsung menembus tubuhnya begitu, bahkan sampai nge-bypass aura pertahanannya!


ITU CURANG BUKAN!?


[Ini bukan kompetisi Tuan]


'Oh iya.'


Menyalahkan orang lain lebih mudah dibanding melihat diri sendiri.


Ia tak mau mengakui kelemahannya dan malah menyalahkan dewa/


'HMH!' Liu menguatkan tenaganya, ia masih harus berjuang!


Akhirnya jual beli serangan berlangsung beberapa saat. Terlihat kedua makhluk ini tidak ada yang mau mengalah.


Dan siapa juga yang mau mengalah juga sih?


TRANGG!


"Gyahaha!" Bahkan sang dewa sampai tertawa puas. Nafsu bertarungnya benar-benar meningkat.


Tidak banyak makhluk yang bisa membuatnya tertarik seperti ini. Semuanya tumbang tepat sebelum ia merasa puas.


DAN SEKARANG AKHIRNYA TIDAK BEGITU!


'ASTAGA!' Sistemnya nggak ngebohong! Dewa Long bener-bener kuat!


Liu berpikir cepat, bagaimanapun ia harus keluar dari situasi ini!


Namun gimana caranya!? Mau nyerang balik susah, tetap bertahan juga ujung-ujungnya kalah juga!


"...." Liu terdiam, luka kecil pada perutnya adalah masalah.


Entah kenapa energinya jadi terganggu. Ia tak bisa dengan leluasa mengeluarkan kekuatannya.


Di sisi lain dewa terus melancarkan serangan yang makin lama makin kuat.


Hanya tinggal menunggu waktu saja pemuda itu kehabisan tenaga.


[Akselerasi pemulihan+++] Sistem berusaha memulihkan luka tuannya, namun tidak mudah seperti biasanya.


"HAHA!" Dewa makin brutal menyerangnya.


TRANG!


Pedang aura birunya hancur dan ia terhempas kencang.


HUSH!


Sng dewa langsung mengejarnya juga!


Kali ini dewa tinggal menangkapnya! Semua ini sudah berakhir!


"!"


SRING!


Seketika itu juga tubuh Liu bersinar terang. Namun tidak menghentikan dewa yang masih melesat mengejarnya!


'Dewa tak boleh menang!' Liu menguatkan tekadnya. Di saat begini ia harus semangat buat keluar dari situasi ini!


HUSH!


"KENA KAU!" Namun sayang sekali sang dewa lebih cepat darinya! Ia bersiap melancarkan serangan dari atas!


'ANJIR' Nggak bakal sempet ngehindar dong kalau begini!


BUASGHHH!


Dewa melancarkan pukulan solid ke wajahnya! Liu langsung terhempas dan menghantam laut!


DUAR!

__ADS_1


Hempasan yang sangat kencang sampai-sampai membuat gelombang laut mengamuk.


Dewa Long terdiam sembari melayang di langit. Wajahnya terlihat puas seusai melancarkan serangan tadi.


Padahal ia punya kesempatan untuk langsung menangkap pemuda itu. Namun ia memilih mengundurkannya.


Lagipula pemuda itu kelihatannya masih bugar untuk meladeninya.


HUSH!


Dan dewa pun melesat menyusulnya masuk ke dalam air.


....


Sementara itu di sisi lain, terlihat Liu mengambang ditengah kedalaman laut yang gelap.


Kondisinya tidak terlalu bagus kelihatannya. Seolah lemas dan tanpa tenaga.


'Huh.' Liu terdiam melihat kesuraman tempat ini.


Tak disangka dewa melancarkan serangan lagi, padahal ia pikir semuanya sudah berakhir tadi.


Namun yah apa yang terjadi juga bukan hal yang baik juga sih.


Cepat atau lambat sang dewa pasti akan kembali menyusulnya.


[Tuan baik?]


'....' Liu bisa mendengar suara sistemnya dengan jelas.


'Masih bisa membuka mata.' Liu mengabarkan kondisinya, masih bisa sadar setelah menerima serangan tadi masuk kategori beruntung sih.


Kok sistemnya nanya begitu, padahal siste 'kan dalam dirinya ya?


Kenyataannya, sistem tidak akan bertanya kalau sudah tahu juga sih.


Sistem mengeluarkan banyak kekuatan sampai tidak sempat memerhatikan kondisi tuannya.


'BISA MATI DONG KITA SISTEM!' Entah kenapa Liu jadi panik.


Kalau sistem seenaknya ngasih kekuatan bisa-bisa tubuhnya nggak kuat dong!


[Yang penting tuan tidak kalah saja]


'YA KALAU TUMBANG SAMA AJA KALAH DONG.' Liu terdiam, jawaban sistem nggak melegakan sih.


Tapi memang itulah kenyataannya. Sistem tidak mungkin menahan diri dan memperhatikan tuannya saat menghadapi musuh seperti ini. Yang pasti harus all out juga sih. Itulah sebabnya sistem menanyakan keadaan tuannya.


Liu terdiam, ia mengerti apa yang dimaksud sistem. Ada harga yang harus dibayar demi bertahan melawan dewa. Khawatir pun tak akan membantu banyak di sini.


Tapi sekarang ia benar-benar lemas sih.


Melihat kenyataan bisa semenyakitkan ini ternyata ya.


Liu menggerakkan bola matanya. Suasana tidak sesuai apa yang dibayangkannya.


Yang ada hanyalah kegelapan dan kesuraman yang mencekam. Tempat seperti ini cocok buat yang suka uji nyali.


Yah Liu tak punya pilihan lain selain mengambang di sini juga sih.


Pukulan dewa amat keras, masih beruntung ia tidak mencapai dasar laut.


Pluk.


"?" Entah kenapa punggungnya terasa menyentuh sesuatu....


Liu menggerakkan tangannya, ia tak lagi mengambang, lebih tepatnya 'terdampar' sekarang.


[Tuan sudah mencapai dasar]


'Oh?' Baru juga dipikirin malah langsung kejadian.


Liu terdiam, ia masih melihat ke atas. Rasanya permukaan terasa jauh sekali....


Yang memang kenyataannya benar adanya. Kini Liu masih diselimuti aura biru.


Terlihat jelas aura hijau dewi bersinar di pipinya,tepat di area tinjuan dewa.


Kenyataannya aura pemberian dewa langsung melindungi area serangan dewa. Itulah sebabnya wajahnya masih baik-baik saja.


Tidak ada lecet atau luka sedikitpun.


Padahal kemungkinan buruknya bisa saja kepalanya terlepas dari kepalanya, namun untunglah tidak kejadian.


'Kalau begitu siapa yang jadi tokoh utamanya dong sistem?' Liu penasaran kalau itu terjadi,


[Benar juga ya Tuan] Sistem tidak bisa menjawabnya sih. Mungkin saja kisahnya berakhir?


Liu sedikit tersenyum, ternyata ada hal yang patut disyukuri terlepas dari apa yang terjadi padanya saat ini.


Sret.


Dengan segenap tenaga Liu bangkit berdiri. Semua ini belum berakhir!


Liu mengangkat kepalanya dan seketika itu juga tersenyum kecil.


"Ada kata-kata terakhir?" Sang dewa ternyata sudah ada ditempat yang sama dengannya, di dasar laut.


Senjata tombak tiga tusuknya bercahaya terang memancarkan energi yang hebat.


Dewa Long masih berbaik hati memberikan kesempatan lawannya bicara untuk terakhir kali. Tidak banyak dewa yang sebaik dirinya lho.


"Bersiaplah untuk kekalahanmu ... Dewa Long!"


HUSH!


Liu melesat ke depan dengan pedang aura biru miliknya!


"Trik murahan." Dewa tersenyum remeh. Tidak mungkin pedang aura itu bisa menandingi tombak andalannya!

__ADS_1


TRANG!


Kedua senjata itu bertubrukan satu sama lain, membuat hempasan angin yang bahkan menyapu air disekitarnya!


Tekanan air yang sangat tinggi pun dilibas habis oleh aura kekuatan mereka. Kini tak ada lagi air yang menghalangi.


Jual beli serangan antar senjata kembali terjadi. Dan apa yang terjadi tidak jauh beda dengan pertarungan mereka dilangit sebelumnya.


Yang mungkin membuat sebagian orang bosan juga.


'AKU TIDAK PEDULI!' Liu tak peduli akan apapun kecuali bertahan dari sang dewa!


[Tapi bukankah nanti tidak ada yang membaca kita Tuan?] Sistem terdengar khawatir.


'OH!' Liu sadar, itu gawat sih!


'OKE SISTEM, MARI BUAT SUASANA JADI LEBIH MERIAH!' Liu tersenyum lebar, ia mengabaikan dirinya sendiri dan mendedikasikan semuanya demi menghadapi lawannya ini!


SSHHHHH!


Perlahan namun pasti aura kemerahan mulai mengelilingi tubuh Liu juga!


"...." Dewa sadar namun tidak begitu peduli. Toh pemuda ini pasti akan tumbang juga pada akhirnya.


Aura merah membesar dan kini tanda merah seperti tato mulai menyebar ke seluruh tubuhnya. Ini terlihat keren!


"...." Dewa terdiam, pemuda ini tidak melambat, malahan sebaliknya. Dia makin kuat dan cepat.


'Kekuatan lain?' Dewa bisa langsung tahu. Ia sama sekali tidak menyangka.


"Tusukan Pedih."


DBUM!


Seketika itu juga munculah pedang air dalam jumlah banyak yang melesat ke arahnya!


'ITU TEKNIK YANG SAMA DEH.' Liu masih ingat, itulah serangan pedang yang melukainya. TAPI KOK NAMA JURUSNYA BEDA SIH?


[Suka-suka dewa saja sih Tuan] Sistem mengingatkan.


'Oh iya.' Buat apa juga ngurusin nama jurus lawannya?


SRET.


Liu memasang kuda-kudanya yang terbaik. Sorot matanya sangat tajam, melebihi yang sebelum-sebelumnya.


'Ada ... sepuluh.' Liu bisa melihatnya dengan jelas, seperti slow motion dalam kamera.


Seperti sebelumnya, setiap pedang air itu punya energi kuat yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.


Yah intinya serangan pedang air itu bahaya, titik.


Liu tak berencana kena lagi, yah sekali saja sudah cukup.


SSWUUSHH!


[Mengaktifkan insting super....] Sistem pun tidak mau setengah-setengah. Kini tuannya bisa merasakan bahaya sekecil apapun bahkan dari jauh sekalipun!


"!" Liu bisa merasakannya!


'Begitu ya.' Liu terlihat tenang, ia hampir terkecoh lagi....


Sementara itu dewa terdiam menunggu hasil mutlak. Tidak lama lagi pemuda targetnya ini akan tumbang dan semuanya akan berakhir.


Pemuda itu sudah kewalahan setelah tertusuk satu pedangnya, tidak lama lagi dia akan  asakan arti 'kesakitan' yang sebenarnya.


SRING!


Tiba-tiba cahaya biru bersinar menyilaukan mata!


DUUMMM!


Bersamaan dengan itu juga terdengarlah dentuman yang amat keras.


Sang dewa laut terdiam, ia tak menyangka melihat targetnya diam dan tersenyum kecil ke arahnya.


"Bagaimana bisa?" Liu mengangkat kedua tangannya, mewakili sang dewa yang heran.


'Dia sadar?' Dewa penasaran.


Serangannya bukanlah sepuluh pedang air, melainkan dua puluh. Setengah serangannya itu hanya untuk mengalihkan perhatian saja.


Tapi kenapa pemuda ini bisa tahu? Dia bahkan belum melihat sepuluh serangan lainnya yang datang dari belakangnya.


Liu terdiam, puas sekali melihat ekspresi dewa sekarang.


Serangan dari segala arah kek tadi memang merepotkan.


Ada satu pedang air yang tertahan di luar aura pertahanan merahnya, tak sampai menembus tubuhnya kek kejadian awal.


Sret.


Liu memegang dengan gagah pedang air dewa. Ia kini terlihat gagah.


Dewa tidak senang melihat ini. Makhluk rendahan itu tidak pantas memegang teknik senjatanya.


"?" Tapi kenapa dia bisa melakukannya? Ekspresi dewa sedikit berubah.


"Hhe."


Hssh!


Seketika itu juga pedang air itu berubah warna jadi merah. Aura kekuatannya juga berubah drastis. Kini senjata itu lebih kelihatan keren dari yang aslinya.


'Dia merubah teknikku?' Ekspresi dewa makin berubah, ia tidak lagi memakai ekspresi percaya dirinya.


Swush.


Liu mengacungkan pedangnya ke depan, menantang sang dewa laut.

__ADS_1


__ADS_2