
“….” Sang kaisar tertunduk tak berdaya. Ia sudah merelakan semuanya dan siap menanggung akibat dari perbuatannya.
Pluk.
“!” Entah kenapa kaisar merasa ada yang memeluknya!
“….” Liu memang memeluknya.
‘Kenapa?’ Lu Wu tidak mengerti apa yang diperbuat anaknya. Jelas-jelas yang ia lakukan adalah merenggut nyawa anaknya demi tujuannya sendiri.
Kenapa… kenapa anaknya malah memeluknya?
“Ayah menyerahkanku pada dewa, demi orang banyak?” Liu terdiam. Entah kenapa ia bisa memvisualisasikan bagaimana beban yang ayahnya emban di saat itu.
Lu Wu terdiam. Entah kenapa ia ingat kejadian lama yang menyakitkan, memilukan yang ia lupakan selama ini.
Dan untuk beberapa saat mereka berpelukan satu sama lain.
“Aku pantas mati ditanganmu.” Meski itu tidaklah bisa dibandingkan dengan rasa sakit yang anaknya alami.
“Sudahlah tidak perlu didramatisir lagi,” ujar Liu pelan.
[Tapi bukannya dramatisir bagus demi mengundang emosi ya Tuan] Sistem lebih suka adanya drama sih.
Akhirnya Liu menceritakan bagaimana ia masih bisa tetap hidup.
“Kamu diselamatkan dewa?” Kaisar terdiam tak percaya. Jelas-jelas hidupnya juga sudah ditangan dewa dan tidak mungkin ada harapan lagi.
Yah secara teknis dewi sih, tapi anggap saja sama lah.
Liu sudah menduga beliau sudah beraksi seperti itu.
‘SISTEM BANTU AKU MEYAKINKANNYA.’ Di saat begini, penjelasan gamblang sistemnya akan sangat membantu!
Dan Liu pun kehilangan kesadarannya….
“Kamu punya kekuatan… dari dewa.” Lu Wu tidak menyangka anaknya diberikan kesempatan sekali lagi oleh para dewa.
Dan Liu sendiri tak tahu apakah reputasi kaisar bisa membaik setelah semua insiden monster yang datang ke dunia mereka.
“Aku akan hidup untuk menebus hukumanku.” Ayahnya pun mengutarakan rencananya.
“SEBAIKNYA JANGAN.” Liu spontan menatap tajam.
“Eh?” Ayahnya pun bingung. Ia benar-benar serius soal menebus kesalahannya.
Liu akhirnya menjelaskan bagaimana ia bangga menjadi anak seorang kaisar dan pula membantu dunia lebih baik meski harus ditakdirkan mati.
Soal kesalahan ayahnya, yah namanya manusia ya tidak luput dari kesalahan dan kelamahan yang bisa terjadi dalam hidup.
“Tapi….”
“STOP JANGAN TAPI-TAPI!” Liu makin menatap tajam. Kesabarannya dipertaruhkan di sini!
‘SISTEM KAMU NGEJALISINNYA KURANG BENER YA!?’
[Ayah Tuan memang benar-benar ingin dihukum demi menebus kesalahannya] Bahkan steelah diyakinkan sistem. Lu Wu tidak kunjung puas, ia sudah terlalu jahat dan sangat pantas menerima akibatnya.
‘BEGITU YA.’ Merepotkan juga meyakinkan yang tidak mau diyakinkan.
“Kalau begitu aku minta satu hal yah.” Liu menatap seksama.
“Apa itu NAK!?” Ayahnya terlihat bahagia dan berbinar.
__ADS_1
‘Kenapa malah semangat begitu?’ Liu tak ingat ayahnya seorang masokis.
Eh, memang ia tak pernah tahu ayahnya dari awal juga sih.
“Tetaplah pimpin negeri ini Yah. Dan berbaliklah ke jalan lurus.” Entah kenapa Liu terdengar menceramahi. Apakah sopan? Yah tak ada salahnya mengingatkan hal ini juga sih.
“Tapi ayah sudah terlalu lama di jalan setan.” Tidak bisa dipungkiri Lu Wu memang benar-benar tidak di jalan lurus sekarang.
“MAKANYA HARUS TOBAT DAN PINDAH KE JALAN LURUS.” Liu memegang bahu ayahnya, menatapnya tajam.
“Ayah harus berubah, ini adalah hukumannya.” Liu masih menatap serius.
Sang kaisar terdiam, tertunduk kecil dan tersenyum kecil. Setelah semua yang ia lakukan, putranya memaafkannya begitu saja. Apa ini mimpi?
DUAR!
“!” Suara dentuman keras dari langit terdengar setelah pertemuan tak mengharukan ini!
Langit sore pun berubah menjadi gelap. ‘Bukannya sore jadi gelap itu wajar?’ Liu terdiam.
[Tapi ini terjadinya instan Tuan] Sistem mengingatkan.
‘Oh iya.’ Liu tersadar. Kebanyakan melihat hal aneh di alam monster malah kebawa ke dunia nyata.
DDDRRTTTTT…..
Dan tanah pun bergetar hebat!
“Alam bumi….” Terdengarlah suara yang bergema dari langit. Tidak mungkkin ada orang yang punya suara sekeras itu!
“Kami datang….”
HUSSSSHHHH!
‘Apa yang?’ Tadi aneh sekaligus gak jelas. Kok langit berubah dan ada suaranya ya?
Apa mungkin perbuatan monster iseng yang masih berkeliaran?
[Sepertinya tidak begitu Tuan] Sistem tidak setuju. Dia tidak merasakan kekuatan monster lain.
Biasanya sistem tahu kalau ada keanehan begini.
[Tuan mau tahu?]
‘KENAPA NGGAK LANGSUNG KATAKAN SAJA.’ Liu pikir sistemnya tak tahu apa-apa!
[Yang tadi suara dewa Tuan]
‘Woah begitu, KAMU YANG BENER SISTEM?’
[Sepertinya para dewa mulai kembali berurusan dengan alam bumi ini]
“Ini salahku.” Kaisar tertunduk, ia sudah tahu tadi itu suara apaan. Lagi-lagi ia merenung dalam.
“BUKAN!” Liu langsung mengingatkannya lagi..
‘Apa dugaanku benar sistem?’
Sistem langsung bertukar informasi dengan tuannya.
[Benar Tuan]
Kaisar tahu kejadian ini akibat perbuatannya di masa lalu. Ia tidak memenuhi tujuannya dan dewa pun murka.
__ADS_1
Yah, pendapatnya tidak sepenuhnya salah juga, tapi tidak benar juga.
Pada kenyataannya suara dewa tadi muncul karena dewa kematian murka karena dewa lain telah ikut campur urusannya. Yang akhirnya beliau memutuskan ikut campur lagi dengan dunia ini.
‘Bukannya ini gawat ya sistem?’ Yah, sejauh ini belum pernah terdengar dewa yang bicara langsung ke dunia mereka sih.
[Sudah gawat tidak ketulungan Tuan] Sistem terdengar serius.
‘Kok bahasanya begitu.’ Pasti sistemnya serius sih kalau begini.
[Baru kali ini dewa-dewi ikut campur urusan makhluk lain, sebaiknya Tuan bersiap]
‘Hah? Bersiap?’
[Tuan akan mengalami kejadian yang tidak pernah Tuan pikirkan sebelumnya]
‘….’ Bahasanya jadi tingkat tinggi lagi, haduh.
[Tuan akan pergi ke alam dewa]
‘BEGITU YA.’
‘LOH KENAPA HARUS KESANA!?’ Sistemnya nggak salah ngomong kan?
Bukannya mereka harus segera menghentikan ibu sesat ya?
Dengan cepat sistem menjelaskan bahwa memang itulah rencana musuh utamanya itu.
Liu terdiam, jadi untuk jadi dewa harus pergi ke alam dewa? Tidak bisa langsung jadi saja begitu?
‘Kenapa repot sekali?’ Liu terdiam.
[Itulah prosedurnya Tuan]
Kalau begitu yang tadi itu….?
‘APA DUNIA AKAN BERAKHIR SEKARANG JUGA SISTEM?’ Liu jadi tegang, ia tak menyangka suara tadi adalah peringatan yang serius.
[Para dewa tidak akan langsung menjalankan rencananya Tuan. Tuan masih punya waktu]
Oh itu sedikit melegakan.
[Misi utama diperbarui: Menghentikan Xiuying]
“Nak.” Lu Wu mengambil suatu buku tebal dari bajunya. “Kamu akan membutuhkannya.”
“Kitab Gerbang Monster?” Liu terdiam, bukannya ini yang dicari ibu sesat itu ya?
Kenapa beliau memberikannya padanya?
“Aku kehilangan kekuatanku.” Kaisar jujur. Butuh energi besar untuk mengendalikan semua monster yang datang ke dunia ini.
Semuanya itu ia lakukan demi mempertahankan eksistensinya sebagai penguasa terhebat se-dataran Cina. Namun malah jadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Sang kaisar tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sungguh memalukan.
[Kitab itu bisa sangat berguna Tuan]
‘Eh?’ Bukannya buku ini untuk memanggil monster ya? Itu buruk sih.
[TUAN PERCAYA SAJA]
‘Oh oke.’ Liu tak menyangka sistem lebih tegas sekarang.
__ADS_1
Liu akhirnya menerima buku tebal itu meski tidak mengerti. Yah punya kitab tingkat langit lagi tidaklah rugi ‘kan?