
Tes.
Luka yang ada di perutnya sedikit mengucur, namun Liu tak punya waktu untuk memerhatikannya.
[Super fokus +++ aktif]
Sring!
Pandangannya jadi jauh lebih jelas lagi sekarang!
HUSH!
Dewa muncul di atasnya dan bersiap menebasnya lagi!
Inilah dia tebasan mematikan dewa yang kedua!
SLASH!!
HUP.
Liu berkelit dan mampu menghindar!
Ia bisa merasakan betapa tajamnya angin yang tercipta dari serangan pedang bunga itu!
Yang pada kenyataannya memang itulah cara serangan dewa bekerja.
Bukan pedang bunga itu yang melukainya, namun efek angin sangat kencang yang tajamlah yang berbahaya.
Liu berhasil menghindarinya sebelum angin tajam itu sampai padanya.
Sret.
Namun goresan luka masih tetap terukir di wajahnya.
SRET.
Kini Liu sudah jaga jarak, sang dewa hanya melancarkan dua serangan berturut-turut.
Luka besar pada perutnya jadi masalah, namun memang Liu tak punya waktu untuk memikirkannya.
Begitupula dengan sistem, kini sistem hanya fokus pada kekuatan tuannya saja.
Kondisi tubuh tuannya sama pentingnya, dan sistem bisa memecah fokusnya pada dua hal: menguatkan tuannya sekaligus memulihkannya.
Namun seperti ada yang bilang multitasking tidak selamanya baik, dan itu bisa mengurangi efesiensi dan kualitas.
Hal itu berlaku juga untuk sistem. Meski sistem bisa melakukan dua hal secara bersamaan, namun itu tak selamanya bagus.
Kekuatan tuannya tidak akan maksimal dan begitupula pemulihannya.
Sistem tidak bisa kompromi dengan kekuatan dewa, bagaimanapun juga ia akan tetap fokus pada kekuatan tuannya.
"...." Liu menatap super serius, namun tak melontarkan kalimat provokasi apapun.
Ia tak mau makin terlihat menyedihkan dengan ekpresi sedih. Di saat begini ia harus tetap kuat.
Sring!
Pedang aura biru muncul di tangan kirinya juga. Ia memegang dua pedang sekarang.
HUSH!
Tanpa pikir panjang sang dewa langsung melesat lagi!
"Siksaan Pedang Bunga."
SLASH! SLASH!
Dewa melancarkan serangannya yang lain!
TRANG!
Dan tanpa disangka kedua pedang Liu hancur begitu saja!
Sungguhlah momen yang tidak menyenangkan!
SRING!
Namun dalam sekejap mata muncul lagi!
TRANG!
Dan hancur lagi!
Begitu saja seterusnya, serangan pedang dewa terlalu kuat bahkan dua pedangnya tak cukup untuk menahannya!
Di momen ini terlihat sang dewa memanfaatkan momentum yang ada, kekuatannya makin bertambah tak masuk akal dan dewa tak berencana menahan dirinya.
HUSH!
Liu berusaha melompat mundur, ia makin kewalahan dengan serangannya!
__ADS_1
HUSHHHH!
Lagi-lagi sang dewa tidak mengizinkannya. Dew terus tak memberi celah sama sekali!
DBBUUMMM!!!
HUSSSH!
Terjadilah ledakan besar tiba-tiba, memaksa dewa untuk mundur.
SH!
"!?"
'ROBOT!?' Liu tak menyangka, robotnya aura birunya datang di saat tepat dan menyelamatkannya!
Usut punya usut, ternyata pertarugan kedua robot yang off-screen tadi dimenangkan oleh Liu.
Robot bunga sudah tidak kelihatan lagi dimana keberadaannya.
Kalau begitu Liu bisa bernafas lega! Ia memang butuh pertolongan demi menghadapi dewa satu ini!.
"...." Dewa terdiam, ia terlalu asyik menyerang lawannya sampai lupa masalah robot ini.
"Hmh." Dewa terdengar mendengus kecil.
Sret.
Liu terdiam, tadinya ia ingin menyerang, namun mengurungkan niatnya karena dewa terlihat mencurigakan.
Ia bisa mengendus sesuatu di sini. Liu tak mau gegabah dan ingin melihat apa yang direncanakan oleh lawannya.
SYYYUT....
"Robot Bunga Mematikan Plus."
"!?"
Seketika itu juga sejumlah besar bunga langsung berkumpul dan membentuk robot besar dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.
'OIOIOI.'
Tak hanya satu, melainkan tercipta sembilan lagi diantaranya. Totalnya sepuluh.
Robot bunga tadi saja sudah bener-bener merepotkan, dan sekarang jadi sepuluh biji? Di luar nalar sih ini.
Tak butuh waktu lama sekumpulan robot bunga ini sudah siap tempur, dan hanya tinggal menunggu perintah pemimpinnya saja.
Liu terdiam, ekpresi percaya dirinya pudar begitu saja. Jelas ia kena mental melihat begitu banyak robot dengan sosot mata ungu tajam.
[Sepertinya dewa diuntungkan dengan medan pertarunga nini Tuan]
'Diuntungkan?'
Dengan cepat sistem menjelaskan maksudnya.
'....' Begitu ya. Apa kata sistemnya masuk akal juga.
Tak bisa dipungkiri area bunga luas ini adalah markas pribadi dewa. Tentu dengan berada di area kekuasaannya, kekuatannya pun jadi sulit ditaksir.
Dewa bisa memanfaatkan bunga di ladangnya semaunya, dan tak ada yang bisa menghalanginya.
'OKE.' Liu punya ide bagus dan langsung mengusulkannya sama sistem.
[Sepertinya tidak akan berhasil Tuan]
'LHO.' Kenapa? Padahal menurutnya strateginya bener-bener mantap.
'Kan tinggal pake obat pembunuh tanaman.' Liu bersikeras ingin memangkas habis bunga merepotkan di sini.
Kalau semua bunganya hilang tentu dewa nggak akan buat robot bunga lagi.
Namun sayang, untuk mewujudkan idenya tak akan semudah membalikkan telapak tangan.
Sistem bisa melakukannya dengan mudah kalau untuk tanaman biasa, namun masalahnya ini adalah tanaman dan bunga dewa. Tentu ada perbedaan yang berarti.
Mau bagaimanapun sang dewa racun sendiri yang punya kontrol atas wilayahnya. Sistem tidak mau membuang tenaga untuk hal sia-sia.
'....' Begitu ya. Kalau begitu tak ada cara untuk membuat dewa berhenti membuat sesuatu dari bunga?
[Semoga beruntung Tuan]
'KAMU KAN IKUT BANTU.' Kok sistemnya begitu sih?
"DEWA! HENTIKAN INI ATAU KUPANGGIL DEWA BUNGA!" Liu menunjuk tangannya ke depan, jelas ini provokasi parah sih.
Ingin membuat lawannya murka lagi? Sistem terkesan tuannya seberani ini.
Pada akhirnya Liu memang tidak bisa menahan lagi komentarnya, yah ia tak ada niatan menghina atau apapun kok, ia hanya mengutarakan pendapatnya saja.
Dewa terdiam, ia terlihat tidak terpengaruh akan ucapan tadi, namun dewa bisa mendengarnya dengan jelas sih.
__ADS_1
Targetnya ini mulai menyebalkan, bahkan sampai menghinanya begini. Memang kalau racunnya bekerja ia tak perlu memakai teknik bunganya.
Sudah lama dewa tak diejek. Inilah kali pertama setelah sekian lama.
DUM!
Para robot bunganya maju ke depan, menimbulkan getaran di setiap langkahnya.
Robot bunga ini jauh lebih mewah dan kuat dibanding sebelumnya. Ini akan membuat targetnya cukup sibuk.
Liu terdiam, dewa tak menanggapinya. Yah mungkin beliau malas bicara.
Kini sekumpulan robot bunga besar menatap tajam ke arahnya. Mereka belum banyak bergerak.
Pasti butuh energi besar untuk menciptakan banyak sosok robot bunga itu. Namun Liu tak merasakan energi kuat mencolok dari dewa.
Yang ada hanyalah aura kekuatan besar dari masing-masing robot bunga ini.
[Dia menginvestasikan kekuatannya pada ciptaannya sendiri Tuan]
Yang pada kenyataannya sistem pun melakukan hal yang sama. Sistem tidak main-main menciptakan robot aura biru ini, melainkan dengan sepenuh hati dan pula segenap tenaganya.
Dan hasilnya ciptaan tuannya ini berhasil menumbangkan robot bunga versi awal sang dewa.
'OKE.' Liu terpikir lagi ide lain dan langsung membicarakannya dengan sistem.
[Itu tidak memungkinkan Tuan]
'Yaaah....' Liu agak kecewa, padahal rencananya ini tak kalah keren dan bagus dari ide tadi. Namun lagi-lagi nggak bisa ya.
Saat ini meniru apa yang dilakukan dewa cukup sulit.
Sistem belum bisa menduplikat robot tuannya, yang tentunya butuh banyak sekali energi.
Meski memang akan kelihatan keren melihat regu robot bunga dan biru bertarung. Namun pada akhirnya sistem belum bisa mewujudkannya,
'OKE.'
[Ada rencana lain Tuan?] Sistem terbuka untuk mendengar apapun yang tuannya katakan.
'Ada.'
[Apa Tuan?]
SRET.
SWUSH!
[TUAN?] Kenapa tuannya malah lari terbirit-birit begitu?
'Ikut aja!' Inilah rencana terbaik yang bisa dilakukan!
Dewa terdiam melihat pemuda itu lari begitu saja. Jelas kelihatannya menyedihkan sih.
Yah dia sepertinya sudah sadar akan situasinya dan tak kuat menghadapi kenyataan.
HUSH!
Sekumpulan robotnya langsung melesat menejar targetnya yang kabur. Sementara dewa hanya tinggal menunggu semuanya beres saja.
*
Sistem tidak menyangka tuannya pakai jalan terakhir yakni kabur dengan tidak jantan.
'Yah.' Liu tak peduli jantan atau tidaknya. Di saat begini lebih baik sadar diri dan mundur dulu daripada sok-sok-an bisa menghadapinya namun hanya omong kosong.
Liu meleat menembus kegelapan, ia tak tahu arah tujuannya dan hanya berharap bisa luput dari sang dewa racun.
Liu masih berada di area bebungaan dewa racun, jelas dewa punya wilayah yang luas sih.
'MANA UJUNGNYA.' Dan akhirnya keburu nggak sabaran juga.
Goal utama dan satu-satunya sekarang adalah meninggalkan tempat sang dewa racun. Nanti ia bisa balik lagi kalau sudah kuat.
[Tapi dewa lain pasti lebih kuat dari Dewa Racun Tuan]
'Eh?'
Dengan cepat sistem menjelaskan bahwa dewa yang sekarang dihadapinya adalah yang paling mudah.
"...."
'MASA SIH?' Liu tak menyangka mendengar fakta ini.
Namun pada kenyataanya memang benar begitu.
Tuannya tidak akan menemukan musuh yang lebih mudah dari dewa racun di alam menengah deea tingkah akhir ini.
Jadi mundur pun tak ada gunanya? Liu merenung.
Ya sudah jelas ia nggak bisa grinding dong kalau begini ya.
__ADS_1
Entah ia harus senang atau tidak setelah tahu ia menghadapi dewa yang paling ideal sekarang.
TAPI TETEP AJA SANG DEWA TERLALU OP.