
“OW!” Kakinya terantuk batu dan sakit sekali!
“BATU SIALAN!” Liu langsung nyingkirin batu yang ngehalangin jalannya itu!
Kena batu dikit aja bisa sakit banget ya.
[Sabarlah Tuan]
Kekuatan tuannya masih belum stabil dan masih rentan bahkan terhadap hal kecil.
Sistem pun masih terbatas membantu tuannya.
“HM.” Begitu ya.
Tapi aneh juga tubuhnya tak ikut lemas.
Oke.
Waktunya serius!
Alis matanya menurun tajam, ia harus fokus!
Kabut tebal ini memang halangan, dan inilah bagian serunya!
Ini tak seperti bayangannya soal alam dewa tingkat akhir sih. Ia pikir tempatnya bakal lebih family-friendly dan serba enak, namun ternyata TIDAK BEGITU!
Inilah kenyataan yang harus diterima apa adanya.
Liu melanjutkan perjalanannya lagi dan akhirnya ia bisa menghindari banyak batu, yeah!
[….] Yah terkadang kebahagiaan datang dari hal sederhana.
“GGRRROAAAR!”
“!”
‘Hei sistem kamu denger?’
[Sepertinya akan mulai ramai Tuan]
‘Oh.’ Yah tak heran kalau ada makhluk mengerikan di hutan berkabut begini.
Liu tak mau berekspektasi apapun di tempat ini.
Tak ada gunanya menyiksa diri dengan ekspektasi berlebih.
Sret.
Liu menatap tajam, it’s time to get serious.
“GGRRRRRR!”
SWUSH!
Hempasan angin kencang mengibaskan kabut tebal, dan terlihatlah sosok serigala putih raksasa mengerikan.
‘MONSTER.’ Liu tak kaget, ia pikir bakal ketemu makhluk yang lebih aneh lagi.
Tapi serigala putih raksasa juga bukan makhluk biasa sih….
[Menganalisis….]
[ White Wolf
Jenis: Binatang Penjaga Alam Tingkat Tinggi Awal
Status: Binatang
Deteksi Elemen: Super Sangat Meluas
Kesehatan: Sangat Sehat Sekali
Kekayaaan: Tidak diketahui
Level kekuatan: -
Tingkat bahaya: Tergantung
Kemampuan Khusus:-
Catatan: Menjaga Alam Dewa Tingkat Tinggi dari kedatangan makhluk asing.]
‘OKE.’ Infonya cukup lengkap juga meski tidak terlalu detil.
[Ingin info lengkapnya Tuan?]
‘NGGAK MAKASIH.’ Yah biar nggak insecure sih.
[….] Yah meski tuannya sudah punya database alam dewa, tapi tetap saja masih butuh energi untuk mengaksesnya.
‘Semakin tinggi alam semakin besar pula energi yang dibutuhin. Blala~’
[Nah] Tuannya sudah tahu juga.
“GRRRR….” Serigala putih itu menunjukkan ekspresi tak senang, dan memang dari awal pun sudah begitu.
Terlihatlah jelas gigi-gigi tajam dan air liur keganasan.
__ADS_1
“….” Oke itu mengerikan, lalu apa?
BELUM ADA PERGERAKAN APAPUN SIH.
‘Sistem?’
[Misterius ya Tuan] Sistem pun heran kenapa makhluk itu belum menyerang.
SLASH!
SWUUSSH!
Serangan cakaran dari sang serigala putih dan sangat cepat sekali.
‘OI.’
HUSH!
Liu langsung mundur!
Tap.
Terlihatlah cakaran besar di ranah, sungguhlah dalam dan mengerikan.
‘NGGAK KELIATAN!’ Liu tak bisa melihat serangannya sama sekali!
[Mengejutkan ya Tuan]
‘….’ Apa saatnya memuji lawan?
Tes.
Perlahan namun pasti darah menetes dari pipinya.
Ia terkena sabetan aura angin kuat.
‘Aku masih hidup….’ Liu tak merasakan luka lain di tubuhnya.
Ada apakah gerangan sang karakter utama mengatakan itu? Padahal ia jelas-jelas bisa menghindarinya kan?
[….] Ternyata tidaklah sesederhana itu, sistem tahu betul perasaan tuannya sekarang.
Seharusnya tuannya tak sempat bertahan dan mengalami luka yang lebih parah dari yang sekarang.
Tapi kenapa ia hanya mengalami luka kecil begini? Liu terdiam memikirkan alasannya.
‘HM!’ Dan akhirnya tahu alasannya.
‘Kamu sepemikiran denganku sistem?’
‘Indeed?’ Sejak kapan sistem sok enggress begitu?
Liu menatap tajam, kenapa makhluk itu menahan diri?
Serangan cakar super cepatnya tadi tak benar-benar terarah tepat padanya.
Kenapa?
Liu belum mengerti tapi bukan saatnya bimbang, ia harus mencari motifnya!
Tes … tes….
Sementara itu luka luar di wajahnya tak terlihat membaik.
‘ASTAGA.’ Liu mengelapnya berkali-kail namun darah segar terus saja mengucur.
Tak disangka hempasan serangannya saja bisa membuatnya begini.
[Bagaimana kalau kena telak ya Tuan?]
‘….’ Oke itu seram, tapi sistem tak salah. Kondisinya bisa jauh lebih buruk kalau itu terjadi.
Lagi-lagi pertemuan diwaktu yang tak tepat.
Harusnya ketemunya nanti aja kalau dirinya sudah lebih bugar….
[Terkadang kenyataan tidak sesuai ekspektasi Tuan]
‘….’ Sudah berapa ratus kali kata-kata itu terdengar? Namun memang itulah kenyataannya, Liu tak bisa protes.
Kini tanpa aksesoris dewa dan sistem ia bisa apa?
Shhhh….
Perlahan namun pasti Liu mulai diselimuti oleh aura merah, dan tanda tato api pun mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.
-Masih ada aku Tuan-
[Tch] Tukang pamer,
‘OH!?’ Liu pikir TBT lagi off juga!
-Aaaaah-
“???” Kok kek meregangkan diri gitu?
Yah TBT sudah menunggu gilirannya muncul, dan inilah saatnya!
__ADS_1
Raut wajah bimbang dan penuh ketidakpastian berubah dratis. Kini ia terlihat percaya diri dan penuh harapan!
Bukannya sombong atau apa, tapi entah kenapa Liu tak mau menyembunyikan emosinya yang sesungguhnya!
Luka luarnya belum sepenuhnya pulih, namun setidaknya ia tak begitu tersiksa dengan sakitnya.
Tap.
“JANGAN MENAHAN DIRI WAHAI SILUMAN MONSTER SERIGALA PUTIH!” Liu menatap tajam, ia memang serius!
“GGGRRRR….” Serigala putih tak senang dipanggil begitu dan langsung maju!
BUM!!!
Gerakannya sulit dilihat, bahkan oleh mata level dewa sekalipun!
Dentuman dan hempasan super kencang menghiasi hutan kabut itu.
Terlihatlah dua siluet merah dan putih yang saling beradu satu sama lain.
Kehancuran hutan pun tak terelakkan, namun kedua siluet itu pun tak berhenti juga.
‘Cepat!’ Tak bisa dipungkiri dia sangat cepat!
Bahkan lebih cepat dari dewa yang pernah dilawannya! Bisa begitu ya!?
[….] Itu sudah wajar. Masakan lawan yang dihadapi tuannya malah makin gampang?
Sudah hukum alam makin di puncak, ya jangan tanya lagi bagaimana kekuatannya.
Liu tak punya pilihan lain selain untuk terus menghadapi dengan fair.
Serigala putih raksasa itu sangat cepat dan gesit bahkan bisa meng-counternya dengan mudah.
Namun Liu tak mau kalah juga sih.
Aura kemerahannya makin menjadi-jadi, dan ekspresinya berubah juga.
Bukannya ekspresi terdesak, malah sebaliknya, ia terlihat makin percaya diri dari waktu ke waktu.
Tidak peduli lawannya sekuat apapun adrenalinnya tetap memuncak dan Liu masih bisa bertahan sampai sekarang.
DBUMMM!!!
Hempasan energi super kuat akhirnya benar-benar mengubah hutan kabut tebal jadi dataran kosong yang masih penuh kabut.
‘Kabutnya….’ Entah kenapa rasanya ada yang aneh.
Kabut yang sempat hilang itu kini kembali dan lebih menghalangi dari yang sebelumnya.
-Bukan kabut biasa Tuan-
Liu setuju, kabut biasa cepat hilang juga sih.
Tak bisa dipungkiri kabut ini lebih mengganggunya sekarang.
Saat baku hantam tadi pun Liu hanya mengandalkan instingnya saja, kabut ini memperburuk dan menurunkan performa serangannya.
Namun ia berhasil bertahan juga sampai sekarang, dan kini ia tak tahu dimana keberadaan lawannya.
TBT pun sulit mendeteksinya, dan kini tak ada pilihan lain selain menunggu lawan datang.
[Dia tidak akan menyerang Tuan]
‘Eh?’ Kok sistem bisa tahu?
-Jangan percaya Tuan-
[….]
OIOI kenapa berselisih paham begini?
Yah perbedaan pendapat memang tak terhindarkan, tapi masa beragumen di situasi begini?
[Kekuatan monster diam saja] Sistem terdengar tidak senang.
‘OKE CUKUP.’ Liu tak mau ada keributan di dalam dirinya, keributan diluar saja belum beres sih.
Kini ia harus cari cara bagaimana bertahan di situasi ini.
Pengennya sih bersiaga saja menuruti kata TBT.
Tapi ia tak bisa ngabain saran sistem sih.
Pasti ada maksud dari perkataannya itu.
….
NGGAK ADA YANG TERJADI SIH.
Liu sudah menunggu beberapa waktu namun yang dilihatnya masihlah sama, kabut tebal yang menghalanginya.
[Mau sampai kapan pun dia tidak akan maju Tuan] Sistem terdengar lebih tegas.
Sistem tidak habis pikir tuannya malah percaya pada kekuatan lain.
Padahal apa yang dikatakannya bukanlah keisengan belaka, melainkan kenyataan.
__ADS_1