Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Sudah Cukup


__ADS_3

Liu tak menyangka jarak kekuatan alam dewa melompat sampai sejauh ini.


Sistemnya bahkan tak sempat menganalisis saking sibuknya bertahan dari gempuran serangan dewa.


[....] Sistem tidak menyangka tuannya perhatian.


Memang begitulah kenyataannya. Sistem tidak menganalisis dewa karena alasan seperti itu.


'YAH NGGAK USAH DIANALISIS AJA LAH YA.' Liu nggak mau insecure dan ngebandingin.


[Tuan baru level 60]


'Yah.' Malah insecure diingetin sistemnya.


Tapi yah seenggaknya ia berkembang dan itu adalah hal yang bagus.


BDUM!


"!" Ada suara ledakan di belakangnya! Aura kekuatan tak menyenangkan terasa.


'WAH!' Liu sudah menduga ini akan terjadi. Tidak mungkin dewa membiarkannya kabur begitu saja.


'CEPET AMAT!' Tak disangka robot sebesar itu lincah juga ya.


Padahal Liu sudah lari sprint secepat yang dibisanya, namun masih saja bisa terkejar.


[Bagaimana Tuan?] Sistem ingin tahu langkah apa yang akan diambil tuannya.


Tuannya masih bisa masih bisa menambah kecepatannya sih.


"...."


[Tuan?] Sistem heran tuannya malah melambat.


Sret.


Dan akhirnya berhenti berlari dan berbalik, menunggu regu robot bunga datang padanya.


Sudah cukup larinya.


Liu tak bisa terus lari dari kenyataan.


Memang lari kelihatannya menggoda dan terlihat sebagai solusi dari apa yang kita hadapi.


Namun nyatanya itu hanyalah kebohongan belaka.


Lari tidak memperbaiki masalah yang ada.


Seberapa jauh ia berlari pun pada akhirnya robot bunga akan tetap mengejarnya.


Terkadang ia hanya perlu berhenti dan menghadapi semuanya.


Itulah yang sedang ia lakukan. Karakter utama memang seharusnya tak lari dari tantangan bukan?


Liu menatap tajam, bersiap untuk kemungkinan yang bisa terjadi.


SHHH....


Udara dingin dan aroma bunga racun menemaninya, situasinya makin lama makin mencekam.


Instingnya seolah mengatakan tak lama lagi musuh akan datang. Liu berusaha kuat, mentalnya kini sudah jauh lebih kuat!


....


'MANA?' Entah kenapa regu robot bunga itu tak kunjung datang. Mereka ini nyasar atau gimana ya?


BDUM!


HUSSSH!


Tiba-tiba ada ledakan di dekatnya. Pasti itu mereka!


Liu tetap berusaha membuka matanya, ia tak boleh lengah sedikitpun!


Dan akhirnya terlihatlah sosok robot tinggi besar, namun tak seperti dugaannya.


"ROBOT BIRU!?" Liu tak bisa menahan kekagetannya.


Kok bisa beda ya yang datangnya?


Lantas kemana robot bunga yang mengejarnya? Padahal Liu jelas jadi saksi pengejarannya tadi.


[Hehe] Entah kenapa sistem terdengar bangga.


Liu terdiam penuh pertanyaan, sementara robot aura birunya berdiri mendampinginya.


'JELASIN DONG SISTEM.' Liu penasaran apa yang terjadi.


Sistem pun menjelaskannya dengan singkat, padat dan jelas.


"FOR REAL!?" Bahkan Liu tak bisa menahan kekagetannya.


Ia jelas tak menyangka hal ini bisa terjadi.


'Semuanya sudah tumbang....' Liu jadi merenung, ia masih tak habis pikir.


Robot aura birunya sudah mengalahkan regu robot bunga dewa racum.


'Tapi tadi itu apa?' Liu ingat ia dikejar brutal oleh robot bunga.

__ADS_1


[Robot bunga itu dikejar oleh robot Tuan]


'WOW.' Liu tak menyangka. Saling kejar-kejaran toh?


Liu tak menyadari itu karena terlalu fokus melarikan diri. Ia pikir semuanya sudah berakhir ketika robot bunga sudah dekat dengannya.


Namun ternyata tidak seperti itu.


"...." Liu masih terdiam dan berpikir. Mau bagaimanapun juga hal ini keknya terlalu mustahil deh.


Liu masih belum bisa menerima kenyataan dengan akal sehat. Pasalnya ia tahu benar robot bunga sudah berevolusi dan jauh lebih kuat dan banyak.


Lah kok satu robotnya bisa ngalahin mereka semua sih?


[Terkadang hal mustahil juga bisa terjadi Tuan] Sistem menyarankan agar tuannya tidak terlalu memikirkan ini berat-berat.


"...." Benar juga. Liu sudah banyak melihat pengalaman tak masuk akal di sepanjang perjalanan hidupnya, dan ini termasuk salah satunya juga.


'Tapi bukannya harus makes sense ya?' Liu kekeh ingin tahu logika dibalik kasus puluhan robot bunga yang tumbang itu.


[YA KAN SUDAH JELAS ROBOT TUAN LEBIH KUAT] Sistem agak nge-gas.


"...." Oh iya. Padahal jawabannya sesederhana itu, kenapa ia malah mikir kemana-mana?


'OKE.' Liu paham sekarang.


SYUT.


Sang dewa racun tiba-tiba muncul dari balik banyaknya bunga. Cara teleportasi yang cukup elegan.


Liu yakin dewa sudah tahu apa yang terjadi dengan para robotnya itu. Kini sorot mata keunguan dewa lebih membara dari sebelumnya.


Pada kenyataannya memang benar begitu. Tidak peduli ekpresi dewa tak terlihat, namun sebenarnya ia jengkel dan marah tahu sekumpulan roobot bunga yang sudah diciptakan susah payah kalah begitu saja.


Jelas ini di luar nalar, targetnya ini berhasil membuatnya emosi.


HUSSH!


Hempasan angin kencang mulai tercipta di sekitaran dewa,  tanda ia tak mau berlama-lama lagi main.


'ROBOT LAGI?' Liu terdiam, kekuatan dewa meningkat pesat, bukan tak mungkin beliau bakal menciptakan lebih banyak sosok besar lain.


Liu berusaha tak terhempas, angin aura kekuatan ini membuatnya ingin menjauh dan tak mau lagi berurusan.


Dan ia diingatkan lagi melarikan diri pun tak ada gunanya.


Dewa akan tetap bisa mengejar dan menemukannya.


TAP!


Liu menepelkan kedua tangannya, dan seketika itu juga hempasan tercipta darrinya. Ia tak mau ketinggalan juga!


Shhhh!


Dewa makin serius mengumpulkan kekuatannya, entah sampai mana beliau ini berhenti!


DRRTT....


Dan Liu pun melakukan hal yang sama, kekuatan aura kebiruannya melimpah ruah. Ia tak berhenti juga!


Sungguhlah pengumpulan kekuatan brutal yang tengah dilakukan kedua makhluk ini.


Dewa dengan percaya diri terus meningkatkan kekuatannya, dan menunggu sesuatu yang buruk terjadi pada targetnya.


Benar, inilah strategi yang tengah dijalankan sang dewa.


Targetnya itu pasti punya batas untuk mengumpulkan aura kekuatan, dan saat itu terjadi, disanalah aksinya dimulai.


Dan beberapa saat kedepan tidak ada yang terjadi kecuali ajang pertunjukkan mengumpulkan aura kekuatan.


[....] Sistem sudah tahu apa yang direncanakan dewa satu ini, dan rasanya dia hanya membuang-buang waktu tuannya saja.


"...." Sudah berselang lama sekalipun tak ada tanda-tanda targetnya akan berhenti, dewa terdiam, meski tidak kelihatan sebenarnya beliau ini overthingking.


Bagaimana mungkin targetnya ini masih bisa mengumpulkan aura kekuatan? Kenapa dia tak juga mencapai batasnya?


"UHUK!" Dewa terbatuk keras, bahkan sampai tersungkur ke tanah.


Sebuah hal yang ia ekspektasikan targetnya yang akan mengalami ini, eh malah dirinya sendiri.


"...." Liu menghentikan pengumpulan kekuatannya seketika itu juga. Ia sudah sangat bersinar terang dan sangat bersilau.


Tap.


Dewa bertumpu pada lututnya dan berusaha bangun, namun tak bisa melakukannya. Tubuhnya sudah melampaui batas; Dewa kelebihan mengumpulkan kekuatan....


Sementara itu Liu sudah berdiri di dekat dewa dengan aura kekuatan besar sulit ditaksir yang bahkan jadi terasa mengerikan.


Sedang dewa sendiri masih bergumul dengan batuknya dan kelelahannya pasca pengumpulan kekuatan.


Liu serius menatap dewa, ia bisa melakukan apapun padanya.


"...." Namun Liu hanya diam saja dengan tatapan serius.


Bahkan Sistem sampai gregetan menunggu tuannya melakukan sesuatu, namun masih belum juga.


Namun pada akhirnya sistem hanya bisa menghargai apa yang hendak dilakukan tuannya. Itulah yang terbaik.


Sang dewa kelihatannya masih perlu waktu lebih lama lagi untuk memulihkan kekuatannya.

__ADS_1


Inilah kesempatan emas untuk mengakhiri pertarungan ini.


NAMUN KENAPA KARAKTER UTAMA MALAH DIAM ASJA BEGITU!? APA SIH YANG DIA PIKIRKAN!?


'Berisik.' Liu tak peduli dengan yang lain. Ia tahu dan sadar apa yang tengah dilakukannya.


Menang keputusannya ini agak kontroversial. Mengingat ia bisa mengakhiri semua ini dengan mudah namun malah memutuskan untuk menundanya.


Padahal ada kemungkinan sang dewa akan bangkit dan lebih merepotkannya lagi dari yang sebelumnya.


Liu sudah memikirkannya dan tetap stay true pada pandangannya sendiri. Sungguhlah pendirian yang kuat.


Tak lama dewa pun beres dengan batuk-nya dan aura kekuatannya yang kacau perlahan mulai stabil kembali.


Namun dewa masih dibawah dan tak mengangkat kepalanya. Liu tahu dewa sedang playing victim.


Ia menunggu serangan balasan macam apa yang akan dilancarkan sang dewa.


....


Beberapa saat berselang tak ada serangan apapun dari sang dewa sih.


'KOK?' Liu heran, padahal ditahap ini dewa bisa melancarkan serangan balasan yang mengejutkan dan efektif, lah kenapa malah masih nggak ya?


Apa jangan-jangan sang dewa lagi mikirin strategi selanjutnya?


Liu tak merasakan akan adanya tanda-tanda penyerangan ke depan. Ia bisa mendeteksinya karena instingnya sudah lebih kuat.


[Sepertinya kena mental Tuan]


'Hah? Masa sih.' Liu tak percaya. Masakan sang dewa berkekuatan besar bisa kena mental?


Blugh.


"!" Sang dewa langsung berlutut begitu saja.


'OIOIOI.' Ini tak seperti yang ia pikirkan sih.


Kenapa dewa sujud sambil memeluk kakinya begitu? Bukankah itu terlalu berlebihan ya?


Kenyataannya sistem benar. Sang Dewa Racun sadar dan ia tak berniat meneruskan aksinya lagi.


"Dewa?" Liu mencoba membangunkannya, namun dewa tak mau kunjung mengangkat kepalanya.


'....' Kini aura kekuatan dewa terasa berubah juga, jadi tak stabil lagi, pasti ada hubungannya dengan apa yang dirasakannya.


Liu terdiam, ternyata benarlah demikian. Dewa sudah sadar dan berhenti berurusan dengannya.


Akhirnya Liu hanya bisa menunggu dewa tenang dan mereka pun duduk bersama.


"Maaf atas kelancanganku Tuan Liu." Dewa menatap dengan seksama. Tak ada lagi sorot mata tajam, kini yang ada hanyalah sorot mata penuh kesadaran.


"...." Liu terdiam, tak menyangka bakal dipanggil seperti itu oleh dewa. Rasanya terlalu berlebihan deh.


Dewa sudah menyampaikan permintaan maafnya, kini nasibnya ada di tangan pemuda ini.


Ia terlambat sadar sudah berurusan dengan makhluk yang salah. Dewa mengacuhkan rumor berlebihan dan menganggap target dewa kematian hanyalah makhluk biasa.


Namu ternyata ia salah besar.


Pemuda itu bisa mengalahkannya di markasnya sendiri. Kekuatannya seolah tanpa batas; itu mengerikan.


Pemuda itu tak menunjukkan kekuatannya di awal, sama sepertinya. Namun hasil akhir tak bisa membohongi kekuatannya yang sebenarnya.


Bukan hal aneh kalau makhluk kuat sepertinya punya sifat sangat arogan dan tak menyenangkan. Namun pemuda ini berbeda.


Dia terlihat bodoh, namun kenyataannya bisa mengatasi situasi sulit dengan baik.


Dewa merasa sudah berkali-kali memojokkannya, namun berkali-kali pula dia keluar dan mengejutkannya.


Aksinya bisa ditebak dan sederhana. Namun akhirnya ketahuan juga serigala dibalik bulu domba.


"...." Liu terdiam, ia senang dewa sudah sadar dan tak lagi meneruskan perseteruan ini. Namun apa beliau ini bisa dipercaya?


[TUAN JANGAN CURIGA TERUS] Hari-hari tuannya curigaan.


'Ah iya.' Aksi merendahkan diri dewa sudah jadi bukti kuat sang dewa bisa dipercaya.


Liu menggaruk kepalanya yang tak gatal, kebiasaan terlalu curiga tidak bagus.


"Tuan hendak mencari Dewi Xinmu?"


"!" Bahkan sang dewa pengertian dan langsung ke topik paling penting!


Liu mendekat dengan mata berbinar, ia tak sabar mendengar info dari dewa.


"Dewi Xinmu sedang dalam masalah dan hanya Tuan yang bisa menolongnya." Dewa terdengar serius.


'Masalah?' Apa ada yang lebih gawat dari jadi buronan dewa lain?


"Makin banyak dewa yang memburunya."


'ITU NGGAK BAGUS.' Jadi keadaan dewi lebih buruk darinya?


Liu terdiam, ia langsung sadar ia sedang dikejar waktu.


Sebuah deadline tak menentu yang harus segera ia selesaikan.


Yang tak lain tak bukan adalah misi utamanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2