
Seketika itu juga kekuatan mereka bertambah pesat! Benda kecil yang dimakan itu pasti bukan makanan biasa!
Yin terdiam, memang benar itu bukanlah makanan biasa, melainkan pil penambah Qi. Memberikan kekuatan instan bagi siapapun yang memakannya!
Memang terdengar curang, tapi ini bukan kompetisi, mereka akan pakai cara apapun demi meraih kemenangan!
Inilah hasil latihannya di kala senggang ketika di kota dan juga di alam monster. Membuat makanan paling berguna ketika ada di pertarungan!
Shuwan mengacungkan jempolnya ke belakang. Yin tersenyum kecil.
Krak!
Akhirnya, kedua tengkorak polos tangguh itu pun hancur berantakan tak beraturan. Inilah yang mereka tunggu-tunggu dari awal.
‘….’ Ying terdiam menatap seksama tengkorak yang sudah berserakan itu. Sorot matanya tajam dan tak membiarkan fokusnya teralihkan sedikitpun!
Yah inilah kewasapadaannya, ia tidak mau kejadian lama terulang kembali. Tengkorak yang sudah hancur ini bisa saja bangkit lagi dan menyerangnya di saat lengah.
“….” Tapi setelah beberapa saat berlalu pun, tak ada tanda-tanda aneh terjadi sih.
“Hebat~” Ibu muda itu melipat tangannya dengan bangga, seolah melihat putra-putrinya yang berhasil melakukan sesuatu.
“Heheh.” Shuwan malah menggaruk kepalanya dan tersenyum. Hari-hari mudah terpengaruh, hadeh.
Ying tak merasaka kekuatan aneh juga dari tengkorak itu, jadi sepertinya aman menyimpulkan mereka sudah kalah.
Sheaper tak mengira dua gadis yang datang ini juga berbakat, yah mereka bisa jadi tambahan kekuatan yang bagus bagi line up-nya.
Selain pemuda misterius yang sudah mengalahkan tangan kanan terbaiknya, tak ada salahnya merekrut yang lain juga.
“Jadi bagimana nak?” Ibu muda itu dengan terang-terangan mengatakan maksud dan tujuannya.
Yah sekarang terasa aneh mendengar lawan memintanya menyerahkan diri. Ying tidak terlalu merasa bodoh sekarang.
“KAMI TIDAK AKAN MENYERAHKAN DIRI PADAMU BU!” Shuwan mendeklarasikannya tegas.
“Yaah~” Ibu itu terdengar tidak senang, yah siapa juga yang senang saat pemintannya ditolak?
“Ka-lau-be-gi-tu~” Ibu muda itu mengeluarkan suara menggoda, meski tidak berpengaruh banyak pada sesama wanita sih.
HUSH!
“Mati saja ya.”
HSUH!
“!” Seketika itu juga ibu muda ada di hadapan mereka dan mengayukan sabit besar!
Dan untunglah mereka masih sempat menghindar!
“GEDE!” Shuwan melongo, itu bukan sabit buat rumput sih.
“….” Ying terdiam, ia pikir akan melihat lebih banyak tengkorak lagi.
Yang pada kenyataannya bisa ibu muda ini lakukan juga. Tapi untuk apa kalau tidak bisa mengatasi lawannya, jadi turun tangan juga akhirnya.
Sret.
“Aku masih memberi kesempatan lho~” Sheper tersenyum kecil. Yah untuk ukuran penyihir di alam monster, dia terbilang sabar juga sih.
Mau bergabung, atau pergi. Dua pilihan yang sederhana.
HUSH!
__ADS_1
Ying melesat ke depan dengan tombak es panjang, menyerang membabi buta!
TRANG!
TRUNG!
Tak ada niatan bicara lagi! Sampai kapanpun tidak akan menemukan titik terang juga.
“Kami akan mengalahkanmu.” Ying menatap tajam.
“Oho~” Sheaper tersenyum kecil, yah sayang sekali mereka menyia-nyiakan nyawanya seperti ini.
HUSSHR!
TRANG!
Tombak api pun kini terarah padanya, namun berhasil ditahan oleh sabit besarnya itu!
Shuwan tersenyum percaya diri, ia pikir temannya itu tidak mau mengakuinya sama sekali.
“HYAH!” Shuwan meningkatkan kekuatannya, bersamaan dengan Ying juga!
BUM!
Ledakan energi pun tercipta, menghempaskan ketiga insan yang tengah bertarung ini.
SSSH….
Ibu muda itu berasap, meski berhasil menahan serangan kedua pendekar itu, namun kenyataannya ia masih merasakan dampaknya juga.
‘RUMAHNYA NGGAK HANCUR YA?’ Shuwan malah mikirn topik lain, yah bangunan biasa pasti hancur kalau terkena gelombang energi besar. Lah ini tidak!
‘PENGEN PUNYA RUMAH KAYAK GINI.’ Shuwan lelah tinggal di pegunungan berapi, jadi sesekali butuh penyegaran, hehe.
Ying terdiam, jelas-jelas ia dan rekannya menggunakan kekuatan besar, namun tak berpengaruh banyak pada musuhnya itu.
Sring.
Ying meng-aim, hendak melemparkan tombak es nya pada musuhnya!
HUSH!
‘Hm?’ Lemparan senjata? Kenapa trik pakai trik murahan? Pikir Sheaper.
TRANG!
Dengan mudahnya ia menangkis tombak es itu, dan benda biru berkilau itu langsung hancur tak beraturan.
Apa putri es kehabisan teknik? Siapa tahu?
Hush!
Tanpa berlama-lama Shuwan maju ke depan, dengan sorot mata tajam ia lompat ke atas!
Begitu tinggi sampai ia hampir mencapai langit-langit rumah, sementara energinya terkumpul begitu cepat!
Csss….
“!” Tanpa disangka kaki sang ibu muda itu perlahan mengeras, dia membeku!
‘….’ Padahal sudah jelas-jelas ia kebal elemen, tapi kenapa bisa?
“Teknik Es: Serpihan Kematian.” Ying menatap tajam, sementara kekuatannya tersedot drastis. Tubuhnya terasa lemas.
__ADS_1
‘Serpihan tadi membuatku beku.’ Sheaper langsung menyadari kondisinya saat ini.
Gadis keil itu sengaja membuatnya menghancurkan tombak es tadi, dan disaat yang bersamaan mengeluarkan teknik. Ada sebuah strategi di sana.
HUSH!
“Putaran Meroda Tombak Api!” Shuwan melesat berputar dari atas, sementara kekuatan Qi-nya berubah bak tornado api yang hebat!
Krt.
Ibu muda itu tak bisa beranjak sedikitpun, bahkan ketika sudah menggunakan kekuatannya!
BUM!
Api berputar lebat disertai hempasan angin pun tercipta. Ying segera membuat aura pertahanan agar Yin tak terbakar.
Pada akhirnya makhluk kebal elemen pun masih punya celah untuk ‘meniadakan’ sementara kekebalan yang dipunya.
Meski harus dibayar dengan energi Qi yang besar, Ying hampir-hampir tak bisa bertahan dari panas yang hebat ini, aura pertahanannya memudar dari waktu kewatu.
‘Jangan berhenti,’ batin kecilnya bicara spontan.
‘Ying….’ Shuwan yang melihat sekilas kesungguhan hati rekannya terus berputar brutal. Pastikan lawannya tidak mampu berbuat apa-apa lagi!
Ia sempat ragu untuk mengeluarkan kekuatan penuhnya mengingat serangannya bisa saja membahayakan rekannya.
SWUUSSH!
Dan benar saja, tornado api itu memenuhi seisi ruangan.
Sedang Yin hanya menutup mata ketakutan, pertarungan ini sudah terlalu jauh dari yang ia bayangkan.
SSHHHH!
Ying menatap ke depan, entah sampai berapa lama lagi ia harus bertahan, kekuatannya hampir habis dan ia kesulitan mempertahankan aura pertahanannya.
“….” Ying tetap menatap tajam seolah tak kesusahan sama sekali, sementara hawa panas mulai merasuk ke dalam….
Perlahan namun pasti kulit putri es memerah, ini tidak bagus.
BUM!
HUSH!
Dengan cepat Shuwan mundur ke belakang, dan seketika itu juga kaget dengan keadaan rekannya. “Ying!?”
Tubuh gadis berambut biru itu dipenuhi darah akibat tak kuat menahan hawa panas yang menerpa.
Ying tak menunjukkan ekspresi apapun selain keseriusan yang dalam, ia tidak punya waktu mengasihani dirinya.
“No-na!” Dengan cepat Yin mengoleskan minyak khusus, dan memperbani luka di tubuhnya. Begitu cepat dan terampil.
‘Nona Ying!’ Yin serius, ia tidak mau hanya dilindungi, ia juga ingin berguna, saatnya menggunakan ilmu yang sudah ia pelajari selama ini
‘….’ Ying terdiam, diobati malah terasa lebih sakit dari luka awal, tapi lagi-lagi ekspresinya tak berubah sama sekali, ia menghargai apa yang dilakukan gadis muda ini.
“Kenapa tidak bilang Ying!?” Shuwan tak percaya, ia pikir rekannya bisa bertahan sampai akhir, dan malah melukai rekannya sendiri!
“Bukan salahmu,” jawab Ying pelan, itu adalah keputusannya dan ia tidak menyesal, asalkan orang yang dilindunginya tidak terluka.
Asap bekas api membumbung memeuhi ruangan rumah, di keadaan begini seharusnya tempat ini suah hancur dan tidak berbentuk, namun malah tetap berdiri tak terpengaruh pertarungan mereka, di luar logika.
“ASTAGA!” Shuwan baru ingat!
__ADS_1
“YING, LIU KEBAKAR DONG!” Pendekar api itu memegang kepalanya, ia begitu mengerahkan sepenuh tenaganya dan lupa soal dia!
Di benaknya tak ada hal lain selain memusnahkan lawannya. Tapi yah sudah terjadi, mau bagaimana lagi.